MANAGED BY:
JUMAT
23 FEBRUARI
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Rabu, 13 September 2017 16:25
WADUH..!! Pemkot Disebut Ikut “Nikmati” Duit PDIB

Abun Tak Masuk Struktur Organisasi Pungli

SAKSI KUNCI. Sejumlah saksi dihadirkan JPU dalam lanjutan dugaan pungli pungutan tarif parkir TPK Palaran. Di antaranya mantan Ketua Koperasi PDIB, Yohanes Kuleh dan istrinya yang merupakan ketua koperasi penggantinya, Ida Lismaya Santry.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Sidang dugaan pungutan liar (pungli) tarif parkir di area Terminal Peti Kemas (TPK) Palaran, dilanjutkan, Selasa (12/9) siang. Sidang yang mendudukkan Heri Susanto alias Abun dan Noor Asriansyah alias Ely sebagai terdakwa, menghadirkan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebanyak 14 orang.

Sidang berlangsung hingga pukul 17.30 Wita. Sejumlah saksi kunci dihadirkan untuk menguak kasus sebenarnya. Mulai sopir tronton yang biasa lalu lalang menuju TPK, Ketua Koperasi PDIB Ida Lismaya Santry, mantan Ketua Koperasi PDIB Yohanes Kuleh dan pengurus koperasi. Selain itu, tiga orang kepala dinas di lingkungan Pemkot Samarinda juga hadir.

Mereka adalah Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Samarinda, Abdullah. Ia dipanggil sebagai saksi karena kapasitasnya sebagai mantan kepala Dishub Samarinda. Mantan Kepala Dinas Pendapatan Samarinda Antonius Lujah Irang (saat ini menjabat sebagai Kepala Koperasi dan UMKM Samarinda), serta Ismansyah, Kepala Dishub Samarinda saat ini.

Ketua Majelis Hakim Joko Sutrisno sebelum persidangan dimulai dan pengambilan sumpah, sempat menanyakan status saksi yang dihadirkan. Termasuk jabatan dan keterkaitan dengan Koperasi PDIB, yang diduga terlibat dalam pungutan liar.

“Saya membawa tronton. Saya lalu lalang menuju TPK Palaran sejak Desember 2016. Jalan di sana dicor. Ada tiga pos di sepanjang akses menuju TPK. Di pos ke 2 ada petugas menyerahkan karcis bertuliskan Koperasi PDIB dan ditarik bayaran Rp 20 ribu. Terus nanti di pos ketiga, ada lagi karcis yang diserahkan dan bayar lagi Rp 8 ribu,” ujar Nasrun, seorang sopir yang dihadirkan.

“Sudah kebiasaan saja bayar. Tapi sejauh ini tak pernah ada paksaan,” Nasrun melanjutkan.
Kemudian Mulyono, staf Koperasi PDIB yang bertugas mengawasi aktivitas di pos karcis menyebut, dia mengontrol kegiatan di lokasi penarikan uang karcis atas perintah Ida.  Salah seorang petugas karcis yang diawasi Mulyono adalah Heri Agus yang mengaku digaji Rp 2 juta per bulan.

“Untuk tronton retribusinya Rp 20 ribu, kemudian truk biasa Rp 5 ribu. Kalau kontainer dobel Rp 15 ribu, jadi kalau dua bayarnya Rp 30 ribu. Uangnya dikumpulkan, terus diserahkan ke pengurus koperasi,” terang Agus.

Sedangkan mantan ketua koperasi, Yohanes Kuleh mengaku dia menjabat sejak 2010 dan mengundurkan diri secara resmi September 2015. Saat menjabat, pernah diajak Abun menemui Wakil Wali Kota Nusyirwan Ismail yang menanyakan perihal pungutan yang dilakukan. “Saat itu pak Abun sempat memberikan opsi hibah atau ganti rugi lahan, karena jalan menuju TPK menggunakan lahannya,” urai Yohanes.

Sementara Ida mengaku, dia hanya meneruskan kepengurusan Yohanes termasuk menjalankan usaha yang sudah berjalan, termasuk soal pungutan parkir tersebut. Dengan bermodal sejumlah persyaratan, di antaranya sertifikat lahan, IMB, company profile, Ida pernah mengurus permohonan izin untuk legalisasi parkir.

Setelah izin disetujui dan SK Wali Kota tentang pungutan parkir keluar, maka koperasi membayar pajak 25 persen dari pendapatan tiap bulan. “Rata-rata sekitar Rp 20 juta tiap bulan,” ujarnya  menjelaskan nominal pajak yang dibayarkan ke kas Pemkot Samarinda.

Ismansyah yang ditanya hakim seputar pungutan retribusi parkir di tepi jalan umum, menyebutnya menyalahi  aturan.
“Kan yang diurus izinnya pengelolaan kantong parkir (bukan di pinggir jalan umum). Kalau memungut di pinggir jalan, ya salah. Kalau jalan umum tak ada retribusi. Itu bukan jalan tol,” terang Ismansyah.

Sementara Kuasa Hukum Abun, Deny Ngari dan Roy usai persidangan sempat mempertanyakan kapasitas Abun sebagai terdakwa. “Di fakta persidangan jelas, Abun tak ada dalam struktur organisasi Koperasi PDIB yang disebut melakukan pungli. Tadi kan sempat disinggung di sidang soal  struktur organisasi koperasi,” tegas Deny.

“Saya juga sempat mempertanyakan masalah ini saat kasus ini masih dalam proses penyidikan kepolisian. Di dokumen kan jelas siapa ketua koperasi yang mestinya bertanggung jawab,” Roy menambahkan. (rin/beb)




BACA JUGA

Kamis, 22 Februari 2018 21:18

Cerianya Bunda Rita di Sidang Perdana

JAKARTA. Dugaan suap dan gratifikasi yang menyeret Bupati (nonaktif) Kutai Kartanegara (Kukar) Rita…

Selasa, 20 Februari 2018 17:02

Terus Mengancam, Difteri Masih KLB

SAMARINDA. Status kejadian luar biasa (KLB) difteri di Kota Tepian belum dicabut. Pasalnya, pekan lalu…

Senin, 19 Februari 2018 20:49
Rebutan Cewek, Kelompok Geng Serang Remaja

Bos Geng Tuyul Hitam Bersaudara Ditangkap

SAMARINDA. Di balik tubuh yang kurus, remaja 17 tahun berinisial IB, adalah seorang bos salah satu geng.…

Minggu, 18 Februari 2018 15:46

Bunuh Orangutan karena Sengketa Lahan

SANGATTA. Terungkap sudah kasus tewasnya orangutan dengan ratusan peluru bersarang di badan.  Setelah…

Sabtu, 17 Februari 2018 20:53

IGD RSUD AWS Retak

SAMARINDA. Puluhan pasien yang tengah dirawat di RSUD AW Syahranie mendadak diliputi rasa kalut. Satu…

Jumat, 16 Februari 2018 19:50

Buah Simalakama Jamaah Abu Tours

SAMARINDA. Masyarakat diimbau tidak tergiur dengan agen travel yang menawarkan perjalanan umrah dengan…

Kamis, 15 Februari 2018 16:34

Cuaca Ekstrem Tak Turunkan Target

SAMARINDA. Alam masih belum bersahabat demi percepatan pembangunan runway Bandara Samarinda Baru (BSB).…

Rabu, 14 Februari 2018 21:55

Pilih Jadi Omongan atau Mendekati Zina?

Valentine’s day, perayaan yang selalu mengundang kontroversi setiap tahunnya. Kontroversinya melampaui…

Sabtu, 10 Februari 2018 14:38

Duet Polisi Palsu Gasak Tujuh Motor

SAMARINDA. Memeras dengan mengaku-ngaku sebagai polisi, bukan satu-satunya kejahatan yang dilakukan…

Jumat, 09 Februari 2018 10:06

Banting Setir, Moncong Menghadap Langit

SAMARINDA. Truk kontainer bermuatan air mineral dengan nomor polisi L 9022 WF milik PT Bintang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .