MANAGED BY:
JUMAT
24 NOVEMBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

KALTIM

Selasa, 12 September 2017 01:54
Retribusi Sampah Tak Digarap Maksimal

Warga Bayar, tapi Tak Masuk Kas Daerah

PROKAL.CO, SANGATTA. Saat ini Pemkab Kutim tengah berupaya untuk menggali potensi  sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kutim.  Salah satunya melalui pungutan retribusi.
Namun  ternyata tidak semua dinas atau instansi teknis yang memegang tanggung jawab mengelola dan memungut retribusi daerah ini, mau berusaha memaksimalkan pontensi yang ada.  
salah satu potensi retribusi daerah yang hingga kini masih tidak dipungut dengan maksimal adalah retribusi sampah. Menurut  Kepala Badan Pendapatan Daerah  (Bapenda) Kutim Musyaffa, retribusi sampah jauh dari harapan. Padahal seharusnya kalau digarap bisa dapat miliaran rupiah.
“Jika mengacu pada peraturan daerah  terkait retribusi daerah, maka sampah rumah tangga dikenakan biaya pungutan hanya Rp 5.000 per bulannya, per rumah tangga. Jika diestimasikan jumlah rumah tangga di Kota Sangatta saja sekitar 50 ribu rumah,  maka dalam sebulan saja sudah ada pemasukan sebesar Rp250 juta,” kata Musyaffa.
“Sehingga jika dikalikan dalam setahun, Pemkab Kutim sudah medapatkan pemasukan sebesar Rp 3 miliar, kalau memang dimaksimalkan,” katanya lagi.
Namun jika melihat kondisi pendapatan yang ada saat ini, hingga Agustus 2017, retribusi sampah masih nol.  Padahal target pendapatan yang ditetapkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sebagai pengelola retribusi sampah, saat ini hanya Rp 25 juta setahun. Padahal selama ini masyarakat  sebenarnya membayar retribusi sampah hingga Rp 25 ribu per bulannya. “Uang tersebut tidak pernah masuk ke kas daerah,  namun hanya untuk pengelola sampah rumah tangga di tingkat rukun tetangga,” terangnya.
Dijelaskan Musyaffa, tidak menjadi masalah jika sebagai langkah awal pemerintah mengeluarkan pendanaan yang besar, untuk membeli dan melengkapi armada sampah.  Serta  memberdayakan karyawan DLH melalui  Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Persampahan yang ada untuk melakukan pungutan sampah sekaligus retribusinya kepada warga.  Karena hasil dari pungutan retribusi sampah tersebut, pasti akan tercatat dan masuk dalam kas daerah, sebagai pendapatan asli daerah. “Namun yang terjadi, selama ini masyarakat bayar, tapi tidak ada untuk PAD,” pungkasnya. (jn/rin)


BACA JUGA

Kamis, 23 November 2017 14:37

Gerakan ODF Ubah Pola Hidup Tak Sehat

TANJUNG REDEB. Gerakan hidup bersih yang dilancarkan Pemkab Berau terus ditularkan ke kampung-kampung.…

Kamis, 23 November 2017 14:36

Dewan Kesal, Minta Perusahaan Peduli

TENGGARONG. Sampai kemarin, Jalan Poros Desa Sebelimbingan, Kecamatan Kota Bangun ke Desa Tuana Tuha,…

Rabu, 22 November 2017 16:31

Cegah Lakalantas, Polsek Loa Kulu Pasang Baliho

TENGGARONG. Langkah pencegahan terjadinya kecelakaan lalulintas (Lakalantas), terus dilakukan petugas…

Rabu, 22 November 2017 16:29

Dinkes Ingin Puskesmas Mandiri

SANGATTA. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim mewacanakan puskesmas jadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).…

Senin, 20 November 2017 00:50

Dorong Perhatian untuk Atlet Berprestasi

TANJUNG REDEB. Anggota DPRD Berau, Syahruni memiliki penilaian tersendiri soal capaian pembangunan di…

Senin, 20 November 2017 00:46

Terus Digeber Meskipun “Digebuki”

TENGGARONG. Jalan masih mulus tapi diperbaiki, sementara jalan rusak dibiarkan mangkrak. Begitulah kenyataan…

Sabtu, 18 November 2017 14:56

Tak Kuorum, Rapat Paripurna Tetap Jalan

TANJUNG REDEB. Eksekutif Pemkab Berau Jumat kemarin menyerahkan draf Rancangan Anggaran Pendapatan dan…

Sabtu, 18 November 2017 14:53

Pemkab Fokus Bangun Kecamatan Tertinggal

SANGATTA. Dua kecamatan yang masuk wilayah Taman Nasional Kutai (TNK), namun telah dienclave (alih fungsi…

Jumat, 17 November 2017 14:30

Jalan seperti Sawah, Warga Mengeluh

TENGGARONG. Nasib Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bisa dikatakan cukup tragis. Kendati dikenal memiliki…

Jumat, 17 November 2017 14:26

PDAM Janji Tak Perlu Subsidi

SANGATTA. Sorotan tajam DPRD Kutai Timur terhadap kenaikan tarif air yang mencapai 50 persen, dijawab…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .