MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Rabu, 10 Januari 2018 15:32
Dimiskinkan, Hanya Disisakan KTP

Kasir Cantik dan Keluarga Divonis Berat

TAK BERKUTIK.Leni Nurusanti (kiri) bersama Jefriansyah alias Jefri (tengah) dan Deni (kanan), divonis bersalah oleh majelis hakim di PN Samarinda, kemarin.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Perjuangan kasir cantik Leni Nurusanti untuk meloloskan diri dari jeratan hukum buyar. Selasa (9/1) kemarin, Leni yang didakwa menilap uang penjualan PT Serba Mulia Auto (SMA), distributor mobil merek Daihatsu, bersama suaminya Jefriansyah alias Jefri dan adiknya, Deni Rayindra, terbukti bersalah.
Sekeluarga tersebut divonis majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda yang dipimpin Fery Haryanta, didampingi Parmatoni dan Decky Felix Wagiju, dengan hukuman berbeda. Leni divonis penjara 10 tahun ditambah denda Rp 1 miliar atau ganti kurungan penjara selama 6 bulan, bila satu bulan setelah putusan inkrah tak bisa membayar denda.
Majelis hakim beranggapan Leni terbukti bersalah melanggar pasal 374 KUHP tentang penggelapan dalam jabatan, juncto pasal 55 KUHP dan pasal 4 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Hukuman tersebut lebih ringan dari tuntutan Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Kaltim, yang menuntutnya hukuman penjara 11 tahun ditambah denda Rp 1 miliar subdiser 1 tahun penjara.
Sementara Jefri, dijatuhi hukuman penjara 9,5 tahun ditambah denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan penjara. Sedangkan Deni, dijatuhi hukuman penjara 2,5 tahun ditambah denda Rp 50 juta subsider 6 bulan kurungan penjara.
Tak hanya dijatuhi hukuman berat. Leni dan Jefri juga “dimiskinkan”. Semua barang bukti, berupa dua rumah mewah di Perumahan Bukit Mediterania, Cluster Spain, Blok B, Nomor 20 dan 21, di Jalan MT Haryono, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu, ditambah kendaraan mewah disita. Barang bernilai miliran rupiah tersebut dikembalikan kepada PT SMA selaku pihak yang dirugikan.
“Barang bukti selain KTP dan NPWP milik terdakwa (Leni dan Jefri, Red), dikembalikan ke PT SMA,” ujar hakim dalam pembacaan putusan.
Sejumlah kendaraan mewah yang disita dari Leni dan Jefri sebagai barang bukti di antaranya 1 unit mobil Peugeot RCZ warna putih dua pintu KT 88 LJ seharga sekitar Rp 705 juta. Satu unit mobil Daihatsu Copen warna merah KT 888 JL Rp 460 juta.
Ada juga 1 unit mobil Toyota Fortuner KT 1216 JL seharga Rp 563 juta, 1 unit mobil Mercy GLA 200 KT 8 LJ seharga Rp 825 juta, dan 1 unit Ford Focus KT 21 LJ Rp 400 juta. Selain mobil, terdapat juga motor “kelas atas”, Yamaha R1M seharga Rp 812 juta ditambah Yamaha N Max seharga Rp 28 juta.
Selain itu masih ada 4 unit Daihatsu Terios, per unit seharga Rp 240.950.000, 3 Daihatsu Xenia, per unit dibandrol Rp 235.750.000, 3 Daihatsu Sigra masing-masing Rp 150 juta, 1 Daihatsu Ayla Rp 140 juta, dan satu pikap Rp 120 juta.
“Rumah dan mobil mewah dikembalikan ke PT SMA karena dibeli dari hasil pidana penggelapan. Barang bukti tersebut merupakan aset,” tutur hakim.
Ketika pembacaan pertimbangan putusan hakim menyebutkan, dalam fakta persidangan terkuak bahwa untuk lebih meyakinkan Jefri mengaku seolah sebagai pengusaha jual beli mobil bekas, memiliki ternak ayam dan perkebunan kelapa sawit. Uang hasil pidana dibelikan mobil lain untuk dijual kembali sehingga terlihat Jefri benar-benar memiliki usaha jual beli mobil.
Kemudian juga masih dalam pertimbangan hakim, dalam fakta persidangan terungkap ratusan transaksi jual beli kendaraan tak disetorkan Leni yang menjabat sebagai kasir. Yaitu terdiri atas 122 transaksi secara tunai dengan nilai Rp 17,98 miliar dan 225 transaksi secara kredit sebesar Rp 7,39 miliar. Hal ini juga sebagaimana pertimbangan JPU dalam mengajukan tuntutan beberapa waktu lalu.
Usai pembacaan putusan, majelis hakim meminta tanggapan Leni Cs. Setelah sempat berkonsultasi dengan kuasa hukumnya, Jahidun, Leni bersama suami dan adiknya memutuskan untuk pikir-pikir.
“Pikir-pikir yang mulia,” beber Jahidun.
Hakim pun memberikan kesempatan waktu tujuh hari untuk Leni Cs, guna pikir-pikir untuk menyatakan banding atau menerima putusan tersebut. (rin/beb)


loading...

BACA JUGA

Senin, 10 Desember 2018 12:22

Rp 14 Juta Ditemukan di Ember

SAMARINDA. Kawasan Gang Pulau Indah, yang terletak di Jalan DI…

Senin, 10 Desember 2018 12:14

Diterpa Isu Suap

“Semua sudah terjadi. Kita kalah dengan tim yang berjuang habis-habisan.…

Minggu, 09 Desember 2018 14:43

Tak Selamat di Gunung Keramat

SAMARINDA. Sejak di tanjakan Gunung Manggah, Jalan Otto Iskandardinata, truk…

Minggu, 09 Desember 2018 13:49

Oknum PNS Dinsos Bonyok

SAMARINDA. Urat malu Hidayat Firdaus (36), sepertinya sudah putus. Tak…

Sabtu, 08 Desember 2018 12:59

Berebut Beri Nama Anak, Istri Dihajar

SAMARINDA. Perselingkuhan dan ekonomi biasanya menjadi pemicu terhadinya kekerasan dalam…

Kamis, 29 November 2018 17:23

Mayat Berdarah Mengapung SKM

SAMARINDA. Warga dan siswa SMPN 21 di Jalan Tongkol, Samarinda…

Rabu, 28 November 2018 14:11

Kantor Aktivis Diserang

SAMARINDA. Aktivis lingkungan dari Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim kembali…

Selasa, 27 November 2018 16:04

Sekap Polisi, 9 Tahanan Kabur

SAMARINDA. Peristiwa kaburnya 4 tahanan di Polsek Samarinda Ulu, Jumat…

Senin, 26 November 2018 20:49

Curi Motor, Fitnah Sahabat

SAMARINDA. Meski dihadapkan dengan polisi, tapi Ivan Patisina tetap tak…

Senin, 26 November 2018 20:46

Hidup di Bontang, Nakal di Samarinda

SAMARINDA. Polres Bontang menjadikan Yusuf alias Ucup (33), warga Jalan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .