MANAGED BY:
SENIN
11 DESEMBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Rabu, 06 Desember 2017 17:45
“Tolong Temukan Temanku”

Selamatkan 2 Sahabat, Yasin Hilang

Lokasi pencarian Yasin disaksikan banyak warga.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Jerit tangis tujuh remaja langsung pecah, kemarin (5/12). Tubuh mereka basah kuyup dan menggigil. Ketujuh remaja itu duduk berbaris di ruang tamu sebuah rumah di Jalan Teuku Umar, Gang Suka Damai, RT 6, Kelurahan Lok Bahu, Sungai Kunjang. Rumah itu tepat di samping jembatan bercat kuning yang berdiri di atas aliran Sungai Karang Asam Kecil. Jaraknya hanya sekitar 300 meter, menghadap belakang gedung DPRD Kaltim. Para siswa SMP itu rupanya menangisi Muhammad Toha Yasin (14), teman sekolah mereka yang hilang terseret arus deras sungai. Begitu sedihnya, sampai-sampai para remaja itu terus saja merengek kepada siapa saja yang datang mendekat. Salah satu remaja bernama M Zaini (13) bahkan meluapkan kesedihannya dengan berulang kali berteriak memohon pertolongan. “Om, tolong temukan temanku,” pintanya.
Permintaan polos dari seorang anak baru gede (ABG) ini membuat siapa saja yang mendengarnya akan merinding dan turut larut dalam kesedihan. Warga sekitar yang berdatangan berusaha menenangkan para siswa itu dengan memberi minuman hangat, sembari menghangatkan tubuh mereka yang lembab dengan selimut.
Setelah sedikit tenang dan kondisi emosi berangsur stabil, Zaini mulai berani bercerita kepada harian ini. Pukul 10.00 Wita, para siswa kelas VIII itu baru saja mengikuti remedy atau ujian perbaikan nilai di sekolah mereka, di SMPN 5. Hujan deras pagi itu membuat sekolah mereka di Jalan Juanda, Samarinda Ulu, tergenang banjir. Zaini, Yasin dan 13 rekan lainnya memutuskan untuk pulang sekolah. Namun bukannya kembali ke rumah masing-masing, mereka justru berniat mengunjungi salah satu rumah rekannya, M Reihan (14) di Jalan Teuku Umar, Gang Suka Damai, Sungai Kunjang. Lantaran sulit mencari angkutan kota (angkot), ditambah dengan kondisi hujan yang mengguyur pagi itu, puluhan siswa memilih untuk berjalan kaki. Jarak yang jauh ditambah banjir yang menggenang di beberapa ruas jalan tak menjadi penghalang. Mereka bahkan nekat menumpang mobil pikap.
Sesampai di Gang Suka Damai, sekitar pukul 10.30 Wita, mereka melintasi sebuah jembatan. Warga sekitar menamainya Jembatan Kuning. Air Sungai Karang Asam Kecil di bawah jembatan itu mengalir cukup deras. Melihat air yang melimpah, salah seorang dari mereka mengusulkan untuk mandi, sebelum berkunjung ke rumah Reihan.
"Ada yang berteriak ‘Ayo kita mandi dulu’ ketika kami melintas di atas jembatan," kata Zaini
Tak terbersit dalam benak para siswa ini bahaya yang bakal menimpa saat itu. Dari 15 siswa, hanya 5 di antaranya yang bersiap untuk berenang dengan tetap mengenakan seragam sekolah mereka. Mereka adalah Agrian Risandi (14), Alif Rezaldi (13), Lucky Febrianto (14), Yasin (13) dan Zaini sendiri.
Begitu satu per satu siswa itu menceburkan diri, petaka itu langsung datang. Agrian terseret derasnya sungai.
“Saat bersiap mandi, Agrian lebih dulu terjun ke sungai. Tapi bukannya berenang dia malah seperti orang tenggelam dan lemas. Ya, saya langsung terjun untuk menyelamatkan dia,” ucap Zaini.
Kuatnya dorongan air, membuat tubuh Zaini tak mampu bertahan. Belum sempat menyelamatkan Agrian, Zaini juga ikut lemas.
Suasana seketika mencekam. Dua siswa terseret arus deras dalam waktu bersamaan. Yasin yang melihat kejadian itu mencoba untuk menyelamatkan keduanya. Dengan cepat remaja itu menceburkan diri ke sungai. Meski bisa berenang, Yasin tak mampu membawa dua rekannya sekaligus.
Alif dan Lucky bersiaga di tepi sungai. Berusaha menjangkau ketiga rekannya dengan tangannya, sebelum terseret arus. Upaya tarik-menarik pun terjadi. Agrian yang pertama dijangkau berhasil diangkat ke tepi sungai, di susul Zaini.
Nahas, Yasin yang berada di belakang tak mampu mereka raih. Yasin keburu tenggelam terseret derasnya arus saat itu.
“Sebenarnya Agri (Agrian, Red) tak bisa berenang, tapi nekat ceburkan diri saat itu. Saya mau tolong tapi ikut lemas juga. Nah, saat itulah Yasin ceburkan diri untuk selamatkan kami, tapi justru dia yang terseret arus,” lirih Zaini.
Sementara itu, Agrian yang duduk di sudut ruang tengah itu, hanya bisa termenung tak bisa berkata-kata. Pikirannya kosong dan sesekali menunduk, seolah menyesali apa yang baru saja ia alami.
“Saya bingung, teman saya kasihan, cari om,” pinta Agri.

PENCARIAN DIMULAI

Kabar hilangnya seorang remaja cepat tersiar. Para relawan bencana bersama warga berusaha melakukan pencarian sejak pukul 11.20 Wita. Upaya penyelamatan menggunakan 3 kapal yang diturunkan para relawan.
Penyisiran dilakukan di titik tempat Yasin tenggelam dan terseret arus. Pencarian awal dilakukan hingga radius 500 meter menuju hilir Sungai Karang Asam Kecil, yang bermuara pada sungai Mahakam itu.
Derasnya arus sungai, ditambah banyaknya tumbuhan air menambah beban tim pencari saat itu.
Tak hanya menyisir dengan menggunakan kapal, beberapa relawan dan warga bahkan melakukan pencarian dengan cara menyelam. Kedalaman sungai diperkirakan berkisar 1 hingga 1,5 meter.
“Kami berupaya melakukan pencarian, namun karena derasnya arus air, ditambah banyaknya tumbuhan di sekitar sungai membuat kami harus lebih berhati-hati,” ucap Putra Mahrizal, relawan bencana dari Satria Rescue.
Upaya pencarian yang dilakukan pada siang itu tak hanya dilakukan dengan peralatan modern. Beberapa warga bahkan berusaha membantu dengan cara mistis.
Seperti yang dilakukan Linda (30). Paranormal berdarah Kutai ini berusaha membantu pencarian Yasin dengan berbagai ritual yang ia kuasai. Sejumlah sesaji dari beras kuning hingga telur ayam kampung ia siapkan sebagai syarat pencarian.
Setelah semua bahan siap, prosesi dimulai dengan melarung sesajian tersebut. Tujuannya agar “penghuni” sungai mau melepaskan tubuh Yasin. Konon katanya, remaja itu diperkirakan masih di bawah air.
“Telur ayam kampung dan beras kuning, memang syarat utama, agar datuk penghuni sungai mau membantu kita melepaskan tubuh Yasin,” Kata Linda.
Saat mempersiapkan upacara di sebuah rumah, tak jauh dari jembatan, tiba-tiba sesuatu yang tak terduga terjadi. Salah seorang warga yang berada tak jauh dari Linda mengejang, lalu berguling di lantai. Seketika saja warga yang berada di dalam rumah kaget bukan kepalang.
Beberapa kata pun terucap dari wanita yang ternyata kesurupan itu. ”Angkat aku cepat, angkat aku dalam air,” itu katanya.
Linda segera mendekati wanita yang tidak diketahui namanya itu, mantra yang diucapkan Linda dalam bahasa daerah akhirnya menenangkan si wanita yang kerasukan. Dengan berbisik si wanita mengatakan bahwa Yasin masih berada di dalam air, tak jauh dari tempatnya pertama kali tenggelam.
Mendapat petunjuk, Linda bergegas menuju lokasi awal Yasin tercebur mengunakan perahu diikuti ayah Yasin, Masoud. Sekali lagi Linda menaburkan beras kuning dan telur ayam kampung untuk dilarung.
“Kita berdoa saja agar Yasin segera ditemukan,” ucap Linda.
Hingga pukul 19.00 Wita, Yasin masih belum ditemukan. Tim pencari menyudahi proses pencarian lantaran kondisi yang tidak memungkinkan. (kis/beb)







BACA JUGA

Minggu, 10 Desember 2017 21:15
Tujuh Bersaudara yang Mengubah Takdir Lewat Gulat

Dulu Dihina Tetangga, Kini Dipuji

Proses tak pernah membohongi hasil. Hal inilah yang dialami tujuh bersaudara yang menempuh jalan hidup…

Minggu, 10 Desember 2017 20:42

Beasiswa Macam-macam Ringankan Beban Orangtua

Kalau anak pejabat lulus di universitas luar negeri dengan hasil memuaskan mungkin hal biasa. Karena…

Sabtu, 09 Desember 2017 13:26

Terabaikan karena Perebutan Kawasan

Kaya dengan batu bara belum tentu membawa kesejahteraan. Di Kampung Berambai dengan potensi emas hitam…

Sabtu, 09 Desember 2017 13:23

Mengerikan, 6 Kasus Difteri di Kaltim

SAMARINDA. Penyakit difteri mendadak ramai diperbincangkan belakangan ini. Infeksi yang disebabkan bakteri…

Jumat, 08 Desember 2017 15:03

Satu Bangunan, Tiga Guru, Enam Kelas

Perjuangan meraih pendidikan seperti di dalam novel Laskar Pelangi terjadi di mana-mana. Tak perlu jauh…

Jumat, 08 Desember 2017 15:01

Peluru Misterius Nyaris Dikilokan

SAMARINDA. Menjelang Magrib, La Ibu bergegas menuju tempat kerjanya. Bukan kantor mewah melainkan hanya…

Jumat, 08 Desember 2017 14:59

Di Sekolah Santun, di Lapangan Jadi Jenderal

Kepergian Muhammad Toha Yasin bukan cuma kehilangan bagi keluarga dan kerabatnya. Bakatnya di lapangan…

Kamis, 07 Desember 2017 15:59

“Allahu Akbar… Allahu Akbar…”

“Allah Akbar… Allah Akbar…” Kalimat takbir saling bersahutan dikumandangkan…

Kamis, 07 Desember 2017 15:57

Kematian Kecelakaan Penuh Kejanggalan

SANGATTA. Pihak keluarga curiga dan penasaran terhadap kematian Ibrahim Sembe (38), warga Kampung Tator,…

Kamis, 07 Desember 2017 15:54

Tak Bisa Andalkan Mata, Cukup Meraba-raba

Kerja para relawan dan Tim SAR dalam setiap proses pencarian dan evakuasi korban tenggelam, memiliki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .