MANAGED BY:
RABU
21 FEBRUARI
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Jumat, 03 November 2017 01:44
YA TUHAN..!! Puluhan Beruang Madu Dibantai untuk Jadi Kosmetik

Permintaan Tinggi, Vietnam Berani Bayar Mahal

Dalam rilisnya, penyidik sudah menetapkan S (27) warga Loa Janan Ilir, sebagai tersangka pembunuh dan penyelundup satwa Beruang Madu. Tersangka saat ini ditempatkan di sel tahanan Polresta Samarinda.

PROKAL.CO, Semakin langka seekor satwa, semakin mahal pula nilai jualnya. Demi memuaskan nafsu serakah, para pemburu tak peduli jika beruang madu berujung punah.

Pembantaian besar-besaran terhadap beruang madu kembali terjadi di Benua Etam. Aksi keji itu terungkap dalam operasi yang digelar aparat dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur dan Balai Gakkum LHK Wilayah Kalimantan, Seksi Gakum Wilayah II Samarinda dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.  Tim gabungan itu menggagalkan penyelundupan ribuan tulang dan kuku Beruang Madu tujuan Vietnam melalui Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan.

Terungkapnya kejahatan satwa liar itu dilakukan Rabu (25/10) silam, sekitar pukul 17.05 Wita. Namun aparat baru membuka ke publik kemarin (2/11).  Dalam rilisnya, penyidik sudah menetapkan S (27) warga Loa Janan Ilir, sebagai tersangka pembunuh dan penyelundup satwa Beruang Madu. Tersangka saat ini ditempatkan di sel tahanan Polresta Samarinda.

Perjalanan panjang pengungkapan kasus ini berawal dari informasi yang diterima pada 14 Juli silam. Bea Cukai, Balikpapan mengamankan satu paket kardus berisi bagian tulang satwa langka di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Balikpapan.

Paket dikirim melalui kantor Pos Tenggarong dengan mencantumkan nama pengirim palsu. Bea Cukai langsung melakukan pengembangan dengan mengembalikan paket tersebut ke kantor pos. Selanjutnya petugas berhasil mengantongi identitas pemilik paket. Petugas langsung mengamankan pelaku.

"Hasil sementara penyidikan, ada tujuan khusus ke Vietnam, karena dihargai sangat mahal untuk bahan kosmetik. Dan memang, punya pelanggan tetap di Vietnam," kata Kepala Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Kalimantan, Subhan, dalam keterangan resmi di kantor BKSDA Kalimantan Timur, Jalan Teuku Umar, Samarinda, Kamis (2/11).

Usai mengamankan pelaku, petugas melakukan identifikasi pada paket yang sudah dikemas dengan rapi tersebut. Hasilnya, terdapat 55 ekor beruang madu yang telah dibunuh oleh tersangka. Kesimpulan itu didasari dengan bagian tulang yang telah diamankan. Di antaranya 2 tengkorak, 2 tulang lebar, 17 tulang lengan/paha, 41 tulang paha kecil, 148 tulang kecil, 60 ruas tulang punggung, 184 kuku beruang madu besar, 808 kuku beruang madu kecil, 95 kuku beruang berbulu, 67 gigi taring, 24 empedu. Kasus penyeludupan organ beruang madu merupakan kali pertama yang ditangani BKSDA. Sebelumnya BKSDA beberapa kali menangani kasus penyelundupan gading gajah.

"Terkait kasus satwa liar, jadi perhatian khusus. Sekarang memang masih 1 tersangka. Tapi proses penyelidikan masih berjalan. S bakal Dijerat dengan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya. Memang, sanksi penjara 5 tahun dan denda Rp 100 juta ringan, berdasarkan produk Undang-undang tahun 90, tapi undang-undang itu sedang direvisi," ujar Subhan.

Namun sayang, sejauh ini, BKSDA belum mengantongi informasi dan data terkini populasi Beruang Madu yang masuk dalam kategori satwa langka. Sebaran populasi beruang madu ada di Kaltim dan Kaltara. Di antaranya di Sungai Wain di Balikpapan, di Kabupaten Paser di Kaltim. Juga ada populasi Beruang Madu di hutan jantung Borneo, di Kalimantan Utara seperti di Kayan Mentarang di Malinau, juga di Taman Nasional Kutai di Kutai Timur.

"Edukasi, dan sosialisasi perlindungan satwa ke tengah masyarakat terus kami gencarkan. Terlebih lagi dengan adanya kasus ini. Tentu, diharap ada bantuan masyarakat, termasuk NGO yang membidangi satwa Beruang Madu ini," tutup Subhan. (kis/beb)


BACA JUGA

Selasa, 20 Februari 2018 17:02

Terus Mengancam, Difteri Masih KLB

SAMARINDA. Status kejadian luar biasa (KLB) difteri di Kota Tepian belum dicabut. Pasalnya, pekan lalu…

Senin, 19 Februari 2018 20:49
Rebutan Cewek, Kelompok Geng Serang Remaja

Bos Geng Tuyul Hitam Bersaudara Ditangkap

SAMARINDA. Di balik tubuh yang kurus, remaja 17 tahun berinisial IB, adalah seorang bos salah satu geng.…

Minggu, 18 Februari 2018 15:46

Bunuh Orangutan karena Sengketa Lahan

SANGATTA. Terungkap sudah kasus tewasnya orangutan dengan ratusan peluru bersarang di badan.  Setelah…

Sabtu, 17 Februari 2018 20:53

IGD RSUD AWS Retak

SAMARINDA. Puluhan pasien yang tengah dirawat di RSUD AW Syahranie mendadak diliputi rasa kalut. Satu…

Jumat, 16 Februari 2018 19:50

Buah Simalakama Jamaah Abu Tours

SAMARINDA. Masyarakat diimbau tidak tergiur dengan agen travel yang menawarkan perjalanan umrah dengan…

Kamis, 15 Februari 2018 16:34

Cuaca Ekstrem Tak Turunkan Target

SAMARINDA. Alam masih belum bersahabat demi percepatan pembangunan runway Bandara Samarinda Baru (BSB).…

Rabu, 14 Februari 2018 21:55

Pilih Jadi Omongan atau Mendekati Zina?

Valentine’s day, perayaan yang selalu mengundang kontroversi setiap tahunnya. Kontroversinya melampaui…

Sabtu, 10 Februari 2018 14:38

Duet Polisi Palsu Gasak Tujuh Motor

SAMARINDA. Memeras dengan mengaku-ngaku sebagai polisi, bukan satu-satunya kejahatan yang dilakukan…

Jumat, 09 Februari 2018 10:06

Banting Setir, Moncong Menghadap Langit

SAMARINDA. Truk kontainer bermuatan air mineral dengan nomor polisi L 9022 WF milik PT Bintang…

Kamis, 08 Februari 2018 23:18

ABG Cantik Jadi Muncikari Online

SAMARINDA. Usianya masih 16 tahun, namun bisnis yang dilakoninya bikin geleng-geleng kepala. Anak baru…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .