MANAGED BY:
MINGGU
27 MEI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

KRIMINAL

Senin, 11 Desember 2017 01:26
Garong Lintas Provinsi Diciduk Polisi

Spesialis Hipnotis, Gasak Rp 60 Juta di Tenggarong

GARONG LIHAI. Para pelaku spesialis gendam alias hipnotis dibekuk petugas Unit Opsnal Sat Reskrim Polres Kukar pada Minggu (10/12) siang, yakni Fatah (kedua dari kiri), Hendri (ketiga dari kiri) dan Iwan (ketiga dari kanan), menunjukan sejumlah barang bukti hasil kejahatannya. (idin/sapos)

PROKAL.CO, TENGGARONG. Hati-hati dan waspada!!! Demikian pesan penting selalu digaungkan Almarhum Bang Napi pada tayangan sebuah stasiun televisi. Salah satunya, harus waspada terhadap orang tak dikenal saat bertemu di pusat perbelanjaan. Karena bisa saja seperti nasib menimpa FA (67), seorang ibu-ibu pensiunan PNS tinggal di Kelurahan Timbau Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), harus merelakan uang sebanyak Rp 60 juta, disambar kawanan garong bermodus gendam atau hipnotis.
Nahas menimpa FA terjadi Kamis (7/12) lalu. Ketika itu FA sedang berbelanja di sebuah toko sembako di Kota Raja Tenggarong. Mendadak ibu-ibu tersebut bertemu 3 pria, belakangan diketahui bernama Hendri Setiawan alias Hendri (48), Fatahudin alias Fatek (41) dan Andi Irwan alias Iwan alias Tenratu (51). Setelah berbicara sejenak dengan ketiga pelaku, FA kemudian terhipnotis sehingga uang tabungannya di rekening sebuah bank sebesar Rp 60 juta, bablas.
“Belakangan setelah tersadar, korban (FA, Red) kemudian melapor. Dari sejumlah sejumlah petugas lalu kami kerahkan menyelidiki. Hasilnya, Minggu (10/12) siang, ketika pelaku berhasil dibekuk secara bergiliran dari lokasi berbeda-beda di wilayah Kukar dan Samarinda,” ujar Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar didampingi Kasat Reserse Kriminal (Reskrim) AKP Yuliansyah.
Ya, begitu menerima pengaduan mengenai kasus penipuan dengan cara gendam atau hipnotis tersebut, sejumlah petugas dipimpin Ipda Aksaruddin Adam selaku Kepala Unit Operasional (Kanit Opsnal) Sat Reskrim Polres Kukar, dikerahkan ke lapangan. Berbekal keterangan sejumlah saksi, Tim Buru Sergap (Buser) Polres Kukar ini kemudian memperoleh infomasi mengenai terduga pelaku.
“Informasi diperoleh petugas kami, pelaku bernama Iwan serta Hendri merupakan pemain tingkat nasional, biasa beraksi di sejumlah provinsi. Seperti Jawa Timur, DIK Jakarta, Sulawesi dan kini merambah Kaltim. Dalam melakukan aksinya mereka selalu berpindah-pindah kota di Indonesia. Paling lama sebulan, setelah itu berpindah ke kota lain,” jelas Yuliansyah.
Ternyata kemarin jadi hari nahas bagi ketiga garong tersebut. Hendri terciduk di sebuah kontrakan di Kelurahan Mangkupalas, Samarinda Seberang. Berikutnya giliran Patek ditangkap di Jalan Kemakmuran, Samarinda. Terakhir polisi meringkus Iwan di kawasan Kilometer (Km) 10 Loa Janan, Kukar.
“Dalam aksinya ketiga pelaku memiliki peran masing-masing. Mereka modusnya mencari pusat perbelanjaan ramai, lalu melihat-lihat siapa bisa dijadikan calon mangsa. Begitu menemukan calon korban, maka Hendri mengaku punya uang miliaran Rupiah dibuktikan dengan saldo terlihat di layar ATM mencapai Rp 99 miliar,” urainya lagi.
Setelah korban mulai percaya, berikutnya giliran Iwan dalam menyakinkan korban. Mereka meminta calon korban menunjukan panti asuhan atau yayasan untuk diberikan bantuan. Nah, korban diiming-imingi kebagian 15 persen dari bantuan akan diberikan Rp 100 juta kepada setiap panti atau yayasan. Begitu sudah terhipnotis, bukannya kebagian duit dari pelaku, justru isi rekening milik korban dikuras habis.
  “Rabu (22/11) lalu saya dan Iwan datang di Balikpapan dari Makassar. Di Balikpapan kami menyewa mobil Xenia KT 1072 ZZ untuk dipakai sebulan, seharga Rp 6 juta. Lalu dari Balikpapan kami ke Samarinda Seberang, kos di Mangkupalas. Minggu (3/12) kami mengajak Patek jadi sopir untuk mencari korban di Samarinda dan Tenggarong. Nah, Kamis (7/12) itulah kami berhasil mengerjai seorang ibu-ibu sehingga dapat Rp 60 juta,” jelas Hendri, sembari menyebut uang Rp 60 juta milik korban sudah dipakai foya-foya serta membeli sejumlah barang, sehingga tersisa Rp 17,8 juta yang termasuk disita polisi sebagai barang bukti.(idn/beb)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 26 Mei 2018 00:22

Suami Selingkuh, Istri Ngamuk, Kok Anak yang Malah Disiksa?

TANJUNG REDEB.  Dengan berbagai pertimbangan, polisi sampai saat ini tidak menahan OF (38), ibu…

Jumat, 25 Mei 2018 00:29

Maling Motor Dikerangkeng 18 Bulan

SAMARINDA. Belum sempat menikmati hasil curian, seorang maling bernama Rusli alias Ceming (42), warga…

Selasa, 22 Mei 2018 00:59

Terdengar Minta Ampun, Sempat Dilakban

SAMARINDA. Kasus pembunuhan Hasanudin alias Hasan (10) yang diduga akibat dianiaya ayah tirinya, Rahmatulah…

Minggu, 20 Mei 2018 00:21

Tangkap Maling, Dapat Sabu

SAMARINDA. Tasbir (21) bakal dijerat pasal berlapis. Pria ini semula dicurigai sebagai pelaku pencurian…

Sabtu, 19 Mei 2018 01:22

Saksi Meringankan Bekas Wartawan Itu Tak Hadir

SAMARINDA. Mantan oknum wartawan TV nasional Kasmirudin alias Buyung (37), warga Jalan Kakap, RT 6,…

Jumat, 18 Mei 2018 01:05

Pembunuh Mahasiswi Cantik Itu Dituntut Penjara 15 Tahun

SAMARINDA.  Persidangan kasus pembunuhan seorang mahasiswi cantik yang menempuh pendidikan di salah…

Kamis, 17 Mei 2018 00:19
Ketua LPK Dituntut 7,5 Tahun Penjara

Diduga Uang Korupsi Dibelikan Rumah dan Mobil

SAMARINDA. Ketua LPK Jmicron, Ednand Apria Danthus menjalani persidangan dengan agenda penuntutan yang…

Rabu, 16 Mei 2018 00:37

Suami Istri Divonis Masuk Penjara

SAMARINDA. Sepasang suami istri (pasutri) bernama Siti (42) dan Hamrulah alias Arul (39), warga Kelurahan…

Selasa, 15 Mei 2018 20:30

Digerebek Makan Pisang, Dibui 4,5 Tahun

SAMARINDA. Dua warga, masing-masing bernama Rahmat Ismail alias Amat (29), warga Jalan Otto Iskandardinata,…

Senin, 14 Mei 2018 19:55

Pernah Beberapa Kali Curi Motor

SAMARINDA. Dua sekawan, Haris (23) dan Rexy Bagus alias Eci (22), keduanya warga Kelurahan Jawa, Kecamatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .