MANAGED BY:
JUMAT
24 NOVEMBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

METROPOLIS

Senin, 11 September 2017 00:31
Izin Reklame Dibarter Jasa Politik?

PROKAL.CO, SAMARINDA. Tukar guling kepentingan terkait pembuatan reklame diduga terjadi di Kota Tepian. Pasalnya pemkot melarang pemasangan reklame. Namun di sisi lain justru muncul pemasangan baru berisi sosialisasi pasangan cagub-cawagub.
Pengamat hukum, S Roy Hendrayanto menduga adanya kepentingan sponsor dibalik pembuatan reklame baru tersebut. “Saya menduga ada sponsor yang menghendaki berdirinya reklame tersebut,” ucapnya. Roy menambahkan secara umum pemasangan reklame atau pun baliho yang berisi sosialisasi cagub dianggap sudah melewati batas. Diantaranya baliho spanduk Rusmadi berpasangan dengan Awang Ferdian tepat di seberang kantor gubernur. Teranyar reklame yang disoal berada di Jalan Pembangunan, dimana terdapat gambar Syaharie Jaang dengan Rizal Effendi.
Tapi wali kota, lanjutnya Roy, punya hak lakukan diskresi kebijakan yang sudah diteken. Tapi diskresi itu tidak boleh melanggar aturan yang lebih tinggi. “Saya tidak tahu apakah itu bagian dari diskresi wali kota atau tidak. Tapi dugaan saya itu bisa jadi permintaan sponsorship,” tegas pengacara tenama di Kota Tepian ini.
Saat ini keberadaan reklame di Kota Tepian perlu ditata. Selain dinilai sudah mulai merusak estetika kota, reklame di median jalan juga tidak sesuai dengan rencana ruang terbuka hijau (RTH) yang ditetapkan pemkot.  
Penegasan itu disampaikan Pengamat Tata Kota Warsilan. Ia menyayangkan kalau adanya cagub yang menjadikannya sebagai media sosialisasi. “Karena sudah ada aturannya ya ditaati. Tinggal ketegasan pemkot saja sebagai pemilik. Karena itu kan masuk dalam kawasan hijau,” ujarnya kemarin.
Semula pemkot telah menerapkan moratorium pemasangan reklame di median jalan, termasuk untuk ajang sosialisasi sejumlah cagub. Namun belakangan muncul reklame baru yang berisi muatan kampanye pasangan Jaang-Rizal Efendi di Jalan Pembangunan. Setahu dosen Fekon Unmul ini, hal itu tidak dilarang. “Yang perlu diatur itu adalah ketinggiannya, apakah membahayakan masyarakat atau tidak. Kemudian berbenturan dengan rencana RTH atau tidak,” tegasnya.
Ditambahkan Warsilan lebih baik para cagub memanfaatkan tempat sosialisasi yang sudah ditentukan pemerintah.  Jika ada yang ingin memasang di bahu jalan, tentunya harus melalui izin pemkot terlebih dulu. “Dilihat juga izinnya. Sebab setahu saya ada zonasi-zonasi untuk pemasangan reklame. Baik untuk keperluan bisnis atau untuk kepentingan kampanye,” imbuhnya.
Warsilan menyarankan lebih baik para cagub tidak perlu memasang reklame. Cukup mengampanyekan diri lewat layar billboard elektronik yang terpajang di beberapa tempat. Seperti Jalan Abul Hasan, M Yamin, hingga Jalan Untung Suropati. “Sekarang kan sudah modern. Lebih baik menggunakan yang begitu saja. Sebab tempatnya sudah jelas berizin,” tutup Warsilan.
Terpisah, Kabid Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda, Jusmaramdhana mengatakan, reklame yang dilarang adalah yang berdiri di median jalan. “Oh, kalau itu tidak masalah, karena berada di bahu jalan. Yang dilarang itu reklame yang berdiri di median jalan,” ucapnya singkat.
Sebelumnya jajaran dewan pun satu hati dengan pemkot. Anggota komisi III DPRD Samarinda, Saiful salah satunya. Terkait reklame yang masih berdiri, bahkan beberapa ternyata baru, itu katanya wajib ditertibkan. Seperti beberapa reklame yang berdiri di Jalan Pembangunan.
“Nanti kan tetap diberikan tempat yang layak. Yang penting sekarang ditertibkan dulu, karena kan sesuai dengan aturan,” tegasnya.
Politikus Hanura ini juga menyayangkan adanya reklame yang memajang foto sejumlah calon gubernur. Bukannya mempercantik kota, tindakan itu menurutnya justru merusak estetika. “Baliho cagub juga harus ditertibkan. Buat apa ada aturan, kalau tidak diikuti. Kan ada juga yang dipajang di tengah jalan,” celetuknya. (cyn/aya)


BACA JUGA

Kamis, 23 November 2017 14:30

WUUIIIHH...BERANINYA ..!! Pria Ini Nyebut Pemkot Tak Kerja

SAMARINDA. APBD 2018 masih dalam pembahasan. Pemkot Samarinda mengeluarkan wacana jika duit untuk belanja…

Kamis, 23 November 2017 14:28

Terancam Tak Capai Target

SAMARINDA. Cobaan untuk Bandara Samarinda Baru (BSB) belum usai. Setelah menghadapi gugatan dari tujuh…

Kamis, 23 November 2017 14:26

Peluk dan Ciuman Terakhir Ternyata Isyarat

Camat Samarinda Kota H Wiwiwek Rossevelt wafat di usia 49 tahun, Rabu (22/11) pukul 01.30 Wita. Pria…

Rabu, 22 November 2017 16:23

Pemkot Kurang Lobi Pusat

SAMARINDA. Puluhan proyek mangkrak milik Pemkot Samarinda tahun depan dipastikan kembali molor. Sebab…

Rabu, 22 November 2017 16:22

Bantu Bangun Palaran dan Sambutan

SAMARINDA. Wacana soal pengembangan Kota Tepian sudah disiapkan, seperti dengan menetapkan fungsi pada…

Rabu, 22 November 2017 16:20

ASTAGA..!! Lagi-Lagi Lahan BSB Disoal

SAMARINDA. Ada-ada saja persoalan yang menghinggapi Bandara Samarinda Baru (BSB) di Sungai Siring, Samarinda…

Selasa, 21 November 2017 01:47

Kontrak Dua Mega Proyek Dievaluasi

SAMARINDA. Dua proyek Multi Years Contract (MYC) Pemprov Kaltim di Samarinda mendapat perhatian DPRD…

Selasa, 21 November 2017 01:47

Buah dari Pemimpin yang Perhatikan Rakyat

Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang menerima penghargaan Parasamya Purnakarya Nugraha dari Presiden RI…

Senin, 20 November 2017 00:32

Upah Minim, Tanpa BPJS

SAMARINDA. Nasib buruh di Kaltim belum sepenuhnya sejahtera. Hal demikian disorot Serikat Buruh Seluruh…

Senin, 20 November 2017 00:31

Gubernur Beri Selamat, Sarosa Sebut Prestasi Sulit

Tepat di Hari Pahlawan 10 November lalu, Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang menerima penghargaan Parasamya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .