MANAGED BY:
SENIN
11 DESEMBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Jumat, 17 November 2017 13:52
Kekurangan Komputer Bukan Alasan Pungutan

Hadapi UNBK, Sekolah Disarankan Pinjam

PROKAL.CO, SAMARINDA. Hampir semua sekolah setingkat SMP di Kota Tepian didera kekurangan perangkat komputer jelang Ujian Nasional Berbasis Kompotensi (UNBK) Mei 2018 mendatang. Jumlah kekurangan tidak sedikit. Bayangkan, ada sekolah yang memiliki ratusan siswa peserta UNBK. Namun komputer yang tersedia hanya puluhan unit saja.

Seperti halnya di SMPN 22 Jalan Pahlawan. Sekolah itu memiliki jumlah siswa kelas 9 sebanyak 360 siswa yang akan mengikuti UNBK. Namun komputer yang dimiliki sekolah itu hanya 32 unit. Begitu juga MTs Negeri (MTsN) Model di Jalan Harmonika, Samarinda Kota. Jumlah siswa kelas 9 di sekolah ini ada 377 siswa. Sementara komputer yang tersedia hanya 100 unit. Kondisi ini hampir sama dengan sekolah lainnya.

Hal ini juga yang belakangan memicu dugaan pungutan, seperti yang terendus di MTsN Model Samarinda. Sekolah itu nyaris menarik pungutan dari orang tua murid untuk pengadaan perangkat komputer. Namun isu tersebut dibantah pihak komite dan sekolah.
Komite mengaku tak ada pungutan. Namun hanya meminta partisipasi orangtua dalam bentuk sumbangan sukarela yang mereka beri nama infak.

Pemerhati Pendidikan Kaltim, dari Universitas Mulawarman (Unmul), Prof Susilo mengungkapkan Dinas Pendidikan Kota (Disdik) Samarinda, seharusnya sudah jauh hari menyiapkan sarana pendukung sejak diberlakukannya UNBK. Namun, jika kondisi demikian, maka segera dicarikan solusinya.

“Pengadaan komputer itu cepat saja. Tidak butuh waktu lama. Tapi kalau tidak ada anggaran, maka pinjam ke lembaga lain,” ungkapnya, kemarin (16/11).

Disdik, saran Susilo harus menjalin kerja sama dengan beberapa dinas pemerintah lainnya untuk pinjam pakai atau sewa. Dia lalu merekomendasikan beberapa lembaga negara seperti Badan Pendidikan dan Latihan (Bandiklat). Kemudian Lembaga Administrasi Negara (LAN). Lembaga itu punya banyak laboratorium komputer yang bisa dipemberdayaan oleh siswa peserta UNBK.

Cara tersebut sebenarnya menjadi solusi lama. Sebab dua tahun sebelumnya juga sekolah yang kekurangan komputer memilih opsi tersebut. Hanya saja, ada sekolah yang meminta partisipasi orangtua dengan meminjam laptop.
Padahal pelaksanaan UNBK ini sudah memasuki tahun ketiga. Artinya pemkot harusnya sudah menyiapkan sarana dan prasarana pendukung hajatan nasional ini sejak tahun pertama. Nampaknya dari tahun ke tahun, tidak ada perkembangan signifikan dari sarana pendukung UNBK ini.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Samarinda, Akhmad Hidayat mengungkapkan, 54 sekolah setingkat SMP di Kota Tepian semunya kekurangan perangkat komputer. Sementara anggaran yang tersedia baik dari BOS maupun APBD tidak mencukupi untuk kebutuhan itu. Akhmad mengaku hanya berharap dari bantuan pusat. Alokasi APBD sebesar 21 persen untuk sektor pendidikan, Akhmad menyebut pengadaan barang tidak masuk dalam item anggaran itu. “Makanya kami harap agar semua sekolah harus berinisiatif untuk mencari solusi,” tuturnya.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Laila Fatiha mengungkapkan pihaknya bukan menyepelehkan sektor pendidikan dalam urusan pengadaan barang untuk UNBK. Hanya saja saat ini pihaknya masih fokus pembangunan infrastruktur sekolah. Masih banyak sekolah belum memiliki gedung memadai sehingga perlu dilakukan perbaikan. Untuk pengadaan barang dan jasa seperti komputer, akan menyusul. Tetap disesuiakan dengan keterbatasan anggaran.

“Kita masih fokus bangun gedung sekolah. Jadi memang banyak alokasi dana larinya kesana,” tutup dia.

SEKOLAH DIINSTRUKSIKAN MEMINJAM LAPTOP

Informasi dihimpun media ini setiap sekolah sedang mencari upaya meminjam perangkat komputer ataupun lewat laptop kepada orang tua siswa atau SMK dan SMA yang kini kewenangan dibawah kendali pemprov Kaltim. SMPN 22 sudah mengumpulkan 20 unit dari orang tua siswa dari target sebanyak 60 unit. Sisanya sekolah yang beralamat di Jalan Pahlawan itu sudah “Pesan” dua ruangan lab komputer milik SMK 1 untuk digunakan pada saat UNBK nanti. Setiap ruangan ada 30 unit. Sehingga rencanannya dari 360 siswa akan dibagi 10 sift untuk satu kali ujian. “Ini lah cara kita untuk mensukseskan UNBK,” terang Kepala SMPN 22, Asmuran Rabu lalu.

Cara tersebut, kata Asmuran merupakan instruksi kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Samarinda berdasarkan Peraturan Mentri (Permen) Pendidikan. Bahwa sekolah bisa melakukan pinjaman komputer atau laptop ke orangtua siswa asal tidak keberatan.Namun sekolah juga bertanggung jawab atas barang pinjaman tersebut apabila terjadi kerusakan. "Makanya kita tambah safety sekuriti satu minggu sebelum pinjam dan pemulangan. Untuk mengamankan barang pinjaman itu,” tutup dia.

Meski sedang diterpa isu pungutan liar, Mts Negeri Model mengaku memanfaatkan komputer yang ada. Humas MTsN Model, Irma menyebut sekolahnya tidak berniat melakukan pungutan apapun. Saat ini pihaknya mengadakan simulasi pun dengan posisi komputer yang ada. “Kita memaksimalkan komputer yang sudah ada,” imbuhnya. Kendati demikian, tidak menutup kemungkinan untuk meminjam laptop dari orang tua siswa atau pihaknya lain. (zak/nha)  


BACA JUGA

Minggu, 10 Desember 2017 21:15
Tujuh Bersaudara yang Mengubah Takdir Lewat Gulat

Dulu Dihina Tetangga, Kini Dipuji

Proses tak pernah membohongi hasil. Hal inilah yang dialami tujuh bersaudara yang menempuh jalan hidup…

Minggu, 10 Desember 2017 20:42

Beasiswa Macam-macam Ringankan Beban Orangtua

Kalau anak pejabat lulus di universitas luar negeri dengan hasil memuaskan mungkin hal biasa. Karena…

Sabtu, 09 Desember 2017 13:26

Terabaikan karena Perebutan Kawasan

Kaya dengan batu bara belum tentu membawa kesejahteraan. Di Kampung Berambai dengan potensi emas hitam…

Sabtu, 09 Desember 2017 13:23

Mengerikan, 6 Kasus Difteri di Kaltim

SAMARINDA. Penyakit difteri mendadak ramai diperbincangkan belakangan ini. Infeksi yang disebabkan bakteri…

Jumat, 08 Desember 2017 15:03

Satu Bangunan, Tiga Guru, Enam Kelas

Perjuangan meraih pendidikan seperti di dalam novel Laskar Pelangi terjadi di mana-mana. Tak perlu jauh…

Jumat, 08 Desember 2017 15:01

Peluru Misterius Nyaris Dikilokan

SAMARINDA. Menjelang Magrib, La Ibu bergegas menuju tempat kerjanya. Bukan kantor mewah melainkan hanya…

Jumat, 08 Desember 2017 14:59

Di Sekolah Santun, di Lapangan Jadi Jenderal

Kepergian Muhammad Toha Yasin bukan cuma kehilangan bagi keluarga dan kerabatnya. Bakatnya di lapangan…

Kamis, 07 Desember 2017 15:59

“Allahu Akbar… Allahu Akbar…”

“Allah Akbar… Allah Akbar…” Kalimat takbir saling bersahutan dikumandangkan…

Kamis, 07 Desember 2017 15:57

Kematian Kecelakaan Penuh Kejanggalan

SANGATTA. Pihak keluarga curiga dan penasaran terhadap kematian Ibrahim Sembe (38), warga Kampung Tator,…

Kamis, 07 Desember 2017 15:54

Tak Bisa Andalkan Mata, Cukup Meraba-raba

Kerja para relawan dan Tim SAR dalam setiap proses pencarian dan evakuasi korban tenggelam, memiliki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .