MANAGED BY:
JUMAT
24 NOVEMBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

METROPOLIS

Senin, 11 September 2017 00:28
Elpiji Langka di Loa Bakung

Warga Menduga Distribusi Tidak Merata

PROKAL.CO, SAMARINDA. Meski sejumlah toko dan warung sudah mulai mendapat pasokan elpiji 3 kilogram, namun harga bahan bakar jenis gas ini masih tinggi. Terutama di kawasan Loa Bakung, Sungai Kunjang. Gas untuk kebutuhan memasak ini harganya mencapai Rp 28 ribu per tabung. Beberapa pengecer mengaku terpaksa menjual dengan harga tinggi lantaran mereka membeli dari agen dengan harga Rp 23 ribu hingga Rp 25 ribu per tabung. Itupun jumlahnya sangat sangat dibatasi.
Salah seorang pedagang di Pasar Kemuning bernama H Rusdi mengaku membeli elpiji 3 kilogram seharga Rp 23 ribu per tabung dari agen. Dia pun kemudian menjual gas itu seharga Rp 25 ribu per tabung.
Menurut Rusdi biasanya ada agen yang selalu mengatarkan pasokan elpiji ke kisonya. Namun saat ini pria yang diperkirakan berusia 40-an tahun itu harus berkeliling ke beberapa egen sambil membawa tabung kosong pasokan gas elpiji. “Kalau ada (gas elpiji, Red)  di agen, paling tidak sampai sejam habis diserbu orang," katanya.
Hal senada diungkapkan warga kawasan Batu Penggal, bernama Sigit. Menurutnya harga gas elpiji sangat tidak wajar. Dia menduga hal itu disebabkan distribusi yang tidak merata. Buktinya,  kata Sigit, di perumahan Karpotek, masih ada agen elpiji tiga kilogram dengan harga relatif normal. Mahalnya elpiji sangat memberatkan warga, terlebih ditengah daya beli yang menurun.
“Kalo di hulu harganya lebih mahal masih bisa maklum, karena jaraknya jauh dan medanya berat. Kalau di Loa Bakung dekat sekali (dengan agen, Red) kok bisa mahal?" tanyanya.
Sementara itu di seorang pemilik toko di Jalan Jakarta bernama Iwan mengaku terpaksa menjual elpiji tiga kilogram seharga Rp 28 ribu. Hal itu lantaran harga modalnya sudah mencapai Rp 25 ribu. “Saya beli sudah dari tangan ke tangan, makanya jadi mahal. Sekarang prinsipnya asal ada saja, kalau tidak laku, berarti untuk dipakai sendiri,"pungkasnya. (man/aya)


BACA JUGA

Kamis, 23 November 2017 14:30

WUUIIIHH...BERANINYA ..!! Pria Ini Nyebut Pemkot Tak Kerja

SAMARINDA. APBD 2018 masih dalam pembahasan. Pemkot Samarinda mengeluarkan wacana jika duit untuk belanja…

Kamis, 23 November 2017 14:28

Terancam Tak Capai Target

SAMARINDA. Cobaan untuk Bandara Samarinda Baru (BSB) belum usai. Setelah menghadapi gugatan dari tujuh…

Kamis, 23 November 2017 14:26

Peluk dan Ciuman Terakhir Ternyata Isyarat

Camat Samarinda Kota H Wiwiwek Rossevelt wafat di usia 49 tahun, Rabu (22/11) pukul 01.30 Wita. Pria…

Rabu, 22 November 2017 16:23

Pemkot Kurang Lobi Pusat

SAMARINDA. Puluhan proyek mangkrak milik Pemkot Samarinda tahun depan dipastikan kembali molor. Sebab…

Rabu, 22 November 2017 16:22

Bantu Bangun Palaran dan Sambutan

SAMARINDA. Wacana soal pengembangan Kota Tepian sudah disiapkan, seperti dengan menetapkan fungsi pada…

Rabu, 22 November 2017 16:20

ASTAGA..!! Lagi-Lagi Lahan BSB Disoal

SAMARINDA. Ada-ada saja persoalan yang menghinggapi Bandara Samarinda Baru (BSB) di Sungai Siring, Samarinda…

Selasa, 21 November 2017 01:47

Kontrak Dua Mega Proyek Dievaluasi

SAMARINDA. Dua proyek Multi Years Contract (MYC) Pemprov Kaltim di Samarinda mendapat perhatian DPRD…

Selasa, 21 November 2017 01:47

Buah dari Pemimpin yang Perhatikan Rakyat

Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang menerima penghargaan Parasamya Purnakarya Nugraha dari Presiden RI…

Senin, 20 November 2017 00:32

Upah Minim, Tanpa BPJS

SAMARINDA. Nasib buruh di Kaltim belum sepenuhnya sejahtera. Hal demikian disorot Serikat Buruh Seluruh…

Senin, 20 November 2017 00:31

Gubernur Beri Selamat, Sarosa Sebut Prestasi Sulit

Tepat di Hari Pahlawan 10 November lalu, Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang menerima penghargaan Parasamya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .