MANAGED BY:
KAMIS
18 OKTOBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

KRIMINAL

Selasa, 21 November 2017 01:43
Polisi Mulai Mintai Keterangan Saksi

Pastikan Penyebab Tewasnya Buruh Pikul Batu Bara

Korban saat dievakuasi.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Penyelidikan mendalam terkait tewasnya Arafik, buruh "emas hitam" di kapal klotok Amin Jaya 1 ketika bersandar di dermaga penumpukan batu bara mulai dilakukan polisi. Sejumlah saksi dipanggil, mulai dari buruh pikul batu bara yang lain, nahkoda sampai dengan juragan kapal klotok yang biasa digunakan "berburu" batu bara sisa dari sejumlah ponton.

Pemeriksaan pada sejumlah saksi itu dilakukan bertahap. Polisi pertama kali memeriksa saksi-saksi yakni buruh pikul batu bara yang menemukan pemuda 28 tahun itu dalam keadaan tewas.

"Dan yang melihat serta menolong korban (Arafik, Red) ketika terjatuh di kapal saat sibuk mengangkut batu bara dari kapal ke penumpukkan," beber Kapolsekta KP Samarinda, Kompol Erick Budi Santoso melalui Kanit Reskrim, Iptu Purwo Asmadi.

Saksi-saksi memang mengetahui Arafik pada saat itu dalam keadaan kurang sehat, namun Warga Jalan Ulin Gang 2, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Sungai Kunjang itu tetap memaksa bekerja sehingga terjatuh.

"Dugaan penyebab meninggalnya korban masih sama yakni karena ketika terjatuh tulang rusuknya terbentur," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, rasa lelah ditambah kurang sehat membuat Arafik terjatuh di kapal klotok tempatnya mengais rejeki sebagai buruh pikul batu bara, Minggu (19/11) lalu.

Buruh lain yang melihat Arafik terjatuh buru-buru menolong. Mereka bertanya apakah Arafik terluka. Pertanyaan itu dijawab Arafik yang mengatakan dirinya tak apa-apa.

Arafik pun meminta izin rehat sejenak. Ia ingin mengistirahatkan tubuhnya untuk menghilangkan rasa lelah karena memang sedang tak enak badan.

Satu jam berlalu, tepatnya pukul 07.00 Wita, buruh pikul batu bara lainnya pun hendak membangunkan Arafik yang tampak tidur pulas.
Tubuh Arafik digerak-gerakan namun tak kunjung bergerak. Tubuh Arafik telah kaku. Pemuda itupun diketahui sudah tak bernyawa.(oke)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2018 23:16

Istri Dijual Rp 250 Ribu

Akibat menenggak minuman keras (miras), Ali Syauqi (21) tak bisa berpikir jernih. Antara mabuk dan tak…

Selasa, 16 Oktober 2018 23:26

Pasutri “Culik” Beras

SAMARINDA. Pasangan suami istri (Pasutri) yang membawa seorang balita laki-laki menggunakan mobil, berhenti…

Senin, 15 Oktober 2018 00:19

Maling Mendadak Mati Rasa

SAMARINDA. Hanya karena seorang wanita, Irawati selamat dari amukan warga. Ya, Irawati dipergoki warga…

Senin, 15 Oktober 2018 00:17

Dapat Rp 10 Juta, Terancam 12 Tahun

SAMARINDA. Irvan Fahrisal (19) dan Lutfi (36) bakal lama merasakan dinginnya sel tahanan. Kedua warga…

Jumat, 12 Oktober 2018 23:38

Lagi, Mafia Lapas Berulah

SAMARINDA. Mafia di lembaga pemasyarakatan (Lapas) yang berstatus nara pidana (Napi) tak kapok meski…

Jumat, 12 Oktober 2018 00:40

Penagih Utang Tersangkut Narkoba

SAMARINDA. Pihak kepolisian hingga kini masih menunggu kondisi Iswandi (45) membaik yang bonyok dihajar…

Selasa, 09 Oktober 2018 00:12

Mau Panen, Jatuh dari Kapal

TANJUNG SELOR.  Seorang pembudidaya rumput laut bernama Ahmad (49), dikabarkan hilang saat sedang…

Kamis, 04 Oktober 2018 23:44

Diversi “Mental”, Proses Hukum Berlanjut

SAMARINDA. Meski masih di bawah umur, bukan berarti ulah RS (15) bisa diselesaikan secara diversi. Kasus…

Rabu, 03 Oktober 2018 23:14

Perabotan Rumah Mewah Disita

SAMARINDA. Satu persatu isi perabotan di rumah mewah milik Rizal, warga Perumahan Villa Tamara di Jalan…

Rabu, 03 Oktober 2018 23:04

Preman Cilik Ngamuk

SAMARINDA. Umurnya baru menginjak 15 tahun. Namun nyalinya sekelas preman. Itulah RS. Bocah ingusan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .