MANAGED BY:
KAMIS
18 JANUARI
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

SAMARINDA

Rabu, 10 Januari 2018 18:22
Gagal Temukan Sarang, Ban Bekas Dibakar

Usir Tawon Peneror Warga Pelita 7

CARI SARANG. Berbagai upaya dilakukan TRC BPBD Samarinda dibantu warga untuk menemukan sarang tawon penyerang manusia, mulai dari penyisiran hingga pengasapan.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Mengantisipasi serangan kawanan tawon yang meresahkan warga Jalan Pelita 7, RT 35, Perum Sambutan Idaman Permai, sejumlah petugas dari BPBD (Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah) dan Damkar Samarinda dibantu warga, lakukan pembakaran ban bekas, guna mengusir tawon yang masih berterbangan di sekitar lokasi, Selasa (9/1) kemarin.
Pembakaran ban sendiri dimaksudkan agar tawon tersebut bisa pergi, dengan adanya asap yang ditimbulkan dari. Pembakaran sendiri bukan hanya dilakukan di median jalan, namun hingga semak belukar, yang terdapat di kanan-kiri jalan dimulai sekitar pukul 11.00 Wita.
Upaya pengusiran tawon dengan membakar ban bekas merupakan salah satu cara yang ditempuh setelah upaya penyisiran dalam dua hari terakhir, untuk mengetahui dimana sarang tawon berada gagal.
Dalam penyisiran tersebut, petugas hanya mendapati 1 hingga 3 ekor tawon yang beterbangan, itupun tidak membahayakan.
Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Samarinda, Nanang Arifin, saat dikonfrimasi mengatakan, upaya pencarian sarang tawon hingga radius 200 meter sudah pula dilakukan, bahkan hingga menyisir tiap sudut semak belukar, namun tidak juga menemukan sarang tawon yang di maksud.
”Ini adalah satu upaya lainya, jadi kami lakukan pengasapan. Harapan kami, bisa mengusir tawon yang masih berkeliaran di jalan ini,” kata Nanang.
Nanang menambahkan, jika dalam beberapa hari ke depan, setelah dilakukan pengasapan tidak ada lagi tawon yang beterbangan, dan tidak ada lagi laporan warga disengat tawon, maka akses jalan alternarif ini bisa dibuka kembali untuk umum, setelah sebelumnya dilarang dilewati warga lantaran berbahaya.
"Dari informasi warga, memang sarangnya sudah diambil sama pencari sarang lebah. namun kami tetap upayakan untuk dapatkan sarangnya, agar warga tidak resah melintas di jalan ini," tambah Nanang.
Sementara itu, Ketua RT 36, Suprayitno menjelaskan, untuk saat ini jalur tersebut sengaja ditutup untuk umum, pasalnya hingga saat ini belum dapat dipastikan keselematan warga, jika melintas di jalur tersebut.
"Kalau memang sudah aman, pasti kami buka lagi jalur ini. Ini memang jalur alternatif warga, menuju pemakaman, lalu akses menuju perusahaan tambang dan tempat pembuangan akhir," tuturnya.
Suprayitno menambahkan, pada dasarnya warga sekitar sudah paham betul dengan kondisi jalan itu, namun berbeda halnya dengan warga luar yang masuk.
"Kalau warga di sini tahu semua, karena kami umumkan lewat masjid. Kalau warga luar yang tidak tahu, makanya kami buat tulisan dilarang masuk di depan jalur masuk sana," tambahnya.
Untuk diketahui, Minggu (7/1) lalu, seorang warga Jalan Makroman, Priharno (51) tewas diserang kawanan lebah di jalur tersebut. Korban yang merupakan PNS itu, ditemukan tak bernyawa di aliran irigasi, tepat di bawah jembatan jalan tersebut.
Sekujur tubuh korban bengkak akibat gigitan lebah. Hingga saat ini sudah terdapat sembilan korban serangan lebah di jalur tersebut. (kis/ama)


loading...

BACA JUGA

Rabu, 17 Januari 2018 16:28

20 Clamp Pipa PDAM Dicuri

SAMARINDA. Sebanyak 20 titik clamp dan rumah baut untuk pengamanan pipa DN 700 MM agar tidak bergerak,…

Rabu, 17 Januari 2018 16:20

Malam Terang, Siang Cantik

SAMARINDA. Sebagian Jalan Kadrie Oening terang benderang saat malam. Kemudian ketika siang juga lebih…

Rabu, 17 Januari 2018 16:17

Waktu Tempuh Lebih Singkat

SAMARINDA. Meski terbilang sangat konvensional, namun tambangan masih menjadi primadona sebagai alat…

Rabu, 17 Januari 2018 16:13

Difteri Mewabah, Warga Jangan Panik

SAMARINDA. Dua kelurahan di Kecamatan Palaran yang terdampak wabah difteri sudah diketahui Camat Palaran,…

Selasa, 16 Januari 2018 20:49

Dua Mahasiswi Belanda Temui Korlaswan LPADKT

TUMBUH pesatnya organisasi kemasyarakatan (ormas) di Indonesia ternyata menjadi objek yang menarik bagi…

Senin, 15 Januari 2018 01:00

DI Panjaitan Tetap "Calap"

SAMARINDA. Program normalisasi drainase yang digadang bisa mengendalikan banjir di Kota Samarinda tak…

Senin, 15 Januari 2018 00:58

Lubang Cendana "Makan" Korban

SAMARINDA. Jalan berlubang masih jadi momok di Kota Tepian, kali ini lubang di Jalan Cendana, tepatnya…

Senin, 15 Januari 2018 00:57

Jalan Stadion Utama "Babak Belur"

SAMARINDA. Jalan Stadion Utama, Kecamatan Palaran, menjadi akses lalu lalang truk dengan muatan kontainer…

Jumat, 12 Januari 2018 17:14

Eskavator Ganggu Lalin Jalan Perjuangan

SAMARINDA. Sebuah alat berat berupa eskavator nangkring di tengah Jalan Perjuangan, Kelurahan Sempaja…

Jumat, 12 Januari 2018 17:12

Median Jalan Bahayakan Pengendara

SAMARINDA. Kondisi median jalan di simpang tiga Jembatan Mahulu arah Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .