MANAGED BY:
SENIN
23 OKTOBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Jumat, 13 Oktober 2017 15:10
Dikurung 20 Tahun dan Denda Rp 1 M

Ganjaran Setimpal Pembunuh Anak

HUKUMAN BERAT. Terdakwa Fardi Sahli sesaat setelah menjalani sidang pembacaan vonis di PN Bontang.

PROKAL.CO, CEMBURU ternyata tak hanya tertuju kepada orang ketiga dalam hubungan asmara. Rasa khawatir kehilangan perhatian dari pasangan juga bisa dipicu dari kehadiran seorang anak.

Setidaknya itu yang ada di benak Fardi Sahli (20). Terdakwa kasus pembunuhan terhadap anak tirinya Navita Ariyanti (3) itu dijatuhi hukuman 20 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bontang, dalam sidang putusan yang digelar Rabu (12/10) lalu. Selain itu, terdakwa Fardi Sahli juga dikenakan denda Rp 1 Miliar, subsider enam bulan penjara.
Vonis majelis hakim tersebut sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), pada sidang sebelumnya. Vonis diberikan karena terdakwa selaku ayah tiri korban, terbukti bersalah melanggar pasal 80 ayat 3 dan 4, UU nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak.
Diungkapkan Humas Pengadilan Negeri Bontang Octo Bermantiko Dwi Laksono, selaku hakim anggota pada sidang pembacaan putusan perkara tersebut, hal yang memberatkan ada pada poin terdakwa yang merupakan ayah tiri korban.
Dimana seharusnya Fardi Sahli bertugas untuk melindungi dan memberikan kasih sayang kepada korban Navita, namun yang terjadi kebalikannya.
“Selain itu, majelis hakim juga menilai tidak ada hal yang meringankan perbuatan terdakwa, sehingga hukuman maksimal diberikan sebagai efek jera. Agar kasus serupa tidak kembali terjadi,” papar Octo Bermantiko.
Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bontang, Eko Febrianto, yang ditemui usai persidangan mengaku menerima putusan majelis hakim PN Bontang.
“Untuk eksekusi terdakwa kami akan menunggu salinan putusan dari pengadilan,” katanya.
Sedangkan terdakwa Fardi Sahli yang ditemui usai persidangan menolak untuk berkomentar, pria ini lebih memilih diam dan langsung masuk ke mobil tahanan dan meninggalkan awak media.
Sebelumnya Navita diketahui meregang nyawa setelah disiksa Fardi saat perjalanan dari Kutai Barat menuju Bontang, akhir April 2017 lalu. Bocah tersebut mendapat sejumlah pukulan hingga dilempar ke bak truk oleh ayah tirinya itu.
Dari hasil autopsi, terungkap korban meninggal karena adanya pendarahan di otak, hingga menyebabkan kegagalan fungsi susunan saraf. Selain itu juga diperberat dengan luka akibat kekerasan benda tumpul di sekujur tubuh.
Belakangan diketahui aksi tersebut dilakukan Fardi lantaran cemburu melihat istrinya Reni Chandra yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka, terlalu dekat dengan Navita.
Jasad Navita pun dikubur dengan tidak layak, di daerah Prangat Selatan Kecamatan Marangkayu Kutai Kartanegara. Hingga kemudian kasus ini terungkap, saat polisi menemukan kejanggalan pada laporan suami istri tersebut, yang mengatakan Navita meninggal akibat jadi korban tabrak lari.
ISTRI FARDI IKUT TERSERET?
Kepala Seksi Pidana Umum (Pidum), Fajar Nurhesdi mengatakan berkas tuntutan istri terdakwa Fardi atau ibu dari kandung dari korban Reni Chandra (18) saat ini masih dalam proses penelitian berkas oleh Kejaksaan.
Sebelumnya, pihak penyidik telah menyerahkan berkas tuntutan ke pihak kejaksaaan. Namun, menurut jaksa sejumlah indicator belum terpenuhi sehingga berkas dikembalikan ke penyidik. Baru pekan lalu, Selasa (3/10) penyidik dari kepolisian telah menyerahkan berkas ke kejaksaaan.
“Kalau enggak salah pekan lalu itu sudah diserahkan lagi ke kami,” kata Kasi Pidum Fajar saat dihubungi melalui sambungan selulernya.
Kasi Fajar mengatakan, saat ini berkas tersangka masih dalam penelitian oleh jaksa yang bersangkutan. Untuk sementara ini tersangkan sangkakan pasal pembiaraan atas perbuatan yang dilakukan oleh suaminya, Fardi saat kejadian terjadi.
Tersangka pun tidak melapor ke pihak kepolisian usai kejadian penganiayaan oleh terdakwa. Pun begitu, pihak kejaksaan masih mendalami berkas untuk mencari poin-poin yang dapat digunakan sebagai materi tuntutan saat di persidangan nantinya. “Minusnya kemarin itu tidak ada UU KDRT, tapi sementara ini karena pembiaraan,” katanya. (ivr/beb)




BACA JUGA

Minggu, 22 Oktober 2017 21:38

“Duarrr…!” Ledakan Dekat SPBU

SAMARINDA. Pengendara di Jalan HAMM Rifadin mendadak dilanda kepanikan, Sabtu (21/10) kemarin. Sebuah…

Minggu, 22 Oktober 2017 21:36

Arena Judi di Hutan Dibakar

SAMARINDA. Para pelaku judi sabung ayam sepertinya belum kapok berurusan dengan penegak hukum. Permainan…

Sabtu, 21 Oktober 2017 14:26

MAMPUS KAM..!! Perampok Emas Ditembak

TENGGARONG. Jumat (20/10) kemarin, menjadi hari nahas bagi Aenah (57). Warga Dusun Tama Mulya RT 12…

Sabtu, 21 Oktober 2017 14:24

Polisi Buru Hasil Korupsi

SAMARINDA. Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Satreskrim Polresta Samarinda menerapkan Undang-undang…

Sabtu, 21 Oktober 2017 14:22

BANGKE NI ORANG...!! Empat Murid SD Dicabuli Satpam

SAMARINDA. Kerja keras Kumbang –nama samaran- patut diacungi jempol. Semua kesempatan meraih nafkah…

Sabtu, 21 Oktober 2017 14:19

Harus Kolaborasi Demi Piring Nasi

POLEMIK transportasi online dan konvensional kian rumit. Keduanya seakan tak ada titik temu. Padahal…

Jumat, 20 Oktober 2017 16:10

YA TUHAN..!! Ada Bayi Membusuk dalam Kresek

SAMARINDA. Bau busuk menyengat memancing kerumunan lalat pada plastik merah di semak-semak eks Hotel…

Jumat, 20 Oktober 2017 16:07

Jadi Mualaf Palsu Demi Uang

SAMARINDA. Perilaku Fransiskus Molan (36) sungguh tak  pantas ditiru. Demi meraup rupiah, ia nekat…

Jumat, 20 Oktober 2017 16:07

Pria Ini Jadi Mualaf Palsu Demi Uang

SAMARINDA. Perilaku Fransiskus Molan (36) sungguh tak  pantas ditiru. Demi meraup rupiah, ia nekat…

Jumat, 20 Oktober 2017 16:05

LKP, Modus “Mencuri” Dana Hibah

SAMARINDA. Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Satreskrim Polresta Samarinda terus menggencarkan dugaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .