MANAGED BY:
SELASA
11 DESEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Minggu, 07 Januari 2018 21:18
Ketika Air Mata dan Air Hujan Menyatu

Makam Bocah yang Dibunuh Ayah Tiri Dibongkar

Hasanuddin semasa hidupnya.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Dewi Lestari enggan melepas pandangannya ke arah bukit yang terdapat tenda biru berpagar kain hijau. Sesekali dirinya bangun dari duduknya, seolah ada yang ingin dicari, lalu kembali menengok ke arah tenda itu.
Rupanya Dewi sejak tadi memandangi aktivitas autopsi di tempat pemakaman umum (TPU) Ar Raudah di Jalan Raudah, Telok Lerong Ilir, Sabtu (6/1) kemarin. Dewa datang bersama kerabatnya untuk mengetahui proses autopsi Hasanuddin (11), keponakan kesayangannya.
Autopsi sendiri dilakukan tim forensik RSUD AW Sjaharnie bersama jajaran Polsek Sungai Kunjang, sejak pukul 09.00 Wita, guna kepentingan penyidikan atas kematian yang menimpa Hasanuddin. Bocah malang itu tewas setelah dianiaya bapak tiri yang dibantu sang ibu kandung, Kamis (28/12) lalu.
Dewi mengusap air mata yang secara tak sengaja mengalir, seiring derasnya hujan di pagi itu. Meski dirinya tidak melahirkan Hasan, namun karena Hasan sejak berusia 2 bulan sudah bersamanya, maka perasaan layaknya ibu dan anak melekat padanya.
“Saya sengaja datang, setelah mengetahui jika hari ini ada proses autopsi oleh pihak kepolisian. Hasan itu sudah dengan saya sejak usia 2 bulan, dan diambil kembali oleh orangtua kandungnya sekitar umur 9 bulan saat itu,” kata Dewi.
Meski diasuh kembali oleh orangtua kandungnya, Hasan kerap bermain ke rumah Dewi di kawasan Jalan Cendana Gang 2, Samarinda Ulu. Hal inilah yang membuat kedekatan emosionalnya kepada bocah 11 tahun itu sangat terasa.
“Anaknya sangat baik, tidak benar jika Hasan itu nakal seperti tuduhan ayah tirinya. Saya selalu bawa dia pergi pengajian jika Hasan ke rumah,” ucap Dewi.
Hingga tersiar kematian Hasan pun, Dewi serasa tak percaya. Pasalnya tiga hari sebelum kematiannya, Hasan masih terlihat sehat meski sedikit kurus saat berkunjung ke rumahnya. Namun kabar duka yang ia dengar membuat hatinya hancur berkeping-keping. Apalagi ia mengetahui jika kematian Hasan akibat dianiaya ayah tiri dan ibu kandungnya sendiri.
“Saya minta keduanya dihukum seberat-beratnya, sampai hati mereka membunuh Hasan, orangtua macam apa itu,” geram Dewi.
Proses autopsi tersebut tak hanya dihadiri oleh pihak keluarga, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kota Samarinda, dan instansi terkait lainnya pun turut serta.
Proses autopsi yang dipimpin dr Daniel Umar baru berakhir sekitar pukul 11.30 Wita. Seluruh tim dokter yang terlibat saat itu kembali dengan membawa beberapa sampel dan hasil autopsi, namun sayangnya Daniel belum bisa membeberkan hasil autopsi tersebut.
“Sudah kita lakukan proses penggalian dan pemeriksaan jenazah baik luar dan dalam, dan ada sebagian jaringan yang kami ambil untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Daniel.
Kapolsekta Sungai Kunjang, Kompol Apri Fajar Hermanto mengatakan, proses ini dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian Hasan. “Karena kasus ini kami tangani setelah Hasan sudah dikubur, dan proses ini telah mendapatkan izin dari keluarga," kata Apri.
Lanjut dia menjelaskan, hingga saat ini pihaknya masih menetapkan dua tersangka dari kasus ini, yakni ayah tiri korban, Rahmat dan ibu kandungnya, Risnawati alias Ita.
"Hingga saat ini masih dua tersangka, yakni ayah tiri dan ibunya," ujar Apri.
Untuk diketahui, korban bernama lengkap Hasanuddin, meninggal setelah dianiaya oleh ayah tirinya di kediamannya, Jalan Jakarta 1, Komplek Daksa, Sungai Kunjang, Desember tahun lalu. Diduga pelaku kesal dengan korban, karena tidak menurut dan dianggap sebagai anak yang nakal.
Hal itulah yang membuat pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban, dengan mengikat korban dengan menggunakan tali dan lakban.
Parahnya lagi, tindakan tersebut diketahui oleh ibu korban, bahkan turut andil dalam penganiayaan itu. Caranya dengan menyuruh kakak korban membeli tali dan lakban, lalu diikatkan ke korban. Rahmat terlebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka, pada 31 Desember 2017, sedangkan ibu korban menyusul ditetapkan sebagai tersangka, pada Selasa (2/1) silam.
Namun, dari informasi yang didapat, penyiksaan terhadap korban tidak hanya sekali dilakukan saja oleh pelaku, namun sudah berulang kali. Pasalnya tidak jarang warga sekitar mendengar teriakan dan tangisan korban. (kis/beb)


loading...

BACA JUGA

Minggu, 09 Desember 2018 13:49

Oknum PNS Dinsos Bonyok

SAMARINDA. Urat malu Hidayat Firdaus (36), sepertinya sudah putus. Tak…

Sabtu, 08 Desember 2018 12:59

Berebut Beri Nama Anak, Istri Dihajar

SAMARINDA. Perselingkuhan dan ekonomi biasanya menjadi pemicu terhadinya kekerasan dalam…

Kamis, 29 November 2018 17:23

Mayat Berdarah Mengapung SKM

SAMARINDA. Warga dan siswa SMPN 21 di Jalan Tongkol, Samarinda…

Rabu, 28 November 2018 14:11

Kantor Aktivis Diserang

SAMARINDA. Aktivis lingkungan dari Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim kembali…

Selasa, 27 November 2018 16:04

Sekap Polisi, 9 Tahanan Kabur

SAMARINDA. Peristiwa kaburnya 4 tahanan di Polsek Samarinda Ulu, Jumat…

Senin, 26 November 2018 20:49

Curi Motor, Fitnah Sahabat

SAMARINDA. Meski dihadapkan dengan polisi, tapi Ivan Patisina tetap tak…

Senin, 26 November 2018 20:46

Hidup di Bontang, Nakal di Samarinda

SAMARINDA. Polres Bontang menjadikan Yusuf alias Ucup (33), warga Jalan…

Sabtu, 24 November 2018 15:02

Markas Nelayan Digerebek

SAMARINDA. Hasil laut yang berlimpah sepertinya masih belum cukup bagi…

Jumat, 23 November 2018 16:03

Terbakar, Kawan Disangka Terpanggang

SAMARINDA. Menangis sejadi-jadinya. Hanya itu yang bisa dilakukan Maimunah (50).…

Jumat, 23 November 2018 16:01

Digerebek, 3 Wanita dan 1 Pria Sekamar, NAH NGAPAIN TUH..!!

SAMARINDA. Ada saja upaya oknum pemilik penginapan untuk melindungi pelanggannya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .