MANAGED BY:
JUMAT
24 NOVEMBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

KALTIM

Rabu, 13 September 2017 16:51
Ratusan Sambungan Jargas Dicabut

Menunggak, BME Ambil Langkah Tegas

SUDAH SOSIALISASI. Petugas dari PT BME memutus sambungan jargas di salah satu rumah warga. Pemutusan dilakukan sosialisasi secara bertahap.

PROKAL.CO, BONTANG. Sambungan jaringan gas (Jargas) sejumlah pelanggan terpaksa diputus oleh PT Bontang Migas dan Energi (BME). Kegiatan pemutusan sambungan ini bagian dari langkah BME untuk menertibkan para pengguna gas yang menunggak di atas 3 bulan.
Sebelum melakukan pemutusan,  BME terlebih dahulu sudah mensosialisasikan hal ini ke para pelanggan dengan mengirimkan surat.
“Ini bagian dari menindaklanjuti agenda kami dalam rangka melakukan penertiban pelanggan yang menunggak. Nah, sesuai surat sosialisasi yang kami kirim ke pelanggan, hari ini adalah hari kami melakukan eksekusi pemutusan,” kata Khoironi, Manajer Layanan Umum dan Eksternal PT BME.
Kendati demikian kata Roni, BME tak serta merta melakukan pemutusan. Tetap melakukan komunikasi dengan para pelanggan. “Bahkan sampai hari ini, sebelum tim kami melakukan pemutusan sambungan, kami masih memastikan ke pelanggan apakah masih mau berlanggan atau tidak. Intinya, kami masih mengedepankan persuasif,” paparnya.
Lebih lanjut kata dia, untuk hari ini pemutusan difokuskan di rumah – rumah yang kosong dan pelanggan yang memang bersedia untuk diputus sambungan gasnya. Selanjutnya menyasar ke pelanggan yang memang betul – betul ‘membandel’.
“Untuk hari ini, kami memang fokuskan ke rumah – rumah yang kosong. Pelanggan yang sudah pindah. Jadi kami cabut meterannya. Ini harapannya, kami juga mengamankan aset negara yang dikhawatirkan hilang. Tapi kegiatan pemutusan ini bersifat ‘continue’,” katanya.
Roni melanjutkan, kepada pelanggan yang meteran gasnya dicabut masih bisa tetap berlangganan gas bumi dari BME dengan menyelesaikan tunggakan. Pelanggan diberikan waktu maksimal selama enam bulan. Lewat dari itu, para pelanggan akan dibebani aktivasi pelanggan lama (APL) yang nominalnya 40 persen dari tarif pemasangan gas baru yang mencapai Rp 6,2 juta.
“Artinya kami masih memberikan toleransi kepada pelanggan yang dicabut sambungannya untuk segera menyelesaikan tanggungannya. Pemasangan sambungan kepada pelanggan yang nunggak di bawah enam bulan tidak dikenai biaya,” jelasnya.
Sekadar informasi, saat ini ada 548 pelanggan jargas rumah tangga yang belum melakukan pembayaran dalam kurun waktu tiga bulan terakhir. Pelanggan ini tersebar di tiga Kelurahan, Gunung Telihan, Gunung Elai dan Api-Api. Jika ditotal jumlah tagihan pelanggan yang telat membayar mencapai jumlah yang cukup fantastis, yakni Rp 395 juta.
Khoironi menuturkan, setelah melakukan imbauan selama sepekan terakhir, sudah ada 171 pelanggan yang langsung membayar iuran bulanan. Jumlahnya berkisar Rp 57 juta.
“Tujuan kami memberikan imbauan ini, sebenarnya hanya untuk menjalin harmonisasi antara kami sebagai operator dan masyarakat sebagai pelanggan. Jika pembayaran tepat waktu, tentu kualitas pelayanan yang kami berikan akan lebih prima. Dampaknya pasti akan dirasakan langsung juga masyarakat,” tutur dia.
Piutang sebesar itu, lanjut dia selaian digunakan untuk operasional, juga akan diplot untuk membayar gaji karyawan dan maintenance atau pemeliharaan jaringan yang tentunya mennggunakan biaya yang tak sedikit. Karenanya, kesadaran melakukan sangat diharapkan sehingga tercipta pelayanan yang makin prima.
Untuk  tarif jargas sesuai regulasi yang ditetapkan dari Badan Pengatur Hilir (BPH) Minyak dan Gas Bumi dibagi menjadi dua kategori. Yakni pelanggan Rumah Tangga (RT) dan Pengguna Kecil (PK). Lalu, RT kemudian dibagi menjadi dua. Yakni RT 1 dan RT 2, lalu PK 1 dan PK 2.
“RT 1 ini adalah rumah tangga menengah kebawah tarifnya Rp 4.200 permeter kubik. R 2 ini adalah rumah tangga menengah ketas dilihat dari struktur dan bangunannya, tarifnya Ro 6.000 permeter kubik.
PK 1 adalah isntansi rumah sakit, masjid, gereja. Tarifnya Rp 4.200. dan PK 2 adalah kafe, restoran dan sejenisnya Rp 6.000 permeter kubik,” tukasnya. (ivr/beb)


BACA JUGA

Kamis, 23 November 2017 14:37

Gerakan ODF Ubah Pola Hidup Tak Sehat

TANJUNG REDEB. Gerakan hidup bersih yang dilancarkan Pemkab Berau terus ditularkan ke kampung-kampung.…

Kamis, 23 November 2017 14:36

Dewan Kesal, Minta Perusahaan Peduli

TENGGARONG. Sampai kemarin, Jalan Poros Desa Sebelimbingan, Kecamatan Kota Bangun ke Desa Tuana Tuha,…

Rabu, 22 November 2017 16:31

Cegah Lakalantas, Polsek Loa Kulu Pasang Baliho

TENGGARONG. Langkah pencegahan terjadinya kecelakaan lalulintas (Lakalantas), terus dilakukan petugas…

Rabu, 22 November 2017 16:29

Dinkes Ingin Puskesmas Mandiri

SANGATTA. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim mewacanakan puskesmas jadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).…

Senin, 20 November 2017 00:50

Dorong Perhatian untuk Atlet Berprestasi

TANJUNG REDEB. Anggota DPRD Berau, Syahruni memiliki penilaian tersendiri soal capaian pembangunan di…

Senin, 20 November 2017 00:46

Terus Digeber Meskipun “Digebuki”

TENGGARONG. Jalan masih mulus tapi diperbaiki, sementara jalan rusak dibiarkan mangkrak. Begitulah kenyataan…

Sabtu, 18 November 2017 14:56

Tak Kuorum, Rapat Paripurna Tetap Jalan

TANJUNG REDEB. Eksekutif Pemkab Berau Jumat kemarin menyerahkan draf Rancangan Anggaran Pendapatan dan…

Sabtu, 18 November 2017 14:53

Pemkab Fokus Bangun Kecamatan Tertinggal

SANGATTA. Dua kecamatan yang masuk wilayah Taman Nasional Kutai (TNK), namun telah dienclave (alih fungsi…

Jumat, 17 November 2017 14:30

Jalan seperti Sawah, Warga Mengeluh

TENGGARONG. Nasib Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bisa dikatakan cukup tragis. Kendati dikenal memiliki…

Jumat, 17 November 2017 14:26

PDAM Janji Tak Perlu Subsidi

SANGATTA. Sorotan tajam DPRD Kutai Timur terhadap kenaikan tarif air yang mencapai 50 persen, dijawab…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .