MANAGED BY:
SENIN
11 DESEMBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Jumat, 01 Desember 2017 13:23
Diancam Dibunuh, Siswi Dicabulli Tetangga

PROKAL.CO, SAMARINDA. Air susu dibalas dengan air tuba. Niat baik anak baru gede (ABG) berusia 14 tahun -sebut saja namanya Jelita- dibalas perbuatan jahat oleh Hendra Gunawan, tetangganya sendiri.

Tengah malam pukul 00.30 Wita, Selasa (17/10) lalu, Jelita terbangun dari tidurnya karena lapar. Untuk mengganjal perut, pelajar kelas VIII (kelas 2) salah satu SMP di Samarinda itu berniat membeli mi goreng, di depan gang tempatnya tinggal di kawasan Kecamatan Samarinda Ilir.

Walau lokasi warung makan yang dituju tidak terlalu jauh, saat itu Jelita memutuskan berangkat menggunakan motor. Di depan gang, ia berpapasan dengan Hendra, tetangganya yang memiliki istri dan dua orang anak.
Melihat Jelita lewat di depannya, pria 30 tahun itu lantas memanggil. Jelita pun berhenti. Sesaat kemudian ia dihampiri Hendra yang kemudian meminta bantuan.

Karena yang berbicara dengannya adalah tetangganya sendiri, Jelita tak menaruh curiga. Gadis belia itu tetap setia mendengar keluh kesah Hendra.

Rupanya ketika itu Hendra meminta tolong kepada Jelita untuk mengantarkannya mengambil motor di kantor polisi. Hendra mengaku motor tersebut ditilang di kawasan Jalan Belatuk.

Entah kantor polisi mana yang dimaksud, namun permintaan Hendra itu tak ditolak Jelita yang kemudian mau mengantarkan tetangganya itu.

Bukannya menuju kantor polisi, Jelita malah dibawa keliling kota oleh Hendra.  Keduanya kemudian berhenti di bekas bangunan yang terbakar di Jalan Pesut, Kelurahan Sungai Dama, Samarinda Ilir.

Di saat Jelita kebingungan, Hendra memperdayanya hingga ia tak kuasa melawan dan menolak didorong masuk ke bangunan sisa puing kebakaran. Remaja itu tak berani berteriak karena ancaman Hendra yang mulai menunjukkan nafsu setannya. Hendra memaksa Jelita melakukan (maaf) oral seks.

Belum puas dengan permintaan awalnya, Hendra lantas mencium bibir Jelita sembari membisikkan ancaman jika Jelita berani menceritakan kejadian itu ke orang lain.

"Sesuai apa yang dikatakan pelaku (Hendra, Red) jika korban berani memberitahu pada orang lain terutama orangtuanya maka korban akan dibunuh," beber Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Reza Arief Dewanto, melalui Kasat Reskrim, Kompol Sudarsono.

Ancaman Hendra ampuh. Jelita yang merasa terancam sama sekali tak menceritakan perbuatan cabul Hendra kepada siapapun.
"Namun terdapat perubahan pada diri korban yang menimbulkan kecurigaan orangtuanya. Korban lalu didesak dan akhirnya berani menceritakan pencabulan itu," terangnya.

Ulah Hendra itu membuat orangtua Jelita meradang. Kasus cabul tersebut lantas dilaporkan ke Polresta Samarinda. "Dan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) yang menangani kasus pencabulan itu langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku, Rabu (29/11) lalu," tuturnya.

Sementara itu Hendra membantah tuduhan pencabulan yang dilakukannya disertai ancaman. "Saya lakukan sekali. Tidak benar kalau saya ancam bunuh dia (Jelita, Red," bantah Hendra singkat.(oke/beb)
 


BACA JUGA

Minggu, 10 Desember 2017 21:15
Tujuh Bersaudara yang Mengubah Takdir Lewat Gulat

Dulu Dihina Tetangga, Kini Dipuji

Proses tak pernah membohongi hasil. Hal inilah yang dialami tujuh bersaudara yang menempuh jalan hidup…

Minggu, 10 Desember 2017 20:42

Beasiswa Macam-macam Ringankan Beban Orangtua

Kalau anak pejabat lulus di universitas luar negeri dengan hasil memuaskan mungkin hal biasa. Karena…

Sabtu, 09 Desember 2017 13:26

Terabaikan karena Perebutan Kawasan

Kaya dengan batu bara belum tentu membawa kesejahteraan. Di Kampung Berambai dengan potensi emas hitam…

Sabtu, 09 Desember 2017 13:23

Mengerikan, 6 Kasus Difteri di Kaltim

SAMARINDA. Penyakit difteri mendadak ramai diperbincangkan belakangan ini. Infeksi yang disebabkan bakteri…

Jumat, 08 Desember 2017 15:03

Satu Bangunan, Tiga Guru, Enam Kelas

Perjuangan meraih pendidikan seperti di dalam novel Laskar Pelangi terjadi di mana-mana. Tak perlu jauh…

Jumat, 08 Desember 2017 15:01

Peluru Misterius Nyaris Dikilokan

SAMARINDA. Menjelang Magrib, La Ibu bergegas menuju tempat kerjanya. Bukan kantor mewah melainkan hanya…

Jumat, 08 Desember 2017 14:59

Di Sekolah Santun, di Lapangan Jadi Jenderal

Kepergian Muhammad Toha Yasin bukan cuma kehilangan bagi keluarga dan kerabatnya. Bakatnya di lapangan…

Kamis, 07 Desember 2017 15:59

“Allahu Akbar… Allahu Akbar…”

“Allah Akbar… Allah Akbar…” Kalimat takbir saling bersahutan dikumandangkan…

Kamis, 07 Desember 2017 15:57

Kematian Kecelakaan Penuh Kejanggalan

SANGATTA. Pihak keluarga curiga dan penasaran terhadap kematian Ibrahim Sembe (38), warga Kampung Tator,…

Kamis, 07 Desember 2017 15:54

Tak Bisa Andalkan Mata, Cukup Meraba-raba

Kerja para relawan dan Tim SAR dalam setiap proses pencarian dan evakuasi korban tenggelam, memiliki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .