MANAGED BY:
SABTU
24 FEBRUARI
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Jumat, 13 Oktober 2017 15:05
Tolak Kursi Wagub Diisi, Awang Tegaskan Penguasa Tunggal
Awang Faroek Ishak

PROKAL.CO, SAMARINDA. Peluang pergantian wakil gubernur (wagub) tertutup rapat. Gubernur Awang Faroek Ishak dipastikan bakal bekerja sendirian hingga akhir periode, Desember tahun depan.

Masa kepemimpinan Awang tersisa 15 bulan lagi menjadi penghalang untuk mengisi kursi wagub, sepeninggal Mukmin Faisyal yang mangkat 22 September silam. Berdasarkan perintah UU 10/2016 tentang pemilihan kepala daerah, khususnya pasal 176 ayat 3, dijelaskan mekanisme pengisian kekosongan dilakukan oleh DPRD Kaltim. Namun, arahan undang-undang hanya memperkenankan dilakukan pengisian jika masa jabat masih tersisa 18 bulan lagi. Hal itu tertuang dalam UU yang sama pasal 174 ayat 4.

Itulah dasar Awang menyatakan tidak akan ada wagub yang mendampingi masa kerjanya. “Sesuai ketentuan undang-undang, kalau kurang dari 18 bulan, wagub tidak perlu diadakan,” kata Awang kemarin. Mantan Bupati Kutim itu pun menegaskan akan menjadi penguasa tunggal hingga akhir periode. Dia pun mengakui hal itu bukan keinginannya.

“Saya ikuti aturan saja, sampai berakhir masa jabatan saya, jabatan wagub tidak akan diisi,” imbuhnya.  
Beban kerja Awang pun bakal semakin berat. Setelah ditinggal Mukmin, dia berpeluang ditinggal Sekprov Kaltim Rusmadi yang bakal maju pada pilgub tahun depan. Dikhawatirkan kondisi ini berimbas pada kinerja pemerintahan. Kendati demikian ia yakin roda pemerintahan tetap berjalan seperti biasa. “Yakinlah, tidak akan mengganggu kinerja pemerintahan nantinya,” ucap ayah kandung anggota DPRD RI, Awang Ferdian tersebut.

Lagi pula andaikata Rusmadi maju, ia akan segera membentuk tim panitia seleksi (pansel) sekda. Pemilihan sekda sendiri merupakan kewenangan Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Bapperjakat). Otomatis pekerjaan Awang semakin bertambah. “Nanti saja kita tunggu. Kalau sekda maju sepengetahuan saya harus ada penyataan mundur. Kalau sekarang enggak bisa, kan tahapannya belum sampai ke sana,” pungkasnya.  

Pasangan Awang-Mukmin sendiri didukung oleh 10 parpol pada pilkada 2013 lalu dengan pengusungnya partai Golkar. Partai yang mendukung diantaranya Demokrat, PAN, PKS, PBB, Patriot, PDK, PDS, PKB, dan Hanura. Awang-Mukmin keluar sebagai pemenang dengan mengantongi 619.377 suara, mengalahkan Farid Wadjdy dengan 319.509 suara dan Imdaad-Ipong yang memperoleh 549.263 suara.

Meninggalnya Mukmin bulan lalu pun memunculkan kembali ambisi Golkar untuk mengisi kekosongan tersebut. Bahkan, Komisi I DPRD Kaltim diminta untuk berkonsultasi ke kementerian dalam negeri, mencari celah agar bisa mengisi kekosongan jabatan.  
Sekretaris Komisi I DPRD Kaltim, Jahidin pun membenarkan itu. Namun, agenda ke kemendagri belum bisa dilaksanakan dalam waktu dekat.

“Harus rapat pimpinan dulu, meminta masukkan dari sembilan fraksi. Kalau sudah ada kesepahaman baru komisi I bisa berangkat,” kata Jahidin.  Memang kalau mengacu pada perintah UU 10/2016 tentang pemilihan kepala daerah, penggantian sulit terealisasi. Namun pemerintah juga punya hak deskresi apabila kondisi darurat.  “Itu usulan Dahri Yasin saat paripurna. Sampai sekarang belum ada rapat pimpinan, nanti di situ baru dibahas,” pungkas Politikus PKB ini.

Wacana pengisian posisi pendamping gubernur sepeninggal almarhum Wagub Mukmin Faisyal digaungkan dalam rapat paripurna DPRD Kaltim, Rabu (11/10) lalu.

Anggota Fraksi Golkar Dahri Yasin menilai kekosongan wagub perlu diisi karena dua pertimbangan. Yakni kondisi kesehatan Gubernur serta kemungkinan bakal majunya Rusmadi Wongso, sekretaris provinsi (Sekprov) dalam perhelatan Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018 mendatang.

”Jika resmi maju, jelas sekprov harus mengundurkan diri. Beban kerja dalam pengambilan kebijakan kian menumpuk ke Gubernur hingga akhir masa jabatannya nanti,” ucap Dahri Yasin.

Meski terganjal aturan, namun menurut Dahri, DPRD perlu mengajukan diskresi dan berkonsultasi ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). ”Memang regulasinya tak memungkinkan. Tapi, bukan berarti kita tidak berupaya,” sebutnya. Usulannya itu, disambut baik para koleganya di Karang Paci. Salah satunya Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Muspandi. Dalam paripurna itu, anggota Komisi I DPRD Kaltim ini menilai, komisi yang membidangi pemerintahan dapat berkoordinasi dengan Kemendagri.

”Meski aturan telah mengikat, koordinasi dengan dua pertimbangan itu sebaiknya kita tempuh,” katanya.
Instruksi dalam paripurna itu pun berbuah manis saat palu sidang penanda akhir paripurna. Ketua DPRD Kaltim HM Syahrun memerintahkan Komisi I agar mencari pengganti almarhum Mukmin Faisyal yang meninggal pada 22 September 2017. (cyn/beb)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 23 Februari 2018 16:21

Kontainer “Tidur” di Lokasi Langganan

SAMARINDA. Truk terbalik, kontainer jatuh bukan hal baru di jalan poros Palaran, tepatnya di tanjakan…

Kamis, 22 Februari 2018 21:18

Cerianya Bunda Rita di Sidang Perdana

JAKARTA. Dugaan suap dan gratifikasi yang menyeret Bupati (nonaktif) Kutai Kartanegara (Kukar) Rita…

Selasa, 20 Februari 2018 17:02

Terus Mengancam, Difteri Masih KLB

SAMARINDA. Status kejadian luar biasa (KLB) difteri di Kota Tepian belum dicabut. Pasalnya, pekan lalu…

Senin, 19 Februari 2018 20:49
Rebutan Cewek, Kelompok Geng Serang Remaja

Bos Geng Tuyul Hitam Bersaudara Ditangkap

SAMARINDA. Di balik tubuh yang kurus, remaja 17 tahun berinisial IB, adalah seorang bos salah satu geng.…

Minggu, 18 Februari 2018 15:46

Bunuh Orangutan karena Sengketa Lahan

SANGATTA. Terungkap sudah kasus tewasnya orangutan dengan ratusan peluru bersarang di badan.  Setelah…

Sabtu, 17 Februari 2018 20:53

IGD RSUD AWS Retak

SAMARINDA. Puluhan pasien yang tengah dirawat di RSUD AW Syahranie mendadak diliputi rasa kalut. Satu…

Jumat, 16 Februari 2018 19:50

Buah Simalakama Jamaah Abu Tours

SAMARINDA. Masyarakat diimbau tidak tergiur dengan agen travel yang menawarkan perjalanan umrah dengan…

Kamis, 15 Februari 2018 16:34

Cuaca Ekstrem Tak Turunkan Target

SAMARINDA. Alam masih belum bersahabat demi percepatan pembangunan runway Bandara Samarinda Baru (BSB).…

Rabu, 14 Februari 2018 21:55

Pilih Jadi Omongan atau Mendekati Zina?

Valentine’s day, perayaan yang selalu mengundang kontroversi setiap tahunnya. Kontroversinya melampaui…

Sabtu, 10 Februari 2018 14:38

Duet Polisi Palsu Gasak Tujuh Motor

SAMARINDA. Memeras dengan mengaku-ngaku sebagai polisi, bukan satu-satunya kejahatan yang dilakukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .