MANAGED BY:
SENIN
11 DESEMBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Rabu, 13 September 2017 16:25
WADUH..!! Pemkot Disebut Ikut “Nikmati” Duit PDIB

Abun Tak Masuk Struktur Organisasi Pungli

SAKSI KUNCI. Sejumlah saksi dihadirkan JPU dalam lanjutan dugaan pungli pungutan tarif parkir TPK Palaran. Di antaranya mantan Ketua Koperasi PDIB, Yohanes Kuleh dan istrinya yang merupakan ketua koperasi penggantinya, Ida Lismaya Santry.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Sidang dugaan pungutan liar (pungli) tarif parkir di area Terminal Peti Kemas (TPK) Palaran, dilanjutkan, Selasa (12/9) siang. Sidang yang mendudukkan Heri Susanto alias Abun dan Noor Asriansyah alias Ely sebagai terdakwa, menghadirkan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebanyak 14 orang.

Sidang berlangsung hingga pukul 17.30 Wita. Sejumlah saksi kunci dihadirkan untuk menguak kasus sebenarnya. Mulai sopir tronton yang biasa lalu lalang menuju TPK, Ketua Koperasi PDIB Ida Lismaya Santry, mantan Ketua Koperasi PDIB Yohanes Kuleh dan pengurus koperasi. Selain itu, tiga orang kepala dinas di lingkungan Pemkot Samarinda juga hadir.

Mereka adalah Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Samarinda, Abdullah. Ia dipanggil sebagai saksi karena kapasitasnya sebagai mantan kepala Dishub Samarinda. Mantan Kepala Dinas Pendapatan Samarinda Antonius Lujah Irang (saat ini menjabat sebagai Kepala Koperasi dan UMKM Samarinda), serta Ismansyah, Kepala Dishub Samarinda saat ini.

Ketua Majelis Hakim Joko Sutrisno sebelum persidangan dimulai dan pengambilan sumpah, sempat menanyakan status saksi yang dihadirkan. Termasuk jabatan dan keterkaitan dengan Koperasi PDIB, yang diduga terlibat dalam pungutan liar.

“Saya membawa tronton. Saya lalu lalang menuju TPK Palaran sejak Desember 2016. Jalan di sana dicor. Ada tiga pos di sepanjang akses menuju TPK. Di pos ke 2 ada petugas menyerahkan karcis bertuliskan Koperasi PDIB dan ditarik bayaran Rp 20 ribu. Terus nanti di pos ketiga, ada lagi karcis yang diserahkan dan bayar lagi Rp 8 ribu,” ujar Nasrun, seorang sopir yang dihadirkan.

“Sudah kebiasaan saja bayar. Tapi sejauh ini tak pernah ada paksaan,” Nasrun melanjutkan.
Kemudian Mulyono, staf Koperasi PDIB yang bertugas mengawasi aktivitas di pos karcis menyebut, dia mengontrol kegiatan di lokasi penarikan uang karcis atas perintah Ida.  Salah seorang petugas karcis yang diawasi Mulyono adalah Heri Agus yang mengaku digaji Rp 2 juta per bulan.

“Untuk tronton retribusinya Rp 20 ribu, kemudian truk biasa Rp 5 ribu. Kalau kontainer dobel Rp 15 ribu, jadi kalau dua bayarnya Rp 30 ribu. Uangnya dikumpulkan, terus diserahkan ke pengurus koperasi,” terang Agus.

Sedangkan mantan ketua koperasi, Yohanes Kuleh mengaku dia menjabat sejak 2010 dan mengundurkan diri secara resmi September 2015. Saat menjabat, pernah diajak Abun menemui Wakil Wali Kota Nusyirwan Ismail yang menanyakan perihal pungutan yang dilakukan. “Saat itu pak Abun sempat memberikan opsi hibah atau ganti rugi lahan, karena jalan menuju TPK menggunakan lahannya,” urai Yohanes.

Sementara Ida mengaku, dia hanya meneruskan kepengurusan Yohanes termasuk menjalankan usaha yang sudah berjalan, termasuk soal pungutan parkir tersebut. Dengan bermodal sejumlah persyaratan, di antaranya sertifikat lahan, IMB, company profile, Ida pernah mengurus permohonan izin untuk legalisasi parkir.

Setelah izin disetujui dan SK Wali Kota tentang pungutan parkir keluar, maka koperasi membayar pajak 25 persen dari pendapatan tiap bulan. “Rata-rata sekitar Rp 20 juta tiap bulan,” ujarnya  menjelaskan nominal pajak yang dibayarkan ke kas Pemkot Samarinda.

Ismansyah yang ditanya hakim seputar pungutan retribusi parkir di tepi jalan umum, menyebutnya menyalahi  aturan.
“Kan yang diurus izinnya pengelolaan kantong parkir (bukan di pinggir jalan umum). Kalau memungut di pinggir jalan, ya salah. Kalau jalan umum tak ada retribusi. Itu bukan jalan tol,” terang Ismansyah.

Sementara Kuasa Hukum Abun, Deny Ngari dan Roy usai persidangan sempat mempertanyakan kapasitas Abun sebagai terdakwa. “Di fakta persidangan jelas, Abun tak ada dalam struktur organisasi Koperasi PDIB yang disebut melakukan pungli. Tadi kan sempat disinggung di sidang soal  struktur organisasi koperasi,” tegas Deny.

“Saya juga sempat mempertanyakan masalah ini saat kasus ini masih dalam proses penyidikan kepolisian. Di dokumen kan jelas siapa ketua koperasi yang mestinya bertanggung jawab,” Roy menambahkan. (rin/beb)




BACA JUGA

Minggu, 10 Desember 2017 21:15
Tujuh Bersaudara yang Mengubah Takdir Lewat Gulat

Dulu Dihina Tetangga, Kini Dipuji

Proses tak pernah membohongi hasil. Hal inilah yang dialami tujuh bersaudara yang menempuh jalan hidup…

Minggu, 10 Desember 2017 20:42

Beasiswa Macam-macam Ringankan Beban Orangtua

Kalau anak pejabat lulus di universitas luar negeri dengan hasil memuaskan mungkin hal biasa. Karena…

Sabtu, 09 Desember 2017 13:26

Terabaikan karena Perebutan Kawasan

Kaya dengan batu bara belum tentu membawa kesejahteraan. Di Kampung Berambai dengan potensi emas hitam…

Sabtu, 09 Desember 2017 13:23

Mengerikan, 6 Kasus Difteri di Kaltim

SAMARINDA. Penyakit difteri mendadak ramai diperbincangkan belakangan ini. Infeksi yang disebabkan bakteri…

Jumat, 08 Desember 2017 15:03

Satu Bangunan, Tiga Guru, Enam Kelas

Perjuangan meraih pendidikan seperti di dalam novel Laskar Pelangi terjadi di mana-mana. Tak perlu jauh…

Jumat, 08 Desember 2017 15:01

Peluru Misterius Nyaris Dikilokan

SAMARINDA. Menjelang Magrib, La Ibu bergegas menuju tempat kerjanya. Bukan kantor mewah melainkan hanya…

Jumat, 08 Desember 2017 14:59

Di Sekolah Santun, di Lapangan Jadi Jenderal

Kepergian Muhammad Toha Yasin bukan cuma kehilangan bagi keluarga dan kerabatnya. Bakatnya di lapangan…

Kamis, 07 Desember 2017 15:59

“Allahu Akbar… Allahu Akbar…”

“Allah Akbar… Allah Akbar…” Kalimat takbir saling bersahutan dikumandangkan…

Kamis, 07 Desember 2017 15:57

Kematian Kecelakaan Penuh Kejanggalan

SANGATTA. Pihak keluarga curiga dan penasaran terhadap kematian Ibrahim Sembe (38), warga Kampung Tator,…

Kamis, 07 Desember 2017 15:54

Tak Bisa Andalkan Mata, Cukup Meraba-raba

Kerja para relawan dan Tim SAR dalam setiap proses pencarian dan evakuasi korban tenggelam, memiliki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .