MANAGED BY:
MINGGU
27 MEI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

KRIMINAL

Minggu, 10 Desember 2017 21:31
Bisnis Haram, Sekeluarga Diringkus

Transaksi, Rumah Diobok-obok BNN

RAMAI-RAMAI DIBUI. Dahlan dan keluarganya diringkus bersamaan lantaran mengedarkan narkoba.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Satu keluarga asal Desa Songka, Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser ini benar-benar kompak. Namun kekompakan mereka merugikan banyak orang. Mereka justru kompak jadi pengedar sabu.
Sindikat pengedar sabu ini terdiri dari Dahlan Arifin (47) dan istrinya Arbayah (46). Keduanya dibantu dua kerabatnya Bayhaki (43) dan Sri Munarti Matondang (31). Keempatnya kini meringkuk di sel tahanan BNNP Kalimantan Timur, sejak Sabtu sore (9/12) kemarin. Seorang pembeli narkoba bernama Herry Zulkarnain (30) juga turut diamankan.  
Kelimanya diringkus BNNP Kaltim, Jumat (8/12) sekitar pukul 10.00 Wita. Dari tangan para pelaku, ditemuan barang bukti 60 paket sabu dengan berat keseluruhan 65,72 gram.
Kepala BNN Provinsi Kalimantan Timur Brigjen Pol Raja Haryono, mengatakan, tertangkapnya satu keluarga ini merupakan hasil pengembangan yang dilakukan BNNP Kaltim. Warga merasa resah dengan maraknya peredaran sabu di desa mereka. Dan dari informasi awal yang didapat, selanjutnya dilakukan penyelidikan.
Petugas memantau rumah Dahlan yang berada di Jalan Poros Tanjung Kuaro, Desa Songka, RT 007, Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser. Setelah memastikan keberadaan narkoba di rumah itu, barulah tim mulai bergerak dan melakukan penggerebakan.
"Mereka ini sudah lama dalam pengintaian kami. Setelah dipastikan ada barang (sabu) yang saat itu sedang diserahterimakan (kepada Herry), kita langsung bergerak melakukan penangkapan," ujar Haryono, Jumat (9/12) kemarin
Saat dilakukan penggerebekan satu keluarga ini berada di dalam rumah tengah bertransaksi sabu dengan salah satu pelanggannya bernama Herry. Tertangkap basah, kelimanya tak dapat mengelak, terlebih ditemukan barang bukti sabu saat itu.
"Mereka ini sudah lama dalam pengintaian. Setelah dipastikan ada barang (sabu) sedang diserah terimakan (kepada Herry sebagai pembeli), kita langsung bergerak melakukan penangkapan," ucap Haryono.
Usai ditangkap, petugas BNN selanjutnya melakukan tes urine kepada 5 pelaku. Hasil tes urin menunjukkan kelimanya positif mengkonsumsi narkoba.
Selain 60 paket seberat 65,72 sabu siap edar, petugas juga mengamankan barang bukti lain seperti 10 unit telepon selular, timbangan, sendok takar hingga 3 bal plastik pembungkus sabu baik yang sudah digunakan maupun belum digunakan.
"Selain itu terdapat pula pipet kaca, uang tunai Rp 9,74 juta. Juga termasuk 1 unit mobil Avanza. Semua sebagai barang bukti, termasuk 3 kamera CCTV yang digunakan untuk mengawasi setiap kedatangan pembeli maupun orang tak dikenal," ungkap Haryono.
Kelimanya bakal dijerat dengan undang-undang No 35/2009 tentang Narkotika. "Mereka ini satu jaringan, dan saat ini tim terus bergerak untuk melakukan pengembangan," pungkas Haryono. (kis/beb)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 26 Mei 2018 00:22

Suami Selingkuh, Istri Ngamuk, Kok Anak yang Malah Disiksa?

TANJUNG REDEB.  Dengan berbagai pertimbangan, polisi sampai saat ini tidak menahan OF (38), ibu…

Jumat, 25 Mei 2018 00:29

Maling Motor Dikerangkeng 18 Bulan

SAMARINDA. Belum sempat menikmati hasil curian, seorang maling bernama Rusli alias Ceming (42), warga…

Selasa, 22 Mei 2018 00:59

Terdengar Minta Ampun, Sempat Dilakban

SAMARINDA. Kasus pembunuhan Hasanudin alias Hasan (10) yang diduga akibat dianiaya ayah tirinya, Rahmatulah…

Minggu, 20 Mei 2018 00:21

Tangkap Maling, Dapat Sabu

SAMARINDA. Tasbir (21) bakal dijerat pasal berlapis. Pria ini semula dicurigai sebagai pelaku pencurian…

Sabtu, 19 Mei 2018 01:22

Saksi Meringankan Bekas Wartawan Itu Tak Hadir

SAMARINDA. Mantan oknum wartawan TV nasional Kasmirudin alias Buyung (37), warga Jalan Kakap, RT 6,…

Jumat, 18 Mei 2018 01:05

Pembunuh Mahasiswi Cantik Itu Dituntut Penjara 15 Tahun

SAMARINDA.  Persidangan kasus pembunuhan seorang mahasiswi cantik yang menempuh pendidikan di salah…

Kamis, 17 Mei 2018 00:19
Ketua LPK Dituntut 7,5 Tahun Penjara

Diduga Uang Korupsi Dibelikan Rumah dan Mobil

SAMARINDA. Ketua LPK Jmicron, Ednand Apria Danthus menjalani persidangan dengan agenda penuntutan yang…

Rabu, 16 Mei 2018 00:37

Suami Istri Divonis Masuk Penjara

SAMARINDA. Sepasang suami istri (pasutri) bernama Siti (42) dan Hamrulah alias Arul (39), warga Kelurahan…

Selasa, 15 Mei 2018 20:30

Digerebek Makan Pisang, Dibui 4,5 Tahun

SAMARINDA. Dua warga, masing-masing bernama Rahmat Ismail alias Amat (29), warga Jalan Otto Iskandardinata,…

Senin, 14 Mei 2018 19:55

Pernah Beberapa Kali Curi Motor

SAMARINDA. Dua sekawan, Haris (23) dan Rexy Bagus alias Eci (22), keduanya warga Kelurahan Jawa, Kecamatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .