MANAGED BY:
SENIN
10 DESEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Rabu, 10 Januari 2018 18:27
Pembunuh Sadis Dituntut Seumur Hidup

Kejari Berau Tutup Upaya Negosiasi

PERAGAKAN. Para pelaku pembunuh Samir memperagakan, bagaimana cara mereka mengeksekusi korban.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB. Tiga orang pelaku pembunuhan berencana terhadap seorang pengusaha bernama Samir, pada 2017 lalu, dituntut seumur hidup. Tuntutan itu sudah berdasarkan berbagai pertimbangan matang. Selain sadis, para pelaku dinilai tidak kooperatif. Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri Berau, Daud Zakariah menyebutkan, awalnya pihaknya berencana menuntut hukuman mati kepada seluruh terdakwa.
Kasus pembunuhan berencana ini masih menjadi atensi masyarakat Berau, terutama dari keluarga besar korban, baik saudara maupun anak korban. Tidak heran, jika setiap siding, Pengadilan Negeri di Jalan Pemuda Kecamatan Tanjung Redeb dipenuhi pengunjung.
Berdasarkan petunjuk Kejagung, dalam kasus ini, Jaksa umum kasus ini disarankan memberikan tuntutan seumur hidup kepada seluruh terdakwa. Daud, mengungkapkan, awalnya dari Kejari Berau berencana memberikan tuntutan mati, tetapi koordinasi dengan Kejagung menjadi tuntutan seumur hidup.
Adapun berbagai pertimbangan yang mendasari tuntutan tersebut, ungkapkan Daud, diantaranya pembunuhan sudah direncanakan sejak lama, bahkan sebulan sebelum eksekusi. “Kedua cara melakukannya juga tergolong sadis, itu juga jadi pertimbangan kami memberikan tuntutan seumur hidup itu,” ungkapnya.
Sampai saat ini tidak ada satupun kerabat korban yang memberikan kata maaf untuk semua terdakwa, turut menjadi pertimbangan Jaksa. Lepas dari semua pertimbangan yang memberatkan, tidak ada satupun item yang menjadi dasar untuk meringankan tuntutan.
“Biasanya kan ada dua tuh, pertimbangan yang meringankan, seperti kooperatif, belum pernah dihukum, sopan dan sebagainya juga ada pertimbangan yang memberatkan. Nah, dalam kasus ini tidak ada pertimbangan yang meringankan, semuanya memberatkan dari awal sampai pembacaan tuntutan,” jelasnya lagi.
Untuk itu, dirinya berharap, agar majelis hakim memiliki pandangan yang sama dengan Jaksa melihat jelas dalam kasus ini. Sehingga dapat memberikan putusan minimal sama dengan tuntutan seumur hidup.
Kejaksaan juga menutup rapat komunikasi dari semua terdakwa yang dapat mempengaruhi tuntutan. Sejak awal Seksi Pidana Umum tidak memberikan sedikit pun celah terhadap terdakwa untuk berkomunikasi menyoal tuntutan, karena tidak ingin ada intervensi.
Ditanya jika vonis hakim kurang dari tuntutan jaksa, Daud mengatakan, pihaknya kemungkinan akan melakukan upaya hukum. Tetapi upaya hukum itu baru akan dilakukan, setelah melakukan komunikasi dengan pimpinan lebih tinggi.
“Kemungkinan jika di bawah tuntutan ada upaya hukum dari kami, tetapi jelas menunggu hasil koordinasi dengan pimpinan, harapan kami sih minimal sama dengan tuntutan kami, yakni seumur hidup,” tandasnya. (as/ama)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 13 Oktober 2015 13:45

Rumah Terbakar, Pemilik Masuk RS

<p>TANJUNG REDEB. Begitu melihat api berkobar di atas rumahnya, Made, warga Jalan AKB Sanipah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .