MANAGED BY:
SENIN
18 JUNI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Senin, 08 Januari 2018 01:12
Konsisten untuk Tidak Konsisten

Penuh Kejutan, Masih Terus Berubah

GRAFIS

PROKAL.CO, JAKARTA. Konsiten untuk tidak konsisten. Kalimat yang pernah dilontarkan Dedy Mizwar ketika masih aktif di dunia film. Kalimat itu disampaikannya ketika dimintai pendapat apa itu politik. Belakangan dia pun terjun ke dunia politik. Bahkan kini menjadi wakil gubernur dan mencalonkan sebagai gubernur di Jawa Barat. Tak salah jika sebagian ilmuwan berpendapat bahwa politik jauh lebih sulit dari ilmu apa saja, bahkan matematika sekalipun.
Penjelasan di atas mungkin bisa menggambarkan situasi politik di Kaltim jelang masa pendaftaran cagub dan cawagub di KPU yang dibuka mulai hari ini. Semua di luar prediksi dan dugaan. Pasangan yang sebelumnya digadang-gadang akan berpasangan, berpisah di tengah jalan. Mereka yang sebelumnya berseteru, justru dikabarkan berpasangan.
Adalah duet Syaharie Jaang dan Awang Ferdian Hidayat yang begitu menggelikan. Bagaimana tidak, Jaang sudah hampir pasti berpasangan dengan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi. Sehari sebelumnya, Awang Ferdian juga menyatakan siap menjadi cagub (bukan cawagub) berpasangan dengan Nusyirwan Ismail.
Munculnya pasangan Jaang-Awang sebenarnya sulit terwujud. Maklum, belakangan masyarakat Kaltim kerap disuguhkan atraksi politik Gubernur Awang Faroek Ishak yang notabene adalah ayah Awang Ferdian. Beberapa kali kebijakan Awang Faroek justru mental di tangan Jaang sebagai Wali Kota Samarinda. Mulai proyek transmart hingga Taman Samarendah. Belum lagi masalah-masalah lainnya.
Duet ini diusung Partai Demokrat, PPP, PKB dan NasDem. Anehnya, Awang Ferdian sebagai kader PDIP justru tidak diusung partainya. Sebaliknya, partai pimpinan Megawati tersebut justru mengusung jenderal aktif Irjen Pol Safaruddin.
Kepastian duet Jaang-Awang Ferdian diumumkan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Minggu (7/1) sore di kantor DPP Demokrat, Wisma Proklamasi 41, Menteng, Jakarta Pusat.
Sebanyak 17 nama Cagub-Cawagub dipastikan akan disokong oleh partai yang berdiri 2001 silam untuk bertarung di daerah.
Dalam proses pilihan nama itu, disebutkan SBY, sudah tetap dan sulit untuk diubah lagi. "Kami menetapkan berdasarkan keputusan Majelis Tinggi Partai (MTP) Demokrat," imbuhnya.
Khusus Kaltim, SBY mengakui jika dinamika politik di Bumi Etam sangat dinamis, itu terbukti dari banyaknya tarik ulur dan kepentingan. Otomatis hal tersebut membuat partai yang identik dengan warna biru ini juga kesulitan menetapkan kandidatnya. "Ya, Kaltim sama-sama kita ketahui cukup dinamis. Tapi kami angkat kader sendiri dan Wali Kota Samarinda incumbent," paparnya.
MTP sendiri terdiri dari pejabat struktural partai, baik DPP, DPD serta DPC plus kader non-struktural dari kader senior. Ada empat kriteria dari MTP yang akhirnya membuat Demokrat menetapkan para cagub-cawagub. "Pertama, elektabilitas harus kuat dan kami lihat kondisi ini di daerah masing-masing," tuturnya.
Kemudian, Presiden keenam ini, meminta para kandidat juga wajib memiliki koalisi yang cukup. Selain itu dalam membahas kandidat tidak ada yang ditinggalkan, atau sengaja digugurkan. "Kami juga sangat cair kali dan terbukti kami siap berkoalisi dengan partai apapun," tuturnya.
Menariknya dijelaskan SBY jika diantara tujuh belas nama cagub-cawagub ini, 14 di antaranya merupakan kader partai dengan lambang Mercy ini.
"Kita prioritas mengutamakan kader sendiri, cuma tiga yang bukan kader. Tapi tetap kita dukung penuh," ucap SBY.
Diantara 14 Kader itu SBY memaparkan kalau enam diantaranya merupakan ketua DPD Partai Demokrat. Dua lagi ketua DPC, satu anggota DPR RI serta satunya merupakan Pengurus Partai Demokrat di Daerah.
Walau sudah mengumumkan jagoannya di pesta politik tahun ini, SBY rupanya tak menghadirkan yang bersangkutan. "Tidak kita undang karena menunggu ditetapkan oleh KPU setempat. Setelah ditetapkan baru nanti akan kita undang secara resmi di Jalarta untuk pembekalan," tandasnya.
Terpisah Sekretaris MTP Demokrat, Amir Syarifuddin mengatakan, soal kriminalisasi kandidat partai ia mengatakan jika hal itu sudah tuntas. Bahkan masih ada produk kepolisian yang layak dijadikan pegangan soal itu, seperti surat edaran nomor 7/2014 dari pemerintah. "Saya kira itu sangat baik dan harusnya diikuti saja aturan itu," ucap Amir, singkat.
Lantas bagaimana dengan sikap Rizal? Dikonfirmasi semalam, Rizal juga baru mengetahui perubahan format itu di detik-detik terakhir. Kata dia, tawaran Jaang-Awang Ferdian sudah diusulkan melalui Awang Faroek Ishak sejak beberapa hari lalu. Namun, Jaang, kata Rizal tetap komitmen untuk berpasangan dengannya. “Tapi semua berubah di detik terakhir,” katanya singkat. Hingga kini, Rizal belum menentukan sikap apakah mundur dari kontestasi ini atau menerima pinangan beberapa calon lainnya.
Kabar perubahan format Jaang-Awang Ferdian sebenarnya terbaca ketika acara deklarasi yang sejatinya digelar kemarin pagi di GOR Segiri justru berubah agenda menjadi pelantikan DPC Partai Demokrat tingkat kecamatan se-Samarinda. Acara berbalut jalan santai tersebut juga dihadiri Syaharie Jaang.
RUSMADI-SAFARUDDIN MENGUAT
Sementara itu, PDIP yang menunjuk Safaruddin ternyata belum final sebagai cagub. Apalagi PDIP tidak mengumumkan pendamping Safaruddin. Alasannya, partai berlambang banteng tersebut masih melakukan berbagai pertimbangan. Walaupun hal tersebut tak spesifik dijawab oleh pihak PDIP, tapi Safaruddin diminta untuk mencari teman duet.
"Saya kasih penugasan dulu, wakilnya belum datang juga itu. Saya berikan kepada Irjen Safaruddin," ujar Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di kantor DPP PDIP Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (7/1).
Safaruddin menjabat sebagai Kapolda Kaltim sejak 2015. Jenderal bintang dua itu sebelumnya menjabat Wakil Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri. Beberapa tokoh sempat dikaitkan dengannya, mulai Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi, Syaharie Jaang hingga Farid Wadjdy.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menambahkan, pencalonan Safaruddin itu termasuk bagian dari kaderisasi partai. Untuk pasangannya, kata dia, akan segera diumumkan bersama dengan pengumuman pengganti Cawagub Jawa Timur Azwar Anas.
"Di Kaltim masih penugasan mengingat posisi politik di PDIP kami tidak bisa maju sendiri," pungkas Hasto.
Saat dikonfirmasi terpisah, Safaruddin menyebut menyerahkan semuanya kepada PDIP untuk menentukan calon wakilnya. Sebab bukan menjadi wewenangnya untuk menentukan pilihan.  
Saat disinggung siapa calon yang menjadi rekomedasinya kepada PDIP, dia menyebut tidak ada nama satu pun yang direkomendasikan kepada partai berlambang Banteng ini.
“Semuanya terserah partai. Saya jalankan,” imbuhnya, kepada Sapos, kemarin (7/1).
Safaruddin diketahui pernah membangun komunikasi politik dengan  kader Golkar Makmur HAPK. Dikonfirmasi hal itu, dia mengaku hanya menjalin silahturami kepada semua kader terbaik Kaltim guna membangun Kaltim yang lebih baik.
Mesti begitu, Safaruddin juga menyebut dirinya bisa saja menjadi calon gubenur atau bahkan menjadi calon wakil gubenur. Komunikasi politik yang terbangun antar calon masih dinamis.
“Saya serahkan semuanya ke PDIP yang menentukan. Entah itu cagub atau cawagub,” ungkapnya.
Posisi Safaruddin memang sulit. Karena PDIP harus mencari satu kursi lagi untuk bisa mengusung calon. Pilihan yang sulit, karena nyaris tinggal Hanura dan Golkar yang belum menentukan sikap. Kemungkinan Safaruddin mendekat ke Golkar memang bisa terjadi, tapi sulit terealisasi.
Kini harapan tinggal Hanura. Dari informasi yang beredar, tadi malam telah dilakukan pertemuan mendadak antara Safaruddin dengan petinggi DPP Hanura di Jakarta. Hasilnya, keluar nama Sekprov Kaltim, Rusmadi. Hanya saja formatnya berubah. Rusmadi yang sebelumnya menyatakan mundur dari kontestasi pilgub justru diusung menjadi cagub. Safaruddin yang menjadi cawagub. Kendati begitu, kebenaran informasi ini belum mendapat konfirmasi.
Beredarnya kabar mengejutkan tersebut membuat seluruh petinggi partai lain bungkam. Seperti Ketua Fraksi PDIP DPRD Kaltim Veridiana Huraq Wang hingga bendahara PDIP Muhammad Samsun. Media ini berulang kali menghubungi namun tidak direspons.
GOLKAR BELUM MENENTUKAN NAMA
Meski pendaftaran sudah dibuka hari ini, nyatanya Golkar belum ada kepastian perihal penunjukkan cagub yang akan diusung. Saat ini Golkar termasuk partai yang kandidatnya menggantung. Potensi koalisi dengan PDIP pun masih dimungkinkan. Ini lantaran kemunculan Safaruddin dengan sejumlah petinggi partai di Senayan City, Jakarta, belum lama ini.
Zainuddin Thaib, salah satu fungsionaris partai yang ikut ke Jakarta mulai buka-bukaan. Kunjungan ke Jakarta itu semula untuk mengambil SK DPP terkait kandidat yang direstui. Isi dalam SK sudah sepaket. Ternyata nama yang keluar adalah Sofyan Hasdam-Rusmadi. Fungsionaris yang hadir selain dirinya untuk mengambil diantaranya ketua harian Makmur HAPK, Ketua Tim Pemenangan Golkar Kaltim Hatta Zainal dan lainnya. “Kami mau ambil SK ke DPP. Setelah itu makan-makan di Senayan City, tak tahunya barang itu (kapolda,red) datang,” kata Zainuddin kemarin. Seketika pertemuan itu pun bubar. Zainuddin termasuk yang diantaranya ikut membubarkan diri. “Saya bilang saja izin merokok, setelah itu pergi bubarkan diri masing-masing,” tambahnya.
Akan tetapi konstelasi politik Golkar pun tengah gonjang ganjing. Meski DPP merestui Sofyan-Rusmadi, namun mayoritas DPD II Golkar menghendaki Makmur.
Disinggung soal itu Zainuddin yang juga ketua DPD Golkar Kubar ini enggan menjawab. Dia hanya menyebut kalau DPD Golkar akan mengeluarkan kepastian nama hari ini. “Ya pokoknya tunggu saja. Saya tidak punya kapasitas menjawab,” tukasnya.
Sayangnya sejumlah fungsionaris DPD Golkar Kaltim mendadak bungkam. Baik Makmur HAPK, Sekretaris DPD Golkar Kaltim Abdul Kadir, hingga Ketua Pemenangan Pemilu Golkar Kaltim Hatta Zainal.  
Namun dari akun instagram, Anggota DPR RI dapil Kaltim-Kaltara, Heitifah meng-upload pertemuan dirinya dengan sejumlah pengurus DPD Golkar Kaltim dan kabupaten/kota. Dalam video berdurasi 60 detik itu terlihat sejumlah ketua DPD Golkar kabupaten/kota se-Kaltim dan Plt Ketua Golkar Kaltim Sofyan Hasdam. Dalam keterangan postingan tersebut, Heitifah menyebutkan bahwa dia diminta bertarung di Pilgub Kaltim sebagai cawagub yang akan diusung Golkar.
Namun menjelang tengah malam, NasDem menarik dukungan dari pasangan Jaang-Awang Ferdian. NasDem justru mengusung kadernya yang juga Wakil Wali Kota Samarinda Nusyirwan Ismail berpasangan dengan Sofyan Hasdam. Artinya, Golkar dan NasDem berkoalisi mengusung calon ini. Sofyan Hasdam sebagai cagub dan Nusyirwan sebagai cawagub. (hfz/zak/cyn/nha)


loading...

BACA JUGA

Kamis, 07 Juni 2018 21:13

Dibegal Sejoli, Bocah Diseret

SAMARINDA. Ulah pelaku begal kini semakin beringas. Bahkan pelakunya bukan hanya pria, namun juga melibatkan…

Kamis, 07 Juni 2018 21:11

Perkosa Istri Sahabat

Apa artinya berteman…Di belakang kau menikam…Lirik lagu Pagar Makan Tanaman milik Mansyur…

Rabu, 06 Juni 2018 21:49

“Monster Jalanan” Ngamuk

SAMARINDA.  Kecalakaan lalu lintas di tanjakan Jalan Otto Iskandardinata, Samarinda Ilir, bukan…

Selasa, 05 Juni 2018 23:41

Jurnalis Radar Papua, Dihajar Massa saat Bertugas

MANOKWARI. Ancaman terhadap demokrasi, kebebasan pers, dan hak publik atas informasi dinilai makin tergerus.…

Selasa, 05 Juni 2018 19:59

Dicurangi Sahabat, Gagal Mudik

SAMARINDA. Angan-angan Nasir alias Aci berlebaran di kampung halaman seketika sirna. Langkah pria 31…

Senin, 04 Juni 2018 20:47

KASIHAN..!! Cuci Pakaian, Wanita Ditelan Mahakam

SAMARINDA. Malam semakin larut, Tajudin yang kala itu masih terjaga merasa gelisah. Keponakannya, Siti…

Senin, 04 Juni 2018 20:33

Mapolres Diserang, Polisi Terluka

SAMARINDA. Andi Kosasih belum menyerah usai diamankan polisi. Pria 32 tahun itu bahkan lebih beringas…

Jumat, 01 Juni 2018 20:22

Belatung Jatuh, Mayat Membusuk

SAMARINDA. Teriakan sekawanan remaja yang tengah mencari udang mengejutkan warga di Jalan Mangkupalas,…

Jumat, 01 Juni 2018 20:20

Lebih Murah, Sampai Lebih Lama

SAMARINDA. Jarak tempuh Samarinda menuju Surabaya dan Makassar melalui bandara APT Pranoto diyakini…

Jumat, 01 Juni 2018 20:17

Mobil Hancur, Kepala Robek

SAMARINDA. Seorang pengemudi mobil dilarikan ke rumah sakit setelah menabrak truk yang sedang parkir.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .