MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

KRIMINAL

Senin, 11 Desember 2017 01:26
Garong Lintas Provinsi Diciduk Polisi

Spesialis Hipnotis, Gasak Rp 60 Juta di Tenggarong

GARONG LIHAI. Para pelaku spesialis gendam alias hipnotis dibekuk petugas Unit Opsnal Sat Reskrim Polres Kukar pada Minggu (10/12) siang, yakni Fatah (kedua dari kiri), Hendri (ketiga dari kiri) dan Iwan (ketiga dari kanan), menunjukan sejumlah barang bukti hasil kejahatannya. (idin/sapos)

PROKAL.CO, TENGGARONG. Hati-hati dan waspada!!! Demikian pesan penting selalu digaungkan Almarhum Bang Napi pada tayangan sebuah stasiun televisi. Salah satunya, harus waspada terhadap orang tak dikenal saat bertemu di pusat perbelanjaan. Karena bisa saja seperti nasib menimpa FA (67), seorang ibu-ibu pensiunan PNS tinggal di Kelurahan Timbau Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), harus merelakan uang sebanyak Rp 60 juta, disambar kawanan garong bermodus gendam atau hipnotis.
Nahas menimpa FA terjadi Kamis (7/12) lalu. Ketika itu FA sedang berbelanja di sebuah toko sembako di Kota Raja Tenggarong. Mendadak ibu-ibu tersebut bertemu 3 pria, belakangan diketahui bernama Hendri Setiawan alias Hendri (48), Fatahudin alias Fatek (41) dan Andi Irwan alias Iwan alias Tenratu (51). Setelah berbicara sejenak dengan ketiga pelaku, FA kemudian terhipnotis sehingga uang tabungannya di rekening sebuah bank sebesar Rp 60 juta, bablas.
“Belakangan setelah tersadar, korban (FA, Red) kemudian melapor. Dari sejumlah sejumlah petugas lalu kami kerahkan menyelidiki. Hasilnya, Minggu (10/12) siang, ketika pelaku berhasil dibekuk secara bergiliran dari lokasi berbeda-beda di wilayah Kukar dan Samarinda,” ujar Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar didampingi Kasat Reserse Kriminal (Reskrim) AKP Yuliansyah.
Ya, begitu menerima pengaduan mengenai kasus penipuan dengan cara gendam atau hipnotis tersebut, sejumlah petugas dipimpin Ipda Aksaruddin Adam selaku Kepala Unit Operasional (Kanit Opsnal) Sat Reskrim Polres Kukar, dikerahkan ke lapangan. Berbekal keterangan sejumlah saksi, Tim Buru Sergap (Buser) Polres Kukar ini kemudian memperoleh infomasi mengenai terduga pelaku.
“Informasi diperoleh petugas kami, pelaku bernama Iwan serta Hendri merupakan pemain tingkat nasional, biasa beraksi di sejumlah provinsi. Seperti Jawa Timur, DIK Jakarta, Sulawesi dan kini merambah Kaltim. Dalam melakukan aksinya mereka selalu berpindah-pindah kota di Indonesia. Paling lama sebulan, setelah itu berpindah ke kota lain,” jelas Yuliansyah.
Ternyata kemarin jadi hari nahas bagi ketiga garong tersebut. Hendri terciduk di sebuah kontrakan di Kelurahan Mangkupalas, Samarinda Seberang. Berikutnya giliran Patek ditangkap di Jalan Kemakmuran, Samarinda. Terakhir polisi meringkus Iwan di kawasan Kilometer (Km) 10 Loa Janan, Kukar.
“Dalam aksinya ketiga pelaku memiliki peran masing-masing. Mereka modusnya mencari pusat perbelanjaan ramai, lalu melihat-lihat siapa bisa dijadikan calon mangsa. Begitu menemukan calon korban, maka Hendri mengaku punya uang miliaran Rupiah dibuktikan dengan saldo terlihat di layar ATM mencapai Rp 99 miliar,” urainya lagi.
Setelah korban mulai percaya, berikutnya giliran Iwan dalam menyakinkan korban. Mereka meminta calon korban menunjukan panti asuhan atau yayasan untuk diberikan bantuan. Nah, korban diiming-imingi kebagian 15 persen dari bantuan akan diberikan Rp 100 juta kepada setiap panti atau yayasan. Begitu sudah terhipnotis, bukannya kebagian duit dari pelaku, justru isi rekening milik korban dikuras habis.
  “Rabu (22/11) lalu saya dan Iwan datang di Balikpapan dari Makassar. Di Balikpapan kami menyewa mobil Xenia KT 1072 ZZ untuk dipakai sebulan, seharga Rp 6 juta. Lalu dari Balikpapan kami ke Samarinda Seberang, kos di Mangkupalas. Minggu (3/12) kami mengajak Patek jadi sopir untuk mencari korban di Samarinda dan Tenggarong. Nah, Kamis (7/12) itulah kami berhasil mengerjai seorang ibu-ibu sehingga dapat Rp 60 juta,” jelas Hendri, sembari menyebut uang Rp 60 juta milik korban sudah dipakai foya-foya serta membeli sejumlah barang, sehingga tersisa Rp 17,8 juta yang termasuk disita polisi sebagai barang bukti.(idn/beb)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 19 September 2018 10:37

Bikin Resah, Enam Pemabuk Diciduk

TENGGARONG. Belakangan ini warga bilangan Jalan Gunung Belah, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai…

Rabu, 19 September 2018 10:36

Kampanye Presiden Ricuh

SAMARINDA. Semprotan water canon dan tembakan gas air mata berusaha membubarkan ratusan masa yang tengah…

Selasa, 18 September 2018 21:48

Berangkat Kerja, Harta Dikuras Tetangga

SAMARINDA. Kehidupan bertetangga Yudi (33) penuh masalah. Dengan tega ia menguras harta benda di rumah…

Senin, 17 September 2018 22:05

PARAH..!! Maling Ini Gasak 14 Motor Sendirian

SAMARINDA. Untuk ukuran pelaku kriminal, sepak terjang Jumadi (53) bisa dikatakan luar biasa. Meski…

Senin, 17 September 2018 21:35

Pengedar Bongkar Rahasia “Perusahaan”

SAMARINDA. Ibarat sakit satu maka semua harus ikut merasakan. Mungkin itu yang diiginkan Agustani alias…

Senin, 17 September 2018 21:33

Cari Anak dan Istri, Dibui 14 Bulan

SAMARINDA. Gara-gara pusing mencari keberadaan istri yang meninggalkannya pulang kampung ke Jawa, Susanto…

Sabtu, 15 September 2018 22:52

Sopir Taksi Gelap Itu Diduga Lakukan Percobaan Pembunuhan

SAMARINDA. Tindakan Harisman, sopir taksi gelap yang sengaja menabrak pejalan kaki, tentara dan polisi…

Sabtu, 15 September 2018 22:50

Mahasiswa Kuasai Gedung Dewan

SAMARINDA. Rupiah yang kian melemah direspons mahasiswa Samarinda dari lintas perguruan tinggi dengan…

Sabtu, 15 September 2018 22:48

Salahkan Teman-teman yang Kabur

SAMARINDA. Tak ingin mendekam dalam penjara sendirian, Fahrizal (28) semakin “merdu bernyanyi”.…

Sabtu, 15 September 2018 22:38

Napi "Macgyver" Diciduk di Lapas

SAMARINDA. Meski tubuh terpenjara namun tak menjadi penghalang kreatifitas Al Musri, narapidana (Napi)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .