MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

KRIMINAL

Rabu, 29 November 2017 16:11
Hari Ini Abun Dituntut JPU

Kuasa Hukum: Kasus PDIB dan Komura Beda

HARI INI DITUNTUT. Heri Susanto alias Abun dan Noor Asriansyah alias Elly saat sidang sore kemarin. Hari ini sesuai jadwal, Abun dan Elly akan mendengarkan pembacaan tuntutan oleh JPU. (rin/Sapos)

PROKAL.CO, SAMARINDA. Sidang beragendakan tuntutan dalam perkara dugaan pungutan liar (pungli) Koperasi PDIB dengan terdakwa Heri Susanto alias Abun dan Noor Asriansyah alias Elly, yang semestinya digelar, Selasa (28/11) ditunda. Pembacaan tuntutan oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) akan dilangsungkan hari ini.
Penundaan pembacaan tuntutan disampaikan anggota tim JPU, yang diwakili Reza di ruang persidangan di depan majelis hakim, serta Abun dan Elly juga tim kuasa hukumnya. “Mohon izin yang mulia (majelis hakim, Red) kami minta waktu sehari. Kami minta surat tuntutan dibacakan besok (hari ini, Red) karena kami sedang menyempurnakan poin-poin penting dalam isi surat tuntutan,” ujar Reza.
Menanggapi permintaan tersebut, hakim ketua Joko Sutrisno mempersilakan pihak Abun dan kuasa hukumnya menanggapi. Akhirnya disetujui bahwa pembacaan tuntutan disampaikan hari ini.
“Kami minta besok harus dilakukan pembacaan tuntutan, jangan ditunda-tunda lagi. Mengingat waktu yang terus berjalan,” beber hakim.
Deni Ngari usai sidang ditemui Sapos mengungkapkan, pihaknya mempertanyakan sikap JPU yang beberapa kali menunda sidang tuntutan tersebut. “Ini jadi tanda tanya. Jelas kecewa dan keberatan dengan beberapa kali penundaan oleh JPU untuk pembacaan tuntutan. Kami minta ada sanksi terjadap JPU untuk kejadian ini,” tutur Deni.
Sementara kuasa hukum Elly, Roy Herdianto menegaskan bahwa perlu diketahui antara kasus dugaan pungli Koperasi Serba Usaha (KSU) PDIB dengan kasus Komura berbeda. Roy menyebut, dalam penangkapan Elly dan Abun hanya disita beberapa perangkat komputer dan uang sebesar Rp 8.260.000.
“Barang bukti bukan seperti yang disebut di media masa yang menyebut uang Rp 6,1 miliar disita. Itu punya Komura, makanya kami heran kok bisa masuk berita acara penyitaan terkait dugaan kasus Koperasi PDIB ini,” ulas Roy.
Kemudian Roy mengungkapkan, dalam fakta persidangan tak terbukti ditemukan laporan masyarakat yang mana dituduhkan pemerasan. Pengamatan aparat maupun sopir yang dihadirkan ke persidangan, semua mengaku membayar retribusi tak dengan paksaan dan tak pernah Elly melakukan pengancaman  jika ada sopir yang tak bayar uang parkir.
“Kemudian dalam keterangan pihak Pemkot Samarinda, KSU PDIB juga mengelola lahan yang memang belum dibebaskan pemerintah. Menurut ahli  pidana yang dihadirkan sebagai saksi, tuduhan kepada Elly maupun pak Abun tak dapat dibuktikan tanpa bukti kekerasan yang dilakukan kepada sopir,” pungkas Roy. (rin)


loading...

BACA JUGA

Sabtu, 10 Oktober 2015 08:15

Parit Baru 800 Meter di Bayur

<p>SAMARINDA. Jalan Padat Karya kawasan Bayur kini memiliki parit baru. Saat ini pembuatan parit…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .