MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Rabu, 13 September 2017 16:51
Ratusan Sambungan Jargas Dicabut

Menunggak, BME Ambil Langkah Tegas

SUDAH SOSIALISASI. Petugas dari PT BME memutus sambungan jargas di salah satu rumah warga. Pemutusan dilakukan sosialisasi secara bertahap.

PROKAL.CO, BONTANG. Sambungan jaringan gas (Jargas) sejumlah pelanggan terpaksa diputus oleh PT Bontang Migas dan Energi (BME). Kegiatan pemutusan sambungan ini bagian dari langkah BME untuk menertibkan para pengguna gas yang menunggak di atas 3 bulan.
Sebelum melakukan pemutusan,  BME terlebih dahulu sudah mensosialisasikan hal ini ke para pelanggan dengan mengirimkan surat.
“Ini bagian dari menindaklanjuti agenda kami dalam rangka melakukan penertiban pelanggan yang menunggak. Nah, sesuai surat sosialisasi yang kami kirim ke pelanggan, hari ini adalah hari kami melakukan eksekusi pemutusan,” kata Khoironi, Manajer Layanan Umum dan Eksternal PT BME.
Kendati demikian kata Roni, BME tak serta merta melakukan pemutusan. Tetap melakukan komunikasi dengan para pelanggan. “Bahkan sampai hari ini, sebelum tim kami melakukan pemutusan sambungan, kami masih memastikan ke pelanggan apakah masih mau berlanggan atau tidak. Intinya, kami masih mengedepankan persuasif,” paparnya.
Lebih lanjut kata dia, untuk hari ini pemutusan difokuskan di rumah – rumah yang kosong dan pelanggan yang memang bersedia untuk diputus sambungan gasnya. Selanjutnya menyasar ke pelanggan yang memang betul – betul ‘membandel’.
“Untuk hari ini, kami memang fokuskan ke rumah – rumah yang kosong. Pelanggan yang sudah pindah. Jadi kami cabut meterannya. Ini harapannya, kami juga mengamankan aset negara yang dikhawatirkan hilang. Tapi kegiatan pemutusan ini bersifat ‘continue’,” katanya.
Roni melanjutkan, kepada pelanggan yang meteran gasnya dicabut masih bisa tetap berlangganan gas bumi dari BME dengan menyelesaikan tunggakan. Pelanggan diberikan waktu maksimal selama enam bulan. Lewat dari itu, para pelanggan akan dibebani aktivasi pelanggan lama (APL) yang nominalnya 40 persen dari tarif pemasangan gas baru yang mencapai Rp 6,2 juta.
“Artinya kami masih memberikan toleransi kepada pelanggan yang dicabut sambungannya untuk segera menyelesaikan tanggungannya. Pemasangan sambungan kepada pelanggan yang nunggak di bawah enam bulan tidak dikenai biaya,” jelasnya.
Sekadar informasi, saat ini ada 548 pelanggan jargas rumah tangga yang belum melakukan pembayaran dalam kurun waktu tiga bulan terakhir. Pelanggan ini tersebar di tiga Kelurahan, Gunung Telihan, Gunung Elai dan Api-Api. Jika ditotal jumlah tagihan pelanggan yang telat membayar mencapai jumlah yang cukup fantastis, yakni Rp 395 juta.
Khoironi menuturkan, setelah melakukan imbauan selama sepekan terakhir, sudah ada 171 pelanggan yang langsung membayar iuran bulanan. Jumlahnya berkisar Rp 57 juta.
“Tujuan kami memberikan imbauan ini, sebenarnya hanya untuk menjalin harmonisasi antara kami sebagai operator dan masyarakat sebagai pelanggan. Jika pembayaran tepat waktu, tentu kualitas pelayanan yang kami berikan akan lebih prima. Dampaknya pasti akan dirasakan langsung juga masyarakat,” tutur dia.
Piutang sebesar itu, lanjut dia selaian digunakan untuk operasional, juga akan diplot untuk membayar gaji karyawan dan maintenance atau pemeliharaan jaringan yang tentunya mennggunakan biaya yang tak sedikit. Karenanya, kesadaran melakukan sangat diharapkan sehingga tercipta pelayanan yang makin prima.
Untuk  tarif jargas sesuai regulasi yang ditetapkan dari Badan Pengatur Hilir (BPH) Minyak dan Gas Bumi dibagi menjadi dua kategori. Yakni pelanggan Rumah Tangga (RT) dan Pengguna Kecil (PK). Lalu, RT kemudian dibagi menjadi dua. Yakni RT 1 dan RT 2, lalu PK 1 dan PK 2.
“RT 1 ini adalah rumah tangga menengah kebawah tarifnya Rp 4.200 permeter kubik. R 2 ini adalah rumah tangga menengah ketas dilihat dari struktur dan bangunannya, tarifnya Ro 6.000 permeter kubik.
PK 1 adalah isntansi rumah sakit, masjid, gereja. Tarifnya Rp 4.200. dan PK 2 adalah kafe, restoran dan sejenisnya Rp 6.000 permeter kubik,” tukasnya. (ivr/beb)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 20 Juni 2018 00:29

DPRD Terima Banyak Keluhan

SANGATTA. Meskipun Desa Singa Gembara masuk Sangatta, namun fasilitas masih banyak dikeluhkan masyarakat.…

Selasa, 19 Juni 2018 00:38

Jangan Lupa Program Lama yang Mandek

SANGATTA. Banyak program yang tidak terealisasi akibat defisit dalam beberapa tahun. Bagi masyarakat,…

Selasa, 19 Juni 2018 00:34

Aktivis Kaltim Siap “Hambur” Jakarta

SAMARINDA. Sejumlah aktivis Kaltim yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Muda (GAM) berencana berkumpul…

Senin, 18 Juni 2018 00:02

Desak Peremajaan Armada Pemadam Kebakaran

BONTANG. DPRD Kota Bontang meminta pemerintah segera melakukan peremajaan seluruh kendaraan truk pengangkut…

Senin, 18 Juni 2018 00:01

Pengawasan Tenaga Kerja Tidak Efektif

BONTANG. Ketua Komisi I DPRD Bontang Agus Haris, menyebut persoalan ketenagakerjaan di Bontang akan…

Rabu, 13 Juni 2018 00:16

Gelar Bukber, Ketua DPRD Pilih Sambangi Ponpes

BONTANG. Ketua DPRD Bontang Nursalam memanfaatkan momen bulan suci Ramadan 1439 H untuk berbagi kebahagiaan…

Rabu, 13 Juni 2018 00:14

Dewan Perjuangkan lewat Raperda

BONTANG. Komisi III DPRD Bontang tengah menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) atas hak dan bangunan…

Selasa, 12 Juni 2018 00:47

DPRD Dukung Wujudkan Smart City

BONTANG. Komisi III DPRD Bontang meminta Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (Diskominfotik) belajar…

Selasa, 12 Juni 2018 00:46

DPRD Minta Penjualan Lem Diperketat

BONTANG. Tren kasus penyalahgunaan lem di kalangan remaja Bontang mendapat sorotan dari Komisi I DPRD…

Selasa, 12 Juni 2018 00:40

Baleg Bakal Inventarisasi Perda Mandul

BONTANG. Badan Legislatif Daerah (Balegda) DPRD Bontang sedang menginventarisir peraturan daerah (perda)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .