MANAGED BY:
SENIN
11 DESEMBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

METROPOLIS

Rabu, 06 Desember 2017 17:57
Hujan Merata, Banjir pun Banjir Merata

Penanganan Stagnan, Kolaborasi Pemprov-Pemkot Belum Tuai Hasil

Banjir di Samarinda belum kunjung tertangani dengan baik.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Hujan deras melanda Kota Samarinda seharian kemarin (5/12). Sejak pagi hingga menjelang sore hujan tak henti-hentinya turun. Hujan yang turun merata membahasahi seluruh wilayah Kota Tepian tanpa terkecuali. Banjir yang datang pun hampir merata, meskipun tidak semerata turunnya hujan. Di sepuluh kecamatan di Samarinda semua memiliki titik banjir. Termasuk Samarinda Seberang, Loa Janan Ilir dan Palaran. Padahal tiga kecamatan ini berada di bibir Sungai Mahakam. Sementara 7 kecamatan lainnya juga memiliki titik banjir, setidaknya terdapat genangan air.

Berdasarkan pantuan Sapos, di Loa Janan Ilir misalnya, terdapat genangan air di Kelurahan Rapak Dalam sekitar SMA 10 Jalan HAMM Riffadin. Banjir juga menggenangi pemukiman warga di Jalan Kurnia Makmur, Harapan Baru.

Di Palaran genangan air yang cukup dalam menyulitkan pengendara yang melintas di Jalan Dwikora.  Di Samarinda Ulu, seperti biasa terdapat genangan air di persimpangan Mal Lembuswana, Jalan Pangeran Antasari dan Jalan Pangeran Suryanata dan Jalan Wahab Sjaharanie. Tak terkecuali di kawasan elite Voorvo, di antaranya Jalan Sawo. Di Sungai Kunjang banjir terjadi di Jalan Jakarta, Loa Bakung dan Jalan Revolusi, Lok Bahu.

Di Kecamatan Samarinda Kota banjir meliputi Jalan Basuki Rahmat. Di Samarinda Ilir yakni kawasan Jalan Lambung Mangkurat. Di Sungai Pinang contohnya di Jalan Rajawali. Dan terakhir di Samarinda Utara yang terparah di Jalan Pramuka dan persimpangan Sempaja.

Lantas bagaimana tanggapan Pemkot Samarinda? Upaya penanganan banjir melalui proyek kecil hingga skala besar pun seakan jalan di tempat. Sebab banjir tetap saja menghantui warga Samarinda.

Pembangunan polder, memperbesar volume drainase sampai mengerahkan tenaga manusia untuk rutin mengeruk sampah dan sedimentasi juga telah dilakukan. Tapi hingga kini, banjir masih saja terjadi. Dan titik serta tingkat kedalaman semakin banyak.

Kini Pemkot Samarinda pun mencoba berkolaborasi dengan Pemprov Kaltim agar dapat membuat banjir tak datang lagi. “Saat ini memang kami ada dibantu Pemprov Kaltim terkait program pengendalian banjir. Tahun ini memang baru berjalan. Untuk proyek besarnya dibantu oleh BWS (Badan Wilayah Sungai, Red),” ujar Budi Tristiyono, Kabid Pengendalian Sumber Daya Air, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda.

Diketahui, Pemprov Kaltim membantu pengendalian banjir di Samarinda dengan langsung mengerjakan proyek pengendalian banjir. Titik proyek yang dibantu oleh Pemprov Kaltim itu ada dua. Yakni di Jalan Pangeran Antasari dan satu lagi di Jalan DI Panjaitan. “Untuk segmen Jalan Pangeran Antasari berupa normalisasi drainase dan memperlebar Sungai Karang Asam Kecil. Sedangkan di Jalan DI Panjaitan ada pembuatan drainase yang melintas di bawah jalan,” tuturnya.

Sedangkan untuk pogram skala besar yang dibiayai oleh APBN yang dikucurkan melalui BWS Kalimantan III, programnya akan menyentuh normalisasi Waduk Benanga dan Sungai Karang Mumus (SKM). “Sejauh ini progam ini pun tetap berjalan. Kami terus berkoordinasi dengan pemprov soal ini,” imbuhnya.

Nah sekarang, Pemkot Samarinda kerja apa? Budi pun menepis jika pihaknya dianggap tidak kerja tahun ini. Beberapa langkah sudah disiapkan pihaknya. Seperti memaksimalkan fungsi polder Air Hitam dan polder Gang Indra. Kemudian, saluran buang agar aliran air tidak terhambat dirapikan. “Seperti memasang pompa di Ruhui Rahayu agar air di Perempatan Lembuswana cepat turun. Begitu juga di Polder Gang Indra,” bebernya.

Selain itu ada pula beberapa proyek yang dikerjakan tahun ini. Seperti pekerjaan fisik di Jalan Pramuka yang diyakini tak akan membuat kawasan tersebut banjir lagi. Drainase di Jalan Veteran menuju Sungai Mahakam juga akan dikerjakan. “Nah kenapa masih terjadi banjir, sepertinya memang debit air yang turun ke drainase kita selalu lebih besar,” selorohnya.

Meski masih terjadi banjir, tetapi kini menurutnya genangan air sudah tidak setinggi banjir sebelumnya. Atau genangan yang terjadi pun sudah tidak lagi berlangsung dalam waktu yang lama. “Tapi harus diakui juga memang masih ada titik banjir seperti Perempatan Sempaja, Jalan DI Panjaitan dan Suryanata yang masih sering terjadi banjr,” kata Budi. (hfz/nha)


BACA JUGA

Minggu, 10 Desember 2017 21:28
Darurat Digital, Pelajar Samarinda Dimotivasi

Berburu Laba dari Dunia Maya

SAMARINDA. Perkembangan zaman menuntut setiap manusia beradaptasi dengan kondisi. Termasuk dalam dunia…

Jumat, 08 Desember 2017 15:12

Al Faruq Aspirasi Siapa?

SAMARINDA. Aksi ngotot Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak membangun masjid di Lapangan Kinibalu menuai…

Jumat, 08 Desember 2017 15:09

IMB Transmart Belum Jelas

SAMARINDA. Membangun Transmart di Jalan Bhayangkara tidak semudah membalikkan telapak tangan. Keberadaan…

Kamis, 07 Desember 2017 16:11

KERAS KEPALA..!! 14 Kitab Kuning Tak Goyangkan Awang

SAMARINDA. Apapun dalilnya, Gubernur Kaltim Awang Farok Ishak tetap betahan dengan niatannya membangun…

Kamis, 07 Desember 2017 16:04

Fachruddin Japri dan Kolega Menolak

SAMARINDA. Proyek pembangunan Masjid Al Faruq di Lapangan Kinibalu, Samarinda Ulu, juga ditolak tokoh…

Rabu, 06 Desember 2017 17:56

Rawan Tersangkut Masalah

SAMARINDA. Kegiatan fisik yang dikerjakan pemkot selepas APBD Perubahan (APBD-P) 2017 disahkan nampaknya…

Rabu, 06 Desember 2017 17:53

HADUH..!! Tol Samarinda - Balikpapan Banyak Masalah

SAMARINDA. Progres tol Samarinda-Balikpapan masih terganjal persoalan lahan. Untuk mempercepat pemerintah…

Senin, 04 Desember 2017 00:16

Cagub "Impor" Ancam Putra Daerah

SAMARINDA. Gagasan menolak calon gubernur (Cagub) dari luar Kaltim kian menguat. Andaikata hal itu terjadi,…

Senin, 04 Desember 2017 00:13

Al Faruq Dibangun Tiga Lantai

SAMARINDA. Pembangunan Masjid Al Faruq tidak akan mengadopsi desain dari luar negeri. Pengerjaan pun…

Senin, 04 Desember 2017 00:10

Warna Bisa Diubah Sesuai Momentum

Proyek Jembatan Mahakam Kota (Mahkota) II sudah selesai. Hanya beberapa bagian saja yang perlu penambahan.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .