MANAGED BY:
SENIN
20 NOVEMBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Kamis, 07 September 2017 15:56
Raja Jambret Inilah yang Diduga Pembunuh Gadis

Raja Jambret Sering Beraksi di Flyover

Korban jambret di Samarinda yang sempat dirawat.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Sejumlah kasus penjambretan di Samarinda mulai terkuak. Hal ini berdasarkan pengakuan para penjambretan sadis yang diringkus tim gabungan.

Dari 166 kali melakukan penjambretan di Samarinda, komplotan jambret ini mengaku tiga kali beraksi di kawasan Flyover, Air Hitam. Pengakuan itu mengingatkan kembali pada kasus penjambretan sadis yang berujung tewasnya Dian Puji Pangestuti. Dian dijambret di kawasan flyover pada 15 Maret lalu. Sepekan kemudian remaja 16 tahun ini meregang nyawa akibat luka serius yang diderita.

Namun polisi belum bisa memastikan apakah komplotan raja jambret itu yang melukai Dian. Atau ada kawanan lain yang hingga saat ini masih bebas berkeliaran mengincar korban lainnya.

Kelima jambret yang diringkus tersebut masing-masing bernama Rudi Hari Praseno alias Rudi Congor (23), Farhan alias Kopet (21), Rudi Tato (29), Erhan alias Apung (28), serta M Muslih (24). Kelimnya memiliki peran yang berbeda-beda.
Kapolsekta Samarinda Ilir, Kompol Candra Hermawan melalui Kanit Reskrim, Ipda Purwanto kepada Sapos menuturkan, para jembret ini tidak menentukan target korban dengan cara mengikuti terlebih dahulu.

"Mereka mencari korban secara serabutan. Tidak menarget atau terkoordinir. Jika melihat korban yang membawa tas dan mereka pikir bisa dijadikan target, barulah mereka beraksi," terang Purwanto.

Informasi para para jambret yang menyatakan tiga kali beraksi di flyover, masih didalami kepolisian. Karena berdasarkan pengakuannya, aksi penjambretan dilakukan di kolong flyover.

"Nah, sementara penmjambretan yang dialami korban (Dian, Red) tidak diketahui pasti di mana. Untuk di flyover, penjambretan memang sering terjadi. Namun di jalur flyover bukan di kolong," jelas Purwanto.
Namun dari sekian pengakuan beraksi yang diungkap, kawanan jambret itu dipastikan merupakan komplotan yang melukai ibu dan anak di Jalan Sultan Sulaiman, Sambutan.

"Itu yang sudah jelas dan kami proses pelaku terutama Rudi Congor dan Kopet dengan kasus tersebut," pungkasnya.
Sebelumnya, kawanan penjahat jalanan yang membuat Anggi Hariana Putri alias Memey (11) dan ibunya Rusdiana, menderita luka parah di wajah karena “mencium” aspal berhasil diringkus tim gabungan Unit Reskrim Polsekta Samarinda Ilir, Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda dan Jatanras Polda Kaltim, dini hari Selasa lalu (5/9).

Ibu serta anaknya itu dijambret Rudi Congor dan Kopet, ketika hendak pulang ke rumahnya di kawasan Jalan Muso Salim, Gang Pandan Harum, RT 14, Kelurahan Karang Mumus, Samarinda Kota, Minggu malam (27/8) lalu.
Tas yang sempat membuat Rusdiana dan putrinya terseret karena ditarik paksa Rudi Congor itu berisi sebuah liontin emas seberat 10 gram, sebuah cincin bermata berlian seberat 2 gram, uang tunai Rp 200.000, dua unit ponsel, dan sejumlah surat penting yang total keseluruhnya Rp 9.100.000.

Rudi Congor dan Kopet dibekuk polisi di kawasan Jalan Gerilya dan Jalan Damanhuri, Samarinda Utara. Pengungkapan polisi belum berhenti sampai di situ. Tiga komplotannya sesama penjambret sekaligus penadah hasil kejahatan yakni Rudi Tato, Apung, serta Muslih, ketiganya diciduk di tiga tempat berbeda.

Dari tangan kawanan jambret itu barang bukti hasil rampasan yang merupakan milik Rusdiana disita. Selain itu empat unit motor Yamaha R 15 dengan nopol KT 2826 BAW, Honda Blade dengan nopol KT 4302 OU, serta dua unit Honda Scoopy masing-masing nopol KT 2888 BC dan KT 2288 BAC dan dua unit ponsel juga diamankan polisi karena diduga kuat jadi sarana menjambret.
Ketiga diperiksa, kawanan penjahat jalanan itu mengaku sudah 166 kali beraksi sejak 2015 hingga awal September 2017 dengan korban terakhir Rusdiana dan putrinya. (oke/nha)


BACA JUGA

Minggu, 19 November 2017 21:07

Lenyap di Jamban, Pengusaha Tewas di Mahakam

SAMARINDA. Kabar hilangnya Fahruddin membuat, kakak kandungnya bernama Serin cemas. Fahruddin dikabarkan…

Minggu, 19 November 2017 21:05

Aktivitas Masyarakat Lumpuh

SENDAWAR. Sudah dua hari terakhir sebagian warga di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) mengalami bencana…

Sabtu, 18 November 2017 14:43

"Main Tanah", Lurah Jadi Tersangka

SAMARINDA. Kasus yang menimpa Lurah Gunung Lingai, Sungai Pinang, Saripudin La Bario (sebelumnya ditulis…

Jumat, 17 November 2017 13:56

Lengan Putus, Ayah Tewas

SAMARINDA. Begitu perih dan hancur perasaan Yontri. Pemuda 23 tahun itu menyaksikan ayahnya, Yabun (67)…

Jumat, 17 November 2017 13:52

Kekurangan Komputer Bukan Alasan Pungutan

SAMARINDA. Hampir semua sekolah setingkat SMP di Kota Tepian didera kekurangan perangkat komputer jelang…

Jumat, 17 November 2017 13:47

Triniti Cangkok Daging Di Tiongkok Cina

Empat hari lalu (13/11) genap satu tahun peristiwa bom di Gereja Oikumene di Jalan Cipto Mangunkusumo,…

Kamis, 16 November 2017 16:51

Bongkar Aib Playboy, Video Hot Tersebar

SAMARINDA. Luka akibat dikhianati sahabat jauh lebih menyakitkan daripada disakiti oleh musuh. Rasa…

Kamis, 16 November 2017 16:13

Pungutan Sukarela, tapi Nominal Ditentukan

Dugaan pungutan liar (Pungli) kembali menyeruak di lingkungan sekolah negeri. Isu itu berhembus di MTs…

Kamis, 16 November 2017 16:10

Tetap Semangat Meski Saraf Terancam Lumpuh

Di usia yang masih dini, Riska Devi harus menghadapi kenyataan pahit. Bocah usia 6 tahun asal Anggana,…

Rabu, 15 November 2017 15:35

Duar!!! Pasutri Terbakar

SAMARINDA. Arbani alias Bajau (45) langsung bergidik ketika kompor yang digunakannya memasak bumbu nasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .