MANAGED BY:
JUMAT
27 APRIL
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

METROPOLIS

Kamis, 12 Oktober 2017 15:28
Diberi Waktu Sepuluh Hari

Dinas PUPR Keluhkan Kurangnya Petugas

PROKAL.CO, SAMARINDA. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda diberi waktu 10 hari untuk menginventarisasi bangunan liar di tepi Sungai Karang Mumus (SKM). Itu sebabnya mereka harus bekerja ekstra agar tak melampaui deadline.
Saat ini mereka sudah melakukan pemantauan terhadap bangunan liar di tepi SKM dari Jembatan S Parman hingga Waduk Benanga menggunakan drone. Selain melihat kondisi ril, alat ini juga digunakan untuk menghitung jumlah bangunan yang menjadi target penertiban.
Walau demikian, Kadis PUPR Hero Mardanus belum bisa memastikan berapa jumlah bangunan yang diduga tak ber-IMB di sepanjang bantaran SKM. Jumlah bangunan itu bisa diperoleh setelah pihaknya mengukur lebar sungai 20 meter ditambah 10 meter untuk masing-masing sisinya. Hal itu sesuai instruksi Perda Nomor 12 Tahun 2014. “Dari situ baru kita tahu berapa jumlah bangunan yang siap digusur,” ungkap Hero, kemarin (11/10).
Namun Hero sudah memastikan seluruh bangunan di tepi sungai dari kawasan Ruhui Rahayu, Gelatik hingga Gunung Lingai tak ber-IMB dan siap dibongkar. Karena posisi bangunan nyaris berada di atas sungai.  Setiap progresnya, kata Hero, akan dievaluasi selama dua pekan secara berkala. Hingga saat ini
belum diputuskan kapan tim eksekutor menertibkan bangunan liar tersebut.
Walau sudah menggunakan alat cukup canggih, Hero mengaku tetap kesulitan dalam hal pendataan maupun penertiban. Pasalnya saat ini dia hanya memiliki 28 staf bagian penertiban bangunan liar. Selain itu keterbatasan personil juga berpengaruh ke pengawasan bangunan lainnya di Kota Tepian.  “Tapi khusus penertiban bangunan (di bantaran, Red) SKM, kita dibantu Satpol PP,” imbuhnya.
Lebih jauh, Hero mengatakan aksi penertiban itu bersentuhan langsung dengan masyarakat. Sehingga perlu ada pendekatan, agar prosesnya nanti berjalan kondusif dan aman.  “Yang diurus manusia dengan berbagai perbedaan. Kami harus memastikan cara memberitahu tidak menyinggung masyarakat, sehingga mau dipindahkan,” pungkasnya.
Diketahui tanggung jawab Dinas PUPR mendata semua bangunan sepanjang kurang lebih 12 kilometer dari Jembatan S Parman hingga Waduk Benanga. Keputusan ini diambil setelah tim menggelar rapat, Senin (9/10) lalu, di ruang rapat Wawali.
Wakil Wali Kota Samarinda, Nusyirwan Ismail mengatakan, setelah Dinas PUPR selesai melakukan pendataan bangunan, selanjutnya pemilik bangunan akan diberi peringatan terkait jangka waktu pembongkaran melalui surat edaran seperti yang tertera pada standar operasional prosedur (SOP).  “Baru kita eksekusi. Yang jelas kita sesuaikan tahapannya sesuai standar penertiban,” kata Nusyirwan Senin lalu.
Untuk petugas penertiban, kata Nusyirwan, menjadi urusan bidang penertiban yang saat ini memiliki anggota 28 orang dan di-back up Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). “Kita sedang berkoordinasi dengan lurah dan camat mengenai hal ini. Kita juga imbaukan agar para lurah dan camat bisa menyosialisasikan kepada masyarakat,” tutur Nusyirwan.
Ketua Komisi III, M Tharir mengatakan, jangan menjadikan hal ini kembali sebagai wacana semata. Karena menurutnya normalisasi SKM merupakan program lama yang tak kunjung tuntas. Menurutnya program tersebut sudah bergulir jauh sebelum kepemimpinan Wali Kota Syaharie Jaang.
“Ya, kita sangat mendukung karena menjadi bagian dari normalisasi sungai. Apalagi ini program lama, makanya pemkot harus beraksi lebih cepat,” kata Tahrir. (zak/aya)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 27 April 2018 00:09

Melanggar, Langsung Ditilang

SAMARINDA. Terhitung Kamis (26/4) kemarin, hingga 9 Mei 2018, Satlantas Polresta Samarinda mulai menggeber…

Kamis, 26 April 2018 20:44

Samarinda Kinerja Terbaik Tertinggi Nasional

JAKARTA.KOMINFO. Kota Samarinda kembali menorehkan prestasi kinerja terbaik secara nasional. Kali ini…

Kamis, 26 April 2018 00:17

Sebelum Debat, Safaruddin Temui Suami Rita

JAKARTA. Bupati Kutai Kartanegara (Non aktif) Rita Widyasari tak ragu-ragu mengacungkan empat jarinya…

Kamis, 26 April 2018 00:17

Harga Bahan Pokok Dipantau

SAMARINDA. Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kaltim menegaskan harga bahan…

Rabu, 25 April 2018 00:22

Menghambat Proyek Terancam Dipidana

SAMARINDA. Proyek tol tak boleh berhenti hanya karena persoalan lahan. Jika masih terganjal lahan, target…

Senin, 23 April 2018 22:32

Dishub Tunggu Sertifikat Kementerian

SAMARINDA. Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim masih menanti keluarnya Sertifikat Bandar Udara (SBU) dari…

Minggu, 22 April 2018 23:05

Pentas Sandima Gairahkan Citra Niaga

Pentas kesenian Sandiwara Mamanda (Sandima) yang diprakarsai Pemkot Samarinda melalui Dinas Komunikasi…

Sabtu, 21 April 2018 23:01

Akses Warga Dialihkan

SAMARINDA. Warga yang bermukim di sekitar proyek jalan tol Balikpapan - Samarinda segmen Palaran terpaksa…

Jumat, 20 April 2018 22:31

Citra Niaga Harus Dikemas Modern

SAMARINDA. Rencana Pemkot Samarinda untuk menggairahkan kembali ekonomi di Citra Niaga, sudah tak bisa…

Kamis, 19 April 2018 23:06

Kejar SBU Kelayakan Bandara

SAMARINDA. Bandara APT Pranoto ditargetkan beroperasi pada 24 Mei mendatang. Namun bandara yang berada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .