MANAGED BY:
SENIN
18 JUNI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Jumat, 13 Oktober 2017 15:10
Dikurung 20 Tahun dan Denda Rp 1 M

Ganjaran Setimpal Pembunuh Anak

HUKUMAN BERAT. Terdakwa Fardi Sahli sesaat setelah menjalani sidang pembacaan vonis di PN Bontang.

PROKAL.CO, CEMBURU ternyata tak hanya tertuju kepada orang ketiga dalam hubungan asmara. Rasa khawatir kehilangan perhatian dari pasangan juga bisa dipicu dari kehadiran seorang anak.

Setidaknya itu yang ada di benak Fardi Sahli (20). Terdakwa kasus pembunuhan terhadap anak tirinya Navita Ariyanti (3) itu dijatuhi hukuman 20 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bontang, dalam sidang putusan yang digelar Rabu (12/10) lalu. Selain itu, terdakwa Fardi Sahli juga dikenakan denda Rp 1 Miliar, subsider enam bulan penjara.
Vonis majelis hakim tersebut sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), pada sidang sebelumnya. Vonis diberikan karena terdakwa selaku ayah tiri korban, terbukti bersalah melanggar pasal 80 ayat 3 dan 4, UU nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak.
Diungkapkan Humas Pengadilan Negeri Bontang Octo Bermantiko Dwi Laksono, selaku hakim anggota pada sidang pembacaan putusan perkara tersebut, hal yang memberatkan ada pada poin terdakwa yang merupakan ayah tiri korban.
Dimana seharusnya Fardi Sahli bertugas untuk melindungi dan memberikan kasih sayang kepada korban Navita, namun yang terjadi kebalikannya.
“Selain itu, majelis hakim juga menilai tidak ada hal yang meringankan perbuatan terdakwa, sehingga hukuman maksimal diberikan sebagai efek jera. Agar kasus serupa tidak kembali terjadi,” papar Octo Bermantiko.
Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bontang, Eko Febrianto, yang ditemui usai persidangan mengaku menerima putusan majelis hakim PN Bontang.
“Untuk eksekusi terdakwa kami akan menunggu salinan putusan dari pengadilan,” katanya.
Sedangkan terdakwa Fardi Sahli yang ditemui usai persidangan menolak untuk berkomentar, pria ini lebih memilih diam dan langsung masuk ke mobil tahanan dan meninggalkan awak media.
Sebelumnya Navita diketahui meregang nyawa setelah disiksa Fardi saat perjalanan dari Kutai Barat menuju Bontang, akhir April 2017 lalu. Bocah tersebut mendapat sejumlah pukulan hingga dilempar ke bak truk oleh ayah tirinya itu.
Dari hasil autopsi, terungkap korban meninggal karena adanya pendarahan di otak, hingga menyebabkan kegagalan fungsi susunan saraf. Selain itu juga diperberat dengan luka akibat kekerasan benda tumpul di sekujur tubuh.
Belakangan diketahui aksi tersebut dilakukan Fardi lantaran cemburu melihat istrinya Reni Chandra yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka, terlalu dekat dengan Navita.
Jasad Navita pun dikubur dengan tidak layak, di daerah Prangat Selatan Kecamatan Marangkayu Kutai Kartanegara. Hingga kemudian kasus ini terungkap, saat polisi menemukan kejanggalan pada laporan suami istri tersebut, yang mengatakan Navita meninggal akibat jadi korban tabrak lari.
ISTRI FARDI IKUT TERSERET?
Kepala Seksi Pidana Umum (Pidum), Fajar Nurhesdi mengatakan berkas tuntutan istri terdakwa Fardi atau ibu dari kandung dari korban Reni Chandra (18) saat ini masih dalam proses penelitian berkas oleh Kejaksaan.
Sebelumnya, pihak penyidik telah menyerahkan berkas tuntutan ke pihak kejaksaaan. Namun, menurut jaksa sejumlah indicator belum terpenuhi sehingga berkas dikembalikan ke penyidik. Baru pekan lalu, Selasa (3/10) penyidik dari kepolisian telah menyerahkan berkas ke kejaksaaan.
“Kalau enggak salah pekan lalu itu sudah diserahkan lagi ke kami,” kata Kasi Pidum Fajar saat dihubungi melalui sambungan selulernya.
Kasi Fajar mengatakan, saat ini berkas tersangka masih dalam penelitian oleh jaksa yang bersangkutan. Untuk sementara ini tersangkan sangkakan pasal pembiaraan atas perbuatan yang dilakukan oleh suaminya, Fardi saat kejadian terjadi.
Tersangka pun tidak melapor ke pihak kepolisian usai kejadian penganiayaan oleh terdakwa. Pun begitu, pihak kejaksaan masih mendalami berkas untuk mencari poin-poin yang dapat digunakan sebagai materi tuntutan saat di persidangan nantinya. “Minusnya kemarin itu tidak ada UU KDRT, tapi sementara ini karena pembiaraan,” katanya. (ivr/beb)



loading...

BACA JUGA

Kamis, 07 Juni 2018 21:13

Dibegal Sejoli, Bocah Diseret

SAMARINDA. Ulah pelaku begal kini semakin beringas. Bahkan pelakunya bukan hanya pria, namun juga melibatkan…

Kamis, 07 Juni 2018 21:11

Perkosa Istri Sahabat

Apa artinya berteman…Di belakang kau menikam…Lirik lagu Pagar Makan Tanaman milik Mansyur…

Rabu, 06 Juni 2018 21:49

“Monster Jalanan” Ngamuk

SAMARINDA.  Kecalakaan lalu lintas di tanjakan Jalan Otto Iskandardinata, Samarinda Ilir, bukan…

Selasa, 05 Juni 2018 23:41

Jurnalis Radar Papua, Dihajar Massa saat Bertugas

MANOKWARI. Ancaman terhadap demokrasi, kebebasan pers, dan hak publik atas informasi dinilai makin tergerus.…

Selasa, 05 Juni 2018 19:59

Dicurangi Sahabat, Gagal Mudik

SAMARINDA. Angan-angan Nasir alias Aci berlebaran di kampung halaman seketika sirna. Langkah pria 31…

Senin, 04 Juni 2018 20:47

KASIHAN..!! Cuci Pakaian, Wanita Ditelan Mahakam

SAMARINDA. Malam semakin larut, Tajudin yang kala itu masih terjaga merasa gelisah. Keponakannya, Siti…

Senin, 04 Juni 2018 20:33

Mapolres Diserang, Polisi Terluka

SAMARINDA. Andi Kosasih belum menyerah usai diamankan polisi. Pria 32 tahun itu bahkan lebih beringas…

Jumat, 01 Juni 2018 20:22

Belatung Jatuh, Mayat Membusuk

SAMARINDA. Teriakan sekawanan remaja yang tengah mencari udang mengejutkan warga di Jalan Mangkupalas,…

Jumat, 01 Juni 2018 20:20

Lebih Murah, Sampai Lebih Lama

SAMARINDA. Jarak tempuh Samarinda menuju Surabaya dan Makassar melalui bandara APT Pranoto diyakini…

Jumat, 01 Juni 2018 20:17

Mobil Hancur, Kepala Robek

SAMARINDA. Seorang pengemudi mobil dilarikan ke rumah sakit setelah menabrak truk yang sedang parkir.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .