MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

METROPOLIS

Senin, 04 Desember 2017 00:16
Cagub "Impor" Ancam Putra Daerah

Sonny Sudiar: Artinya Partai Krisis Kader

Illustrasi

PROKAL.CO, SAMARINDA. Gagasan menolak calon gubernur (Cagub) dari luar Kaltim kian menguat. Andaikata hal itu terjadi, tentu mengindikasikan bahwa Kaltim tengah krisis kader calon pemimpin daerah. Plt DPD KNPI Kaltim, Arif Rahman Hakim menegaskan, jika Kaltim dipimpin orang luar, yang terjadi bukannya memajukan daerah melainkan sebaliknya.

"Sudah banyak pengalaman, pemimpin dari luar daerah tidak akan mandiri. Kemudian ketimpangan-ketimpangan pasti akan muncul," kata Arief, kemarin (3/12). Dia melanjutkan keberadaan cagub dari luar Kaltim dianggap tidak mengerti kondisi daerah. Andaikata terpilih, yang terjadi adalah mempelajari daerah dulu.
"Karena kultur dan kearifan lokal di Kaltim harus dijaga. Yang menjaganya harus orang yang mengerti. Itu harus orang Kaltim," lanjutnya.

Dia juga menambahkan Kaltim tidak akan kehabisan kader untuk diusung. Beberapa nama ia sebut mulai dari kalangan politisi seperti Sjaharie Jaang, Makmur HAPK, hingga kalangan birokrat seperti Rusmadi dan lainnya. Bahkan, pihaknya juga menyebut bakal menginstruksikan seluruh DPD KNPI se-Kaltim untuk menyuarakan hal serupa. "Kami akan bersurat, mewajibkan seluruh DPD se-Kaltim  menolak cagub dari luar Kaltim," tegasnya lagi.

Kendati demikian NPI Kaltim mengerti bahwa setiap warga negara berhak mencalonkan diri. Tapi untuk konteks Kaltim, putra daerah katanya harus diprioritaskan.

Pengamat Politik Unmul Sonny Sudiar menegaskan, ungkapan pemimpin impor bisa mengacu pada dua orang, yakni Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin atau Plt DPD PDIP Kaltim, Djarot Basuki Hidayat. Kalau toh dua nama tersebut diusung, justru yang harus disalahkan adalah partai. "Itu artinya partai krisis kader. Padahal masih banyak nama-nama potensial untuk diusung di setiap partai," tegasnya. 

Ia pun menyebut Harbiansyah yang merupakan kader NasDem, Hadi Mulyadi dari PKS, Sjaharie Jaang yang juga ketua Demokrat Kaltim, dan beberapa nama lain. "Ada juga pak Makmur dari Golkar, di birokrat ada pak Rusmadi dan Nusyirwan. Artinya masih banyak pilihan," imbuhnya.

Dikatakan apakah putra daerah lebih bagus, ia belum berani menyebut. "Bagi saya masih ada putra daerah yang bisa maju. Tapi semua kan tergantung pilihan partai dan publik," tutup Dosen FISIP Unmul ini. (cyn/aya)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 10 Oktober 2015 08:38

Membernya Ribuan, Gelar Resepsi di The Concept

<p>Dulu, olahraga lintas alam atau sering disebut hash atau on-on tak banyak yang mengetahui apalagi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .