MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

METROPOLIS

Jumat, 20 Oktober 2017 16:22
Ditambang, Lahan Pertanian Menyusut

Kukar Jadi Wilayah yang Paling Mencolok

PROKAL.CO, SAMARINDA. Luasan lahan irigasi sawah di Kaltim terus menyusut setiap tahunnya. Diduga penyusutan lahan sawah irigasi tersebut dikarenakan aktivitas tambang batu bara. Hal itu diungkap Kepala Dinas Pertanian, Tanam Pangan dan Holtikultura Kaltim, Ibrahim. Pada 2016, luasan lahan sawah irigasi 13.225 hektare. Luasan itu cenderung turun jika dibandingkan 2015 yakni 13.863 hektare dan 2014 dengan 14.322 hektare.

"Info terakhir, setiap tahun lahan pertanian menyusut. Sawah kita saja masih ada lahan kosong yang belum dimanfaatkan. Namun menurut  data yang ada memang susut," jelas Ibrahim.

Berdasar data Dinas Pertanian, Tanam Pangan dan Holtikultura Kaltim, daerah dengan lahan sawah irigasi terluas adalah Kukar dengan jumlah 5.604 hektare. Kemudian diikuti Kutim dengan luasan 2.868 hektare. Namun pihaknya enggan membeber penurunan lahan irigasi per kabupaten/kota tersebut.

"Adalah, saya enggak mau buka. Itu untuk pegangan kami pribadi," tukasnya. Tapi dia menyebut penurunan drastis terjadi di Kukar. "Lihat saja di Desa Mulawarman," tambahnya.

Disinggung terkait penyebab terjadinya penyusutan lahan sawah, ia menyebut perusahaan tambang batu bara memang bukan satu-satunya penyebab. "Salah satunya karena tambang, masih ada yang lain seperti pembakaran lahan, pembangunan pemukiman dan lain-lain," beber Ibrahim.

Ibrahim juga menyebut, menangani persoalan pangan bukan hal yang mudah. Saat ini pihaknya sedang fokus pada program diversifikasi pangan yakni mengurangi konsumsi beras dan menggantinya dengan komoditas lain. "Kita mengonsumsi beras sebesar 113 kilogram per kapita per tahun. Itu yang mau dikurangi, tapi namanya pola makan sulit diubah," celetuknya.

Kebutuhan karbohidrat masyarakat Kaltim, katanya, sudah terpenuhi. Tinggal menggantinya dengan bahan pangan lain yang mengandung protein. Untuk yang protein, lanjutnya, jika dikonsumsi berlebih bisa menjadi karbohidrat pengganti nasi dan lemak.
Ia juga membeber angka ideal konsumsi pangan adalah 2.200 kilo kalori per hari. Pembagiannya, padi 302,5 gram, ubi 132 gram, hewani 127 gram, buah dan biji 11 gram, kacang-kacangan 38,5 gram, gula 33 gram, sayur atau buah dan lain-lain 275 gram.
"Ini program lama tapi sulit, tadi rapat saja kotakannya sudah ubi, makan siangnya pakai nasi. Makanya untuk beras ini kita perlu diversifikasi pangan," tegasnya lagi.

Kembali ke lahan yang tergerus tambang, Ibrahim mengaku tidak bisa berbuat banyak. Fokusnya saat ini adalah menanam sebanyak mungkin. "Bagi saya yang penting ada lahan nganggur bisa digunakan untuk bercocok tanam, itu saja dulu. Kalau soal bagaimana penindakan tambang dan lainnya, itu saya tidak berani berkomentar," tutupnya. (cyn/aya)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 10 Oktober 2015 08:38

Membernya Ribuan, Gelar Resepsi di The Concept

<p>Dulu, olahraga lintas alam atau sering disebut hash atau on-on tak banyak yang mengetahui apalagi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .