MANAGED BY:
KAMIS
18 JANUARI
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Kamis, 11 Januari 2018 17:45
Jangan Ada Monopoli Jadwal Protokoler

Ketika Pasangan Berseteru dan Dua "Saudara" Berkompetisi

KENANGAN. Duet Jaang-nusyirwan saat masa kampanye pilwali 2015 lalu. Keduanya kini berkompetisi di pilgub kaltim.

PROKAL.CO, Ketika Pasangan Berseteru dan Dua “Saudara” Berkompetisi - sub
Aparatur sipil negara (ASN) memang tidak boleh terlibat dalam politik praktis. Tapi ASN tentu memiliki hak politik untuk memilih. Dua petinggi di Balai Kota Samarinda akan bertarung. Pun terjadi di Lamin Etam (sebutan kantor Gubernur). Dua “anak” gubernur juga dipastikan akan berkompetisi. Lantas ke mana suara para ASN? Apakah ada skenario untuk mengamankan suara dari para abdi Negara ini?

ZAKARIAS DEMON DATON, SAMARINDA

Usai memarkirkan motornya, Abdul (nama samaran) meletak helm di spion. Seragam “kebangsaan” aparatur sipil negara ASN masih melekat di badannya. Ia bergegas masuk ke ruang kerjanya di salah satu bagian di Balai Kota, Selasa (9/1) lalu sekitar pukul 13.10 wita. Abdul baru saja pulang makan siang dan memulai aktivitas rutinnya.
Di sela kesibukannya, Sapos berbincang terkait dinamika Pilgub Kaltim. Wajar, kedua pucuk pimpinannya, Wali Kota Syaharie Jaang dan Wakil Wali Kota Nuyirwan Ismail akan maju bertarung di Pilgub Kaltim 2018. Balai kota akan mengalami kekosongan pemimpin. Abdul langsung lepas bicara. "Pasti “terbelah”. Sekarang belum kelihatan,".
Kepada Sapos, Abdul meminta agar namanya disamarkan. “Maklum, kedua figur ini punya loyalis masing-masing,” sambungnya blak-blakan.  
Abdul mencontohkan Pilwali periode 2015 lalu. Saat itu, Jaang dan Nusyirwan sempat memutuskan berpisah. Perlahan, pemkot mulai terbelah. Hal yang paling mencolok ketika pembagian jadwal agenda pemkot. Menurut dia yang lebih sering menghadiri kegiatan sosial adalah Jaang.
Kasubag Protokol Bagian Humas Setkot Samarinda Aditya Koesprayogi membantah ada pengaturan jadwal tersebut. Dia memastikan dari kedua pucuk pimpinan ini tidak ada monopoli kegiatan. Lagipula, keduanya sudah membagi tugas dan peran masing-masing. Untuk kegiatan sosial memang lebih sering dihadiri wali kota. Karena beliau harus mendengar aspirasi masyarakat. Sementara untuk kegiatan penyelesaikan kasus atau masalah lebih kepada wakil wali kota.
“Yang jelas kita tetap profesional. Sebab mereka berdua pimpinan kami,” ungkapnya.
Bahwa semua undangan yang masuk ke balai kota tetap selalu dikoordinasikan dengan kedua pucuk pimpinan. Sambil menyesuaikan kepadatan waktu. Jika salah satunya tidak bisa hadir, maka didisposisikan kepada lain.   
Sebagian wali kota, Jaang lebih banyak memiliki loyalis. Mengingat sepak terjang beliau di pemkot lebih lama ketimbang Nusyirwan. Jaang duduk di balai kota sudah nyaris 20 tahun. 10 tahun menjadi wakil wali kota mendampingin Achmad Amins.
10 tahun menjadi wali kota didampingi Nusyirwan. Ini tentu orang dekat Jaang jauh lebih banyak ketimbang Nusyirwan. Seperti di tataran eselon II setingkat kepala dinas rata-rata orang Jaang. Dari 7 narasumber tataran staf yang dimintai keterangan Sapos, semuanya mengakui hal ini. Hanya saja mereka menolak menyebut figur siapa yang mereka pilih. Alasannya normatif. Keduanya adalah pimpinan mereka.
Saat sapos menyinggung siapa citra lebih baik dari kedua pucuk pimpinan ini, jawaban mereka variatif. Ada yang menyebut Jaang. Ada pula yang menyebut Nusyirwan. Sebagian lainnnya mengaku pilihan masing masing.
"Hanya kotak suara dan Tuhan yang tahu," celetuk narsum lain.
Panas dingin hubungan Jaang-Nusyirwan memang tak nampak mata. Hanya saja dari dinamika politik Kaltim yang berkembang, keduanya memiliki ambisi yang sama untuk berkantor di Lamin Etam.
Pengamat Politik Unmul Lutfi Wahyudi menyebut ambisi kedua tokoh ini tak bisa dipungkiri membawa dampak di balai kota. Hal tersebut tak bisa dihindari. Sebab sebagai pemimpin tentu punya ketokohan. Otomatis punya pengikut.
Apalagi, diantara salah satunya menang di pilgub Kaltim. Satunya pasti kembali bertugas di balai kota. Begitu juga keduanya gagal menuju Lamin Etam. Pada posisi ini potensi gesekan tetap terjadi sebab ada nuansa menjadi lawan politik dan kalah bertanding. “Nuansa kerja menjadi tidak nyaman. Ini hal yang tak bisa dielakan,” ungkap dia.
Hal yang sama juga berpotensi terjadi di Lamin Etam. Rusmadi sebagai Sekprov Kaltim dan Awang Ferdian sebagai putra Gubenur Kaltim Awang Faroek. Keduanya bakal bertarung dalam kontestasi Pilgub menggunakan perahu yang berbeda. Sementara keduanya notabene adalah “anak-anak” dari Awang Faroek.
Hal ini akan memunculkan pembelahan di tingkatan ASN di lingkungan pemprov. Sebagai Gubenur Kaltim, Awang Faroek tentu punya loyalis. Awang tentu berkeinginan semua loyalis ini memilih putranya. Sementara Rusmadi juga demikian.
Secara terang-terang Rusmadi sempat menyatakan tidak ingin maju lantaran tak mau bertentangan dengan Awang Faroek. Kini, dengan menggandeng Safaruddin, Rusmadi menarik sendiri alasan kemunduran dirinya.
Rusmadi mengungkapkan, selain desakan dari relawan, ada kuasa tangan Tuhan yang menggerakan dirinya untuk bersedia merima tawaran DPP PDIP mendampingi Safaruddin untuk bertarung di Pilgub.
“Dinamika politik di menit akhir. Ada kuasa tangan Tuhan untuk bersedia mengambil amanah ini,” terangnya.
Dia mengaku sudah menyampaikan keinginannya ke Awang Faroek untuk maju ke Pilgub. Niatnya pun diterima Awang.
Pagi kemarin, Rusmadi telah mengirimkan surat pemunduran diri sebagai Sekprov Kaltim. Untuk sementara, posisi Pjs Sekprov Kaltim diisi Asisten I Dr Meilliana. (*/nha)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 17 Januari 2018 16:43

Dua ABG Nyaris Terpanggang

SAMARINDA. Ember dan gayung menjadi alat pertama sebelum petugas pemadam kebakaran datang di lokasi…

Rabu, 17 Januari 2018 16:32

Gadis Cantik Diduga Dibunuh

SAMARINDA. Mira, warga Desa Kembang Janggut, Kutai Kartanegara (Kukar), ditemukan tewas pada, Selasa…

Senin, 15 Januari 2018 15:27

Libatkan Irma se-Samarinda, Siapkan Generasi Emas

SISWA adalah generasi emas Indonesia yang harus dijaga dan dibina.  Pembentukan karakter merupakan…

Minggu, 14 Januari 2018 21:58

NGERI..!! Pria Ini Dibunuh Selingkuhan Istri

TENGGARONG. Kisah hidup Rio (37) berujung tragis. Pria sehari-hari bekerja di sebuah perusahaan tambang…

Sabtu, 13 Januari 2018 18:16

2 Pelajar Terjangkit Difteri, Vaksin Massal di Sekolah

SAMARINDA. Bakteri Corynebacterium diphtheriae semakin membuktikan keganasannya. Kuman penyebab penyakit…

Jumat, 12 Januari 2018 17:04

Gas Bocor, Suami Merokok, Istri Terpanggang

SAMARINDA. Hanya dalam hitungan detik saja empat warga terbakar hidup-hidup. Seorang di antaranya anak-anak.…

Jumat, 12 Januari 2018 16:49

Kerja Keras, Pegawai PU Tewas

SAMARINDA. Sudah dua hari Rudy Salbianto tidak turun kerja. Padahal tidak biasanya Pegawai Dinas Pekerjaan…

Kamis, 11 Januari 2018 17:41

Belasan Kucing Mendadak Hilang

SAMARINDA. Pencinta hewan, terutama kucing nampaknya harus lebih waspada. Karena belakangan mamalia…

Rabu, 10 Januari 2018 15:32

Dimiskinkan, Hanya Disisakan KTP

SAMARINDA. Perjuangan kasir cantik Leni Nurusanti untuk meloloskan diri dari jeratan hukum buyar. Selasa…

Rabu, 10 Januari 2018 15:22

LCT Terbalik, Alat Berat Tenggelam

SAMARINDA. Landing Craft Tank (LCT) Taurus Star V mendadak miring ke kanan ketika masih bersandar di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .