MANAGED BY:
JUMAT
24 NOVEMBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

METROPOLIS

Kamis, 07 September 2017 16:06
Realisasi PAD Jauh dari Target

Siswadi: OPD Pemungut Tak Punya Kemauan

PROKAL.CO, “Saya memang melihat OPD yang berhubungan dengan PAD memang tidak maksimal. Saya sudah bisa simpulkan ketika kami beberapa kali rapat dengan dinas pemungut. Dari  laporan progres memang tidak ada kemajuan,” terang Siswadi.

SAMARINDA. Jumlah Pendapatan Asli Daserah (PAD) yang diraup pemkot hingga saat ini masih jauh dari target. Berdasarkan data, PAD dari sejumlah OPD belum menyentuh 50 persen. Padahal waktu yang tersisa hanya empat bulan.
Hal itu disampaikan Kepala Badan Pendapat Daerah (Bapenda) Samarinda, Hermanus Barus, Selasa (5/9) lalu. Menurutnya, dari tiga jenis retribusi yang belum mencapai angka 50 persen sebagian besar berasal dari retribusi jasa umum. Jasa jenis ini baru mencapai angka 49,1 persen. Meski begitu dia memaklumi lemahnya kondisi ekonomi belakangan ini sangat berpengaruh terhadap PAD. Terlebih sektor jasa.  
“Memang harus diakui beberapa OPD pemungut retribusi masih ada yang belum maksimal namun tidak semua. Saya yakin semua OPD sudah bekerja maksimal meskipun hasilnya masih kurang,” ungkap Barus.
Namun menurut data yang dihimpun awak media ini, raupan PAD dari beberapa OPD justru jauh di bawah 50 persen. Misalnya retribusi pelayanan parkir tepi jalan umum yang sebelumnya ditarget Rp 11 miliar, hingga saat ini baru terealisasi Rp 1,2 miliar. Selain itu penguji kendaraan bermotor yang ditarget Rp 2,25 miliar, baru terealisasi baru Rp 1,1 miliar. Retribusi pemeriksaan alat pemadam kebakaran yang ditarget Rp 400 juta, baru terealisasi Rp 97,5 juta.   Retribusi jasa umum yang ditarget Rp 38 miliar, baru terealisasi Rp 19 miliar.  (liat grafis).
Kabid Perencanaan Bapenda Samarinda, Aji Danny menyebutkan, tidak maksimalnya pendapatan tersebut karena beberapa OPD memang perlu penyesuaian. Karena  menurutnya belum lama ini terjadi perubahan nomenklatur dalam OPD. Misalnya, dulu ada UPDT Pasar sekarang hanya berada di bawah bidang. “Sehingga maklum saja kalau ada beberapa yang belum maksimal mengumpulkan retribusi.” katanya.
Dikonfirmasi terpisah,  Wakil Ketua DPRD Samarinda, Siswadi mengatakan tidak ada kemauan (Political will) dari pemerintah dalam menuntaskan permasalahan PAD ini. Dia menilai seluruh OPD yang terlibat langsung dalam mengali potensi pendapatan daerah tidak berjalan maksimal. Karena dari tahun ke tahun tidak ada tren kenaikan yang signifikan dari sektor ini. Padahal, menurut politisi PDIP ini, banyak potensi pendapatan yang seharusnya bisa menopang postur APBD yang tengah diterjang badai defisit.
Pemotongan dana perimbangan dari pusat awal tahun lalu, tak bisa dihindari karena kebijakan nasional. Namun setiap daerah perlu ada semangat baru dalam menggali sekaligus memperbaharui sistem sehingga lebih fokus dan terkonsentrasi dengan pendapatan daerah.
“Saya memang melihat OPD yang berhubungan dengan PAD memang tidak maksimal. Saya sudah bisa simpulkan ketika kami beberapa kali rapat dengan dinas pemungut. Dari  laporan progres memang tidak ada kemajuan,” terang Siswadi.
Menurut Siswadi sejak dulu dewan sudah mengusulkan untuk perbaharui sistem penerimaan retribusi pajak berbasis online. Tujuannya agar lebih terarah dan transparan dan menekan kebocoran. Namun tidak ada perkembangan hingga saat ini.
“Selalu alasan belum bisa beli alatlah, inilah, itulah macam-macam. Itu yang saya tangkap. Bagi saya ini soal semangat atau kemauan,” imbuhnya.  
“Jadi memang saya nggak tahu apakah pak wali, pak wawali dan pak sekkot mensupport kembali aparatnya. Saya tidak tahu karena itu internal mereka (pemkot, Red). Tapi saya berharap agar orang-orang ini butuh perhatian wali kota,” sambung politisi PDIP ini.  (zak/aya)



BACA JUGA

Kamis, 23 November 2017 14:30

WUUIIIHH...BERANINYA ..!! Pria Ini Nyebut Pemkot Tak Kerja

SAMARINDA. APBD 2018 masih dalam pembahasan. Pemkot Samarinda mengeluarkan wacana jika duit untuk belanja…

Kamis, 23 November 2017 14:28

Terancam Tak Capai Target

SAMARINDA. Cobaan untuk Bandara Samarinda Baru (BSB) belum usai. Setelah menghadapi gugatan dari tujuh…

Kamis, 23 November 2017 14:26

Peluk dan Ciuman Terakhir Ternyata Isyarat

Camat Samarinda Kota H Wiwiwek Rossevelt wafat di usia 49 tahun, Rabu (22/11) pukul 01.30 Wita. Pria…

Rabu, 22 November 2017 16:23

Pemkot Kurang Lobi Pusat

SAMARINDA. Puluhan proyek mangkrak milik Pemkot Samarinda tahun depan dipastikan kembali molor. Sebab…

Rabu, 22 November 2017 16:22

Bantu Bangun Palaran dan Sambutan

SAMARINDA. Wacana soal pengembangan Kota Tepian sudah disiapkan, seperti dengan menetapkan fungsi pada…

Rabu, 22 November 2017 16:20

ASTAGA..!! Lagi-Lagi Lahan BSB Disoal

SAMARINDA. Ada-ada saja persoalan yang menghinggapi Bandara Samarinda Baru (BSB) di Sungai Siring, Samarinda…

Selasa, 21 November 2017 01:47

Kontrak Dua Mega Proyek Dievaluasi

SAMARINDA. Dua proyek Multi Years Contract (MYC) Pemprov Kaltim di Samarinda mendapat perhatian DPRD…

Selasa, 21 November 2017 01:47

Buah dari Pemimpin yang Perhatikan Rakyat

Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang menerima penghargaan Parasamya Purnakarya Nugraha dari Presiden RI…

Senin, 20 November 2017 00:32

Upah Minim, Tanpa BPJS

SAMARINDA. Nasib buruh di Kaltim belum sepenuhnya sejahtera. Hal demikian disorot Serikat Buruh Seluruh…

Senin, 20 November 2017 00:31

Gubernur Beri Selamat, Sarosa Sebut Prestasi Sulit

Tepat di Hari Pahlawan 10 November lalu, Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang menerima penghargaan Parasamya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .