MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Sabtu, 11 November 2017 13:26
Menanti Gelar Pahlawan untuk Putra Terbaik Kaltim
Perjuangan Tidak Kalah Heroik, tapi Kurang Data Autentik

PROKAL.CO, Rakyat patut bertanya, mengapa belum ada pejuang asal Kaltim yang diangkat menjadi pahlawan nasional? Padahal perjuangan para pejuang-pejuang kelahiran Bumi Eta mini tak kalah heroik dalam mengusir penjajah. Siapa yang salah?

ZAKARIAS DEMON DATON, SAMARINDA

KALAU ditanya siapa pejuang dari Kaltim, semua pasti bisa menjawab. Awang Long dan Muso Salim adalah dua nama paling populer yang ikut berperang mengusir penjajah di Bumi Etam.

Tapi kalau ditanya siapa pahlawan nasional dari Kaltim. Hmmm… pertanyaan ini membuat miris untuk dijawab. Apakah kedua putra terbaik Kaltim di atas tak pantas diangkat sebagai pahlawan nasional? Dari ceritanya yang cukup heroik seharusnya bisa menjadi pertimbangan. Seperti cerita Muso Salim saat memimpin pasukan saat perang gerilya di hutan Kalimantan 1947 silam (baca Samarinda Pos edisi: 10 November 2017).

Warga Kaltim patut miris sekaligus bertanya-tanya. Karena sebenarnya lima tokoh pejuang dari tanah Bornea sudah diangkat menjadi pahlawan nasional. Sayangnya, dari kelima pejuang itu, tak ada satu pun dari Bumi Etam. Tiga dari Kalimatan Selatan (Kalsel), yakni Pengeran Antasari, Hasan Basri, dan Idham Chalid. Dari Kalimatan Barat (Kalbar) diwakili Abdul Kadir. Sedangkan dari dari Kalimantan Tengah (Kalten) adalah Tjilik Riwut. Mungkin Kalimantan Utara (Kaltara), karena memang provinsi paling bungsu di Indonesia yang terbentuk kurang dari 10 tahun.

Antasari menjadi pejuang pertama dari Kalimantan yang ditetapkan mejadi pahlawan nasional pada 1968. Kemudian disusul Tjilik Riwut pada 1998. Setahun kemudian, 1999 pemerintah menetapkan Abdul Kadir. Dan 2001 ditetapkan Hasan Basri, terakhir 2011 ditetapkan Idam Chalid.  Kelima pejuang ini mengharumkan nama Borneo di kancah nasional.

Kaltim tentu punya pekerjaan rumah untuk meloloskan puluhan pejuangnya menjadi pahlawan nasional. Sebab para pejuang dari Kaltim juga memiliki andil besar dalam mengusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan RI.

Sebut saja Muso Bin Salim atau dikenal Muso Salim. Pria kelahiran Muara Kaman, Kukar ini, jasanya cukup besar dalam mengusir penjajah di Bumi Etam. Perjuangannya di tahun 1947 ketika agresi militer Belanda I terjadi, begitu membekas di Kaltim. Wajar jika akhirnya pemerintah memberikan penghargaan kepadanya. Salah satunya menyematkan sebagai salah satu nama jalan di Samarinda.

Selain Muso Salim, ada Awang Long. Dia panglima perang kesultanan Kutai Kartanegara yang dengan heroik bertempur, mengusir dua kapal perang Inggris yang lancang melanggar regulasi Sultan di perairan Mahakam Februari 1844 dengan pemimpinnya James Erskine Murray.

Tak hanya itu, ada Adji Muhammad Idris. Sultan yang pernah menduduki tahta Kerajaan Kutai pada 1732 hingga 1739 ini, pernah bersama 200 pengikutinya berangkat ke Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk membantu Sultan Wajo, Lamaddukelleng berperang melawan Belanda (VOC). Mereka menyerang benteng milik Belanda di Makassar yakni Fort Rotterdam. Namun karena kalah persenjataan pasukan sultan dipukul mundur. Sultan Adji Muhammad Idris dinyatakan gugur di medan perang pada 1739.

Selain itu ada sosok Aminah Syukur. Dia adalah pahlawan di bidang pendidikan di Kota Tepian. Namanya dikenal sebagai pejuang di awal masa kemerdekaan. Sekitar 1950-an silam dia mendidiran Meisje School yang kemudian menjadi Sekolah Kepandaian Putri (SKP) di Yacob Steg di Jalan Mutiara. Sekolah yang dirintisnya 1928 itu diambil alih Kolonial Belanda (1928) yang mengubahnya menjadi Hollandsch Inlandsche School (Sekolah Ningrat Pribumi).  

Kaltim tentu punya puluhan nama pejuang lainnya yang jejak penelusurannya mungkin menyulitkan karena ratusan tahun silam. Sayangnya dari berbagai nama di atas tak satupun yang belum diakui sebagai pahlawan nasional.

Kabid Pemberdayaan Sosial, Dinas Sosial Kaltim, Ayi Hikmat menyebut belum diakuinya nama pahlawan dari Kaltim karena sebagian besar terkendala kelengkapan data pendukung. Data-data itu sebagai bukti autentik yang kurang mendukung. Buku-buku maupun literatur sejarah serta peninggalan masih sulit didapatkan. Ini menyulitkan tim verifikasi pusat untuk meloloskan nama pejuang dari Kaltim.

“Kalau pun ada hanya cerita dari mulut ke mulut atau mitologi,” ungkap Ayi, (10/11). Kendati demikian, Ayi mengaku pihaknya terus berupaya agar usulan nama pejuang dari Kaltim bisa masuk. Salah satunya dengan memaksimalkan kerja Tim Peneliti Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) sesuai amanat UU nomor 20 tahun 2009 tentang gelar tanda jasa dan tanda kehormatan.

Ayi mengaku sudah meminta masing-masing kabupaten/kota untuk membantuk  Tim Pengkaji dan Penilai Gelar Daerah (TP2GP) di daerah masing-masing. Tim ini bertugas mengumpulkan bukti-bukti autentik, membuat kajian, mencari fakta dan memberikan rekomendasi kelayakan seseorang yang diusulkan sebagai pahlawan kepada kepala daerah dari kabupaten/kota dan terkait.

Selanjutnya lalu diserahkan kepada Dinsos Kaltim untuk diteruskan kepada Kementrian Sosial (Kemensos).
“Mudahan 2018 nanti kita bisa mengusulkan Awang Long dan Raja Alam dari Berau. Ataupun beberapa nama lainnya. Tentu harus memiliki bukti autentik yang bisa ditemukan oleh TP2GD,” terang dia.

Hingga Oktober tahun ini, total ada 9 calon pahlawan nasional yang diusulkan masuk ke Kemensos. Sesuai Pasal 30 ayat 1 UU Nomor 20 tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, usul tersebut selanjutnya ditujukan kepada Presiden melalui Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan adalah dewan yang bertugas memberikan pertimbangan kepada Presiden dalam pemberian gelar, tanda jasa, dan tanda kehormatan.

Sebagai diatur dalam, pasal 25 dan 26 untuk memperoleh gelar pahlawan nasional, harus memenuhi syarat umum dan syarat khusus. Syarat umum diantaranya WNI, memiliki integritas moral dan keteladanan, berjasa terhadap bangsa dan negara, setia dan tidak mengkhianati bangsa dan negara. Kemudian syarat khusus (Pasal 26) untuk gelar pahlawan nasional yang diberikan kepada mereka yang pernah memimpin dan melakukan perjuangan bersenjata atau perjuangan politik atau perjuangan dalam bidang lain untuk mencapai, merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa; tidak pernah menyerah pada musuh dalam perjuangan; melakukan pengabdian dan perjuangan yang berlangsung hampir sepanjang hidupnya dan melebihi tugas yang diembannya; pernah melahirkan gagasan atau pemikiran besar yang dapat menunjang pembangunan bangsa dan negara; pernah menghasilkan karya besar yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat luas atau meningkatkan harkat dan martabat bangsa; memiliki konsistensi jiwa dan semangat kebangsaan yang tinggi; dan/atau melakukan perjuangan yang mempunyai jangkauan luas dan berdampak nasional.

Hingga kini pemerintah telah menganugerahkan 169 gelar pahlawan nasional bagi mereka yang dianggap telah berjuang dan berjasa kepada bangsa dan negara.  Khusus tahun ini, Presiden Jokowi mengangkat 4 nama menjadi pahlawan nasional. Yakni, Lafran Pane (Yogyakarta), TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid (NTB), Laksamana Malahayati (Aceh), dan Sultan Mahmud Riayat Syah (Riau). (zak/nha)








loading...

BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 21:54

WARGA KESAL..!! Dua Pemuda Curi Beras, Motornya Dibakar

SAMARINDA. Seperti malam biasanya, Suwito (47) bertugas menjaga gedung SMPN 13 di Jalan Sukorejo, RT…

Sabtu, 15 September 2018 22:47

Kompor Meleduk, Warga Berhamburan

SAMARINDA. Suara sirine meraung-raung di seputaran Jalan Perum Idaman, Pelita 7, Kelurahan Sambutan,…

Jumat, 14 September 2018 23:30
La Bario, Lurah Berprestasi Tersangka Penyerobotan Lahan di Mata Atasan

Diduga Miliki KTP Palsu, Bangun Posyandu Tanpa Dana Pemerintah

Nama mantan Lurah Gunung Lingai, Saripudin La Bario mendadak viral. Ia ditangkap dengan status tersangka…

Jumat, 14 September 2018 23:27

Kebakaran Lahan, 2 Hari Api Tak Padam

SAMARINDA. Setidaknya 13 hektare lahan di Kelurahan Pulau Atas, Kecamatan Sambutan habis terbakar. Selain…

Jumat, 14 September 2018 23:26

Sopir Taksi Gelap Tabrak Tentara dan Polisi

SAMARINDA. Kamis kemarin (13/9) menjadi hari yang tak akan dilupa Zakaria (21). Ketika bermaksud pulang…

Selasa, 11 September 2018 21:39

Minta Maaf, Dihajar sampai Sekarat

SAMARINDA. Rudi menjadi orang yang paling dicari oleh warga Jalan Pesut, Gang 6, RT 16, Kelurahan Sungai…

Selasa, 11 September 2018 21:38

Nasib Masjid Itu di Tangan Wali Kota Samarinda

SAMARINDA. Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sepakat meminta Wali Kota Samarinda Syaharie…

Sabtu, 08 September 2018 20:46

Duar!!! Tewas Terbakar sampai Gosong

SAMARINDA. Arus lalu lintas di depan SPBU Jalan Slamet Riyadi tiba-tiba macet, Jumat (7/9) kemarin.…

Jumat, 07 September 2018 22:32

Wakil Ketua DPRD Kaltim Kecelakaan

SAMARINDA. Wakil Ketua DPRD Kaltim Samsun nyaris celaka. Mobil yang dikendarainya mengalami kecelakaan…

Jumat, 07 September 2018 22:29

Masuk Jurang, Anak-Istri Terluka

SAMARINDA. Niat Taufik Hidayat (29) untuk menjemput neneknya di Muara Badak, Kukar, gagal total. Mobil…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .