MANAGED BY:
SENIN
28 MEI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Jumat, 03 November 2017 01:44
YA TUHAN..!! Puluhan Beruang Madu Dibantai untuk Jadi Kosmetik

Permintaan Tinggi, Vietnam Berani Bayar Mahal

Dalam rilisnya, penyidik sudah menetapkan S (27) warga Loa Janan Ilir, sebagai tersangka pembunuh dan penyelundup satwa Beruang Madu. Tersangka saat ini ditempatkan di sel tahanan Polresta Samarinda.

PROKAL.CO, Semakin langka seekor satwa, semakin mahal pula nilai jualnya. Demi memuaskan nafsu serakah, para pemburu tak peduli jika beruang madu berujung punah.

Pembantaian besar-besaran terhadap beruang madu kembali terjadi di Benua Etam. Aksi keji itu terungkap dalam operasi yang digelar aparat dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur dan Balai Gakkum LHK Wilayah Kalimantan, Seksi Gakum Wilayah II Samarinda dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.  Tim gabungan itu menggagalkan penyelundupan ribuan tulang dan kuku Beruang Madu tujuan Vietnam melalui Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan.

Terungkapnya kejahatan satwa liar itu dilakukan Rabu (25/10) silam, sekitar pukul 17.05 Wita. Namun aparat baru membuka ke publik kemarin (2/11).  Dalam rilisnya, penyidik sudah menetapkan S (27) warga Loa Janan Ilir, sebagai tersangka pembunuh dan penyelundup satwa Beruang Madu. Tersangka saat ini ditempatkan di sel tahanan Polresta Samarinda.

Perjalanan panjang pengungkapan kasus ini berawal dari informasi yang diterima pada 14 Juli silam. Bea Cukai, Balikpapan mengamankan satu paket kardus berisi bagian tulang satwa langka di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Balikpapan.

Paket dikirim melalui kantor Pos Tenggarong dengan mencantumkan nama pengirim palsu. Bea Cukai langsung melakukan pengembangan dengan mengembalikan paket tersebut ke kantor pos. Selanjutnya petugas berhasil mengantongi identitas pemilik paket. Petugas langsung mengamankan pelaku.

"Hasil sementara penyidikan, ada tujuan khusus ke Vietnam, karena dihargai sangat mahal untuk bahan kosmetik. Dan memang, punya pelanggan tetap di Vietnam," kata Kepala Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Kalimantan, Subhan, dalam keterangan resmi di kantor BKSDA Kalimantan Timur, Jalan Teuku Umar, Samarinda, Kamis (2/11).

Usai mengamankan pelaku, petugas melakukan identifikasi pada paket yang sudah dikemas dengan rapi tersebut. Hasilnya, terdapat 55 ekor beruang madu yang telah dibunuh oleh tersangka. Kesimpulan itu didasari dengan bagian tulang yang telah diamankan. Di antaranya 2 tengkorak, 2 tulang lebar, 17 tulang lengan/paha, 41 tulang paha kecil, 148 tulang kecil, 60 ruas tulang punggung, 184 kuku beruang madu besar, 808 kuku beruang madu kecil, 95 kuku beruang berbulu, 67 gigi taring, 24 empedu. Kasus penyeludupan organ beruang madu merupakan kali pertama yang ditangani BKSDA. Sebelumnya BKSDA beberapa kali menangani kasus penyelundupan gading gajah.

"Terkait kasus satwa liar, jadi perhatian khusus. Sekarang memang masih 1 tersangka. Tapi proses penyelidikan masih berjalan. S bakal Dijerat dengan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya. Memang, sanksi penjara 5 tahun dan denda Rp 100 juta ringan, berdasarkan produk Undang-undang tahun 90, tapi undang-undang itu sedang direvisi," ujar Subhan.

Namun sayang, sejauh ini, BKSDA belum mengantongi informasi dan data terkini populasi Beruang Madu yang masuk dalam kategori satwa langka. Sebaran populasi beruang madu ada di Kaltim dan Kaltara. Di antaranya di Sungai Wain di Balikpapan, di Kabupaten Paser di Kaltim. Juga ada populasi Beruang Madu di hutan jantung Borneo, di Kalimantan Utara seperti di Kayan Mentarang di Malinau, juga di Taman Nasional Kutai di Kutai Timur.

"Edukasi, dan sosialisasi perlindungan satwa ke tengah masyarakat terus kami gencarkan. Terlebih lagi dengan adanya kasus ini. Tentu, diharap ada bantuan masyarakat, termasuk NGO yang membidangi satwa Beruang Madu ini," tutup Subhan. (kis/beb)


BACA JUGA

Minggu, 27 Mei 2018 01:09
Gegerkan Warga, Merintih Minta Tolong

AIISS SEREMNNYAAA...!! Diduga Suara Kuntilanak di Lambung

SAMARINDA. Suara rintihan perempuan meminta tolong terdengar. Suara itu bersumber dari gedung SDN 012…

Sabtu, 26 Mei 2018 00:23

Sebelum Tewas Terjepit, Sempat Tulis Pesan

SAMARINDA. Entah apa yang dikejar Sutrisno (56), hingga memacu mobil Toyota Avanza KT 1982 BW miliknya…

Jumat, 25 Mei 2018 00:30

Dikhianati Sahabat, Motor Polisi Dicuri

SAMARINDA. Untuk mendapatkan motor, bagi Upik Alfiansyah bukan perkara sulit. Bermodal kunci T buatan…

Kamis, 24 Mei 2018 22:25

YA TUHAN..!! Pria Ini Tewas “Digeprek” Truk

SAMARINDA. Kecelakaan maut terjadi kembali di Jalan Poros Samarinda-Bontang, tepatnya di depan SMPN…

Kamis, 24 Mei 2018 22:22

Temindung “Pensiun” di Usia 44 Tahun

SAMARINDA. Bandara temindung Samarinda resmi ditutup kemarin. Meski demikian pemprov belum punya rencana…

Sabtu, 19 Mei 2018 01:33

Peras Guru yang Mesum dengan Siswinya, Delapan Oknum Satpol PP Diperiksa

SAMARINDA. Sukiman Saman tidak ingin menderita seorang diri di penjara. Oknum wakil kepala sekolah (wakepsek)…

Kamis, 17 Mei 2018 00:28

SAKIT HATI..!! Gagal Selingkuh, Istri Orang Ditimpas

TENGGARONG. Sakit hati kemudian dipengaruhi alkohol dari minuman keras (Miras) ditengaknya, membuat…

Rabu, 16 Mei 2018 00:38
Gegerkan Air Hitam, 2 Tahun Tak Lapor RT. Kapolda: Tak Ada Tempat Buat Teroris

Pasca Ledakan, Pria Misterius Menghilang

SAMARINDA. Siapa bilang serangkaian aksi bom bunuh diri di Surabaya tak membuat masyarakat Samarinda…

Selasa, 15 Mei 2018 20:32

“Pertaruhkan Nyawa, Kami Bukan Perampok!”

SAMARINDA. Ribuan buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Koperasi Samudera Samudera Sejahtera (Komura)…

Senin, 14 Mei 2018 19:56
Luka Bakar 16 Persen, Satu Lagi Menjemput Ajal

DUUUAARRRR..!! Ledakan Tabung Gas di Kasturi Tewaskan 5 Orang

SAMARINDA. Ibarat musim gugur, satu persatu pasien korban ledakan elpiji 3 kilogram terus berguguran.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .