MANAGED BY:
SELASA
11 DESEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

METROPOLIS

Jumat, 05 Januari 2018 17:08
Ekonomi Kaltim Terancam Stagnan

Jika Masih Bergantung pada Batu Bara

KETERGANTUNGAN. Puluhan ribu ton batu bara digali dari perut bumi Kaltim setiap harinya. Emas hitam ini masih jadi penopang utama perekonomian bumi Etam.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Tahun ini batu bara masih menjadi penopang utama perekonomian di Bumi Etam. Namun sejumlah pihak justru khawatir dan memprediksi perekonomian 2018 bakal berjalan lamban akibat hal itu.

Hal itu diungkapkan Kepala Tim Advisory Ekonomi dan Keuangan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kaltim Harry Aginta. Menurutnya, indikatornya adalah harga batu bara masih stabil meski stagnan. Artinya tren positif batu bara tahun ini diperkirakan tidak sebagus tahun 2017 ke bawah. “Oleh karenanya Kaltim harus jalankan agenda transformasi ekonomi kalau mau lepas dari ketergantungan batu bara,” jelasnya belum lama ini.
Trend ekonomi Kaltim sejak tahun lalu terus menurun. Sebagai contoh pada triwulan pertama 2017 pertumbuhannya 3,9 persen dalam skema year on year (yoy), kemudian melambat di triwulan kedua menjadi 3,6 persen. Triwulan ketiga pun demikian, turun di posisi 3,54 persen. Dasar itulah yang membuat pihaknya pesimistis perekonomian Kaltim akan tumbuh lebih baik kalau masih mengandalkan batu bara. Selain itu ekspor ke sejumlah negara pun berkurang. “Tiongkok sudah mulai kurangi stok batu bara untuk dikonsumsi. Di India juga, pengiriman ke sana di-reject (tolak, Red),” bebernya.
Industri yang diprediksi tumbuh positif adalah perkebunan kelapa sawit. Dia menyebut tahun ini akan ada penambahan sejumlah pabrik sawit baru. Alasannya karena bahan baku sawit tersedia melimpah di Kaltim. industri lainnya adalah migas. “Migas masih ada pengolahannya seperti di Blok Mahakam dan blok lain. Kalau batu bara kan enggak ada. Itu Cuma di-eksplore, angkut kemudian jual. Tidak ada pengolahannya,” jelas Harry.
Nah, soal migas, Harry pun menyebut potensi keberadaan Blok Mahakam. Katanya, Blok Mahakam tidak akan berikan dampak ekonomi Kaltim secara makro. “Tidak akan berikan dampak banyak ke sektor pertambangan migas, sebab produksi relatif sama. Tapi kita harapkan jangan ada penurunan,” imbuhya.
Soal Blok Mahakam sendiri lanjutnya hanya sekedar berganti baju pengelolaan dari PT Total E&P Indonesie kepada Pertamina. Memang ada rencana melakukan pengeboran sumur baru, tapi produksi tidak akan bertambah. “Sebab di sumur yang saat ini terjadi penurunan produksi. Makanya dicari sumur baru untuk menutupi kekurangan itu. Secara umum produksi biasa saja, makanya secara makro tidak ada pengaruh signifikan,” jelasnya. (cyn/aya)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 10 Oktober 2015 08:38

Membernya Ribuan, Gelar Resepsi di The Concept

<p>Dulu, olahraga lintas alam atau sering disebut hash atau on-on tak banyak yang mengetahui apalagi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .