MANAGED BY:
RABU
20 SEPTEMBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

METROPOLIS

Sabtu, 09 September 2017 13:55
Program Pengendalian Banjir Dibatalkan

Karena Tak Mampu Prediksi Situasi Keuangan

PROKAL.CO, SAMARINDA. Keinginan warga Kota Tepian agar banjir bisa segera diatasi tampaknya sulit terwujud. Alasannya, salah satu program pengendalian banjir dengan skema pembiayaan Multi Years Contrac (MYC) justru dibatalkan Pemkot dan DPRD Samarinda.
Keputusan itu disepakati, kemarin (9/8) sore yang dirangkai dengan Rapat Paripurna nota kesepakatan KUA-PPAS APBD Perubahan. Telah disepakati dalam paripurna itu, proyek MYC di Perempatan Wahid Hasyim dan Jalan DI Panjaitan batal. Dengan waktu yang mepet, pengendalian banjir pun baru dapat terlaksana tahun depan.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Samarinda, Asli Nuryadin mengatakan, kondisi keuangan yang tak menentu dan cenderung defisit maka pemkot dan DPRD sepakat MYC dibatalkan. Karena baru direncanakan tahun ini, maka pekerjaan fisik belum ada sama sekali yang berjalan. “Untuk uangnya akan kami geser ke proyek yang berkaitan dengan pengendalian banjir,” ucap Asli.
Ia melanjutkan, pihaknya tak bisa memprediksi situasi keuangan daerah yang sebagian besar pendapatan bergantung dari dana bagi hasil. Sehingga, kalau tetap memaksakan proyek pengendalian banjir dengan skema MYC akan berisiko tak dapat terbayar. “Maka nanti akan perbanyak proyek pengendalian banjir yang bersifat tahun tunggal saja,” imbuhnya.
Rencana MYC pengendalian banjir ini sudah dianggarkan Rp 35 miliar di tahun pertama. Karena sudah dianggarkan, dengan adanya pembatalan ini maka dana yang sudah masuk batang tubuh APBD 2017 ini akan dialihkan.
“Dananya kami alihkan kepada proyek lain, mungkin optimalisasi drainase atau menambah tenaga swakelola yang mengeruk sedimentasi,” tuturnya.
Kendati demikian, Asli memastikan pengendalian banjir untuk dua kawasan itu akan tetap jadi prioritas pemkot. Hanya saja, proyeknya berganti menjadi tahun tunggal dan dikerjakan terpisah. “Mungkin tahun ini sebagian dulu, tahun depan dilanjutkan untuk di Wahid Hasyim. Tahun berikutnya bisa fokus di DI Panjaitan,” bebernya.
Awalnya MYC ini disepakati pada pengesahan APBD murni 2017 Desember lalu, yang fokus dalam penanganan banjir di kawasan KH Wahid Hasyim dan DI Panjaitan. Setelah mendapatkan revisi dari Pemprov Kaltim, akhirnya beban Pemkot Samarinda berkurang, sebab Pemprov Kaltim mengambil alih penangan banjir kawasan DI Panjaitan.
Dengan mempertimbangkan kondisi keuangan daerah, pemkot meminta program dibatalkan, sementara dari DPRD Samarinda, terutama Komisi III meminta kegiatan ini tetap berjalan. Karena tak bisa seenaknya membatalkan, sebab sudah diputuskan lewat Paripurna. Program ini sempat tarik ulur antara Pemkot dan DPRD Samarinda.
Kasus ini pun dibawa ke Kejaksaan Negeri (Kejari) untuk mendapatkan Legal Opini (LO) untuk mengubah penggunaan APBD murni. Kejari pun meminta agar perubahan mekanisme tersebut diparipurnakan lagi.
Akhirnya melalui lobi yang panjang, DPRD Samarinda bisa bersepakat soal dibatalkannya MYC tersebut. Bahkan, Wali Kota Samarinda harus bersurat khusus untuk meminta pembasahan perubahan skema banjir ini berjalan. “Awalnya memang tak sepakat, tapi kami bahas lagi dan keputusannya berubah,” ucap Joha Fajal, anggota Komisi III DPRD Samarinda.
Pada internal komisi III sendiri pun diakuinya melalui pembahasan yang panjang dan alot untuk menyetujui perubahan itu. “Tetapi keputusan sudah dibuat, bahkan kami sudah membuat rekomendasi atas perubahan skema itu,” tandasnya. (hfz/aya)


BACA JUGA

Minggu, 17 September 2017 22:01

Pariwisata Stabil, PAD Anjlok

SAMARINDA. Secara umum beberapa tahun belakangan, pendapatan asli daerah (PAD) Kota Tepian selalu terjun…

Minggu, 17 September 2017 21:58

CUKUP APA..? Anggaran Banjir Cuma Rp 5 Miliar

SAMARINDA. Banjir masih jadi masalah serius Kota Tepian, upaya penanganan banjir pun terus dilakukan…

Minggu, 17 September 2017 21:37

Partisipasi Politik Wanita Minim

SAMARINDA. Harus diakui keterlibatan perempuan dalam urusan politik di Samarinda masih jauh dari quota,…

Sabtu, 16 September 2017 14:16

Merosotnya PAD Jadi Sorotan

SAMARINDA. Rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang APBD Perubahan akhirnya disetujui semua fraksi…

Sabtu, 16 September 2017 14:14

Panitia Pakai Metal Detektor

SAMARINDA. Untuk mengantisipasi kecurangan dalam uji kompetensi dasar sistem Computer Asesman Tes (CAT),…

Jumat, 15 September 2017 17:26

NIATNYA SIH...!! Ubah Sampah Jadi Listrik

SAMARINDA. Untuk kesekian kalinya sampah di Kota Tepian dilirik investor asing. Namun belum ada satupun…

Jumat, 15 September 2017 17:25

Jaang Apresiasi Program Jurnalisme Sekolah

Dalam kunjungannya ke Samarinda Seberang, Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang menyempatkan diri mengunjungi…

Kamis, 14 September 2017 17:12

169 Ribu Warga Samarinda "Menghilang"

SAMARINDA. Jika urusan administrasi data kependudukan tidak diatur secara baik, maka potensi selisih…

Kamis, 14 September 2017 17:11

Lampu Sorot Bingungkan Warga

SAMARINDA. Lampu sorot di atas kantor Gubernur Kaltim menjadi sorotan publik. Khususnya bagi warga Samarinda.…

Kamis, 14 September 2017 17:09

Hehehe....Ternyata Anak Gubernur Kurang Populer

SAMARINDA. Pesimisme menyelimuti langkah politik dua anak gubernur yang maju di dua pemilihan kepala…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .