MANAGED BY:
RABU
20 JUNI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Selasa, 19 September 2017 01:52
Wali Kota Bersaksi untuk Abun, Ini yang Diakuinya...

Belum Ganti Rugi Lahan

Jaang bersaksi untuk Abun dalam kasus TPK Palaran.

PROKAL.CO, Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang didudukkan di ruang persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda, Senin (18/9) siang kemarin. Orang nomor satu di Samarinda itu bersaksi dalam sidang dugaan pungutan liar (pungli) tarif parkir di area Terminal Peti Kemas (TPK) Palaran.

---------

Jaang hadir di ruang persidangan mengenakan baju safari merah bermotif sarung Samarinda. Jaang tak sendiri. Selama hampir 1,5 jam memberikan keterangan, Jaang ditemani beberapa kepala dinas di lingkungan kerjanya.

Mereka yang mendampingi Jaang adalah Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Samarinda, Abdullah. Ia dipanggil masih sebagai saksi karena kapasitasnya sebagai mantan kepala Dishub Samarinda. Mantan Kepala Dinas Pendapatan Samarinda Antonius Lujah Irang (saat ini menjabat sebagai Kepala Koperasi dan UMKM Samarinda), serta Ismansyah, Kepala Dishub Samarinda saat ini.

Kedatangan Jaang didampingi para kepala dinas terkait, adalah untuk memberikan keterangan seputar penerbitan SK Wali Kota Nomor 551.21/083/HK-KS/II/2016 tentang Penetapan Pengelolaan dan Struktur Tarif Parkir Pada Area Parkir Pelabuhan Peti Kemas Bukuan PalaranAtas Nama Koperasi Serba Usaha PDIB Samarinda.

Jaang diambil keterangan, masih seputar sidang dugaan pungutan liar (pungli) tarif parkir di area Terminal Peti Kemas (TPK) Palaran yang diduga melibatkan Heri Susanto alias Abun dan Noor Asriansyah alias Ely sebagai terdakwa. Ketua Majelis Hakim, Joko Sutrisno langsung mencecar sejumlah pertanyaan usai Jaang mengucapkan sumpah saksi.

Hakim mempertanyakan perihal mekanisme penerbitan SK yang ditandangani Jaang. “Memang saya pernah tanda tangan SK tersebut, seingat saya seminggu setelah dilantik. Salah satu pertimbangan, bisa menambah pasokan PAD. Karena dari sana 25 persen untuk pajak,” ujar Jaang.

Jaang menjelaskan, dia tanda tangan karena sudah dianggap sesuai prosedur. Permohonan SK tersebut diterangkan Jaang, sebelumnya diajukan oleh Ketua Koperasi PDIB Ida Lismaya Santry sehari setelah masa jabatannya berakhir, tepatnya 24 November 2015.

Selanjutnya permohonan melalui prosedur teknis dan melalui kajian instansi teknis terkait. Sampai akhirnya dinyatakan memenuhi syarat dan dianggap layak diterbitkan. Akhirnya SK dikeluarkan 25 Februari 2016, namun diberlakukan terhitung 1 April 2016.
Hakim juga sempat menanyakan status kepemilikan lahan yang dijadikan jalan. “Itu lahan milik pribadi atau milik pemkot?,” tanya hakim.

Jaang pun menjawab ”Lahan itu bukan milik pemerintah pak hakim,” ujarnya. Jaang menjelaskan, memang sempat ada upaya mencarikan solusi dengan mengundang pihak pengelola. Namun tak ada solusi, apakah lahan itu akan dihibahkan atau ganti rugi.

“Memang belum ada ganti rugi. Tapi sempat ada pembicaraan lisan, kata pak Abun pakai saja dulu,” beber Jaang. Jaang juga sempat ditanya alasannya mencabut SK setelah ramai berita soal terbongkarnya dugaan pungli. “Memang saya cabut beberapa hari setelah ada pengungkapan kasus yang katanya Operasi Tangkap Tangan (OTT). Soalnya saya menganggap ada pungutan di luar SK,” tegas Jaang.

Jaang juga diingatkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) perihal keterangannya kepada penyidik polisi, soal apakah pernah mendengar ada pemerasan terkait pungutan di jalan menuju TPK. JPU bahkan sampai membacakan keterangan yang disampaikan Jaang ke penyidik polisi, yang dituangkan dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

 “Pernah mendengar, tapi sebelum SK terbit. Saya mendengar informasi ada penutupan jalan saja,” bebernya.
Sidang lanjutan akan dilanjutkan minggu depan, masih seputar mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan JPU. (rin/beb)


BACA JUGA

Kamis, 07 Juni 2018 21:13

Dibegal Sejoli, Bocah Diseret

SAMARINDA. Ulah pelaku begal kini semakin beringas. Bahkan pelakunya bukan hanya pria, namun juga melibatkan…

Kamis, 07 Juni 2018 21:11

Perkosa Istri Sahabat

Apa artinya berteman…Di belakang kau menikam…Lirik lagu Pagar Makan Tanaman milik Mansyur…

Rabu, 06 Juni 2018 21:49

“Monster Jalanan” Ngamuk

SAMARINDA.  Kecalakaan lalu lintas di tanjakan Jalan Otto Iskandardinata, Samarinda Ilir, bukan…

Selasa, 05 Juni 2018 23:41

Jurnalis Radar Papua, Dihajar Massa saat Bertugas

MANOKWARI. Ancaman terhadap demokrasi, kebebasan pers, dan hak publik atas informasi dinilai makin tergerus.…

Selasa, 05 Juni 2018 19:59

Dicurangi Sahabat, Gagal Mudik

SAMARINDA. Angan-angan Nasir alias Aci berlebaran di kampung halaman seketika sirna. Langkah pria 31…

Senin, 04 Juni 2018 20:47

KASIHAN..!! Cuci Pakaian, Wanita Ditelan Mahakam

SAMARINDA. Malam semakin larut, Tajudin yang kala itu masih terjaga merasa gelisah. Keponakannya, Siti…

Senin, 04 Juni 2018 20:33

Mapolres Diserang, Polisi Terluka

SAMARINDA. Andi Kosasih belum menyerah usai diamankan polisi. Pria 32 tahun itu bahkan lebih beringas…

Jumat, 01 Juni 2018 20:22

Belatung Jatuh, Mayat Membusuk

SAMARINDA. Teriakan sekawanan remaja yang tengah mencari udang mengejutkan warga di Jalan Mangkupalas,…

Jumat, 01 Juni 2018 20:20

Lebih Murah, Sampai Lebih Lama

SAMARINDA. Jarak tempuh Samarinda menuju Surabaya dan Makassar melalui bandara APT Pranoto diyakini…

Jumat, 01 Juni 2018 20:17

Mobil Hancur, Kepala Robek

SAMARINDA. Seorang pengemudi mobil dilarikan ke rumah sakit setelah menabrak truk yang sedang parkir.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .