MANAGED BY:
RABU
23 MEI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Rabu, 06 Desember 2017 17:43
Abun Minta Bebas

Sampaikan Pembelaan ke Hakim

Abun

PROKAL.CO, SAMARINDA. Dua terdakwa kasus dugaan pemerasan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) pengelolaan parkir di area Terminal Peti Kemas (TPK) Palaran, Heri Susanto alias Abun dan Noor Asriansyan alias Elly, menyampaikan pembelaan di depan majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda, Selasa.

Kepada majelis hakim dipimpin Joko Sutrisno, didampingi Burhanudin dan Hendri Dunant, Abun diwakili kuasa hukumnya, Deni Ngari, membacakan pembelaan. Selain pembelaan yang dibacakan kuasa hukumnya, Abun membuat pembelaan sendiri.

Pembelaan sebanyak lebih 5 lembar dan dijilid itu, diserahkan Abun langsung kepada majelis hakim. Dalam poin pembelaannya Abun meminta majelis hakim adil dan bijaksana melihat kasus yang dihadapinya, sesuai fakta persidangan yang sudah berlangsung.

“Apakah kasus ini mau dipaksakan. Kalau saya salah, saya minta dihukum seringan-ringan dan seadilnya,” ujar Abun.
Senada, Deni Ngari juga meminta kliennya dibebaskan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) selama 10 tahun penjara dan denda Rp 2 miliar subsider 6 bulan penjara. Karena menurutnya, Abun tak terbukti melanggar pasal 368 ayat 1 jo pasal 55 KUHP jo Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010.

“Tuntutan JPU tak sesuai fakta persidangan. Tidak ada pidana, tak ada kesalahan. Klien kami (Abun, Red) harus dibebaskan demi hukum,” sebut Deni saat membacakan petikan pembelaan.

Kuasa hukum Abun menyebut, JPU dalam tuntutannya hanya melakukan copy-paste atau salin-tempel sesuai isi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kepolisian. “JPU mengesampingkan fakta persidangan. Karena itu kami minta majelis hakim menolak dan mengesampingkan tuntutan JPU,” tegas kuasa hukum Abun.

Bahkan kata Deni, sopir truk dan tronton yang dihadirkan dalam persidangan merasa tak pernah keberatan atau merasa diperas seperti isi dalam BAP. Lalu kuasa hukum menyebut, uang Rp 6,1 miliar yang turut disita dan disebut barang bukti dugaan pemerasan Koperasi Serba Usaha (KSU) PDIB bukan terkait kasusnya, tapi perkara Komura.

Sementara kuasa hukum Elly, yang membacakan pembelaan secara bergantian juga meminta agar kliennya yang dituntut hukuman penjara selama 6 tahun juga dibebaskan dari semua dakwaan, atau setidaknya diberikan hukuman seringan-ringannya.

“Yang diperkarakan dalam kasus ini disebut-sebut KSU PDIB. Nah, harusnya yang bertanggung jawab adalah ketua koperasi, Ida Lismaya. Bukan klien kami (Elly, Red). Klien kami juga tak pernah terlibat dalam penetapan karcis. Tak ada korelasinya,” kata kuasa hukum Elly, Roy Herdianto.

“Intinya kami merasa klien kami tak bersalah sesuai dakwaan JPU, yang menganggap melanggar pasal 368 KUHP. Dari pernyataan ahli yang dihadirkan kan jelas, tak ada pelanggaran pidana yang dilakukan klien kami,” kata Roy lagi.
Sidang lanjutan diagendakan minggu depan dengan agenda mendengarkan tanggapan JPU, atas pledoi yang disampaikan Abun maupun Elly. (rin/beb)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 19 Mei 2018 01:33

Peras Guru yang Mesum dengan Siswinya, Delapan Oknum Satpol PP Diperiksa

SAMARINDA. Sukiman Saman tidak ingin menderita seorang diri di penjara. Oknum wakil kepala sekolah (wakepsek)…

Kamis, 17 Mei 2018 00:28

SAKIT HATI..!! Gagal Selingkuh, Istri Orang Ditimpas

TENGGARONG. Sakit hati kemudian dipengaruhi alkohol dari minuman keras (Miras) ditengaknya, membuat…

Rabu, 16 Mei 2018 00:38
Gegerkan Air Hitam, 2 Tahun Tak Lapor RT. Kapolda: Tak Ada Tempat Buat Teroris

Pasca Ledakan, Pria Misterius Menghilang

SAMARINDA. Siapa bilang serangkaian aksi bom bunuh diri di Surabaya tak membuat masyarakat Samarinda…

Selasa, 15 Mei 2018 20:32

“Pertaruhkan Nyawa, Kami Bukan Perampok!”

SAMARINDA. Ribuan buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Koperasi Samudera Samudera Sejahtera (Komura)…

Senin, 14 Mei 2018 19:56
Luka Bakar 16 Persen, Satu Lagi Menjemput Ajal

DUUUAARRRR..!! Ledakan Tabung Gas di Kasturi Tewaskan 5 Orang

SAMARINDA. Ibarat musim gugur, satu persatu pasien korban ledakan elpiji 3 kilogram terus berguguran.…

Sabtu, 12 Mei 2018 00:27

Rampas HP, Dua Sekawan Saling Tuding

SAMARINDA. Dua sekawan, Haris (23) dan Rexy Bagus alias Eci (22), keduanya warga Kelurahan Jawa, Kecamatan…

Jumat, 11 Mei 2018 00:20

Seruduk Pejalan Kaki, Dikurung 4 Bulan

SAMARINDA. Kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas) mengantarkan seorang pemuda bernama Jefri Sa'abi…

Kamis, 10 Mei 2018 00:18
Kasus Pembantaian Ibu dan Anak

Pastikan Kronologis, Siapkan Reka Ulang

SAMARINDA. Guna memastikan dan melihat kronologis pembantaian sadis yang dilakukan Haisal Azuan (19)…

Rabu, 09 Mei 2018 00:42

Bini Tak Pulang Semalam karena Asyik Main di Warnet, Suami Emosi, Bonyoklah Dihajar

SAMARINDA. Emosi EK (31) memuncak. Semalaman istrinya berinisial YR tak pulang. Setelah dicari-cari,…

Selasa, 08 Mei 2018 00:27
Polisi Tunggu Hasil Autopsi Ibu dan Anak yang Dibantai Maling

Tubuh Dipenuhi Luka dan Tusukan

SAMARINDA. Perbuatan Haisal Azuan (19) benar-benar sungguh di luar batas. Aksinya membantai Lusiana…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .