MANAGED BY:
JUMAT
24 NOVEMBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

METROPOLIS

Sabtu, 09 September 2017 13:55
Program Pengendalian Banjir Dibatalkan

Karena Tak Mampu Prediksi Situasi Keuangan

PROKAL.CO, SAMARINDA. Keinginan warga Kota Tepian agar banjir bisa segera diatasi tampaknya sulit terwujud. Alasannya, salah satu program pengendalian banjir dengan skema pembiayaan Multi Years Contrac (MYC) justru dibatalkan Pemkot dan DPRD Samarinda.
Keputusan itu disepakati, kemarin (9/8) sore yang dirangkai dengan Rapat Paripurna nota kesepakatan KUA-PPAS APBD Perubahan. Telah disepakati dalam paripurna itu, proyek MYC di Perempatan Wahid Hasyim dan Jalan DI Panjaitan batal. Dengan waktu yang mepet, pengendalian banjir pun baru dapat terlaksana tahun depan.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Samarinda, Asli Nuryadin mengatakan, kondisi keuangan yang tak menentu dan cenderung defisit maka pemkot dan DPRD sepakat MYC dibatalkan. Karena baru direncanakan tahun ini, maka pekerjaan fisik belum ada sama sekali yang berjalan. “Untuk uangnya akan kami geser ke proyek yang berkaitan dengan pengendalian banjir,” ucap Asli.
Ia melanjutkan, pihaknya tak bisa memprediksi situasi keuangan daerah yang sebagian besar pendapatan bergantung dari dana bagi hasil. Sehingga, kalau tetap memaksakan proyek pengendalian banjir dengan skema MYC akan berisiko tak dapat terbayar. “Maka nanti akan perbanyak proyek pengendalian banjir yang bersifat tahun tunggal saja,” imbuhnya.
Rencana MYC pengendalian banjir ini sudah dianggarkan Rp 35 miliar di tahun pertama. Karena sudah dianggarkan, dengan adanya pembatalan ini maka dana yang sudah masuk batang tubuh APBD 2017 ini akan dialihkan.
“Dananya kami alihkan kepada proyek lain, mungkin optimalisasi drainase atau menambah tenaga swakelola yang mengeruk sedimentasi,” tuturnya.
Kendati demikian, Asli memastikan pengendalian banjir untuk dua kawasan itu akan tetap jadi prioritas pemkot. Hanya saja, proyeknya berganti menjadi tahun tunggal dan dikerjakan terpisah. “Mungkin tahun ini sebagian dulu, tahun depan dilanjutkan untuk di Wahid Hasyim. Tahun berikutnya bisa fokus di DI Panjaitan,” bebernya.
Awalnya MYC ini disepakati pada pengesahan APBD murni 2017 Desember lalu, yang fokus dalam penanganan banjir di kawasan KH Wahid Hasyim dan DI Panjaitan. Setelah mendapatkan revisi dari Pemprov Kaltim, akhirnya beban Pemkot Samarinda berkurang, sebab Pemprov Kaltim mengambil alih penangan banjir kawasan DI Panjaitan.
Dengan mempertimbangkan kondisi keuangan daerah, pemkot meminta program dibatalkan, sementara dari DPRD Samarinda, terutama Komisi III meminta kegiatan ini tetap berjalan. Karena tak bisa seenaknya membatalkan, sebab sudah diputuskan lewat Paripurna. Program ini sempat tarik ulur antara Pemkot dan DPRD Samarinda.
Kasus ini pun dibawa ke Kejaksaan Negeri (Kejari) untuk mendapatkan Legal Opini (LO) untuk mengubah penggunaan APBD murni. Kejari pun meminta agar perubahan mekanisme tersebut diparipurnakan lagi.
Akhirnya melalui lobi yang panjang, DPRD Samarinda bisa bersepakat soal dibatalkannya MYC tersebut. Bahkan, Wali Kota Samarinda harus bersurat khusus untuk meminta pembasahan perubahan skema banjir ini berjalan. “Awalnya memang tak sepakat, tapi kami bahas lagi dan keputusannya berubah,” ucap Joha Fajal, anggota Komisi III DPRD Samarinda.
Pada internal komisi III sendiri pun diakuinya melalui pembahasan yang panjang dan alot untuk menyetujui perubahan itu. “Tetapi keputusan sudah dibuat, bahkan kami sudah membuat rekomendasi atas perubahan skema itu,” tandasnya. (hfz/aya)


BACA JUGA

Kamis, 23 November 2017 14:30

WUUIIIHH...BERANINYA ..!! Pria Ini Nyebut Pemkot Tak Kerja

SAMARINDA. APBD 2018 masih dalam pembahasan. Pemkot Samarinda mengeluarkan wacana jika duit untuk belanja…

Kamis, 23 November 2017 14:28

Terancam Tak Capai Target

SAMARINDA. Cobaan untuk Bandara Samarinda Baru (BSB) belum usai. Setelah menghadapi gugatan dari tujuh…

Kamis, 23 November 2017 14:26

Peluk dan Ciuman Terakhir Ternyata Isyarat

Camat Samarinda Kota H Wiwiwek Rossevelt wafat di usia 49 tahun, Rabu (22/11) pukul 01.30 Wita. Pria…

Rabu, 22 November 2017 16:23

Pemkot Kurang Lobi Pusat

SAMARINDA. Puluhan proyek mangkrak milik Pemkot Samarinda tahun depan dipastikan kembali molor. Sebab…

Rabu, 22 November 2017 16:22

Bantu Bangun Palaran dan Sambutan

SAMARINDA. Wacana soal pengembangan Kota Tepian sudah disiapkan, seperti dengan menetapkan fungsi pada…

Rabu, 22 November 2017 16:20

ASTAGA..!! Lagi-Lagi Lahan BSB Disoal

SAMARINDA. Ada-ada saja persoalan yang menghinggapi Bandara Samarinda Baru (BSB) di Sungai Siring, Samarinda…

Selasa, 21 November 2017 01:47

Kontrak Dua Mega Proyek Dievaluasi

SAMARINDA. Dua proyek Multi Years Contract (MYC) Pemprov Kaltim di Samarinda mendapat perhatian DPRD…

Selasa, 21 November 2017 01:47

Buah dari Pemimpin yang Perhatikan Rakyat

Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang menerima penghargaan Parasamya Purnakarya Nugraha dari Presiden RI…

Senin, 20 November 2017 00:32

Upah Minim, Tanpa BPJS

SAMARINDA. Nasib buruh di Kaltim belum sepenuhnya sejahtera. Hal demikian disorot Serikat Buruh Seluruh…

Senin, 20 November 2017 00:31

Gubernur Beri Selamat, Sarosa Sebut Prestasi Sulit

Tepat di Hari Pahlawan 10 November lalu, Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang menerima penghargaan Parasamya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .