MANAGED BY:
RABU
20 SEPTEMBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

METROPOLIS

Senin, 11 September 2017 00:28
Elpiji Langka di Loa Bakung

Warga Menduga Distribusi Tidak Merata

PROKAL.CO, SAMARINDA. Meski sejumlah toko dan warung sudah mulai mendapat pasokan elpiji 3 kilogram, namun harga bahan bakar jenis gas ini masih tinggi. Terutama di kawasan Loa Bakung, Sungai Kunjang. Gas untuk kebutuhan memasak ini harganya mencapai Rp 28 ribu per tabung. Beberapa pengecer mengaku terpaksa menjual dengan harga tinggi lantaran mereka membeli dari agen dengan harga Rp 23 ribu hingga Rp 25 ribu per tabung. Itupun jumlahnya sangat sangat dibatasi.
Salah seorang pedagang di Pasar Kemuning bernama H Rusdi mengaku membeli elpiji 3 kilogram seharga Rp 23 ribu per tabung dari agen. Dia pun kemudian menjual gas itu seharga Rp 25 ribu per tabung.
Menurut Rusdi biasanya ada agen yang selalu mengatarkan pasokan elpiji ke kisonya. Namun saat ini pria yang diperkirakan berusia 40-an tahun itu harus berkeliling ke beberapa egen sambil membawa tabung kosong pasokan gas elpiji. “Kalau ada (gas elpiji, Red)  di agen, paling tidak sampai sejam habis diserbu orang," katanya.
Hal senada diungkapkan warga kawasan Batu Penggal, bernama Sigit. Menurutnya harga gas elpiji sangat tidak wajar. Dia menduga hal itu disebabkan distribusi yang tidak merata. Buktinya,  kata Sigit, di perumahan Karpotek, masih ada agen elpiji tiga kilogram dengan harga relatif normal. Mahalnya elpiji sangat memberatkan warga, terlebih ditengah daya beli yang menurun.
“Kalo di hulu harganya lebih mahal masih bisa maklum, karena jaraknya jauh dan medanya berat. Kalau di Loa Bakung dekat sekali (dengan agen, Red) kok bisa mahal?" tanyanya.
Sementara itu di seorang pemilik toko di Jalan Jakarta bernama Iwan mengaku terpaksa menjual elpiji tiga kilogram seharga Rp 28 ribu. Hal itu lantaran harga modalnya sudah mencapai Rp 25 ribu. “Saya beli sudah dari tangan ke tangan, makanya jadi mahal. Sekarang prinsipnya asal ada saja, kalau tidak laku, berarti untuk dipakai sendiri,"pungkasnya. (man/aya)


BACA JUGA

Minggu, 17 September 2017 22:01

Pariwisata Stabil, PAD Anjlok

SAMARINDA. Secara umum beberapa tahun belakangan, pendapatan asli daerah (PAD) Kota Tepian selalu terjun…

Minggu, 17 September 2017 21:58

CUKUP APA..? Anggaran Banjir Cuma Rp 5 Miliar

SAMARINDA. Banjir masih jadi masalah serius Kota Tepian, upaya penanganan banjir pun terus dilakukan…

Minggu, 17 September 2017 21:37

Partisipasi Politik Wanita Minim

SAMARINDA. Harus diakui keterlibatan perempuan dalam urusan politik di Samarinda masih jauh dari quota,…

Sabtu, 16 September 2017 14:16

Merosotnya PAD Jadi Sorotan

SAMARINDA. Rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang APBD Perubahan akhirnya disetujui semua fraksi…

Sabtu, 16 September 2017 14:14

Panitia Pakai Metal Detektor

SAMARINDA. Untuk mengantisipasi kecurangan dalam uji kompetensi dasar sistem Computer Asesman Tes (CAT),…

Jumat, 15 September 2017 17:26

NIATNYA SIH...!! Ubah Sampah Jadi Listrik

SAMARINDA. Untuk kesekian kalinya sampah di Kota Tepian dilirik investor asing. Namun belum ada satupun…

Jumat, 15 September 2017 17:25

Jaang Apresiasi Program Jurnalisme Sekolah

Dalam kunjungannya ke Samarinda Seberang, Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang menyempatkan diri mengunjungi…

Kamis, 14 September 2017 17:12

169 Ribu Warga Samarinda "Menghilang"

SAMARINDA. Jika urusan administrasi data kependudukan tidak diatur secara baik, maka potensi selisih…

Kamis, 14 September 2017 17:11

Lampu Sorot Bingungkan Warga

SAMARINDA. Lampu sorot di atas kantor Gubernur Kaltim menjadi sorotan publik. Khususnya bagi warga Samarinda.…

Kamis, 14 September 2017 17:09

Hehehe....Ternyata Anak Gubernur Kurang Populer

SAMARINDA. Pesimisme menyelimuti langkah politik dua anak gubernur yang maju di dua pemilihan kepala…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .