MANAGED BY:
SENIN
25 MARET
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Selasa, 19 September 2017 01:52
Wali Kota Bersaksi untuk Abun, Ini yang Diakuinya...

Belum Ganti Rugi Lahan

Jaang bersaksi untuk Abun dalam kasus TPK Palaran.

PROKAL.CO, Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang didudukkan di ruang persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda, Senin (18/9) siang kemarin. Orang nomor satu di Samarinda itu bersaksi dalam sidang dugaan pungutan liar (pungli) tarif parkir di area Terminal Peti Kemas (TPK) Palaran.

---------

Jaang hadir di ruang persidangan mengenakan baju safari merah bermotif sarung Samarinda. Jaang tak sendiri. Selama hampir 1,5 jam memberikan keterangan, Jaang ditemani beberapa kepala dinas di lingkungan kerjanya.

Mereka yang mendampingi Jaang adalah Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Samarinda, Abdullah. Ia dipanggil masih sebagai saksi karena kapasitasnya sebagai mantan kepala Dishub Samarinda. Mantan Kepala Dinas Pendapatan Samarinda Antonius Lujah Irang (saat ini menjabat sebagai Kepala Koperasi dan UMKM Samarinda), serta Ismansyah, Kepala Dishub Samarinda saat ini.

Kedatangan Jaang didampingi para kepala dinas terkait, adalah untuk memberikan keterangan seputar penerbitan SK Wali Kota Nomor 551.21/083/HK-KS/II/2016 tentang Penetapan Pengelolaan dan Struktur Tarif Parkir Pada Area Parkir Pelabuhan Peti Kemas Bukuan PalaranAtas Nama Koperasi Serba Usaha PDIB Samarinda.

Jaang diambil keterangan, masih seputar sidang dugaan pungutan liar (pungli) tarif parkir di area Terminal Peti Kemas (TPK) Palaran yang diduga melibatkan Heri Susanto alias Abun dan Noor Asriansyah alias Ely sebagai terdakwa. Ketua Majelis Hakim, Joko Sutrisno langsung mencecar sejumlah pertanyaan usai Jaang mengucapkan sumpah saksi.

Hakim mempertanyakan perihal mekanisme penerbitan SK yang ditandangani Jaang. “Memang saya pernah tanda tangan SK tersebut, seingat saya seminggu setelah dilantik. Salah satu pertimbangan, bisa menambah pasokan PAD. Karena dari sana 25 persen untuk pajak,” ujar Jaang.

Jaang menjelaskan, dia tanda tangan karena sudah dianggap sesuai prosedur. Permohonan SK tersebut diterangkan Jaang, sebelumnya diajukan oleh Ketua Koperasi PDIB Ida Lismaya Santry sehari setelah masa jabatannya berakhir, tepatnya 24 November 2015.

Selanjutnya permohonan melalui prosedur teknis dan melalui kajian instansi teknis terkait. Sampai akhirnya dinyatakan memenuhi syarat dan dianggap layak diterbitkan. Akhirnya SK dikeluarkan 25 Februari 2016, namun diberlakukan terhitung 1 April 2016.
Hakim juga sempat menanyakan status kepemilikan lahan yang dijadikan jalan. “Itu lahan milik pribadi atau milik pemkot?,” tanya hakim.

Jaang pun menjawab ”Lahan itu bukan milik pemerintah pak hakim,” ujarnya. Jaang menjelaskan, memang sempat ada upaya mencarikan solusi dengan mengundang pihak pengelola. Namun tak ada solusi, apakah lahan itu akan dihibahkan atau ganti rugi.

“Memang belum ada ganti rugi. Tapi sempat ada pembicaraan lisan, kata pak Abun pakai saja dulu,” beber Jaang. Jaang juga sempat ditanya alasannya mencabut SK setelah ramai berita soal terbongkarnya dugaan pungli. “Memang saya cabut beberapa hari setelah ada pengungkapan kasus yang katanya Operasi Tangkap Tangan (OTT). Soalnya saya menganggap ada pungutan di luar SK,” tegas Jaang.

Jaang juga diingatkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) perihal keterangannya kepada penyidik polisi, soal apakah pernah mendengar ada pemerasan terkait pungutan di jalan menuju TPK. JPU bahkan sampai membacakan keterangan yang disampaikan Jaang ke penyidik polisi, yang dituangkan dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

 “Pernah mendengar, tapi sebelum SK terbit. Saya mendengar informasi ada penutupan jalan saja,” bebernya.
Sidang lanjutan akan dilanjutkan minggu depan, masih seputar mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan JPU. (rin/beb)


BACA JUGA

Sabtu, 23 Maret 2019 13:25

Kotak Suara Mulai Didistribusikan

SAMARINDA. KPU Samarinda mulai mendistribusikan kotak suara ke 10 kecamatan…

Jumat, 22 Maret 2019 13:59

MEMPRIHATINKAN..!! Oknum Lurah Ditangkap karena Isap Sabu

SAMARINDA. Satu lagi pejabat di lingkungan Pemkot Samarinda yang terjaring…

Jumat, 22 Maret 2019 13:54

Penghuni Kolong Jembatan Ditelan Mahakam

SAMARINDA. Udara panas yang menyengat Kota Samarinda membuat sekumpulan anak…

Kamis, 21 Maret 2019 10:36

Tendang Ojek Online, Maling Digebuki

SAMARINDA. Darah segar mengalir di wajah  Rahmadani (33). Laki-laki dengan…

Kamis, 21 Maret 2019 10:32

Alasan Mandi Buang Penyakit, Ehhh...Dukun Ini Malah Grepe-Grepe Anunya Gadis 16 Tahun

TENGGARONG. Zaman serba modern ini praktik perdukunan masih saja dijumpai.…

Rabu, 20 Maret 2019 10:41

Pangkalan Elpiji Nakal Ditutup

SAMARINDA. Di tengah kesusahan warga memperoleh elpiji 3 kg, sejumlah…

Rabu, 20 Maret 2019 10:35

Dahsyat! 42 Rumah Jadi Arang

TENGGARONG. Si jago merah terus mengintai ketenangan warga Kota Raja…

Selasa, 19 Maret 2019 10:38

Bernostalgia, Jaang Minta Selalu Dikritik

Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang menjadi tamu paling spesial pada…

Selasa, 19 Maret 2019 10:30

Tongkang Karam, Mahakam Tercemar

SAMARINDA. Tongkang bermuatan ribuan metrix ton emas hitam perlahan miring…

Senin, 18 Maret 2019 10:48

Halaman Museum Samarinda Mendadak Ramai

SAMARINDA. Kasus kenakalan remaja perlu mendapat perhatian khusus oleh semua…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*