MANAGED BY:
MINGGU
18 FEBRUARI
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

METROPOLIS

Rabu, 06 Desember 2017 17:57
Hujan Merata, Banjir pun Banjir Merata

Penanganan Stagnan, Kolaborasi Pemprov-Pemkot Belum Tuai Hasil

Banjir di Samarinda belum kunjung tertangani dengan baik.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Hujan deras melanda Kota Samarinda seharian kemarin (5/12). Sejak pagi hingga menjelang sore hujan tak henti-hentinya turun. Hujan yang turun merata membahasahi seluruh wilayah Kota Tepian tanpa terkecuali. Banjir yang datang pun hampir merata, meskipun tidak semerata turunnya hujan. Di sepuluh kecamatan di Samarinda semua memiliki titik banjir. Termasuk Samarinda Seberang, Loa Janan Ilir dan Palaran. Padahal tiga kecamatan ini berada di bibir Sungai Mahakam. Sementara 7 kecamatan lainnya juga memiliki titik banjir, setidaknya terdapat genangan air.

Berdasarkan pantuan Sapos, di Loa Janan Ilir misalnya, terdapat genangan air di Kelurahan Rapak Dalam sekitar SMA 10 Jalan HAMM Riffadin. Banjir juga menggenangi pemukiman warga di Jalan Kurnia Makmur, Harapan Baru.

Di Palaran genangan air yang cukup dalam menyulitkan pengendara yang melintas di Jalan Dwikora.  Di Samarinda Ulu, seperti biasa terdapat genangan air di persimpangan Mal Lembuswana, Jalan Pangeran Antasari dan Jalan Pangeran Suryanata dan Jalan Wahab Sjaharanie. Tak terkecuali di kawasan elite Voorvo, di antaranya Jalan Sawo. Di Sungai Kunjang banjir terjadi di Jalan Jakarta, Loa Bakung dan Jalan Revolusi, Lok Bahu.

Di Kecamatan Samarinda Kota banjir meliputi Jalan Basuki Rahmat. Di Samarinda Ilir yakni kawasan Jalan Lambung Mangkurat. Di Sungai Pinang contohnya di Jalan Rajawali. Dan terakhir di Samarinda Utara yang terparah di Jalan Pramuka dan persimpangan Sempaja.

Lantas bagaimana tanggapan Pemkot Samarinda? Upaya penanganan banjir melalui proyek kecil hingga skala besar pun seakan jalan di tempat. Sebab banjir tetap saja menghantui warga Samarinda.

Pembangunan polder, memperbesar volume drainase sampai mengerahkan tenaga manusia untuk rutin mengeruk sampah dan sedimentasi juga telah dilakukan. Tapi hingga kini, banjir masih saja terjadi. Dan titik serta tingkat kedalaman semakin banyak.

Kini Pemkot Samarinda pun mencoba berkolaborasi dengan Pemprov Kaltim agar dapat membuat banjir tak datang lagi. “Saat ini memang kami ada dibantu Pemprov Kaltim terkait program pengendalian banjir. Tahun ini memang baru berjalan. Untuk proyek besarnya dibantu oleh BWS (Badan Wilayah Sungai, Red),” ujar Budi Tristiyono, Kabid Pengendalian Sumber Daya Air, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda.

Diketahui, Pemprov Kaltim membantu pengendalian banjir di Samarinda dengan langsung mengerjakan proyek pengendalian banjir. Titik proyek yang dibantu oleh Pemprov Kaltim itu ada dua. Yakni di Jalan Pangeran Antasari dan satu lagi di Jalan DI Panjaitan. “Untuk segmen Jalan Pangeran Antasari berupa normalisasi drainase dan memperlebar Sungai Karang Asam Kecil. Sedangkan di Jalan DI Panjaitan ada pembuatan drainase yang melintas di bawah jalan,” tuturnya.

Sedangkan untuk pogram skala besar yang dibiayai oleh APBN yang dikucurkan melalui BWS Kalimantan III, programnya akan menyentuh normalisasi Waduk Benanga dan Sungai Karang Mumus (SKM). “Sejauh ini progam ini pun tetap berjalan. Kami terus berkoordinasi dengan pemprov soal ini,” imbuhnya.

Nah sekarang, Pemkot Samarinda kerja apa? Budi pun menepis jika pihaknya dianggap tidak kerja tahun ini. Beberapa langkah sudah disiapkan pihaknya. Seperti memaksimalkan fungsi polder Air Hitam dan polder Gang Indra. Kemudian, saluran buang agar aliran air tidak terhambat dirapikan. “Seperti memasang pompa di Ruhui Rahayu agar air di Perempatan Lembuswana cepat turun. Begitu juga di Polder Gang Indra,” bebernya.

Selain itu ada pula beberapa proyek yang dikerjakan tahun ini. Seperti pekerjaan fisik di Jalan Pramuka yang diyakini tak akan membuat kawasan tersebut banjir lagi. Drainase di Jalan Veteran menuju Sungai Mahakam juga akan dikerjakan. “Nah kenapa masih terjadi banjir, sepertinya memang debit air yang turun ke drainase kita selalu lebih besar,” selorohnya.

Meski masih terjadi banjir, tetapi kini menurutnya genangan air sudah tidak setinggi banjir sebelumnya. Atau genangan yang terjadi pun sudah tidak lagi berlangsung dalam waktu yang lama. “Tapi harus diakui juga memang masih ada titik banjir seperti Perempatan Sempaja, Jalan DI Panjaitan dan Suryanata yang masih sering terjadi banjr,” kata Budi. (hfz/nha)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 17 Februari 2018 20:49

Teka Teki Formasi CPNS

SAMARINDA. Formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk memenuhi kebutuhan ribuan pegawai di Pemkot…

Jumat, 16 Februari 2018 19:47

CATAT NIH..!! Angkutan Online di Kaltim Diberi Tanda

SAMARINDA. Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim akhirnya mengeluarkan stiker bagi kendaraan angkutan online.…

Kamis, 15 Februari 2018 16:32

Langsung Urus Relokasi SKM

Penertiban dan penataan tepi SKM tetap menjadi prioritas pemkot Samarinda, meski sementara berganti…

Rabu, 14 Februari 2018 21:51

Kawin Gaib, Prosesnya Paling Panjang

Perceraian adalah perkara halal yang dilaknat Allah SWT. Karena itu, perceraian harus menjadi opsi terakhir…

Selasa, 13 Februari 2018 11:27

Sukamto: Ah, Tidak Ada Itu

SAMARINDA. Kegaduhan para anggota dewan perihal kegiatan fisik di masing-masing daerah pemilihan (dapil)…

Senin, 12 Februari 2018 10:29

Jatah Proyek Bikin Gaduh

SAMARINDA. Ribut-ribut pembagian jatah proyek di masing-masing daerah pemilihan (Dapil) anggota DPRD…

Minggu, 11 Februari 2018 21:17

Awang Klaim Jalur Trans Kaltim Mulus, AH MASAK SIH..??

SAMARINDA. Gubenur Kaltim Awang Faroek Ishak meminta agar semua proyek strategis yang dikerjakan di…

Sabtu, 10 Februari 2018 10:59

Aturan Belok Kiri Boleh Dilanggar

SAMARINDA. Wacana pencabutan larangan belok kiri di persimpangan lampu lalu lintas masih dikaji. Kendati…

Jumat, 09 Februari 2018 10:30

Revisi RTRW Diduga Terkait Transmart

SAMARINDA. Peninjauan kembali Rencana Tata Ruang Wilayah (PK-RTRW) oleh pemkot Samarinda diduga berhubungan…

Jumat, 09 Februari 2018 10:23

Musnahkan API Tak Ramah Lingkungan

TANJUNG REDEB. Bupati Berau Muharram bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) memusnahkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .