MANAGED BY:
SENIN
22 JANUARI
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

METROPOLIS

Kamis, 12 Oktober 2017 15:28
Diberi Waktu Sepuluh Hari

Dinas PUPR Keluhkan Kurangnya Petugas

PROKAL.CO, SAMARINDA. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda diberi waktu 10 hari untuk menginventarisasi bangunan liar di tepi Sungai Karang Mumus (SKM). Itu sebabnya mereka harus bekerja ekstra agar tak melampaui deadline.
Saat ini mereka sudah melakukan pemantauan terhadap bangunan liar di tepi SKM dari Jembatan S Parman hingga Waduk Benanga menggunakan drone. Selain melihat kondisi ril, alat ini juga digunakan untuk menghitung jumlah bangunan yang menjadi target penertiban.
Walau demikian, Kadis PUPR Hero Mardanus belum bisa memastikan berapa jumlah bangunan yang diduga tak ber-IMB di sepanjang bantaran SKM. Jumlah bangunan itu bisa diperoleh setelah pihaknya mengukur lebar sungai 20 meter ditambah 10 meter untuk masing-masing sisinya. Hal itu sesuai instruksi Perda Nomor 12 Tahun 2014. “Dari situ baru kita tahu berapa jumlah bangunan yang siap digusur,” ungkap Hero, kemarin (11/10).
Namun Hero sudah memastikan seluruh bangunan di tepi sungai dari kawasan Ruhui Rahayu, Gelatik hingga Gunung Lingai tak ber-IMB dan siap dibongkar. Karena posisi bangunan nyaris berada di atas sungai.  Setiap progresnya, kata Hero, akan dievaluasi selama dua pekan secara berkala. Hingga saat ini
belum diputuskan kapan tim eksekutor menertibkan bangunan liar tersebut.
Walau sudah menggunakan alat cukup canggih, Hero mengaku tetap kesulitan dalam hal pendataan maupun penertiban. Pasalnya saat ini dia hanya memiliki 28 staf bagian penertiban bangunan liar. Selain itu keterbatasan personil juga berpengaruh ke pengawasan bangunan lainnya di Kota Tepian.  “Tapi khusus penertiban bangunan (di bantaran, Red) SKM, kita dibantu Satpol PP,” imbuhnya.
Lebih jauh, Hero mengatakan aksi penertiban itu bersentuhan langsung dengan masyarakat. Sehingga perlu ada pendekatan, agar prosesnya nanti berjalan kondusif dan aman.  “Yang diurus manusia dengan berbagai perbedaan. Kami harus memastikan cara memberitahu tidak menyinggung masyarakat, sehingga mau dipindahkan,” pungkasnya.
Diketahui tanggung jawab Dinas PUPR mendata semua bangunan sepanjang kurang lebih 12 kilometer dari Jembatan S Parman hingga Waduk Benanga. Keputusan ini diambil setelah tim menggelar rapat, Senin (9/10) lalu, di ruang rapat Wawali.
Wakil Wali Kota Samarinda, Nusyirwan Ismail mengatakan, setelah Dinas PUPR selesai melakukan pendataan bangunan, selanjutnya pemilik bangunan akan diberi peringatan terkait jangka waktu pembongkaran melalui surat edaran seperti yang tertera pada standar operasional prosedur (SOP).  “Baru kita eksekusi. Yang jelas kita sesuaikan tahapannya sesuai standar penertiban,” kata Nusyirwan Senin lalu.
Untuk petugas penertiban, kata Nusyirwan, menjadi urusan bidang penertiban yang saat ini memiliki anggota 28 orang dan di-back up Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). “Kita sedang berkoordinasi dengan lurah dan camat mengenai hal ini. Kita juga imbaukan agar para lurah dan camat bisa menyosialisasikan kepada masyarakat,” tutur Nusyirwan.
Ketua Komisi III, M Tharir mengatakan, jangan menjadikan hal ini kembali sebagai wacana semata. Karena menurutnya normalisasi SKM merupakan program lama yang tak kunjung tuntas. Menurutnya program tersebut sudah bergulir jauh sebelum kepemimpinan Wali Kota Syaharie Jaang.
“Ya, kita sangat mendukung karena menjadi bagian dari normalisasi sungai. Apalagi ini program lama, makanya pemkot harus beraksi lebih cepat,” kata Tahrir. (zak/aya)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 20 Januari 2018 11:44

Sekolah Bantah Tolak Imunisasi

SAMARINDA. Gerakan imunisasi cegah difteri yang dicanangkan pemerintah tak selalu berjalan mulus. Dinas…

Jumat, 19 Januari 2018 18:38

Walikota Pantau Pasien Difteri

SAMARINDA. Status Kejadian Luar Biasa (KLB) terhadap mewabahnya penyakit difteri di Ibu Kota Kaltim…

Jumat, 19 Januari 2018 10:38

RT Diwajibkan Kenali Warga

SAMARINDA. Antisipasi acaman gangguan keamanan sekaligus untuk memastikan suasana kamtibmas di Samarinda…

Jumat, 19 Januari 2018 10:26

Jadi “Tumbal” Jembatan Kembar

SAMARINDA. Belum tuntasnya pembangunan akses pendekat Jembatan Kembar sisi Samarinda Seberang di Jalan…

Jumat, 19 Januari 2018 09:45

Pemprov Pacu Penyelesaian Sejumlah Bendungan

SAMARINDA. Kalimantan Timur menjadi salah satu provinsi yang ditunjuk sebagai daerah pengembangan pangan…

Kamis, 18 Januari 2018 15:46

Jangan Hanya Kejar Peresmian

SAMARINDA. Pembangunan Jembatan Mahakam IV (Jembatan Kembar) seharusnya bisa selesai Oktober. Bahkan…

Kamis, 18 Januari 2018 15:42

DEMI ANAK !!! Awang Faroek Turun Gunung

SAMARINDA. Orangtua mana yang tak ingin melihat anaknya berhasil. Demikian pula dengan Gubernur Kaltim…

Kamis, 18 Januari 2018 15:34

216 Ribu Warga Belum Punya KTP

SAMARINDA. Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Samarinda, warga Kota…

Rabu, 17 Januari 2018 16:08

201 Pegawai Pemkot Terima Penghargaan

SAMARINDA. Pemkot Samarinda kembali menganugerahkan penghargaan Satyalencana Karya Satya kepada para…

Rabu, 17 Januari 2018 16:04

Targetkan Selesai Oktober

SAMARINDA. Tiga kontraktor yakni PT Waskita, PT Pembangunan Perumahan (PP) dan PT Jaya Konstruksi yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .