MANAGED BY:
RABU
21 NOVEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Senin, 08 Januari 2018 01:16
PNS Tewas Disengat Tawon

Ditemukan Terkapar di Genangan Irigasi

TERSENGAT. Jasad Priharno terbaring digenangan irigasi. Beberapa tawon masih menempel di tubuhnya.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Serangan tawon meneror warga Kecamatan Sambutan. Salah seorang korbannya bahkan sampai kehilangan nyawa disengat serangga terbang itu.
Kejadian nahas itu dialami Priharno. Pria paruh baya yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) di Kantor Syahbandar Samarinda itu tewas dengan luka sengatan di sekujur tubuhnya, kemarin (7/1) pukul 11.45 Wita.
Warga Jalan Provinsi, Dusun Sukerejo, RT 22, Kelurahan Makroman, Kecamatan Sambutan itu, ditemukan terkapar di saluran irigasi. Tak jauh dari jalan menuju tempat pembuangan akhir (TPA) Pelita VII, Jalan Sultan Sulaiman, Perumahan Sambutan Idaman Permai (SIP), RT 35, Sambutan.
Ketika ditemukan di saluran irigasi sedalam 3 meter, jasad Priharno tampak masih mengenakan baju kaus berkerah dan celana olahraga biru. Tubuh Priharno yang belum kaku terbaring tak bernyawa di atas genangan air irigasi yang hanya setinggi mata kaki.
Tak hanya Priharno yang ditemukan sudah tak bernyawa. Sejumlah tawon yang menyengatnya juga ditemukan telah mati. Beberapa tawon ditemukan mati tertindih motor Yamaha Vega warna merah KT 6076 IG yang dikendarai Priharno. Beberapa serangga mematikan itu juga mati akibat tertindih tubuh pria malang itu.
Kabar tewasnya Priharno dengan cepat menyebar. Warga di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) berkerumun untuk melihat jasad Priharno. Informasi yang dihimpun, Priharno hendak mencari rumput untuk pakan ternak hingga akhirnya meregang nyawa lantaran “dikeroyok” tawon. Warga menyebut, serangan tawon di kawasan itu bukan pertama kalinya terjadi. Sudah banyak korban yang mengaku diserang serangga penyengat itu saat melintas di lokasi kejadian. Namun baru kali ini berujung kematian.
Kabar tewasnya Priharno, diketahui warga dari seorang pria yang juga menjadi korban keganasan tawon serupa. Pria yang tak diketahui identitasnya itu mendatangi warga yang kebetulan sedang duduk-duduk di sebuah warung. Pria itu meminta air untuk mengompres sengatan tawon.
“Setelah itu dia bilang di belakangnya ada juga orang yang dikejar dan disengat tawon,” tutur Musaini (66), warga Jalan Sultan Sulaiman, Sambutan.
Mendengar penuturan pria itu, warga berinisiatif mendatangi untuk menolong Priharno yang masih terjebak dan diserang tawon.
“Saya datang ke sana ternyata korban sudah berada di dasar saluran irigasi,” ucap Musaini.
Melihat kondisi Priharno yang sudah tak bernyawa, Musaini lantas mengabari warga lainnya yang kemudian berdatangan. Tak berselang lama polisi juga tiba di tempat kejadian, disusul patroli Polsekta Samarinda Ilir.
Saat polisi melakukan identifikasi pada jasad korban, istri Priharno, Ngatini, datang bersama anak dan menantunya. Ibu rumah tangga (IRT) 44 tahun itu tak kuasa menahan sedih. Ia berteriak histeris mengetahui suaminya telah meninggal dunia.
“Bapak keluar rumah jam 11 tadi (kemarin, Red). Biasanya bapak pakai pikap kalau cari rumput. Ini juga baru kali pertama mencari rumput di daerah sini. Bapak punya kebun sendiri, biasanya cari rumputnya di kebun sendiri,” tutur menantu Priharno.
Setelah dilakukan identifikasi, jasad Priharno selanjutnya dibawa ke kamar jenazah RSUD AW Sjahranie. Sejumlah tawon masih ditemukan melekat di tubuh Priharno.
“Jadi banyak luka sengatan tawon di tubuh korban (Priharno, Red). Sementara ini dugaannya korban meninggal karena sengatan tawon berdasarkan luka yang didapat serta keterangan saksi,” terang Kapolsek Samarinda Ilir, Kompol Chandra Hermawan, melalui Kanit Reskrim, Ipda Purwanto.
Polisi belum bisa menyimpulkan dari mana tawon tersebut. Beredar kabar di tempat kejadian jika tawon itu berasal dari hutan.
“Informasi warga sudah banyak yang disengat tawon di lokasi yang sama,” pungkasnya. (oke/beb)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 20 November 2018 14:00

Sehari Jadian, Rela Ditiduri

SAMARINDA. Meski hanya mengenyam pendidikan hingga bangku kelas VI sekolah…

Senin, 19 November 2018 15:35

Tragedi KM 27 Loa Janan

TENGGARONG. Laju trailer atau truk gandeng bernopol KT 8657 DC…

Senin, 19 November 2018 15:31

Murka Istri Mandi Bareng Sopir

SAMARINDA. Tuntas sudah jalinan cinta segitiga yang dilakoni Yosef Niron…

Minggu, 18 November 2018 15:47

Tikam Istri Lalu Tersenyum

SAMARINDA. Warga Jalan Jakarta, Gang H Oyon, Loa Bakung, Sungai…

Minggu, 18 November 2018 15:40

Mufakat Jahat Loloskan IUP Bermasalah

SAMARINDA. Selisi data Izin Usaha Pertambangan (IUP) batu bara yang…

Sabtu, 17 November 2018 20:04

Ketua Dewan Dijebloskan ke Rutan

SAMARINDA. Dilaporkan karena diduga melakukan penggelapan, Ketua DPRD Samarinda Alphad…

Sabtu, 17 November 2018 19:59

210 IUP Diduga Tak Terdata di Pusat

SAMARINDA. Carut marut pengelolaan aktivitas pertambangan batu bara di Kaltim…

Jumat, 16 November 2018 11:45

Curiga, KPK Sidak Batu Bara di Mahakam

SAMARINDA. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun gunung guna menelusuri dugaan…

Jumat, 16 November 2018 11:41

Rumah Sepasang Lansia Terus Bergerak

SAMARINDA. Sebuah rumah di Jalan KS Tubun terpaksa dikosongkan. Pergerakan…

Kamis, 15 November 2018 14:25

ABG Kabel Telkom Dijarah

SAMARINDA. Apes. Itulah yang dialami MR. ABG ini tertangkap saat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .