MANAGED BY:
KAMIS
18 OKTOBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

KRIMINAL

Sabtu, 18 November 2017 14:49
Polisi Temukan Dua Saksi Baru

Lakalantas Maut di Jalan M Yamin

DIAUTOPSI. Jasad Yabun diautopsi di RSUD AW Sjahranie setelah dinyatakan meninggal dunia akibat kecelakaan maut di Jalan M Yamin, Kamis (16/11).

PROKAL.CO, SAMARINDA. Penyelidikan atas kasus kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) yang merenggut nyawa Yabun (67) terus digeber. Jajaran anggota Unit Lakalantas Polresta Samarinda penyebab kecelakaan yang membuat pengendara motor Yamaha Mio hitam bernomor polisi KT 5623 ME tersebut meregang nyawa.

Sebagai langkah awal penyelidikan, sejumlah polantas kembali ke tempat kejadian perkara (TKP). Penyelidikan di tempat kejadian ini langsung dipimpin Kanit Lakalantas, Ipda Heru Utomo, kemarin (17/11). Selain melakukan olah TKP, kedatangan polisi ke lokasi kejadian untuk mencari saksi mata serta petunjuk lainnya.

"Ada dua saksi yang kami dapat hari ini (kemarin, Red). Mungkin besok (hari ini, Red) akan ada saksi tambahan yang diperiksa," terang Kasat Lantas Polresta Samarinda, Kompol Boney Wahyu Wicaksono, melalui Kanit Lakalantas, Ipda Heru Utomo.
Selain dua saksi itu, Yontri (23) yang tak lain adalah anak korban juga akan dimintai keterangan perihal insiden berdarah tersebut. "Karena untuk saat ini anak korban (Yontri, Red) masih berduka, jadi kami tunggu hingga semua proses duka terhadap ayahnya (Yabun, Red) selesai," ujarnya.

Terkait kecelakaan itu, sopir bus berinisial AG (27) masih diamankan di markas Lakalantas. "Imbauan kepada masyarakat jika melihat kecelakaan sebaiknya segera menolong korbannya, jangan sibuk pada videonya sehingga penanganan terhadap korban menjadi terlambat," tuturnya.

Sebelumnya, kecelakaan maut yang mengakibatkan putusnya tangan kiri Yabun terjadi di Jalan M Yamin, tepat di depan Kampus Universitas Widyagama Mahakam, Kamis (16/11) lalu pukul 11.00 Wita.

Saat kecelakaan terjadi, warga yang menyaksikan justru ramai berkumpul, bukan untuk menolong secepatnya. Beberapa di antaranya justru menjadikan Yabun bahan tontonan dengan merekam detik-detik peristiwa mengerikan itu melalui ponsel.

Yontri yang bingung harus berbuat apa, hanya bisa mendekap ayah kandungnya dengan erat. Yontri pun menangis sejadi-jadinya. Tak berapa lama kemudian, Yabun akhirnya dibawa ke RSUD AW Sjahranie untuk mendapatkan pertolongan. Namun sayang, karena luka serius yang dideritanya dan begitu banyak mengeluarkan darah, Yabun akhirnya meninggal dunia. Korban diperkirakan mengembuskan napas terakhir pukul 13.00 Wita. (oke/aya)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2018 23:16

Istri Dijual Rp 250 Ribu

Akibat menenggak minuman keras (miras), Ali Syauqi (21) tak bisa berpikir jernih. Antara mabuk dan tak…

Selasa, 16 Oktober 2018 23:26

Pasutri “Culik” Beras

SAMARINDA. Pasangan suami istri (Pasutri) yang membawa seorang balita laki-laki menggunakan mobil, berhenti…

Senin, 15 Oktober 2018 00:19

Maling Mendadak Mati Rasa

SAMARINDA. Hanya karena seorang wanita, Irawati selamat dari amukan warga. Ya, Irawati dipergoki warga…

Senin, 15 Oktober 2018 00:17

Dapat Rp 10 Juta, Terancam 12 Tahun

SAMARINDA. Irvan Fahrisal (19) dan Lutfi (36) bakal lama merasakan dinginnya sel tahanan. Kedua warga…

Jumat, 12 Oktober 2018 23:38

Lagi, Mafia Lapas Berulah

SAMARINDA. Mafia di lembaga pemasyarakatan (Lapas) yang berstatus nara pidana (Napi) tak kapok meski…

Jumat, 12 Oktober 2018 00:40

Penagih Utang Tersangkut Narkoba

SAMARINDA. Pihak kepolisian hingga kini masih menunggu kondisi Iswandi (45) membaik yang bonyok dihajar…

Selasa, 09 Oktober 2018 00:12

Mau Panen, Jatuh dari Kapal

TANJUNG SELOR.  Seorang pembudidaya rumput laut bernama Ahmad (49), dikabarkan hilang saat sedang…

Kamis, 04 Oktober 2018 23:44

Diversi “Mental”, Proses Hukum Berlanjut

SAMARINDA. Meski masih di bawah umur, bukan berarti ulah RS (15) bisa diselesaikan secara diversi. Kasus…

Rabu, 03 Oktober 2018 23:14

Perabotan Rumah Mewah Disita

SAMARINDA. Satu persatu isi perabotan di rumah mewah milik Rizal, warga Perumahan Villa Tamara di Jalan…

Rabu, 03 Oktober 2018 23:04

Preman Cilik Ngamuk

SAMARINDA. Umurnya baru menginjak 15 tahun. Namun nyalinya sekelas preman. Itulah RS. Bocah ingusan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .