MANAGED BY:
RABU
20 SEPTEMBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

KALTIM

Rabu, 13 September 2017 16:51
Ratusan Sambungan Jargas Dicabut

Menunggak, BME Ambil Langkah Tegas

SUDAH SOSIALISASI. Petugas dari PT BME memutus sambungan jargas di salah satu rumah warga. Pemutusan dilakukan sosialisasi secara bertahap.

PROKAL.CO, BONTANG. Sambungan jaringan gas (Jargas) sejumlah pelanggan terpaksa diputus oleh PT Bontang Migas dan Energi (BME). Kegiatan pemutusan sambungan ini bagian dari langkah BME untuk menertibkan para pengguna gas yang menunggak di atas 3 bulan.
Sebelum melakukan pemutusan,  BME terlebih dahulu sudah mensosialisasikan hal ini ke para pelanggan dengan mengirimkan surat.
“Ini bagian dari menindaklanjuti agenda kami dalam rangka melakukan penertiban pelanggan yang menunggak. Nah, sesuai surat sosialisasi yang kami kirim ke pelanggan, hari ini adalah hari kami melakukan eksekusi pemutusan,” kata Khoironi, Manajer Layanan Umum dan Eksternal PT BME.
Kendati demikian kata Roni, BME tak serta merta melakukan pemutusan. Tetap melakukan komunikasi dengan para pelanggan. “Bahkan sampai hari ini, sebelum tim kami melakukan pemutusan sambungan, kami masih memastikan ke pelanggan apakah masih mau berlanggan atau tidak. Intinya, kami masih mengedepankan persuasif,” paparnya.
Lebih lanjut kata dia, untuk hari ini pemutusan difokuskan di rumah – rumah yang kosong dan pelanggan yang memang bersedia untuk diputus sambungan gasnya. Selanjutnya menyasar ke pelanggan yang memang betul – betul ‘membandel’.
“Untuk hari ini, kami memang fokuskan ke rumah – rumah yang kosong. Pelanggan yang sudah pindah. Jadi kami cabut meterannya. Ini harapannya, kami juga mengamankan aset negara yang dikhawatirkan hilang. Tapi kegiatan pemutusan ini bersifat ‘continue’,” katanya.
Roni melanjutkan, kepada pelanggan yang meteran gasnya dicabut masih bisa tetap berlangganan gas bumi dari BME dengan menyelesaikan tunggakan. Pelanggan diberikan waktu maksimal selama enam bulan. Lewat dari itu, para pelanggan akan dibebani aktivasi pelanggan lama (APL) yang nominalnya 40 persen dari tarif pemasangan gas baru yang mencapai Rp 6,2 juta.
“Artinya kami masih memberikan toleransi kepada pelanggan yang dicabut sambungannya untuk segera menyelesaikan tanggungannya. Pemasangan sambungan kepada pelanggan yang nunggak di bawah enam bulan tidak dikenai biaya,” jelasnya.
Sekadar informasi, saat ini ada 548 pelanggan jargas rumah tangga yang belum melakukan pembayaran dalam kurun waktu tiga bulan terakhir. Pelanggan ini tersebar di tiga Kelurahan, Gunung Telihan, Gunung Elai dan Api-Api. Jika ditotal jumlah tagihan pelanggan yang telat membayar mencapai jumlah yang cukup fantastis, yakni Rp 395 juta.
Khoironi menuturkan, setelah melakukan imbauan selama sepekan terakhir, sudah ada 171 pelanggan yang langsung membayar iuran bulanan. Jumlahnya berkisar Rp 57 juta.
“Tujuan kami memberikan imbauan ini, sebenarnya hanya untuk menjalin harmonisasi antara kami sebagai operator dan masyarakat sebagai pelanggan. Jika pembayaran tepat waktu, tentu kualitas pelayanan yang kami berikan akan lebih prima. Dampaknya pasti akan dirasakan langsung juga masyarakat,” tutur dia.
Piutang sebesar itu, lanjut dia selaian digunakan untuk operasional, juga akan diplot untuk membayar gaji karyawan dan maintenance atau pemeliharaan jaringan yang tentunya mennggunakan biaya yang tak sedikit. Karenanya, kesadaran melakukan sangat diharapkan sehingga tercipta pelayanan yang makin prima.
Untuk  tarif jargas sesuai regulasi yang ditetapkan dari Badan Pengatur Hilir (BPH) Minyak dan Gas Bumi dibagi menjadi dua kategori. Yakni pelanggan Rumah Tangga (RT) dan Pengguna Kecil (PK). Lalu, RT kemudian dibagi menjadi dua. Yakni RT 1 dan RT 2, lalu PK 1 dan PK 2.
“RT 1 ini adalah rumah tangga menengah kebawah tarifnya Rp 4.200 permeter kubik. R 2 ini adalah rumah tangga menengah ketas dilihat dari struktur dan bangunannya, tarifnya Ro 6.000 permeter kubik.
PK 1 adalah isntansi rumah sakit, masjid, gereja. Tarifnya Rp 4.200. dan PK 2 adalah kafe, restoran dan sejenisnya Rp 6.000 permeter kubik,” tukasnya. (ivr/beb)


BACA JUGA

Senin, 18 September 2017 00:21

Dampak Negatif Kebijakan Pusat

TANJUNG REDEB. Kebijakan pemerintah pusat melalui Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan…

Senin, 18 September 2017 00:19

Mobil Jalan Sendiri Nyaris Bikin Celaka

BONTANG. Ini peringatan untuk kita semua untuk tidak meninggalkan anak seorang diri dalam ruang kemudi…

Sabtu, 16 September 2017 14:12

Rp 500 Juta untuk Bangun Tandon

SANGATTA. Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutai Timur (Kutim) membangun tandon air untuk warga Desa Pangadan,…

Sabtu, 16 September 2017 14:11

Perawatan PJU Terhambat Anggaran

TANJUNG REDEB.  Penerangan Jalan Umum (PJU) di kabupaten Berau yang sebelumnya ditangani Dinas…

Sabtu, 16 September 2017 14:09

Kompak Usir Banjir di Tenggarong

TENGGARONG. Demi bebas dari banjir yang mengancam jika turun hujan lebat di kawasan Kota Raja Tenggarong,…

Jumat, 15 September 2017 17:35

Berau Prioritaskan Power Plant dan PLTA

TANJUNG REDEB. Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 Kabupaten Berau menjadi momen penting bagi Bupati…

Jumat, 15 September 2017 17:33

Terus Cegah Banjir di Kota Raja

TENGGARONG. Banjir diupayakan “bablas” dari kawasan pemukiman warga di kawasan Kelurahan…

Kamis, 14 September 2017 17:21

Pejabat Kukar Divonis 2,5 Tahun Penjara

SAMARINDA. Majelis hakim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Samarinda menjatuhi hukuman 2,5…

Kamis, 14 September 2017 17:18

Utang Jamkesda Mencapai Rp 7 Miliar

BONTANG. Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB) Kota Bontang terpaksa harus utang klaim…

Rabu, 13 September 2017 16:53

Maratua Disiapkan untuk KEK Pariwisata

TANJUNG REDEB. Kabupaten Berau mendekati realisasi menjadi salah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .