MANAGED BY:
RABU
20 SEPTEMBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

METROPOLIS

Jumat, 08 September 2017 14:51
Terlilit Utang karena Tak Cermat

Manajemen Keuangan Pemkot Dipertanyakan

BELUM LUNAS. Utang pemkot terhadap kontraktork Jembatan Mahkota II masih RP 200-an miliar.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Meski perlahan pemkot mulai melunasinya utangnya, tapi tak sedikit kalangan yang mempertanyakan bagaimana skema pembayarannya. Ini karena utang yang melilit pemkot bukan sebulan dua bulan namun hingga bertahun-tahun. Apalagi dominan utang pemkot menyangkut tunggakan pembayaran pekerjaan fisik.
Pengamat Ekonomi Universitas Mulawarman, Aji Sofian Efendy menyebut, pemkot harus memperbaiki sistem pembayaran utangnya. Dia bahkan mengaku heran jika utang proyek molor hingga bertahun-tahun. Sementara dalam kontrak kerja, biasanya sudah diterangkan mengenai mekanisme pembayaran hingga deadline pekerjaan hingga pembayaran.
"Jika utang proyek kepada pihak ketiga molor dalam hitungan bulan, masih dimaklumi. Tapi molor sampai bertahun-tahun artinya ada yang salah dari sistem anggaran," terangnya Aji belum lama ini.
Menurut data yang dihimpun media harian ini, banyak pekerjaan fisik jalan dan jembatan yang diselesaikan kontraktor sejak 2014 lalu. Tapi pemkot baru membayarnya tahun ini atau molor hingga tiga tahun. Khusus pada program jalan dan jembatan yang dilelang Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) total ada 22 paket selesai pada 2014 dengan totalnya utang mencapai Rp 9,8 miliar. Pemkot baru menganggarkan pembayaran utang itu di tahun ini.
Kemudian 2015 sebanyak ada 14 paket yang juga dibayarkan tahun ini. Jumlah utang pada sekitar Rp 5,8 miliar. Sementara pada program pembangunan saluran drainase dan gorong-gorong juga meninggalkan banyak utang. Terdata ada 13 paket pekerjaan yang selesai pada 2015 lalu. Namun baru dibayarkan tahun ini.
Jika ditotal, kegiatan fisik 2014 pembayarannya hingga tiga tahun sekitar 123 item. Sementara pada tahun 2015 kurang lebih ada 79 pekerjaan fisik yang juga menunggak pembayarannya. Dari semua total pekerjaan itu, tersebut paling banyak menunggak di program pembangunan gedung dan pemerintahan.  
Menumpuknya utang, menurut Aji Sofyan Effendi pemkot tidak cermat membaca kondisi anggaran terkait dinamika ekonomi nasional maupun internasional, sehingga menarget APBD yang terlalu tinggi.  “Pada saat saya memberikan pekerjaan kepada orang lain, maka uang itu tersedia. Meskipun proyek multiyears. Ada kontrak yang mengatur tahapan pembayaran. Tidak menunggak sampai bertahun-tahun. Ini tidak benar. Ada mis yang harus diperbaiki dari sisi keuangan,” tutupnya.
Dikonfirmasi hal tersebut, Sekkot Samarinda, Sugeng Chairuddin mengaku hanya sebagian kecil dan kecelakaan saja. Kata dia, dari berbagai utang proyek yang tertunggak itu, banyak perusahaan yang tidak menagih. Sehingga belum ada pembayaran. Padahal setiap tahunnya tetap dianggarkan.
“Itu kecelakaan saja. Hanya satu dua saja. Dari berbagai proyek itu mereka (kontraktor, Red) yang tidak menagih lagi. Sepanjang perusahaan itu tidak ada lagi, baru kita hapus. Jika dicoret maka jadi silpa,” ungkap Sugeng.  
Dikatakannya, tahun ini pihaknya menganggarkan sebesar Rp 303 miliar. Total utang ini akumulasi dari 2014 hingga 2016. Jika ada utang belum masuk dalam review BPK, maka tidak dibayarkan. Berdasarkan data yang dihimpun awak media ini, ada sekitar Rp 40 miliar utang yang tidak masuk review BPK. Sisanya sekitar Rp 260 miliar akan dibayarkan tahun ini. (zak/aya)



BACA JUGA

Minggu, 17 September 2017 22:01

Pariwisata Stabil, PAD Anjlok

SAMARINDA. Secara umum beberapa tahun belakangan, pendapatan asli daerah (PAD) Kota Tepian selalu terjun…

Minggu, 17 September 2017 21:58

CUKUP APA..? Anggaran Banjir Cuma Rp 5 Miliar

SAMARINDA. Banjir masih jadi masalah serius Kota Tepian, upaya penanganan banjir pun terus dilakukan…

Minggu, 17 September 2017 21:37

Partisipasi Politik Wanita Minim

SAMARINDA. Harus diakui keterlibatan perempuan dalam urusan politik di Samarinda masih jauh dari quota,…

Sabtu, 16 September 2017 14:16

Merosotnya PAD Jadi Sorotan

SAMARINDA. Rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang APBD Perubahan akhirnya disetujui semua fraksi…

Sabtu, 16 September 2017 14:14

Panitia Pakai Metal Detektor

SAMARINDA. Untuk mengantisipasi kecurangan dalam uji kompetensi dasar sistem Computer Asesman Tes (CAT),…

Jumat, 15 September 2017 17:26

NIATNYA SIH...!! Ubah Sampah Jadi Listrik

SAMARINDA. Untuk kesekian kalinya sampah di Kota Tepian dilirik investor asing. Namun belum ada satupun…

Jumat, 15 September 2017 17:25

Jaang Apresiasi Program Jurnalisme Sekolah

Dalam kunjungannya ke Samarinda Seberang, Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang menyempatkan diri mengunjungi…

Kamis, 14 September 2017 17:12

169 Ribu Warga Samarinda "Menghilang"

SAMARINDA. Jika urusan administrasi data kependudukan tidak diatur secara baik, maka potensi selisih…

Kamis, 14 September 2017 17:11

Lampu Sorot Bingungkan Warga

SAMARINDA. Lampu sorot di atas kantor Gubernur Kaltim menjadi sorotan publik. Khususnya bagi warga Samarinda.…

Kamis, 14 September 2017 17:09

Hehehe....Ternyata Anak Gubernur Kurang Populer

SAMARINDA. Pesimisme menyelimuti langkah politik dua anak gubernur yang maju di dua pemilihan kepala…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .