MANAGED BY:
SENIN
11 DESEMBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Senin, 20 November 2017 01:16
Rusuk Patah, Buruh Batu Bara Tewas di Kapal
TEWAS.Jasad Arafik di Mapolsekta Kawasan Pelabuhan (KP) Samarinda sebelum dibawa ke rumah sakit untuk divisum.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Kapal klotok Amin Jaya 1 baru saja bersandar di dermaga jety penumpukan batu bara limbah ponton yang telah dibersihkan, kemarin (19/11) pukul 06.00 Wita.

Sejumlah buruh batu bara termasuk Arafik pun bersiap memindahkan "emas hitam" yang dikumpulkan itu ke penumpukan di darat dengan cara dipikul.

Meski tak terlalu jauh tempat penumpukan batu bara dari kapal bersandar, Arafik yang sejak awal merasa tak enak badan tetap bekerja memindahkan batu bara hasil "buruan" dari sejumlah ponton itu ke tempat penumpukan.

Rasa lelah ditambah tubuh kurang sehat akhirnya membuat pemuda 28 tahun itu tumbang. Warga Jalan Ulin Gang 2, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Sungai Kunjang itu terjatuh di tumpukan batu bara.

Buruh lain yang melihat Arafik terjatuh buru-buru menolong. Mereka bertanya apakah Arafik terluka. Pertanyaan itu dijawab Arafik yang mengatakan dirinya tak apa-apa.

Arafik pun meminta izin rehat sejenak. Ia ingin mengistirahatkan tubuhnya untuk menghilangkan rasa lelah karena memang sedang tak enak badan.

Arafik lantas beristirahat di klotok yang selama ini membawanya mengais rejeki dengan menjadi buruh pikul batu bara.
Satu jam beralalu, tepatnya pukul 07.00 Wita, buruh pikul batu bara lainnya pun hendak membangunkan Arafik yang tampak tidur pulas.
Tubuh Arafik digerak-gerakan namun tak kunjung bergerak. Tubuh Arafik telah kaku. Pemuda itupun diketahui sudah tak bernyawa.

Kontan seluruh awak kapal klotok heboh termasuk juragan kapal yang kemudian membiarkan jasad Arafik pada posisinya. Meninggalnya Arafik kemudian dilaporkan ke Polsekta Kawasan Pelabuhan (KP) Samarinda.
Menggunakan klotok batu bara, jasad Arafik diantar ke markas Polsekta KP. Tubuh kaku Rafik kemudian dievakuasi polisi dibantu sejumlah relawan untuk dibawa ke kamar jenazah RSUD AW Sjahranie.

Kapolsekta KP Samarinda, Kompol Erick Budi Santoso melalui Kanit Reskrim, Iptu Purwo Asmadi menerangkan, berdasarkan keterangan saksi-saksi diduga Arafik tewas karena benturan keras ketika terjatuh di kapal klotok ketika memindahkan batu bara.

"Benturan itu menyebabkan bagian rusuk belakang korban (Rafik, Red) terasa sakit, bahkan mungkin patah. Ditambah lagi kebetulan ketika itu korban sedang tak enak badan," beber Purwo.

Sebelum dibawa ke rumah sakit dan dipindahkan dari klotok, polisi telah mengidentifikasi jasad Arafik. "Secara kasat mata kami tak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Sedangkan untuk hasil visum keseluruhan kami masih menunggu dari rumah sakit," tandasnya. (oke/nha)


BACA JUGA

Minggu, 10 Desember 2017 21:15
Tujuh Bersaudara yang Mengubah Takdir Lewat Gulat

Dulu Dihina Tetangga, Kini Dipuji

Proses tak pernah membohongi hasil. Hal inilah yang dialami tujuh bersaudara yang menempuh jalan hidup…

Minggu, 10 Desember 2017 20:42

Beasiswa Macam-macam Ringankan Beban Orangtua

Kalau anak pejabat lulus di universitas luar negeri dengan hasil memuaskan mungkin hal biasa. Karena…

Sabtu, 09 Desember 2017 13:26

Terabaikan karena Perebutan Kawasan

Kaya dengan batu bara belum tentu membawa kesejahteraan. Di Kampung Berambai dengan potensi emas hitam…

Sabtu, 09 Desember 2017 13:23

Mengerikan, 6 Kasus Difteri di Kaltim

SAMARINDA. Penyakit difteri mendadak ramai diperbincangkan belakangan ini. Infeksi yang disebabkan bakteri…

Jumat, 08 Desember 2017 15:03

Satu Bangunan, Tiga Guru, Enam Kelas

Perjuangan meraih pendidikan seperti di dalam novel Laskar Pelangi terjadi di mana-mana. Tak perlu jauh…

Jumat, 08 Desember 2017 15:01

Peluru Misterius Nyaris Dikilokan

SAMARINDA. Menjelang Magrib, La Ibu bergegas menuju tempat kerjanya. Bukan kantor mewah melainkan hanya…

Jumat, 08 Desember 2017 14:59

Di Sekolah Santun, di Lapangan Jadi Jenderal

Kepergian Muhammad Toha Yasin bukan cuma kehilangan bagi keluarga dan kerabatnya. Bakatnya di lapangan…

Kamis, 07 Desember 2017 15:59

“Allahu Akbar… Allahu Akbar…”

“Allah Akbar… Allah Akbar…” Kalimat takbir saling bersahutan dikumandangkan…

Kamis, 07 Desember 2017 15:57

Kematian Kecelakaan Penuh Kejanggalan

SANGATTA. Pihak keluarga curiga dan penasaran terhadap kematian Ibrahim Sembe (38), warga Kampung Tator,…

Kamis, 07 Desember 2017 15:54

Tak Bisa Andalkan Mata, Cukup Meraba-raba

Kerja para relawan dan Tim SAR dalam setiap proses pencarian dan evakuasi korban tenggelam, memiliki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .