MANAGED BY:
SENIN
11 DESEMBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Rabu, 06 Desember 2017 17:43
Abun Minta Bebas

Sampaikan Pembelaan ke Hakim

Abun

PROKAL.CO, SAMARINDA. Dua terdakwa kasus dugaan pemerasan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) pengelolaan parkir di area Terminal Peti Kemas (TPK) Palaran, Heri Susanto alias Abun dan Noor Asriansyan alias Elly, menyampaikan pembelaan di depan majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda, Selasa.

Kepada majelis hakim dipimpin Joko Sutrisno, didampingi Burhanudin dan Hendri Dunant, Abun diwakili kuasa hukumnya, Deni Ngari, membacakan pembelaan. Selain pembelaan yang dibacakan kuasa hukumnya, Abun membuat pembelaan sendiri.

Pembelaan sebanyak lebih 5 lembar dan dijilid itu, diserahkan Abun langsung kepada majelis hakim. Dalam poin pembelaannya Abun meminta majelis hakim adil dan bijaksana melihat kasus yang dihadapinya, sesuai fakta persidangan yang sudah berlangsung.

“Apakah kasus ini mau dipaksakan. Kalau saya salah, saya minta dihukum seringan-ringan dan seadilnya,” ujar Abun.
Senada, Deni Ngari juga meminta kliennya dibebaskan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) selama 10 tahun penjara dan denda Rp 2 miliar subsider 6 bulan penjara. Karena menurutnya, Abun tak terbukti melanggar pasal 368 ayat 1 jo pasal 55 KUHP jo Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010.

“Tuntutan JPU tak sesuai fakta persidangan. Tidak ada pidana, tak ada kesalahan. Klien kami (Abun, Red) harus dibebaskan demi hukum,” sebut Deni saat membacakan petikan pembelaan.

Kuasa hukum Abun menyebut, JPU dalam tuntutannya hanya melakukan copy-paste atau salin-tempel sesuai isi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kepolisian. “JPU mengesampingkan fakta persidangan. Karena itu kami minta majelis hakim menolak dan mengesampingkan tuntutan JPU,” tegas kuasa hukum Abun.

Bahkan kata Deni, sopir truk dan tronton yang dihadirkan dalam persidangan merasa tak pernah keberatan atau merasa diperas seperti isi dalam BAP. Lalu kuasa hukum menyebut, uang Rp 6,1 miliar yang turut disita dan disebut barang bukti dugaan pemerasan Koperasi Serba Usaha (KSU) PDIB bukan terkait kasusnya, tapi perkara Komura.

Sementara kuasa hukum Elly, yang membacakan pembelaan secara bergantian juga meminta agar kliennya yang dituntut hukuman penjara selama 6 tahun juga dibebaskan dari semua dakwaan, atau setidaknya diberikan hukuman seringan-ringannya.

“Yang diperkarakan dalam kasus ini disebut-sebut KSU PDIB. Nah, harusnya yang bertanggung jawab adalah ketua koperasi, Ida Lismaya. Bukan klien kami (Elly, Red). Klien kami juga tak pernah terlibat dalam penetapan karcis. Tak ada korelasinya,” kata kuasa hukum Elly, Roy Herdianto.

“Intinya kami merasa klien kami tak bersalah sesuai dakwaan JPU, yang menganggap melanggar pasal 368 KUHP. Dari pernyataan ahli yang dihadirkan kan jelas, tak ada pelanggaran pidana yang dilakukan klien kami,” kata Roy lagi.
Sidang lanjutan diagendakan minggu depan dengan agenda mendengarkan tanggapan JPU, atas pledoi yang disampaikan Abun maupun Elly. (rin/beb)


BACA JUGA

Minggu, 10 Desember 2017 21:15
Tujuh Bersaudara yang Mengubah Takdir Lewat Gulat

Dulu Dihina Tetangga, Kini Dipuji

Proses tak pernah membohongi hasil. Hal inilah yang dialami tujuh bersaudara yang menempuh jalan hidup…

Minggu, 10 Desember 2017 20:42

Beasiswa Macam-macam Ringankan Beban Orangtua

Kalau anak pejabat lulus di universitas luar negeri dengan hasil memuaskan mungkin hal biasa. Karena…

Sabtu, 09 Desember 2017 13:26

Terabaikan karena Perebutan Kawasan

Kaya dengan batu bara belum tentu membawa kesejahteraan. Di Kampung Berambai dengan potensi emas hitam…

Sabtu, 09 Desember 2017 13:23

Mengerikan, 6 Kasus Difteri di Kaltim

SAMARINDA. Penyakit difteri mendadak ramai diperbincangkan belakangan ini. Infeksi yang disebabkan bakteri…

Jumat, 08 Desember 2017 15:03

Satu Bangunan, Tiga Guru, Enam Kelas

Perjuangan meraih pendidikan seperti di dalam novel Laskar Pelangi terjadi di mana-mana. Tak perlu jauh…

Jumat, 08 Desember 2017 15:01

Peluru Misterius Nyaris Dikilokan

SAMARINDA. Menjelang Magrib, La Ibu bergegas menuju tempat kerjanya. Bukan kantor mewah melainkan hanya…

Jumat, 08 Desember 2017 14:59

Di Sekolah Santun, di Lapangan Jadi Jenderal

Kepergian Muhammad Toha Yasin bukan cuma kehilangan bagi keluarga dan kerabatnya. Bakatnya di lapangan…

Kamis, 07 Desember 2017 15:59

“Allahu Akbar… Allahu Akbar…”

“Allah Akbar… Allah Akbar…” Kalimat takbir saling bersahutan dikumandangkan…

Kamis, 07 Desember 2017 15:57

Kematian Kecelakaan Penuh Kejanggalan

SANGATTA. Pihak keluarga curiga dan penasaran terhadap kematian Ibrahim Sembe (38), warga Kampung Tator,…

Kamis, 07 Desember 2017 15:54

Tak Bisa Andalkan Mata, Cukup Meraba-raba

Kerja para relawan dan Tim SAR dalam setiap proses pencarian dan evakuasi korban tenggelam, memiliki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .