MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

METROPOLIS

Senin, 04 Desember 2017 00:13
Al Faruq Dibangun Tiga Lantai

Sanggup Tampung 1.500 Jamaah

ANCAM SEJARAH. Jika pembangunan Masjid Al Faruq tetap dilakukan, Lapangan Kinibalu yang sudah mencetak banyak atlet sepak bola ini terancam tinggal kenangan.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Pembangunan Masjid Al Faruq tidak akan mengadopsi desain dari luar negeri. Pengerjaan pun saat ini sedang berjalan. Dijelaskan Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Rachmad Hidayat, masjid akan dibangun tiga lantai dengan total lahan sekitar 1,6 hektare.

Lantai pertama akan digunakan sebagai tempat ibadah jamaah. Adapun lantai kedua dan ketiga akan dibangun ruang kosong untuk berjaga-jaga jika jamaah membludak. Total jamaah diprediksi sanggup menampung hingga 1.500 orang.  "Selain itu ada pula rumah imam, rumah guest house, kantin, ground water tank atau air bersih dan lahan parkir," tambah Rachmad.

Masjid sendiri dipastikan menelan anggaran senilai Rp 71 miliar. Anggaran pertama yang masuk adalah dari APBD-P 2017 senilai Rp 2,1 triliun. Anggaran tersebut diperuntukkan membangun rumah imam dua pintu, ground water tank atau sarana air bersih, kemudian pagar sekeliling masjid. "Termasuk juga pengurukan lahan," imbuh Rachmad.

PT Trinanda Karya Utama (TKU) yang merupakan pemenang tender menjadi kontraktor pelaksana. Terkait status PT TKU yang sempat di-blacklist pada 2016 lalu oleh Pemkot Bontang, pihaknya akan ditelusuri. "Nanti kami cek," sambung Rachmad.
Hal lainnya adalah arsitektur Masjid tidak mengadopsi dari negara mana pun. Dijelaskan Rachmad pihaknya hanya mengadopsi beberapa desain dari Masjid Al Ma'ruf dan Islamic Center. "Dan arsiteknya dari lokal saja. Dua masjid tadi menjadi referensi utama," selorohnya.

Dari semua fasilitas tersebut, pembangunan masjid yang diprediksi bakal menelan anggaran paling besar yakni sekitar Rp 63 miliar dan termasuk bangunan yang cukup megah. Masjid ini sendiri akan menjadi bangunan megah kedua setelah Islamic Center bahkan menyaingi kemegahan Masjid Al Ma'ruf di Simpang Empat Mal Lembuswana yang menelan biaya pembuatan hingga Rp 58 miliar.

Meski megah, gelombang penolakan tetap berlanjut dengan sejumlah alasan. Diantaranya sudah terlalu banyak masjid megah di Kota Tepian. Selain itu keberadaan masjid terdekat di Jalan Merbabu kondisinya cukup memprihatinkan. Tak ayal Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Samarinda, Zaini Naim pun keras menolak. "Justru akan semakin membuat kecemburuan sosial. Kurang apalagi adanya Islamic Center yang megah, enggak perlu lah membuat masjid lagi," tegasnya.

Justru kalau mau membuat masjid lebih baik diprioritaskan di daerah pinggiran yang butuh bantuan pemerintah. Zaini pun menceritakan sejarah pembongkaran masjid di masa lalu. "Di zaman nabi ada Masjid Dhiror yang dibongkar karena dibangun untuk gagah-gagahan. Itu semestinya jadi pelajaran, harus betul-betul bijak membangun," jelas Zaini. (cyn/aya)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 10 Oktober 2015 08:38

Membernya Ribuan, Gelar Resepsi di The Concept

<p>Dulu, olahraga lintas alam atau sering disebut hash atau on-on tak banyak yang mengetahui apalagi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .