MANAGED BY:
RABU
20 SEPTEMBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

METROPOLIS

Kamis, 07 September 2017 16:06
Realisasi PAD Jauh dari Target

Siswadi: OPD Pemungut Tak Punya Kemauan

PROKAL.CO, “Saya memang melihat OPD yang berhubungan dengan PAD memang tidak maksimal. Saya sudah bisa simpulkan ketika kami beberapa kali rapat dengan dinas pemungut. Dari  laporan progres memang tidak ada kemajuan,” terang Siswadi.

SAMARINDA. Jumlah Pendapatan Asli Daserah (PAD) yang diraup pemkot hingga saat ini masih jauh dari target. Berdasarkan data, PAD dari sejumlah OPD belum menyentuh 50 persen. Padahal waktu yang tersisa hanya empat bulan.
Hal itu disampaikan Kepala Badan Pendapat Daerah (Bapenda) Samarinda, Hermanus Barus, Selasa (5/9) lalu. Menurutnya, dari tiga jenis retribusi yang belum mencapai angka 50 persen sebagian besar berasal dari retribusi jasa umum. Jasa jenis ini baru mencapai angka 49,1 persen. Meski begitu dia memaklumi lemahnya kondisi ekonomi belakangan ini sangat berpengaruh terhadap PAD. Terlebih sektor jasa.  
“Memang harus diakui beberapa OPD pemungut retribusi masih ada yang belum maksimal namun tidak semua. Saya yakin semua OPD sudah bekerja maksimal meskipun hasilnya masih kurang,” ungkap Barus.
Namun menurut data yang dihimpun awak media ini, raupan PAD dari beberapa OPD justru jauh di bawah 50 persen. Misalnya retribusi pelayanan parkir tepi jalan umum yang sebelumnya ditarget Rp 11 miliar, hingga saat ini baru terealisasi Rp 1,2 miliar. Selain itu penguji kendaraan bermotor yang ditarget Rp 2,25 miliar, baru terealisasi baru Rp 1,1 miliar. Retribusi pemeriksaan alat pemadam kebakaran yang ditarget Rp 400 juta, baru terealisasi Rp 97,5 juta.   Retribusi jasa umum yang ditarget Rp 38 miliar, baru terealisasi Rp 19 miliar.  (liat grafis).
Kabid Perencanaan Bapenda Samarinda, Aji Danny menyebutkan, tidak maksimalnya pendapatan tersebut karena beberapa OPD memang perlu penyesuaian. Karena  menurutnya belum lama ini terjadi perubahan nomenklatur dalam OPD. Misalnya, dulu ada UPDT Pasar sekarang hanya berada di bawah bidang. “Sehingga maklum saja kalau ada beberapa yang belum maksimal mengumpulkan retribusi.” katanya.
Dikonfirmasi terpisah,  Wakil Ketua DPRD Samarinda, Siswadi mengatakan tidak ada kemauan (Political will) dari pemerintah dalam menuntaskan permasalahan PAD ini. Dia menilai seluruh OPD yang terlibat langsung dalam mengali potensi pendapatan daerah tidak berjalan maksimal. Karena dari tahun ke tahun tidak ada tren kenaikan yang signifikan dari sektor ini. Padahal, menurut politisi PDIP ini, banyak potensi pendapatan yang seharusnya bisa menopang postur APBD yang tengah diterjang badai defisit.
Pemotongan dana perimbangan dari pusat awal tahun lalu, tak bisa dihindari karena kebijakan nasional. Namun setiap daerah perlu ada semangat baru dalam menggali sekaligus memperbaharui sistem sehingga lebih fokus dan terkonsentrasi dengan pendapatan daerah.
“Saya memang melihat OPD yang berhubungan dengan PAD memang tidak maksimal. Saya sudah bisa simpulkan ketika kami beberapa kali rapat dengan dinas pemungut. Dari  laporan progres memang tidak ada kemajuan,” terang Siswadi.
Menurut Siswadi sejak dulu dewan sudah mengusulkan untuk perbaharui sistem penerimaan retribusi pajak berbasis online. Tujuannya agar lebih terarah dan transparan dan menekan kebocoran. Namun tidak ada perkembangan hingga saat ini.
“Selalu alasan belum bisa beli alatlah, inilah, itulah macam-macam. Itu yang saya tangkap. Bagi saya ini soal semangat atau kemauan,” imbuhnya.  
“Jadi memang saya nggak tahu apakah pak wali, pak wawali dan pak sekkot mensupport kembali aparatnya. Saya tidak tahu karena itu internal mereka (pemkot, Red). Tapi saya berharap agar orang-orang ini butuh perhatian wali kota,” sambung politisi PDIP ini.  (zak/aya)



BACA JUGA

Minggu, 17 September 2017 22:01

Pariwisata Stabil, PAD Anjlok

SAMARINDA. Secara umum beberapa tahun belakangan, pendapatan asli daerah (PAD) Kota Tepian selalu terjun…

Minggu, 17 September 2017 21:58

CUKUP APA..? Anggaran Banjir Cuma Rp 5 Miliar

SAMARINDA. Banjir masih jadi masalah serius Kota Tepian, upaya penanganan banjir pun terus dilakukan…

Minggu, 17 September 2017 21:37

Partisipasi Politik Wanita Minim

SAMARINDA. Harus diakui keterlibatan perempuan dalam urusan politik di Samarinda masih jauh dari quota,…

Sabtu, 16 September 2017 14:16

Merosotnya PAD Jadi Sorotan

SAMARINDA. Rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang APBD Perubahan akhirnya disetujui semua fraksi…

Sabtu, 16 September 2017 14:14

Panitia Pakai Metal Detektor

SAMARINDA. Untuk mengantisipasi kecurangan dalam uji kompetensi dasar sistem Computer Asesman Tes (CAT),…

Jumat, 15 September 2017 17:26

NIATNYA SIH...!! Ubah Sampah Jadi Listrik

SAMARINDA. Untuk kesekian kalinya sampah di Kota Tepian dilirik investor asing. Namun belum ada satupun…

Jumat, 15 September 2017 17:25

Jaang Apresiasi Program Jurnalisme Sekolah

Dalam kunjungannya ke Samarinda Seberang, Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang menyempatkan diri mengunjungi…

Kamis, 14 September 2017 17:12

169 Ribu Warga Samarinda "Menghilang"

SAMARINDA. Jika urusan administrasi data kependudukan tidak diatur secara baik, maka potensi selisih…

Kamis, 14 September 2017 17:11

Lampu Sorot Bingungkan Warga

SAMARINDA. Lampu sorot di atas kantor Gubernur Kaltim menjadi sorotan publik. Khususnya bagi warga Samarinda.…

Kamis, 14 September 2017 17:09

Hehehe....Ternyata Anak Gubernur Kurang Populer

SAMARINDA. Pesimisme menyelimuti langkah politik dua anak gubernur yang maju di dua pemilihan kepala…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .