MANAGED BY:
SENIN
18 JUNI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Kamis, 11 Januari 2018 17:45
Jangan Ada Monopoli Jadwal Protokoler

Ketika Pasangan Berseteru dan Dua "Saudara" Berkompetisi

KENANGAN. Duet Jaang-nusyirwan saat masa kampanye pilwali 2015 lalu. Keduanya kini berkompetisi di pilgub kaltim.

PROKAL.CO, Ketika Pasangan Berseteru dan Dua “Saudara” Berkompetisi - sub
Aparatur sipil negara (ASN) memang tidak boleh terlibat dalam politik praktis. Tapi ASN tentu memiliki hak politik untuk memilih. Dua petinggi di Balai Kota Samarinda akan bertarung. Pun terjadi di Lamin Etam (sebutan kantor Gubernur). Dua “anak” gubernur juga dipastikan akan berkompetisi. Lantas ke mana suara para ASN? Apakah ada skenario untuk mengamankan suara dari para abdi Negara ini?

ZAKARIAS DEMON DATON, SAMARINDA

Usai memarkirkan motornya, Abdul (nama samaran) meletak helm di spion. Seragam “kebangsaan” aparatur sipil negara ASN masih melekat di badannya. Ia bergegas masuk ke ruang kerjanya di salah satu bagian di Balai Kota, Selasa (9/1) lalu sekitar pukul 13.10 wita. Abdul baru saja pulang makan siang dan memulai aktivitas rutinnya.
Di sela kesibukannya, Sapos berbincang terkait dinamika Pilgub Kaltim. Wajar, kedua pucuk pimpinannya, Wali Kota Syaharie Jaang dan Wakil Wali Kota Nuyirwan Ismail akan maju bertarung di Pilgub Kaltim 2018. Balai kota akan mengalami kekosongan pemimpin. Abdul langsung lepas bicara. "Pasti “terbelah”. Sekarang belum kelihatan,".
Kepada Sapos, Abdul meminta agar namanya disamarkan. “Maklum, kedua figur ini punya loyalis masing-masing,” sambungnya blak-blakan.  
Abdul mencontohkan Pilwali periode 2015 lalu. Saat itu, Jaang dan Nusyirwan sempat memutuskan berpisah. Perlahan, pemkot mulai terbelah. Hal yang paling mencolok ketika pembagian jadwal agenda pemkot. Menurut dia yang lebih sering menghadiri kegiatan sosial adalah Jaang.
Kasubag Protokol Bagian Humas Setkot Samarinda Aditya Koesprayogi membantah ada pengaturan jadwal tersebut. Dia memastikan dari kedua pucuk pimpinan ini tidak ada monopoli kegiatan. Lagipula, keduanya sudah membagi tugas dan peran masing-masing. Untuk kegiatan sosial memang lebih sering dihadiri wali kota. Karena beliau harus mendengar aspirasi masyarakat. Sementara untuk kegiatan penyelesaikan kasus atau masalah lebih kepada wakil wali kota.
“Yang jelas kita tetap profesional. Sebab mereka berdua pimpinan kami,” ungkapnya.
Bahwa semua undangan yang masuk ke balai kota tetap selalu dikoordinasikan dengan kedua pucuk pimpinan. Sambil menyesuaikan kepadatan waktu. Jika salah satunya tidak bisa hadir, maka didisposisikan kepada lain.   
Sebagian wali kota, Jaang lebih banyak memiliki loyalis. Mengingat sepak terjang beliau di pemkot lebih lama ketimbang Nusyirwan. Jaang duduk di balai kota sudah nyaris 20 tahun. 10 tahun menjadi wakil wali kota mendampingin Achmad Amins.
10 tahun menjadi wali kota didampingi Nusyirwan. Ini tentu orang dekat Jaang jauh lebih banyak ketimbang Nusyirwan. Seperti di tataran eselon II setingkat kepala dinas rata-rata orang Jaang. Dari 7 narasumber tataran staf yang dimintai keterangan Sapos, semuanya mengakui hal ini. Hanya saja mereka menolak menyebut figur siapa yang mereka pilih. Alasannya normatif. Keduanya adalah pimpinan mereka.
Saat sapos menyinggung siapa citra lebih baik dari kedua pucuk pimpinan ini, jawaban mereka variatif. Ada yang menyebut Jaang. Ada pula yang menyebut Nusyirwan. Sebagian lainnnya mengaku pilihan masing masing.
"Hanya kotak suara dan Tuhan yang tahu," celetuk narsum lain.
Panas dingin hubungan Jaang-Nusyirwan memang tak nampak mata. Hanya saja dari dinamika politik Kaltim yang berkembang, keduanya memiliki ambisi yang sama untuk berkantor di Lamin Etam.
Pengamat Politik Unmul Lutfi Wahyudi menyebut ambisi kedua tokoh ini tak bisa dipungkiri membawa dampak di balai kota. Hal tersebut tak bisa dihindari. Sebab sebagai pemimpin tentu punya ketokohan. Otomatis punya pengikut.
Apalagi, diantara salah satunya menang di pilgub Kaltim. Satunya pasti kembali bertugas di balai kota. Begitu juga keduanya gagal menuju Lamin Etam. Pada posisi ini potensi gesekan tetap terjadi sebab ada nuansa menjadi lawan politik dan kalah bertanding. “Nuansa kerja menjadi tidak nyaman. Ini hal yang tak bisa dielakan,” ungkap dia.
Hal yang sama juga berpotensi terjadi di Lamin Etam. Rusmadi sebagai Sekprov Kaltim dan Awang Ferdian sebagai putra Gubenur Kaltim Awang Faroek. Keduanya bakal bertarung dalam kontestasi Pilgub menggunakan perahu yang berbeda. Sementara keduanya notabene adalah “anak-anak” dari Awang Faroek.
Hal ini akan memunculkan pembelahan di tingkatan ASN di lingkungan pemprov. Sebagai Gubenur Kaltim, Awang Faroek tentu punya loyalis. Awang tentu berkeinginan semua loyalis ini memilih putranya. Sementara Rusmadi juga demikian.
Secara terang-terang Rusmadi sempat menyatakan tidak ingin maju lantaran tak mau bertentangan dengan Awang Faroek. Kini, dengan menggandeng Safaruddin, Rusmadi menarik sendiri alasan kemunduran dirinya.
Rusmadi mengungkapkan, selain desakan dari relawan, ada kuasa tangan Tuhan yang menggerakan dirinya untuk bersedia merima tawaran DPP PDIP mendampingi Safaruddin untuk bertarung di Pilgub.
“Dinamika politik di menit akhir. Ada kuasa tangan Tuhan untuk bersedia mengambil amanah ini,” terangnya.
Dia mengaku sudah menyampaikan keinginannya ke Awang Faroek untuk maju ke Pilgub. Niatnya pun diterima Awang.
Pagi kemarin, Rusmadi telah mengirimkan surat pemunduran diri sebagai Sekprov Kaltim. Untuk sementara, posisi Pjs Sekprov Kaltim diisi Asisten I Dr Meilliana. (*/nha)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 07 Juni 2018 21:13

Dibegal Sejoli, Bocah Diseret

SAMARINDA. Ulah pelaku begal kini semakin beringas. Bahkan pelakunya bukan hanya pria, namun juga melibatkan…

Kamis, 07 Juni 2018 21:11

Perkosa Istri Sahabat

Apa artinya berteman…Di belakang kau menikam…Lirik lagu Pagar Makan Tanaman milik Mansyur…

Rabu, 06 Juni 2018 21:49

“Monster Jalanan” Ngamuk

SAMARINDA.  Kecalakaan lalu lintas di tanjakan Jalan Otto Iskandardinata, Samarinda Ilir, bukan…

Selasa, 05 Juni 2018 23:41

Jurnalis Radar Papua, Dihajar Massa saat Bertugas

MANOKWARI. Ancaman terhadap demokrasi, kebebasan pers, dan hak publik atas informasi dinilai makin tergerus.…

Selasa, 05 Juni 2018 19:59

Dicurangi Sahabat, Gagal Mudik

SAMARINDA. Angan-angan Nasir alias Aci berlebaran di kampung halaman seketika sirna. Langkah pria 31…

Senin, 04 Juni 2018 20:47

KASIHAN..!! Cuci Pakaian, Wanita Ditelan Mahakam

SAMARINDA. Malam semakin larut, Tajudin yang kala itu masih terjaga merasa gelisah. Keponakannya, Siti…

Senin, 04 Juni 2018 20:33

Mapolres Diserang, Polisi Terluka

SAMARINDA. Andi Kosasih belum menyerah usai diamankan polisi. Pria 32 tahun itu bahkan lebih beringas…

Jumat, 01 Juni 2018 20:22

Belatung Jatuh, Mayat Membusuk

SAMARINDA. Teriakan sekawanan remaja yang tengah mencari udang mengejutkan warga di Jalan Mangkupalas,…

Jumat, 01 Juni 2018 20:20

Lebih Murah, Sampai Lebih Lama

SAMARINDA. Jarak tempuh Samarinda menuju Surabaya dan Makassar melalui bandara APT Pranoto diyakini…

Jumat, 01 Juni 2018 20:17

Mobil Hancur, Kepala Robek

SAMARINDA. Seorang pengemudi mobil dilarikan ke rumah sakit setelah menabrak truk yang sedang parkir.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .