MANAGED BY:
SENIN
23 OKTOBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

METROPOLIS

Kamis, 12 Oktober 2017 15:28
Diberi Waktu Sepuluh Hari

Dinas PUPR Keluhkan Kurangnya Petugas

PROKAL.CO, SAMARINDA. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda diberi waktu 10 hari untuk menginventarisasi bangunan liar di tepi Sungai Karang Mumus (SKM). Itu sebabnya mereka harus bekerja ekstra agar tak melampaui deadline.
Saat ini mereka sudah melakukan pemantauan terhadap bangunan liar di tepi SKM dari Jembatan S Parman hingga Waduk Benanga menggunakan drone. Selain melihat kondisi ril, alat ini juga digunakan untuk menghitung jumlah bangunan yang menjadi target penertiban.
Walau demikian, Kadis PUPR Hero Mardanus belum bisa memastikan berapa jumlah bangunan yang diduga tak ber-IMB di sepanjang bantaran SKM. Jumlah bangunan itu bisa diperoleh setelah pihaknya mengukur lebar sungai 20 meter ditambah 10 meter untuk masing-masing sisinya. Hal itu sesuai instruksi Perda Nomor 12 Tahun 2014. “Dari situ baru kita tahu berapa jumlah bangunan yang siap digusur,” ungkap Hero, kemarin (11/10).
Namun Hero sudah memastikan seluruh bangunan di tepi sungai dari kawasan Ruhui Rahayu, Gelatik hingga Gunung Lingai tak ber-IMB dan siap dibongkar. Karena posisi bangunan nyaris berada di atas sungai.  Setiap progresnya, kata Hero, akan dievaluasi selama dua pekan secara berkala. Hingga saat ini
belum diputuskan kapan tim eksekutor menertibkan bangunan liar tersebut.
Walau sudah menggunakan alat cukup canggih, Hero mengaku tetap kesulitan dalam hal pendataan maupun penertiban. Pasalnya saat ini dia hanya memiliki 28 staf bagian penertiban bangunan liar. Selain itu keterbatasan personil juga berpengaruh ke pengawasan bangunan lainnya di Kota Tepian.  “Tapi khusus penertiban bangunan (di bantaran, Red) SKM, kita dibantu Satpol PP,” imbuhnya.
Lebih jauh, Hero mengatakan aksi penertiban itu bersentuhan langsung dengan masyarakat. Sehingga perlu ada pendekatan, agar prosesnya nanti berjalan kondusif dan aman.  “Yang diurus manusia dengan berbagai perbedaan. Kami harus memastikan cara memberitahu tidak menyinggung masyarakat, sehingga mau dipindahkan,” pungkasnya.
Diketahui tanggung jawab Dinas PUPR mendata semua bangunan sepanjang kurang lebih 12 kilometer dari Jembatan S Parman hingga Waduk Benanga. Keputusan ini diambil setelah tim menggelar rapat, Senin (9/10) lalu, di ruang rapat Wawali.
Wakil Wali Kota Samarinda, Nusyirwan Ismail mengatakan, setelah Dinas PUPR selesai melakukan pendataan bangunan, selanjutnya pemilik bangunan akan diberi peringatan terkait jangka waktu pembongkaran melalui surat edaran seperti yang tertera pada standar operasional prosedur (SOP).  “Baru kita eksekusi. Yang jelas kita sesuaikan tahapannya sesuai standar penertiban,” kata Nusyirwan Senin lalu.
Untuk petugas penertiban, kata Nusyirwan, menjadi urusan bidang penertiban yang saat ini memiliki anggota 28 orang dan di-back up Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). “Kita sedang berkoordinasi dengan lurah dan camat mengenai hal ini. Kita juga imbaukan agar para lurah dan camat bisa menyosialisasikan kepada masyarakat,” tutur Nusyirwan.
Ketua Komisi III, M Tharir mengatakan, jangan menjadikan hal ini kembali sebagai wacana semata. Karena menurutnya normalisasi SKM merupakan program lama yang tak kunjung tuntas. Menurutnya program tersebut sudah bergulir jauh sebelum kepemimpinan Wali Kota Syaharie Jaang.
“Ya, kita sangat mendukung karena menjadi bagian dari normalisasi sungai. Apalagi ini program lama, makanya pemkot harus beraksi lebih cepat,” kata Tahrir. (zak/aya)


BACA JUGA

Minggu, 22 Oktober 2017 21:53

BWS Komitmen Bantu Pemkot

SAMARINDA. Pengendalian banjir jadi program utama Pemkot Samarinda, rencana tersebut diyakini bisa tuntas…

Minggu, 22 Oktober 2017 21:52

Meluber ke Tengah Jalan, Warga Ngeluh

SAMARINDA. Meski dirasa mengganggu kenyamanan warga setempat, hingga kini masih banyak oknum masyarakat…

Jumat, 20 Oktober 2017 16:22

Ditambang, Lahan Pertanian Menyusut

SAMARINDA. Luasan lahan irigasi sawah di Kaltim terus menyusut setiap tahunnya. Diduga penyusutan lahan…

Jumat, 20 Oktober 2017 16:19

Omzet Terjun Bebas, Lelah Tak Terbayar

Krisis ekonomi berdampak pada menurunya daya beli masyarakat. Bahkan kini imbasnya sangat dirasakan…

Kamis, 19 Oktober 2017 16:45

Tunjangan Tembus Rp 14 Miliar..!! Dewan Belum Puas

SAMARINDA. Kenaikan tunjangan dewan sebesar Rp 28 miliar berat terealisasi. Meski pun hal itu diakui…

Kamis, 19 Oktober 2017 16:37

Akhir Bulan Ini Mahkota II Dibuka 24 Jam

Para pengendara, khususnya yang sering melintasi Jembatan Mahkota II akhirnya bisa bernapas lega. Pasalnya,…

Rabu, 18 Oktober 2017 17:06

Diratakan Demi Adipura

SAMARINDA. Seperti tak kenal ampun, puluhan lapak pedagang buah di sepanjang Jalan Cipto Mangunkusumo,…

Rabu, 18 Oktober 2017 17:04

Gubernur Yakin, Ketua Dewan Ragu

SAMARINDA. Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mengatakan jembatan kembar bisa selesai sesuai target…

Rabu, 18 Oktober 2017 17:02

Pastikan Terima Sertifikat Lulus

SAMARINDA. Sempat ditutup dadakan pada Senin (16/9) lalu karena pemasangan kabel sensor, kemarin Jembatan…

Selasa, 17 Oktober 2017 01:58

Kinerja Perusda Melempem

SAMARINDA. 2018 masih menjadi tahun kelam bagi daerah. Pasalnya, selain prediksi APBD yang menurun,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .