MANAGED BY:
JUMAT
24 NOVEMBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

METROPOLIS

Minggu, 12 November 2017 21:00
Antisipasi Tumbang, Ada Wacana Upah Khusus Pelaku UMKM

Disnaker Rencana Godok Upah Khusus

UMKM masih menjadi andalan perekonomian Samarinda. Namun dengan UMK di atas Rp 2 juta, UMKM tak bisa bertahan.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Upah minimum kota (UMK) Samarinda 2018 sudah ditetapkan dengan angka Rp 2.654.894,55. Ada peningkatan Rp 212.714,55 dari UMK tahun ini sebesar Rp Rp 2.442.180.

Kendati demikian, besaran UMK tersebut bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dinilai terlalu berat. Apalagi di tengah kondisi ekonomi yang kurang baik. Demikian disampaikan, Kepala Disnaker Samarinda, Erham Yusuf, kemarin (10/11).

Atas dasar itu, Erham berencana mengusulkan perencanaan untuk membahas upah khusus bagi pelaku UMKM. Upah khusus yang dimaksud adalah menentukan besaran upah yang lebih rendah dari UKM.

”Yang jelas untuk pelaku UMKM upahnya tidak dengan sesuai UMK, tapi punya standar sendiri. Entah itu lewat Perwali atau lainnya, sedang kita konsepkan,” terangnya. Tujuannya, agar menyelematkan UMKM yang kini sedang berkembang, agar terus eksis.

Mengingat Kota Tepian menjadi salah satu kota dengan pertumbuhan UMKM terpesat di Kaltim. Dengan demikian perlu ada perlakukan khusus untuk menjaga agar mereka tetap hidup. “Kita ada rencana soal upah khusus UMKM. Sehingga mereka tetap hidup,” tutur dia.
Menurut Erham, UMKM tentu memiliki keterbatasan modal untuk mengembangkan usahanya. Apalagi dengan memberi upah tenaga kerja sesuai standar UMK. Kondisi ini tentu memberatkan. Karena itu, perlu ada jalan tengah.  Permodalan, lanjut Erham merupakan faktor utama yang diperlukan untuk mengembangkan suatu unit usaha kecil.

Kurangnya permodalan UMKM, dikarenakan pada umumnya usaha mikro kecil dan menengah merupakan usaha perorangan. “Kami masih pikirkan konsepnya seperti apa. Yang pasti rencana ini juga butuh pertimbangan dari pihak terkait baik pengusaha, serikat pekerja, pemerintah dan lainnya. Karena di beberapa daerah sudah memberlakukan ini, salah satunya Makassar,” terang Erham.  

Sesuai UU Ketenagakerjaan ketentuan UMK berlaku untuk semua perusahaan termasuk perusahaan berbentuk CV dan memiliki karyawan kurang dari 10 orang. Akan tetapi, jika pengusaha tidak mampu membayar upah minimum, maka pengusaha dapat mengajukan penangguhan pelaksanaan upah minimum.

Itu tertera pada pasal 90 ayat 2 menyebut penangguhan pelaksanaan upah minimum bagi perusahaan yang tidak mampu dimaksudkan untuk membebaskan perusahaan yang bersangkutan melaksanakan upah minimum yang berlaku dalam kurun waktu tertentu.
Namun apabila penangguhan tersebut berakhir, maka perusahaan yang bersangkutan wajib melaksanakan upah minimum yang berlaku pada saat itu, tetapi tidak wajib membayar pemenuhan ketentuan upah minimum yang berlaku pada waktu diberikan penangguhan.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Samarinda, Novel Chaniago, mengapresiasi langkah tersebut. Sebab kemampuan UMKM jika dipaksakan menggunakan satndar UMK maka tentu berpengaruhi terhadap keterbatasan modal.  “Harusnya begitu agar UMKM tetap bertahan,” kata Novel. (zak/ama)  



BACA JUGA

Kamis, 23 November 2017 14:30

Tahrir: Pemkot Tak Kerja

SAMARINDA. APBD 2018 masih dalam pembahasan. Pemkot Samarinda mengeluarkan wacana jika duit untuk belanja…

Kamis, 23 November 2017 14:28

Terancam Tak Capai Target

SAMARINDA. Cobaan untuk Bandara Samarinda Baru (BSB) belum usai. Setelah menghadapi gugatan dari tujuh…

Kamis, 23 November 2017 14:26

Peluk dan Ciuman Terakhir Ternyata Isyarat

Camat Samarinda Kota H Wiwiwek Rossevelt wafat di usia 49 tahun, Rabu (22/11) pukul 01.30 Wita. Pria…

Rabu, 22 November 2017 16:23

Pemkot Kurang Lobi Pusat

SAMARINDA. Puluhan proyek mangkrak milik Pemkot Samarinda tahun depan dipastikan kembali molor. Sebab…

Rabu, 22 November 2017 16:22

Bantu Bangun Palaran dan Sambutan

SAMARINDA. Wacana soal pengembangan Kota Tepian sudah disiapkan, seperti dengan menetapkan fungsi pada…

Rabu, 22 November 2017 16:20

ASTAGA..!! Lagi-Lagi Lahan BSB Disoal

SAMARINDA. Ada-ada saja persoalan yang menghinggapi Bandara Samarinda Baru (BSB) di Sungai Siring, Samarinda…

Selasa, 21 November 2017 01:47

Kontrak Dua Mega Proyek Dievaluasi

SAMARINDA. Dua proyek Multi Years Contract (MYC) Pemprov Kaltim di Samarinda mendapat perhatian DPRD…

Selasa, 21 November 2017 01:47

Buah dari Pemimpin yang Perhatikan Rakyat

Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang menerima penghargaan Parasamya Purnakarya Nugraha dari Presiden RI…

Senin, 20 November 2017 00:32

Upah Minim, Tanpa BPJS

SAMARINDA. Nasib buruh di Kaltim belum sepenuhnya sejahtera. Hal demikian disorot Serikat Buruh Seluruh…

Senin, 20 November 2017 00:31

Gubernur Beri Selamat, Sarosa Sebut Prestasi Sulit

Tepat di Hari Pahlawan 10 November lalu, Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang menerima penghargaan Parasamya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .