MANAGED BY:
JUMAT
24 NOVEMBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

SAMARINDA

Jumat, 10 November 2017 15:18
APPSI Palaran Bantah Memeras
KOMPENSASI. Ketua APPSI Palaran Lukman Abdullah bantah memeras kontraktor, permintaan dana Rp 112 juta, sebagai kompensasi penggusuran lapak dan ruko, yang terdampak proyek drainase di Jalan Melanti, Kelurahan Rawa Makmur.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Asosiasi pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Palaran membantah disebut memeras kontraktor. APPSI beranggapan hanya meminta kompensasi imbas penggusuran lapak yang terkena proyek drainase di Jalan Melanti, Kelurahan Rawa Makmur, beberapa waktu lalu.
Hal itu ditegaskan Ketua APPSI Palaran Lukman Abdullah.  "Tidak benar, kami cuma minta kompensasi untuk 13 pedagang," katanya belum lama ini.
Lukman mengatakan, semula pedagang keberatan dengan penggusuran dengan alasan hendak membangun parit. Pedagang pun menyempatkan, mendatangi Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang untuk mengadukan hal ini.
"Diperintahkan Pak camat, Dinas PU untuk temui warga oleh beliau. Betul datang, tapi cuma lihat-lihat, tidak ada juga mengobrol dengan warga," tukas Lukman.
Saat ini pedagang pun pasrah lapak berjualan mereka harus tergusur. "Karena kami dianggap halangi proyek pemerintah," selorohnya. Padahal warga hanya meminta ganti rugi Rp 112 juta. Dana itu digunakan untuk mengganti satu ruko dan 13 lapak.
Yang membuat mahal adalah biaya ganti rugi rumah toko bahan beton. Beruntungnya tidak ada intimidasi kepadanya. "Enggak ada ancaman," pungkasnya.
Terpisah, Direktur Kelompok Kerja (Pokja) 30 Carolus Tuah ikut menyorot polemik tersebut. Ada beberapa hal yang janggal katanya, seperti tidak ada plang proyek. Proyek resmi pemerintah lanjutnya selalu terpasang plang.
Kedua, kritik terhadap bawahan Jaang. "Pemkot harusnya memeriksa kontraktor bersangkutan. Dalam hal ini, dimana peran pengawasan DPRD," tegas Tuah.
Dia juga menyindir kinerja aparatur pemkot yang melalaikan perintah wali kota. "Instruksi wali kota jelas, datang dan bicara dengan warga. Bukan datang, melihat-lihat baru pergi," kata Tuah. (cyn/ama)



BACA JUGA

Kamis, 23 November 2017 14:34

Jalan dan Drainase Diperbaiki

SAMARINDA. Jelang akhir tahun, Pemkot Samarinda melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) kian…

Kamis, 23 November 2017 14:32

Kasur di Gorong-gorong, Sampah Menumpuk

SAMARINDA. Sejak pagi kemarin, tim Hantu Banyu berjumlah 32 orang bercebur di parit dan gorong-gorong…

Rabu, 22 November 2017 16:28

Cuaca Ekstrem, Pohon Timpa Rumah Warga

SAMARINDA. Dalam tiga hari terakhir, cuaca ektrim menerpa sejumlah kawasan di Kota Samarinda. Hujan…

Rabu, 22 November 2017 16:26

Banjir Pergudangan Wajib Ditangani

SAMARINDA. Permasalahan banjir di kawasan pergudangan Jalan Ir Sutami masih saja belum tertuntaskan.…

Selasa, 21 November 2017 01:51

Musim Hujan, Warga Dekat Lubang Galian Tambang Was-was

SAMARINDA. Hujan beberapa hari terakhir jadi perhatian penduduk di RT 23 dan RT 24, Kelurahan Harapan…

Selasa, 21 November 2017 01:50

Idealnya Tuntas Lebih Cepat

SAMARINDA. Pembebasan lahan sering kali jadi hambatan Pemkot Samarinda untuk menjalankan program pembangunan.…

Selasa, 21 November 2017 01:50

Daftar Tunggu SR Tembus 700 Pemohon

SAMARINDA. Rencana PDAM Tirta Kencana Samarinda memaksimalkan layanan di kawasan pinggiran, disambut…

Senin, 20 November 2017 00:41

Jalan Rusak, Perumahan Disebut Jadi Biang

SAMARINDA. Jalan poros Kelurahan Lempake, Samarinda Utara dikeluhkan warga. Pasalnya saat hujan datang…

Senin, 20 November 2017 00:39

TLG Dirusak, Disperkim Geram

SAMARINDA. Kondisi Taman Lampion Garden (TLG) di Jalan RE Martadinata, Kelurahan Teluk Lerong Ilir (TLI)…

Senin, 20 November 2017 00:36

Cuaca Ekstrem, Waspada Bencana Alam

SAMARINDA. Beberapa hari terakhir cuaca di Kota Tepian kurang bersahabat. Perubahan cuaca ekstrem membuat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .