MANAGED BY:
SENIN
11 DESEMBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Rabu, 13 September 2017 16:26
Malu Punya Anak Haram, Bayi Dibuang

Beli Obat Aborsi di Medsos

PROKAL.CO, SAMARINDA. Polsekta Samarinda Utara menetapkan status tersangka kepada Agung Purnomo (21) dan MM (16), sepasang kekasih yang tega membuang bayi hasil hubungan gelap mereka.

Penetapan status menjadi tersangka dilakukan penyidik setelah tahap demi tahap pemeriksaan terhadap saksi dan barang bukti yang dikumpulkan. Ditambah lagi pengakuan kedua tersangka sendiri sebagai orangtua dari bayi malang tersebut.

Hal tersebut disampaikan, Kapolsekta Samarinda Utara, Kompol Ervin Suryatna melalui, Kanit Reskrim Iptu, Wawan Gunawan, Selasa (12/9) kemarin. Dikatakannya, atas perbuatan keduanya, penyidik kepolisian menjerat kedua tersangka dengan pasal 346 KUHP tentang tindak pidana pengguguran dan pembunuhan kandungan serta Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Saat ini, kedua tersangka Agung dan MM sudah ditahan di Mapolsekta Samarinda Utara untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” kata Wawan.
Ditambahkan Wawan, menurut pengakuan tersangka Agung, dirinya nekat meminta MM untuk melakukan aborsi lantaran malu jika bayi hasil hubungannya dengan MM diketahui pihak keluarga. Terlebih status keduanya bukan suami istri yang sah.

“Untuk tersangka MM sendiri, sepakat dengan Agung untuk menggugurkan kandungan, selain malu pada pihak keluarga, MM sendiri masih berstatus pelajar, dan masih ingin melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi,” tambah Wawan.

Namun, ibarat nasi telah menjadi bubur, keduanya harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. Terlebih dari hasil penyidikan terungkap, jika keduanya benar-benar telah merencanakan aborsi sejak bulan Agustus lalu.

Saat itu Agung bersepakat dengan MM untuk memesan obat penggugur kandungan kepada salah seorang yang ada di Balikpapan. Agung sendiri mengetahui adanya penjualan obat penggugur kandungan dari media sosial (medsos). Dengan nilai yang sudah disepakati, Agung selanjutnya mengirim uang Rp 2,5 juta untuk membeli 6 butir obat aborsi.

Obat yang di pesan Agung datang pada, Kamis (7/9) lalu. Agung selanjutnya mengajak MM menyewa kamar di sebuah guesthouse pada hari Sabtu (9/9) dengan maksud mengkonsumsi obat aborsi yang sudah dipesannya agar tidak diketahui orang tua MM.

Awalnya, Agung dan MM mengira obat penggugur kandungan, bisa menghancurkan janin yang ada di perut MM saat itu. Dengan harapan itulah MM mau mengkonsumsinya.

Tak tanggung tanggung, setiap setengah jam MM harus meminum obat aborsi sebanyak 2 kapsul sesuai petunjuk yang diberikan penjual obat. Namun setelah semua obat habis dikonsumsi MM belum juga membuahkan hasil, Agung selanjutnya mengantar pulang MM ke kediamannya di kawasan Kampung Jawa.

Selang sehari, tepatnya Minggu (10/9) Agung yang tengah asik bekerja, tiba-tiba mendapat kabar jika MM melahirkan di kamar mandi di dalam rumahnya. Janin yang dilahirkan tanpa bantuan siapapun itu ternyata masih hidup, berjenis kelamin perempuan dengan berat 900 gram.

Melihat hasil aborsi yang tidak sesuai harapan. Keduanya lantas bersiasat untuk membuang bayi tersebut. Bayi yang baru saja dilahirkan lengkap dengan ari-ari dan tali pusar, dimasukkan ke dalam kantong plastik hitam, selanjutnya dibungkus kain.

Agung selanjutnya mengemudikan Motor Honda Scoopy KT KT 4902 OQ membonceng MM sembari membawa janin yang masih hidup, menuju kawasan Kelurahan Sungai Siring, sekitar pukul 20.30 Wita. Sesampai di depan puskesmas sungai siring, Agung rupanya bersiasat, bagaimana perbuatan mereka tidak diketahui.

Bak pahlawan, Agung masuk ke dalam puskesmas dan mendatangi petugas medis seraya mengatakan baru saja menemukan sebuah janin. Sedang MM menunggu di atas motor. Selanjutnya petugas puskesmas melaporkan penemuan bayi tersebut kepada petugas kepolisian dari Polsekta Samarinda Utara.

Selanjutnya bayi tersebut di rujuk ke RSUD AW Sjahrani sekitar pukul 21.00 Wita. Namun meski sempat mendapat perawatan, takdir berkata lain, bayi perempuan malang itu akhirnya meninggal dunia sekitar pukul 21.40 Wita.

Akal bulus mereka akhirnya terbongkar keesokan harinya, setelah petugas melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap keduanya di Mapolsekta Samarinda Utara.

Perlu diketahui Agung Purnomo adalah seorang petugas sekuriti Bandara Temindung Samarinda, sedangkan MM masih berstatus pelajar kelas 2 di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di Samarinda.

Ketua Harian KPAID Samarinda, Adji Suwignyo saat dikonfirmasi Sapos menjelaskan, MM tidak seharusnya turut ditetapkan sebagai tersangka. Dirinya berkeyakinan jika MM hanyalah korban.”Saya sudah berbicara kepada MM, dari keterangannya MM sendiri tidak mengetahui jika perbuatannya akan sejauh dan sefatal ini,” kata Adji.

Ditambahkan Adji, MM awalnya hanya mengira jika usia kandungannya masih 4 bulan dan belum berbentuk manusia seperti yang dilahirkannya. Dan MM menolak jika harus menikah dengan Agung lantaran masih ingin melanjutkan pendidikan hingga keperguruan tinggi.”Untuk MM kami dari KPAI akan terus mendampingi hingga kasus ini tuntas sesuai dengan amanah undang undang,” tegas Adji. (kis/beb)


BACA JUGA

Minggu, 10 Desember 2017 21:15
Tujuh Bersaudara yang Mengubah Takdir Lewat Gulat

Dulu Dihina Tetangga, Kini Dipuji

Proses tak pernah membohongi hasil. Hal inilah yang dialami tujuh bersaudara yang menempuh jalan hidup…

Minggu, 10 Desember 2017 20:42

Beasiswa Macam-macam Ringankan Beban Orangtua

Kalau anak pejabat lulus di universitas luar negeri dengan hasil memuaskan mungkin hal biasa. Karena…

Sabtu, 09 Desember 2017 13:26

Terabaikan karena Perebutan Kawasan

Kaya dengan batu bara belum tentu membawa kesejahteraan. Di Kampung Berambai dengan potensi emas hitam…

Sabtu, 09 Desember 2017 13:23

Mengerikan, 6 Kasus Difteri di Kaltim

SAMARINDA. Penyakit difteri mendadak ramai diperbincangkan belakangan ini. Infeksi yang disebabkan bakteri…

Jumat, 08 Desember 2017 15:03

Satu Bangunan, Tiga Guru, Enam Kelas

Perjuangan meraih pendidikan seperti di dalam novel Laskar Pelangi terjadi di mana-mana. Tak perlu jauh…

Jumat, 08 Desember 2017 15:01

Peluru Misterius Nyaris Dikilokan

SAMARINDA. Menjelang Magrib, La Ibu bergegas menuju tempat kerjanya. Bukan kantor mewah melainkan hanya…

Jumat, 08 Desember 2017 14:59

Di Sekolah Santun, di Lapangan Jadi Jenderal

Kepergian Muhammad Toha Yasin bukan cuma kehilangan bagi keluarga dan kerabatnya. Bakatnya di lapangan…

Kamis, 07 Desember 2017 15:59

“Allahu Akbar… Allahu Akbar…”

“Allah Akbar… Allah Akbar…” Kalimat takbir saling bersahutan dikumandangkan…

Kamis, 07 Desember 2017 15:57

Kematian Kecelakaan Penuh Kejanggalan

SANGATTA. Pihak keluarga curiga dan penasaran terhadap kematian Ibrahim Sembe (38), warga Kampung Tator,…

Kamis, 07 Desember 2017 15:54

Tak Bisa Andalkan Mata, Cukup Meraba-raba

Kerja para relawan dan Tim SAR dalam setiap proses pencarian dan evakuasi korban tenggelam, memiliki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .