MANAGED BY:
JUMAT
23 FEBRUARI
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Kamis, 16 November 2017 16:13
Pungutan Sukarela, tapi Nominal Ditentukan

Kurang Komputer, Bagaimana Sekolah Menyiasati UNBK?

KURANG KOMPUTER. Beberapa sekolah masih kekurangan komputer untuk menghadapi pelaksanaan UNBK Mei 2018.

PROKAL.CO, Dugaan pungutan liar (Pungli) kembali menyeruak di lingkungan sekolah negeri. Isu itu berhembus di MTs Negeri (MTsN) Model di Jalan Harmonika, Samarinda Kota. Meskipun belakangan dibantah pihak sekolah dan komite.

Berdasarkan penelusuran Sapos kepada beberapa orang tua murid kelas 9 di sekolah itu, kebanyakan mengakui ada rencana pungutan. Namun belum dilakukan pembayaran.
Salah satu orang tua wali murid yang ingin namanya dirahasikan, menyebut upaya pungutan tersebut awalnya diinisiasi sekolah melalui komite. Sudah dua kali dilakukan pertemuan orangtua bersama komite sekolah. Pada pertemuan itu, disampaikan bahwa MTsN baru memiliki 100 unit komputer dari kebutuhan 150 unit. Artinya masih kekurangan 50 unit. Jika diuangkan maka totalnya kurang lebih Rp 200 juta. Pengadaan komputer tersebut dimaksud untuk mensukseskan Ujian Nasional Berbasis Kompetensi (UNBK) yang digelar Mei 2018 mendatang.
“Kami diminta menyanggupi kekurangan komputer itu dengan cara mengumpulkan sejumlah uang,” ungkap dia, kemarin (15/11).
Awalnya permintaan tersebut menuai pro dan kontra. Karena sebagian orangtua tidak terima jika dibebankan ke siswa kelas 9. Ada orang tua yang menyarankan agar siswa kelas 7 dan 8 juga turut dibebakan, sehingga lebih ringan. Namun petugas enggan mengiyakan dengan alasan pengadaan komputer untuk kebutuhan siswa kelas 9.
Sumber itu menceritakan, petugas lalu mengasumsikan kekurangan uang tersebut dengan jumlah siswa. Sehingga ketemu angka sekitar Rp 700 ribu. Namun pihak komite sekolah tak ingin mematok harga. Hanya belakangan, petugas menyebut jika ada orangtua yang tak menyanggupi maka bisa dibawah dari angka tersebut. Bisa juga sebaliknya. Atau menyetor di atas Rp 700 ribu “Asal ikhlas,” begitu kata sumber Sapos, meniru ucapan petugas. Hingga akhir pertemuan tak ada kesepakatan. Masih pro dan kontra.
Pertemuan selanjutnya digelar Sabtu 11 November lalu. Dalam pertemuan tersebut juga belum ditemukan kata sepakat. Mengingat belum ada persetujuan angka, ditambah orangtua yang hadir masih setengah. “Tapi saat itu petugas langsung menyimpulkan, ya sudah disetujui saja,” ungkapnya meniru kata petugas komite sekolah.
Setelah pertemuan itu, komite sekolah lalu menindaklanjuti dengan surat pemberitahuan kepada orang tua bagi seluruh orang tua siswa di kelas 9. Isinya, menyampaikan kebutuhan sekolah komputer untuk kepentingan pelaksanan UNBK. Lalu meminta sejumlah uang namun secara ikhlas.
Humas MTsN Model, Irma membantah sekolah melakukan pungutan. Dia menyebut pihaknya hanya menyampaikan kondisi sekolah jelang UNBK kepada komite. Selanjutnya komite yang menginiasi pertemuan tersebut bersama orang tua siswa.  
“Kita hanya berkoordinasi dengan komite bahwa kondisinya seperti ini. Kita sampaikan ke komite bahwa untuk mensukseskan UNBK maka kita berencana melakukan pinjaman komputer. Tapi komite berinisiasi untuk mengadakan pertemuan tersebut meminta dana secara ikhlas dari orang tua. Lalu keluarnya surat seperti ini. Adapun langkah komite seperti apa, kami belum tahu,” terang wanita berhijab ini.   
Irma lalu menegaskan sekolah tidak berniat melakukan pungutan apapun. Saat ini pihaknya mengadakan simulasi pun dengan posisi komputer yang ada. “Kita memaksimalkan komputer yang sudah ada,” imbuhnya.
Irma tampak terburu-buru ingin menyudahi wawancara dengan para pewarta dengan alasan ada jam pelajaran yang harus dia isi. "Mohon maaf sebelumnya karena ini wilayah komite. Untuk mendapat informasi yang lebih lanjut silahkan hubungi komite," ungkapnya menyudahi wawancara.
Ketua panitia UNBK kelas 9 MTsN Model, Srie Sis Sugianto yang disebut saat memimpin rapat tersebut membantah mematok angka sebesar Rp 700 ribu. Dia mengaku memberikan keleluasaan saat pertemuan berlangsung. Semua orangtua yang hadir menyikapi dalam bentuk sumbangan itupun harus ikhlas dan sukarela.
Menurutnya, dalam pertemuan tersebut dilemparkan beberapa opsi. Di antaranya sumbangan untuk pengadaan komputer atau melakukan pinjaman dalam bentuk barang, baik komputer ataupun laptop kepada orang tua untuk digunakan sementara saat UNBK berlangsung.
Namun pertimbangan spek, standar nasional, dan kendala teknis lainnya, maka pihaknya menyimpulkan untuk memilih opsi sumbangan dalam bentuk uang. Sehingga bisa digunakan untuk pengadaan agar sesuai spek dan standar nasional.
Dari pertemuan itu kami tindaklanjuti dengan bersurat ke orangtua wali. Redaksi suratnya tidak ada pungutan. Yang ada hanya infak.
Jika cara tersebut pun tidak maksimal untuk memenuhi kebutuhan sekolah, maka komite, orangtua siswa dan sekolah akan memikirkan kembali dan mencari solusi. “Yang jelas tidak ada patokan harga. Dalam surat itu bahasanya infak,” tutup dia.  
SMPN 22 JUGA KEKURANGAN KOMPUTER
Kekurangan komputer untuk UNBK tidak hanya terjadi di MTsN Model tapi hampir terjadi disemua sekolah setingkat di SMP di Kota Tepian. Salah satunya SMPN 22 yang beralamat di Jalan Pahlawan. Lantas bagaimana cara mengatasi?
Kepala SMPN 22, Asmuran mengungkapkan saat ini sekolah tersebut memiliki jumlah siswa kelas 9 sebanyak 360 siswa yang akan mengikuti UNBK tahun depan. Sayangnya komputer yang tersedia di sekolah itu hanya 32 unit.  
Untuk mensukseskan ujian akhir nasional itu, Asmuran mengaku akan meminjam baik laptop maupun komputer kepada orangtua siswa. Selain itu pihaknya juga mengupayakan untuk meminjam menggunakan perangkat komputer milik SMA atau SMK terdekat. Saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan SMKN 1 untuk menggunakan dua ruangan komputer milik sekolah itu. Begitu juga dengan meminjam laptop ke orangtua siswa sebanyak 60 unit. Saat ini Asmuran mengaku sudah mendapat 20 unit. “Jadi kami pinjam barang, bukan uang,” tegasnya.
Cara tersebut, kata Asmuran merupakan instruksi kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Samarinda berdasarkan Peraturan Mentri (Permen) Pendidikan. Bahwa sekolah bisa melakukan pinjaman komputer atau laptop ke orangtua siswa asal tidak keberatan.Namun sekolah juga bertanggung jawab atas barang pinjaman tersebut apabila terjadi kerusakan.
"Makanya kita tambah safety sekuriti satu minggu sebelum pinjam dan pemulangan. Untuk mengamankan barang pinjaman itu,” tutup dia. (zak/nha)


loading...

BACA JUGA

Kamis, 22 Februari 2018 21:18

Cerianya Bunda Rita di Sidang Perdana

JAKARTA. Dugaan suap dan gratifikasi yang menyeret Bupati (nonaktif) Kutai Kartanegara (Kukar) Rita…

Selasa, 20 Februari 2018 17:02

Terus Mengancam, Difteri Masih KLB

SAMARINDA. Status kejadian luar biasa (KLB) difteri di Kota Tepian belum dicabut. Pasalnya, pekan lalu…

Senin, 19 Februari 2018 20:49
Rebutan Cewek, Kelompok Geng Serang Remaja

Bos Geng Tuyul Hitam Bersaudara Ditangkap

SAMARINDA. Di balik tubuh yang kurus, remaja 17 tahun berinisial IB, adalah seorang bos salah satu geng.…

Minggu, 18 Februari 2018 15:46

Bunuh Orangutan karena Sengketa Lahan

SANGATTA. Terungkap sudah kasus tewasnya orangutan dengan ratusan peluru bersarang di badan.  Setelah…

Sabtu, 17 Februari 2018 20:53

IGD RSUD AWS Retak

SAMARINDA. Puluhan pasien yang tengah dirawat di RSUD AW Syahranie mendadak diliputi rasa kalut. Satu…

Jumat, 16 Februari 2018 19:50

Buah Simalakama Jamaah Abu Tours

SAMARINDA. Masyarakat diimbau tidak tergiur dengan agen travel yang menawarkan perjalanan umrah dengan…

Kamis, 15 Februari 2018 16:34

Cuaca Ekstrem Tak Turunkan Target

SAMARINDA. Alam masih belum bersahabat demi percepatan pembangunan runway Bandara Samarinda Baru (BSB).…

Rabu, 14 Februari 2018 21:55

Pilih Jadi Omongan atau Mendekati Zina?

Valentine’s day, perayaan yang selalu mengundang kontroversi setiap tahunnya. Kontroversinya melampaui…

Sabtu, 10 Februari 2018 14:38

Duet Polisi Palsu Gasak Tujuh Motor

SAMARINDA. Memeras dengan mengaku-ngaku sebagai polisi, bukan satu-satunya kejahatan yang dilakukan…

Jumat, 09 Februari 2018 10:06

Banting Setir, Moncong Menghadap Langit

SAMARINDA. Truk kontainer bermuatan air mineral dengan nomor polisi L 9022 WF milik PT Bintang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .