MANAGED BY:
SENIN
11 DESEMBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

METROPOLIS

Kamis, 23 November 2017 14:26
Peluk dan Ciuman Terakhir Ternyata Isyarat

Wiwiek Rossevelt, Camat Samarinda KotaTutup Usia

H. Wiwiek Rossevelt

PROKAL.CO, Camat Samarinda Kota H Wiwiwek Rossevelt wafat di usia 49 tahun, Rabu (22/11) pukul 01.30 Wita. Pria dua anak ini dikenal sangat pendiam, baik di lingkungan kerja maupun keluarga.

Syamsumarlin, Samarinda

MATA Fitriani Salman masih berkaca-kaca. Wanita tangguh yang setia menemani Wiwiek – sapaan akrab Wiwiwek Rossevelt – sejak 31 Oktober 1995 atau 22 tahun silam, tampak sangat sedih. Dia masih mengenakan mukena putih polos saat menemui media ini, kemarin, di kediamannya, Jalan Proklamasi II, Nomor 26, Blok O, RT 57, Kelurahan Sungai Pinang Dalam.
Dengan mata yang masih sembab, Fitriani menyebut Wiwiek tak jauh berbeda antara di tempat kerja dan di rumah. Menurutnya, almarhum merupakan tipikan pria yang tak banyak bicara. Meski begitu, menurutnya, sesekali Wiwiwek juga humoris.
“Bapak sangat pendiam dan low profil, sabar dan tak suka aneh-aneh. Kalau tak ada kegiatan, dia hanya berdiam di rumah. Nonton sambil berzikir,” kata Fitriani dengan suara tercekat.
Kisah Fitriani sejurus dengan kondisi kediamannya. Dalam ruang tamu berukuran empat kali empat itu, tak ada fotonya dan keluarga terpampang. Hanya ukiran kaligrafi dibalut bingkai keemasan yang menghiasi dinding kombinasi warna hijau muda dan tua itu. Pada langit-langit rumah hanya dihiasi kipas angin gantung untuk mendinginkan suhu ruangan.
Sebenarnya Wiwiwek sangat peduli terhadap kesehatan. Dia bahkan membeli alat kesehatan untuk mengecek tekanan darahnya secara rutin. Terakhir, tekanannya normal di angka 120/78. Namun, belakangan ini dia punya penyakit asam lambung. Hal itu diketahui dari hasil pemeriksaan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Abdul Wahab Sjahranie, dua pekan lalu.
Waktu itu, kata Fitriani, dokter mendiagnosanya mengalami peningkatan asam lambung. Dokter memberinya resep obat dan membolehkannya pulang. Tapi Wiwiwek tak puas. Dia kembali memeriksa darahnya untuk memastikan penyakit apa yang sedang menyerangnya. Diagnosa dokter tetap asam lambung. Sambil tetap mengonsumsi obat, Wiwiwek kembali bekerja seperti biasa.
Namun sejak sakit itu, Wiwiwek semakin pendiam. Tatapannya sering kosong sehingga Fitriani pun jadi bingung. Pernah satu malam sebelum tidur, Wiwiwek terus menerus memandangi wajah istrinya dengan pandangan kosong, namun tak juga berkata apa-apa. Sampai sehari sebelum wafat, pagi harinya Wiwiwek tiba-tiba mencium dan memeluk manja istrinya. Dia bahkan juga minta dimasakkan telur dadar bumbu bawang plus nasi putih. “Tak ada firasat sama sekali. Memang dua minggu belakangan ini saja lebih pendiam dari sebelumnya,” kata Fitriani.
Meski pendiam, namun Wiwiwek sangat berbakti pada orangtuanya. Dia selalu memprioritaskan ibunya yang tinggal bersamanya karena juga sakit. Setiap pagi, Wiwiwek selalu bertanya pada ibunya ingin sarapan apa. Setelah itu Wiwiwek akan berusaha agar bisa memenuhi keinginan sang ibu. Begitu juga dengan kedua anak gadisnya, Yustika Nur Amalia (19) yang saat ini kuliah di Polnes dan Yusnita Kus (15) yang sekolah di SMA 16. “Bapak tak pernah marah. Marahnya sambil bercanda. Makanya anak-anak sangat segan padanya,” sambung Fitriani mengusap air matanya.
Detik-detik menjelang wafatn, dada Wiwiek tiba-tiba sesak. Keluarga membawanya ke IGD. Sempat dirawat sebentar, Wiwiwek diperkenankan pulang karena sudah merasa lebih baik. Sampai di rumah, Wiwiwek duduk di kursi tamu dan memita segelas air putih. Tiba-tiba dadanya kembali sesak dan dilarikan ke RS H Darjat. Sejam kemudian, dokter tak mampu menolongnya dan Wiwiwek pun pergi untuk selamanya, tepat pukul 01.30 wita dini hari.
Sesuai kesepakatan keluarga, Wiwiwek dimakamkan di kuburan muslimin Jalan Damanhuri, Kelurahan Sungai Pinang Dalam atau sekitar 1,5 kilometer dari kediamannya, kemarin pukul 11.00 Wita. (*/aya)


BACA JUGA

Minggu, 10 Desember 2017 21:28
Darurat Digital, Pelajar Samarinda Dimotivasi

Berburu Laba dari Dunia Maya

SAMARINDA. Perkembangan zaman menuntut setiap manusia beradaptasi dengan kondisi. Termasuk dalam dunia…

Jumat, 08 Desember 2017 15:12

Al Faruq Aspirasi Siapa?

SAMARINDA. Aksi ngotot Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak membangun masjid di Lapangan Kinibalu menuai…

Jumat, 08 Desember 2017 15:09

IMB Transmart Belum Jelas

SAMARINDA. Membangun Transmart di Jalan Bhayangkara tidak semudah membalikkan telapak tangan. Keberadaan…

Kamis, 07 Desember 2017 16:11

KERAS KEPALA..!! 14 Kitab Kuning Tak Goyangkan Awang

SAMARINDA. Apapun dalilnya, Gubernur Kaltim Awang Farok Ishak tetap betahan dengan niatannya membangun…

Kamis, 07 Desember 2017 16:04

Fachruddin Japri dan Kolega Menolak

SAMARINDA. Proyek pembangunan Masjid Al Faruq di Lapangan Kinibalu, Samarinda Ulu, juga ditolak tokoh…

Rabu, 06 Desember 2017 17:57

Hujan Merata, Banjir pun Banjir Merata

SAMARINDA. Hujan deras melanda Kota Samarinda seharian kemarin (5/12). Sejak pagi hingga menjelang sore…

Rabu, 06 Desember 2017 17:56

Rawan Tersangkut Masalah

SAMARINDA. Kegiatan fisik yang dikerjakan pemkot selepas APBD Perubahan (APBD-P) 2017 disahkan nampaknya…

Rabu, 06 Desember 2017 17:53

HADUH..!! Tol Samarinda - Balikpapan Banyak Masalah

SAMARINDA. Progres tol Samarinda-Balikpapan masih terganjal persoalan lahan. Untuk mempercepat pemerintah…

Senin, 04 Desember 2017 00:16

Cagub "Impor" Ancam Putra Daerah

SAMARINDA. Gagasan menolak calon gubernur (Cagub) dari luar Kaltim kian menguat. Andaikata hal itu terjadi,…

Senin, 04 Desember 2017 00:13

Al Faruq Dibangun Tiga Lantai

SAMARINDA. Pembangunan Masjid Al Faruq tidak akan mengadopsi desain dari luar negeri. Pengerjaan pun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .