MANAGED BY:
SENIN
23 OKTOBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Jumat, 13 Oktober 2017 15:05
Tolak Kursi Wagub Diisi, Awang Tegaskan Penguasa Tunggal
Awang Faroek Ishak

PROKAL.CO, SAMARINDA. Peluang pergantian wakil gubernur (wagub) tertutup rapat. Gubernur Awang Faroek Ishak dipastikan bakal bekerja sendirian hingga akhir periode, Desember tahun depan.

Masa kepemimpinan Awang tersisa 15 bulan lagi menjadi penghalang untuk mengisi kursi wagub, sepeninggal Mukmin Faisyal yang mangkat 22 September silam. Berdasarkan perintah UU 10/2016 tentang pemilihan kepala daerah, khususnya pasal 176 ayat 3, dijelaskan mekanisme pengisian kekosongan dilakukan oleh DPRD Kaltim. Namun, arahan undang-undang hanya memperkenankan dilakukan pengisian jika masa jabat masih tersisa 18 bulan lagi. Hal itu tertuang dalam UU yang sama pasal 174 ayat 4.

Itulah dasar Awang menyatakan tidak akan ada wagub yang mendampingi masa kerjanya. “Sesuai ketentuan undang-undang, kalau kurang dari 18 bulan, wagub tidak perlu diadakan,” kata Awang kemarin. Mantan Bupati Kutim itu pun menegaskan akan menjadi penguasa tunggal hingga akhir periode. Dia pun mengakui hal itu bukan keinginannya.

“Saya ikuti aturan saja, sampai berakhir masa jabatan saya, jabatan wagub tidak akan diisi,” imbuhnya.  
Beban kerja Awang pun bakal semakin berat. Setelah ditinggal Mukmin, dia berpeluang ditinggal Sekprov Kaltim Rusmadi yang bakal maju pada pilgub tahun depan. Dikhawatirkan kondisi ini berimbas pada kinerja pemerintahan. Kendati demikian ia yakin roda pemerintahan tetap berjalan seperti biasa. “Yakinlah, tidak akan mengganggu kinerja pemerintahan nantinya,” ucap ayah kandung anggota DPRD RI, Awang Ferdian tersebut.

Lagi pula andaikata Rusmadi maju, ia akan segera membentuk tim panitia seleksi (pansel) sekda. Pemilihan sekda sendiri merupakan kewenangan Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Bapperjakat). Otomatis pekerjaan Awang semakin bertambah. “Nanti saja kita tunggu. Kalau sekda maju sepengetahuan saya harus ada penyataan mundur. Kalau sekarang enggak bisa, kan tahapannya belum sampai ke sana,” pungkasnya.  

Pasangan Awang-Mukmin sendiri didukung oleh 10 parpol pada pilkada 2013 lalu dengan pengusungnya partai Golkar. Partai yang mendukung diantaranya Demokrat, PAN, PKS, PBB, Patriot, PDK, PDS, PKB, dan Hanura. Awang-Mukmin keluar sebagai pemenang dengan mengantongi 619.377 suara, mengalahkan Farid Wadjdy dengan 319.509 suara dan Imdaad-Ipong yang memperoleh 549.263 suara.

Meninggalnya Mukmin bulan lalu pun memunculkan kembali ambisi Golkar untuk mengisi kekosongan tersebut. Bahkan, Komisi I DPRD Kaltim diminta untuk berkonsultasi ke kementerian dalam negeri, mencari celah agar bisa mengisi kekosongan jabatan.  
Sekretaris Komisi I DPRD Kaltim, Jahidin pun membenarkan itu. Namun, agenda ke kemendagri belum bisa dilaksanakan dalam waktu dekat.

“Harus rapat pimpinan dulu, meminta masukkan dari sembilan fraksi. Kalau sudah ada kesepahaman baru komisi I bisa berangkat,” kata Jahidin.  Memang kalau mengacu pada perintah UU 10/2016 tentang pemilihan kepala daerah, penggantian sulit terealisasi. Namun pemerintah juga punya hak deskresi apabila kondisi darurat.  “Itu usulan Dahri Yasin saat paripurna. Sampai sekarang belum ada rapat pimpinan, nanti di situ baru dibahas,” pungkas Politikus PKB ini.

Wacana pengisian posisi pendamping gubernur sepeninggal almarhum Wagub Mukmin Faisyal digaungkan dalam rapat paripurna DPRD Kaltim, Rabu (11/10) lalu.

Anggota Fraksi Golkar Dahri Yasin menilai kekosongan wagub perlu diisi karena dua pertimbangan. Yakni kondisi kesehatan Gubernur serta kemungkinan bakal majunya Rusmadi Wongso, sekretaris provinsi (Sekprov) dalam perhelatan Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018 mendatang.

”Jika resmi maju, jelas sekprov harus mengundurkan diri. Beban kerja dalam pengambilan kebijakan kian menumpuk ke Gubernur hingga akhir masa jabatannya nanti,” ucap Dahri Yasin.

Meski terganjal aturan, namun menurut Dahri, DPRD perlu mengajukan diskresi dan berkonsultasi ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). ”Memang regulasinya tak memungkinkan. Tapi, bukan berarti kita tidak berupaya,” sebutnya. Usulannya itu, disambut baik para koleganya di Karang Paci. Salah satunya Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Muspandi. Dalam paripurna itu, anggota Komisi I DPRD Kaltim ini menilai, komisi yang membidangi pemerintahan dapat berkoordinasi dengan Kemendagri.

”Meski aturan telah mengikat, koordinasi dengan dua pertimbangan itu sebaiknya kita tempuh,” katanya.
Instruksi dalam paripurna itu pun berbuah manis saat palu sidang penanda akhir paripurna. Ketua DPRD Kaltim HM Syahrun memerintahkan Komisi I agar mencari pengganti almarhum Mukmin Faisyal yang meninggal pada 22 September 2017. (cyn/beb)


BACA JUGA

Minggu, 22 Oktober 2017 21:38

“Duarrr…!” Ledakan Dekat SPBU

SAMARINDA. Pengendara di Jalan HAMM Rifadin mendadak dilanda kepanikan, Sabtu (21/10) kemarin. Sebuah…

Minggu, 22 Oktober 2017 21:36

Arena Judi di Hutan Dibakar

SAMARINDA. Para pelaku judi sabung ayam sepertinya belum kapok berurusan dengan penegak hukum. Permainan…

Sabtu, 21 Oktober 2017 14:26

MAMPUS KAM..!! Perampok Emas Ditembak

TENGGARONG. Jumat (20/10) kemarin, menjadi hari nahas bagi Aenah (57). Warga Dusun Tama Mulya RT 12…

Sabtu, 21 Oktober 2017 14:24

Polisi Buru Hasil Korupsi

SAMARINDA. Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Satreskrim Polresta Samarinda menerapkan Undang-undang…

Sabtu, 21 Oktober 2017 14:22

BANGKE NI ORANG...!! Empat Murid SD Dicabuli Satpam

SAMARINDA. Kerja keras Kumbang –nama samaran- patut diacungi jempol. Semua kesempatan meraih nafkah…

Sabtu, 21 Oktober 2017 14:19

Harus Kolaborasi Demi Piring Nasi

POLEMIK transportasi online dan konvensional kian rumit. Keduanya seakan tak ada titik temu. Padahal…

Jumat, 20 Oktober 2017 16:10

YA TUHAN..!! Ada Bayi Membusuk dalam Kresek

SAMARINDA. Bau busuk menyengat memancing kerumunan lalat pada plastik merah di semak-semak eks Hotel…

Jumat, 20 Oktober 2017 16:07

Jadi Mualaf Palsu Demi Uang

SAMARINDA. Perilaku Fransiskus Molan (36) sungguh tak  pantas ditiru. Demi meraup rupiah, ia nekat…

Jumat, 20 Oktober 2017 16:07

Pria Ini Jadi Mualaf Palsu Demi Uang

SAMARINDA. Perilaku Fransiskus Molan (36) sungguh tak  pantas ditiru. Demi meraup rupiah, ia nekat…

Jumat, 20 Oktober 2017 16:05

LKP, Modus “Mencuri” Dana Hibah

SAMARINDA. Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Satreskrim Polresta Samarinda terus menggencarkan dugaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .