MANAGED BY:
SENIN
21 JANUARI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

KRIMINAL

Senin, 11 Desember 2017 01:23
Teman Tewas, Divonis 1 Tahun Penjara

Maling yang Ditinggal Rekan Melompat ke Sungai

DIVONIS PENJARA. Deni Pranata babak belur dihajar warga di Jalan Gelatik. Dia ditangkap warga karena mengambil kartu perdana kuota dan di persidangan Deni dijatuhi hukuman 12 bulan. (dok/Sapos)

PROKAL.CO, SAMARINDA. Deni Pranata (21), benar-benar apes. Dia pernah dihajar warga beramai-ramai karena kedapatan menjual kartu perdana kuota hasil curian di Jalan Gelatik, Senin (7/8) lalu. Nasib apes Deni berlanjut. Setelah menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda, Deni dinyatakan bersalah dan dia dijebloskan ke penjara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Majelis hakim menjatuhkan hukuman penjara selama 12 bulan kepada Deni, karena perbuatannya dianggap terbukti melakukan pidana pasal 363 KUHP sesuai dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Samarinda yang menuntut agar majelis hakim menjatuhkan hukuman penjara selama 18 bulan kepada Deni.
“Perbuatan terdakwa kami anggap terbukti, sesuai fakta-fakta persidangan yang telah berjalan,” ujar JPU.
Selain divonis penjara, Deni juga diharuskan membayar biaya perkara sebesar Rp 5.000 Sementara motor yang disita sebagai barang bukti yang digunakan Deni melakukan pencurian bersama rekannya bernama Sandi (23) dikembalikan ke pemiliknya. Demikian juga ponsel dan sisa ratusan kartu perdana yang tak sempat dijual, dikembalikan ke pemiliknya.
Sekadar diketahui, rekan Deni, Sandi nekat melompat ke sungai di kawasan Jalan Gelatik dan ditemukan warga jadi mayat beberapa jam kemudian.  Di kantor polisi Deni sempat mengelak tak tahu kalau kartu perdana yang dijual Sandi adalah hasil curian. Deni berkilah hanya diminta tolong Sandi mengantarkannya ke salah satu gerai ponsel di Jalan Gelatik.
Namun di persidangan terungkap jika sebenarnya, pencurian dilakukan Deni bersama Sandi di gerai milik warga bernama M Rusli di Jalan dr Soetomo. Namun Deni hanya kebagian tugas menunggu di motor, sementara Sandi yang masuk dan mengambil sekitar 1.000 lembar kartu perdana kuota.
Mereka berdua juga yang menjual hasil kejahatan ke sejumlah counter HP. “Saya menyesal dan tak akan mengulangi perbuatan saya,” tutup Deni di persidangan yang digelar, Rabu (6/12) lalu.  (rin/beb)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 10 Oktober 2015 08:15

Parit Baru 800 Meter di Bayur

<p>SAMARINDA. Jalan Padat Karya kawasan Bayur kini memiliki parit baru. Saat ini pembuatan parit…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*