MANAGED BY:
JUMAT
24 NOVEMBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

KALTIM

Jumat, 20 Oktober 2017 16:36
"Korupsi Akibat PNS Bergaya Selebritis"

Utamakan Pencegahan, Kajati Ajak Kerja Sama

SOSIALISASI HUKUM. Kajati Kaltim, Fadil Zumhana menyampaikan pandangan mengenai kasus korupsi di pemerintahan.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB. Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalimantan Timur, Fadil Zumhana mengatakan tindak pidana korupsi terjadi dari perilaku diri sendiri. Pola hidup mewah yang tidak sesuai dengan kemampuan dasar finansial menjadi pemicu. Hal itu disampaikan orang nomor satu di Korps Adhyaksa Kaltim itu, Kamis (19/10) kemarin, dihadapan bupati, wakil bupati dan jajaran forum komunikasi pimpinan daerah Berau.

Proses hukum yang menjerat sejumlah kepala daerah di Indonesia belakangan menjadi sorotan publik. Terjadinya tindak pidana korupsi karena perilaku hidup yang tidak sesuai. "Karena  hidup tidak sesuai bajunya, misalnya kalau PNS ya bergaya seperti PNS jangan bergaya seperti selebritis," ungkapnya.

Akan tetapi jika mengikuti aturan yang ada, pengelolaan anggaran sesuai dengan ketentuan dan rambu yang dibuat pemerintah maka, menurut Fadil, tidak ada hal yang perlu ditakuti.

Kepala daerah yang bermasalah dengan hukum karena menyalahgunakan jabatannya tidak terlepas dari beberapa kepentingan. Mulai kepentingan pribadi, kelompok dan golongan. Padahal sebagai kepala daerah ditegaskan bahwa harus melepaskan diri dari keterlibatan mufakat yang bisa menjerumuskan dirinya.

"Saya sadari beban politis bupati dan wali kota sangat berat, beban biaya politik yang tidak sedikit, tetapi tidak semua kepala daerah buruk, karena masih lebih banyak yang bagus," ujarnya.

Khusus untuk bupati, dirinya mengingatkan harusnya kepala daerah berjanji untuk tidak memperkaya diri, tidak memperkaya partai pengusung. "Karena setelah dilantik bukan lagi milik partai tapi milik masyarakat," tegasnya.

Mindset penindakan saat ini mulai dirubah dengan tindakan pencegahan. Untuk itu, kejaksaan yang selama ini diidentikan dengan seseorang yang seram dan ditakuti dicoba menjadi penyelamat melalui mekanisme kerja sama.

"Buka seterang-terangnya kegiatan yang pemerintah daerah mau kerjakan, jadi nanti kejaksaan mendampingi, memberikan legal opini dari perencanaan sampai akhir," ungkap Kajati.

Sementara itu, Bupati Berau Muharam mengatakan dirinya sengaja mengundang lengkap jajarannya untuk diberikan masukan pengetahuan hukum.

Pemberantasan korupsi perlu dipahami seharusnya bukan hanya teori tetapi bagaimana mempraktekkannya langsung. Kasus akhir-akhir  ini seperti bupati, wali kota dan anggota dewan yang terjaring dalam OTT KPK menimbulkan ketakutan.

"Jadi bupati posisinya tidak tenang, was-was, tetapi saya yakini selama memahami dan mengikuti peraturan hukum tidak ada yang perlu ditakuti, pahami rambu yang ditentukan UU pemerintah kita," jelasnya.
Bupati juga berpesan kepada jajarannya agar  agar tak melanggar hukum dengan kesampingkan kepentingan pribadi, kelompok dan golongan karena jika sebaliknya bisa berakibat fatal. (as/beb)


BACA JUGA

Kamis, 23 November 2017 14:37

Gerakan ODF Ubah Pola Hidup Tak Sehat

TANJUNG REDEB. Gerakan hidup bersih yang dilancarkan Pemkab Berau terus ditularkan ke kampung-kampung.…

Kamis, 23 November 2017 14:36

Dewan Kesal, Minta Perusahaan Peduli

TENGGARONG. Sampai kemarin, Jalan Poros Desa Sebelimbingan, Kecamatan Kota Bangun ke Desa Tuana Tuha,…

Rabu, 22 November 2017 16:31

Cegah Lakalantas, Polsek Loa Kulu Pasang Baliho

TENGGARONG. Langkah pencegahan terjadinya kecelakaan lalulintas (Lakalantas), terus dilakukan petugas…

Rabu, 22 November 2017 16:29

Dinkes Ingin Puskesmas Mandiri

SANGATTA. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim mewacanakan puskesmas jadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).…

Senin, 20 November 2017 00:50

Dorong Perhatian untuk Atlet Berprestasi

TANJUNG REDEB. Anggota DPRD Berau, Syahruni memiliki penilaian tersendiri soal capaian pembangunan di…

Senin, 20 November 2017 00:46

Terus Digeber Meskipun “Digebuki”

TENGGARONG. Jalan masih mulus tapi diperbaiki, sementara jalan rusak dibiarkan mangkrak. Begitulah kenyataan…

Sabtu, 18 November 2017 14:56

Tak Kuorum, Rapat Paripurna Tetap Jalan

TANJUNG REDEB. Eksekutif Pemkab Berau Jumat kemarin menyerahkan draf Rancangan Anggaran Pendapatan dan…

Sabtu, 18 November 2017 14:53

Pemkab Fokus Bangun Kecamatan Tertinggal

SANGATTA. Dua kecamatan yang masuk wilayah Taman Nasional Kutai (TNK), namun telah dienclave (alih fungsi…

Jumat, 17 November 2017 14:30

Jalan seperti Sawah, Warga Mengeluh

TENGGARONG. Nasib Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bisa dikatakan cukup tragis. Kendati dikenal memiliki…

Jumat, 17 November 2017 14:26

PDAM Janji Tak Perlu Subsidi

SANGATTA. Sorotan tajam DPRD Kutai Timur terhadap kenaikan tarif air yang mencapai 50 persen, dijawab…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .