MANAGED BY:
SELASA
22 JANUARI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Selasa, 31 Oktober 2017 02:05
Video Mesum Siswi SMA di Samarinda, Sepuluh Alumni Diperiksa

Video Mesum Disebar saat Pemeran Sakit

ilustrasi

PROKAL.CO, SAMARINDA. Perlahan namun pasti. Penyelidikan video syur alumni salah satu SMA favorit di Samarinda dan kekasihnya terus dilakukan Satreskrim Polresta Samarinda.

Sepekan menyelidiki, 10 saksi telah memenuhi panggilan penyidik. Sebelumnya enam saksi, dua di antaranya adalah pemeran video syur berinisial NP, dan RK sudah dimintai keterangan. Kemarin (30/10), polisi menambah lagi empat orang saksi.

Pemeriksaan tak hanya dilakukan di Samarinda. Untuk mencari kejelasan mengenai siapa yang telah menyebarkan video berdurasi 2 menit 50 detik itu, polisi melakukan pemeriksaan pada sejumlah alumni lain satu angkatan dengan kedua pelaku video syur.

"Kami sedang melakukan pemeriksaan terhadap admin grup Whatsapp alumni sekolah itu," kata Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Reza Arief Dewanto, melalui Kasat Reskrim, Kompol Sudarsono.

Siapa yang akan menjadi tersangka dalam kasus penyebaran video adegan ranjang NP dan RK? Sudarsono belum mau membeberkannya. Ia berdalih masih ingin menguatkan penyelidikan melalui keterangan saksi.

"Pasti akan ada tersangka. Untuk saat ini kami fokus pada penyelidikan dengan memintai keterangan saksi-saksi," terangnya.
Mengenai hasil pemeriksaan pemeran dalam video tersebut, perwira menengah melati satu itu hanya membeber sedikit dari pemeriksaan yang dilakukan di Samarinda dan di Jakarta.

"Pengakuan pemeran dalam video yang telah kami periksa. Video tersebut tersebar ketika salah satu pemerannya sakit. Video itu dibuat beberapa tahun lalu di salah satu hotel bintang di kawasan Samarinda Kota," bebernya.

Kasus video mesum ini mencuat di pertengahan pekan lalu. Gambar adegan syur dua alumni SMA ternama di Samarinda ini beredar bersamaan dengan video mesum dengan terduga alumni universitas favorit di Jakarta.

Setelah hampir sepekan, kasus ini masih menjadi perhatian masyarakat. Meski pemeran dalam video tersebut sudah mengaku, namun pelaku penyebar adegan ranjang itu belum tertangkap. Kasus ini juga sempat mendapat perhatian Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Samarinda, Sri Lestari Nusyirwan.

"Jujur, saya sangat menyayangkan kasus ini. Semoga pihak kepolisian bisa bergerak cepat untuk mengusut tuntas pelaku maupun yang sengaja menyebarkan video tidak senonoh ini dengan Undang-Undang IT (Informasi Teknologi, Red),” harapnya.

Istri Wakil Walikota (Wawali) Samarinda Nusyirwan Ismail ini berharap semua sekolah di kota ini bisa melakukan pembinaan intensif kepada siswa-siswi agar menggunakan teknologi secara tepat dan tidak sampai menyimpang. Terutama dengan tidak menyebarkan berita hoax, ujaran kebencian, SARA, sex bebas, pornografi, serta hal negatif lainnya.

"Intinya penguatan pendidikan karakter sebagaimana instruksi presiden. Tapi penguatan pendidikan karakter di keluarga juga sangat penting sehingga tidak sepenuhnya dibebankan ke pihak sekolah," tandas Sri. (oke/beb)    


BACA JUGA

Jumat, 09 Oktober 2015 16:53

PPK Tantang Ketua Panwaslu

<p>SAMARINDA. Status Ketua Rukun Tetangga (RT) menjelang perhelatan politik akhir tahun nanti…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*