MANAGED BY:
MINGGU
23 SEPTEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

METROPOLIS

Jumat, 13 Oktober 2017 15:16
Aksi Kamisan Sindir Pembela Koruptor
Cukur Pusaran Korupsi di Kaltim

PROKAL.CO, Aksi Kamisan Kaltim memasuki pekan ketiga. Isu korupsi, menjadi tema utama. Payung dan kaos hitam menjadi simbol perlawanan.

BAHARUNSYAH, Samarinda.

DALAM kondisi gerimis, orang-orang justru berdatangan. Berbasah-basahan tidak menjadi penghalang sejumlah aktivis Ibu Kota Kaltim itu memadati tepian Sungai Mahakam tepat di depan kantor gubernur, Kamis (12/10). Dimulai dari aksi stand up comedy yang menyinggung pusaran korupsi di Kaltim, sampai aksi mencukur rambut sebagai bentuk apresiasi terhadap KPK. Tidak hanya itu, aktivis pun memajang poster dukungan moril terhadap Novel Baswedan yang hingga kini kasusnya belum mendapatkan penanganan yang jelas.

Beberapa pentolan aktivis Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) seperti Kahar Al-Bahri (Ocha), Merah Johansyah dan Pradarma Rupang turut hadir. Usai pembacaan puisi oleh budayawan Romo Roedy Haryo Widjono AMZ, para aktivis mulai mencukur habis rambut. “Ini sebagai bentuk perlawanan bahwa koruptor dan korupsi harus dicukur habis,” teriak Pradarma Rupang.

 


Aktivis lainnya dari Kelompok Kerja (Pokja) 30 pun ikut meramaikan. Total sekitar sebelas aktivis mencukur habis rambut. Ada maknanya. Itu merupakan sindiran terhadap tim sebelas yang menjadi bayang-bayang pemerintahan di Kukar. “Bersihkan Kukar dari tim sebelas,” teriak Merah usai dicukur.

Ya, dugaan kasus korupsi di Kukar masih menjadi topik utama. Sindiran paling mencolok ditujukan terhadap pendukung Rita usai ditetapkan sebagai tersangka KPK. Romo Roedy pun angkat bicara. Katanya korupsi adalah kejahatan besar yang merusak mental bangsa. Sebagai contoh sikap sejumlah masyarakat yang masih memuji koruptor sebagai pahlawan. “Terjadi penggerusan nilai budaya bangsa,” kata Romo Roedy.

Pahlawan itu menurutnya dinilai dari prestasi kemanusiaan, bukan berdasarkan banyaknya piagam atau hal lain yang bersifat simbolis. “Ikon itu adalah prestasi kemanusiaan, bukan yang bersifat piagam atau simbolis dimana dibalik itu adalah perampok besar,” sindirnya.
Wajar jika masih ada pembela koruptor, apalagi masyarakat awam. Menurut Romo Roedy sebagian masyarakat hanya melihat prestasi berdasarkan kalkulasi ekonomi. “Mind set itu yang harus berubah karena masih berupa hitungan kalkulatif dalam menilai, bukan lagi nilai kemanusiaannya. Makanya perlu proses pemulihan ingatan kembali,” tegasnya.

Dinamisator Jatam Nasiona, Merah Johanysah pun menyinggung pusaran korupsi di Kaltim, khususnya Kukar. Kukar harus bersih-bersih katanya. Tapi itu tidak mungkin terwujud kalau birokrasi Kukar tidak bisa lepas dari jerat tim sebelas. “Aktor korupsi tak hanya tiga (Rita, Khoi, Abun,red), tapi ada tim sebelas dan birokrasi Kukar-nya sendiri,” tegas Merah. Jatamnas pun merekomendasikan agar KPK juga menyisir kejahatan lingkungan sebagai kasus luar biasa. Bahkan masuk kategori kerugian negara.   

 “Jadi KPK bisa formulasikan kerugian lingkungan hidup sebagai bagian dari kerugian negara. Termasuk kerugian dari tambang, lubang tambang dan sebagainya,” tutupnya. (*/aya)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 23 September 2018 00:05

Minta Tunda Eksekusi Sekolah

SAMARINDA. Orangtua murid SD 006 Samarinda menggelar demo di Kantor Gubernur Kaltim. Mereka menolak…

Sabtu, 22 September 2018 23:02

APBD-P Disepakati Rp 9,5 T

SAMARINDA. Pembahasan anggaran perubahan APBD 2018 Pemprov Kaltim akhirnya tuntas. Pemprov Kaltim dan…

Jumat, 21 September 2018 01:03

Kampung KB Ubah Mindset Warga

PERAN Kampung Keluarga Berencana (KB) tidak bisa dianggap sebelah mata. Ya, lewat Kampung KB, tujuan…

Kamis, 20 September 2018 22:18

Tim Gabungan Tak Bekerja

SAMARINDA. Pemkot dinilai masih lemah menindak papan reklame yang ada di median jalan. Padahal, jauh…

Kamis, 20 September 2018 22:15

PAD Kaltim Berpotensi Bertambah Rp 400 M

SAMARINDA. Perjuangan Kaltim untuk bisa ikut mengelola participating interest (PI) di Blok Mahakam sudah…

Kamis, 20 September 2018 22:13

Terharu, Awang Kembalikan Fasilitas Negara

SAMARINDA. Tak ada jabatan yang abadi. Setelah berkuasa selama 10 tahun, Awang Faroek Ishak akhirnya…

Kamis, 20 September 2018 22:12

“Kami Tak Enak Menghentikan”

SAMARINDA. Penolakan terhadap proyek masjid yang dibangun Pemprov Kaltim di atas lapangan Kinibalu,…

Rabu, 19 September 2018 10:24

Dulu Kantongi Rp 4 Juta Per Bulan, Kini Hanya Rp 500 Ribu

Kasus hukum yang menjerat sang pimpinan Komura, Jafar Abdul Gaffar berdampak luas. Kehidupan ribuan…

Rabu, 19 September 2018 10:22

Siswa SMA 16 Ngungsi ke Perpustakaan Kota

SAMARINDA. Silang sengkarut persoalan pemindahan sekolah di Jalan Piano Kompleks Prevab berdampak ke…

Rabu, 19 September 2018 05:19

Sebelum Lepas Jabatan, Awang Tinjau Proyek

SAMARINDA. Hari ini Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak akan melepas jabatannya. Sebab besok (20/9) merupakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .