MANAGED BY:
KAMIS
18 OKTOBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

METROPOLIS

Kamis, 23 November 2017 14:26
Peluk dan Ciuman Terakhir Ternyata Isyarat

Wiwiek Rossevelt, Camat Samarinda KotaTutup Usia

H. Wiwiek Rossevelt

PROKAL.CO, Camat Samarinda Kota H Wiwiwek Rossevelt wafat di usia 49 tahun, Rabu (22/11) pukul 01.30 Wita. Pria dua anak ini dikenal sangat pendiam, baik di lingkungan kerja maupun keluarga.

Syamsumarlin, Samarinda

MATA Fitriani Salman masih berkaca-kaca. Wanita tangguh yang setia menemani Wiwiek – sapaan akrab Wiwiwek Rossevelt – sejak 31 Oktober 1995 atau 22 tahun silam, tampak sangat sedih. Dia masih mengenakan mukena putih polos saat menemui media ini, kemarin, di kediamannya, Jalan Proklamasi II, Nomor 26, Blok O, RT 57, Kelurahan Sungai Pinang Dalam.
Dengan mata yang masih sembab, Fitriani menyebut Wiwiek tak jauh berbeda antara di tempat kerja dan di rumah. Menurutnya, almarhum merupakan tipikan pria yang tak banyak bicara. Meski begitu, menurutnya, sesekali Wiwiwek juga humoris.
“Bapak sangat pendiam dan low profil, sabar dan tak suka aneh-aneh. Kalau tak ada kegiatan, dia hanya berdiam di rumah. Nonton sambil berzikir,” kata Fitriani dengan suara tercekat.
Kisah Fitriani sejurus dengan kondisi kediamannya. Dalam ruang tamu berukuran empat kali empat itu, tak ada fotonya dan keluarga terpampang. Hanya ukiran kaligrafi dibalut bingkai keemasan yang menghiasi dinding kombinasi warna hijau muda dan tua itu. Pada langit-langit rumah hanya dihiasi kipas angin gantung untuk mendinginkan suhu ruangan.
Sebenarnya Wiwiwek sangat peduli terhadap kesehatan. Dia bahkan membeli alat kesehatan untuk mengecek tekanan darahnya secara rutin. Terakhir, tekanannya normal di angka 120/78. Namun, belakangan ini dia punya penyakit asam lambung. Hal itu diketahui dari hasil pemeriksaan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Abdul Wahab Sjahranie, dua pekan lalu.
Waktu itu, kata Fitriani, dokter mendiagnosanya mengalami peningkatan asam lambung. Dokter memberinya resep obat dan membolehkannya pulang. Tapi Wiwiwek tak puas. Dia kembali memeriksa darahnya untuk memastikan penyakit apa yang sedang menyerangnya. Diagnosa dokter tetap asam lambung. Sambil tetap mengonsumsi obat, Wiwiwek kembali bekerja seperti biasa.
Namun sejak sakit itu, Wiwiwek semakin pendiam. Tatapannya sering kosong sehingga Fitriani pun jadi bingung. Pernah satu malam sebelum tidur, Wiwiwek terus menerus memandangi wajah istrinya dengan pandangan kosong, namun tak juga berkata apa-apa. Sampai sehari sebelum wafat, pagi harinya Wiwiwek tiba-tiba mencium dan memeluk manja istrinya. Dia bahkan juga minta dimasakkan telur dadar bumbu bawang plus nasi putih. “Tak ada firasat sama sekali. Memang dua minggu belakangan ini saja lebih pendiam dari sebelumnya,” kata Fitriani.
Meski pendiam, namun Wiwiwek sangat berbakti pada orangtuanya. Dia selalu memprioritaskan ibunya yang tinggal bersamanya karena juga sakit. Setiap pagi, Wiwiwek selalu bertanya pada ibunya ingin sarapan apa. Setelah itu Wiwiwek akan berusaha agar bisa memenuhi keinginan sang ibu. Begitu juga dengan kedua anak gadisnya, Yustika Nur Amalia (19) yang saat ini kuliah di Polnes dan Yusnita Kus (15) yang sekolah di SMA 16. “Bapak tak pernah marah. Marahnya sambil bercanda. Makanya anak-anak sangat segan padanya,” sambung Fitriani mengusap air matanya.
Detik-detik menjelang wafatn, dada Wiwiek tiba-tiba sesak. Keluarga membawanya ke IGD. Sempat dirawat sebentar, Wiwiwek diperkenankan pulang karena sudah merasa lebih baik. Sampai di rumah, Wiwiwek duduk di kursi tamu dan memita segelas air putih. Tiba-tiba dadanya kembali sesak dan dilarikan ke RS H Darjat. Sejam kemudian, dokter tak mampu menolongnya dan Wiwiwek pun pergi untuk selamanya, tepat pukul 01.30 wita dini hari.
Sesuai kesepakatan keluarga, Wiwiwek dimakamkan di kuburan muslimin Jalan Damanhuri, Kelurahan Sungai Pinang Dalam atau sekitar 1,5 kilometer dari kediamannya, kemarin pukul 11.00 Wita. (*/aya)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2018 23:18

SDA Tak Dikelola, Bisa Jadi Bom Waktu

SAMARINDA. Meski Sumber Daya Alam (SDA) seperti minyak, gas dan batu bara masih menjadi primadona di…

Selasa, 16 Oktober 2018 23:23

Pemkot Cicil Utang ke Rumah Sakit

SAMARINDA. Utang Pemkot Samarinda terhadap sejumlah rumah sakit ternyata cukup besar. Totalnya mencapai…

Senin, 15 Oktober 2018 22:37

Dilema Tata Ruang dan Izin Tambang

SAMARINDA. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda sering jadi sasaran evaluasi Kementerian…

Senin, 15 Oktober 2018 00:34

Konser Amal dan Jalan Sehat Galang Dana Rp 117 Juta

SAMARINDA. Konser Amal dan Jalan Sehat “Bantu Palu dan Donggala” kerja sama Tim Samarinda…

Senin, 15 Oktober 2018 00:20

Lokasi Tes CPNS Belum Terverifikasi

SAMARINDA. Jelang penutupan tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) hingga kini Badan Kepegawaian Pendidikan…

Jumat, 12 Oktober 2018 23:39

Klaim Dinas PU, Jembatan Mahakam IV Sudah 80 Persen

SAMARINDA. Di tengah cibiran dari Karang Paci –sebutan DPRD Kaltim-, Pemprov Kaltim tetap optimistis…

Jumat, 12 Oktober 2018 00:59

Samarinda Komitmen, Dijawab dengan MPP

PALANGKA RAYA. Sebanyak 9 wali kota di regional Kalimantan berkumpul di Palangka Raya dalam Rapat Kerja…

Jumat, 12 Oktober 2018 00:58

Sumbang Rp 25 Juta untuk Korban Palu

SAMARINDA. Sekretaris Kota (Sekkot) Samarida, Sugeng Chairuddin memberikan apresiasi khusus kepada seluruh…

Kamis, 11 Oktober 2018 00:21

Tauladan si Penggagas Inovasi

SOSOKNYA sudah sangat familiar di jajaran Pemerintah Kota Samarinda. Dikenal luwes. Mudah bergaul. Gemar…

Selasa, 09 Oktober 2018 00:13

Perbaikan Runway Capai 98 Persen

SAMARINDA. Persiapan demi persiapan terus dilakukan Pemprov Kaltim untuk menyambut kedatangan Presiden…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .