MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Kamis, 07 September 2017 15:56
Raja Jambret Inilah yang Diduga Pembunuh Gadis

Raja Jambret Sering Beraksi di Flyover

Korban jambret di Samarinda yang sempat dirawat.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Sejumlah kasus penjambretan di Samarinda mulai terkuak. Hal ini berdasarkan pengakuan para penjambretan sadis yang diringkus tim gabungan.

Dari 166 kali melakukan penjambretan di Samarinda, komplotan jambret ini mengaku tiga kali beraksi di kawasan Flyover, Air Hitam. Pengakuan itu mengingatkan kembali pada kasus penjambretan sadis yang berujung tewasnya Dian Puji Pangestuti. Dian dijambret di kawasan flyover pada 15 Maret lalu. Sepekan kemudian remaja 16 tahun ini meregang nyawa akibat luka serius yang diderita.

Namun polisi belum bisa memastikan apakah komplotan raja jambret itu yang melukai Dian. Atau ada kawanan lain yang hingga saat ini masih bebas berkeliaran mengincar korban lainnya.

Kelima jambret yang diringkus tersebut masing-masing bernama Rudi Hari Praseno alias Rudi Congor (23), Farhan alias Kopet (21), Rudi Tato (29), Erhan alias Apung (28), serta M Muslih (24). Kelimnya memiliki peran yang berbeda-beda.
Kapolsekta Samarinda Ilir, Kompol Candra Hermawan melalui Kanit Reskrim, Ipda Purwanto kepada Sapos menuturkan, para jembret ini tidak menentukan target korban dengan cara mengikuti terlebih dahulu.

"Mereka mencari korban secara serabutan. Tidak menarget atau terkoordinir. Jika melihat korban yang membawa tas dan mereka pikir bisa dijadikan target, barulah mereka beraksi," terang Purwanto.

Informasi para para jambret yang menyatakan tiga kali beraksi di flyover, masih didalami kepolisian. Karena berdasarkan pengakuannya, aksi penjambretan dilakukan di kolong flyover.

"Nah, sementara penmjambretan yang dialami korban (Dian, Red) tidak diketahui pasti di mana. Untuk di flyover, penjambretan memang sering terjadi. Namun di jalur flyover bukan di kolong," jelas Purwanto.
Namun dari sekian pengakuan beraksi yang diungkap, kawanan jambret itu dipastikan merupakan komplotan yang melukai ibu dan anak di Jalan Sultan Sulaiman, Sambutan.

"Itu yang sudah jelas dan kami proses pelaku terutama Rudi Congor dan Kopet dengan kasus tersebut," pungkasnya.
Sebelumnya, kawanan penjahat jalanan yang membuat Anggi Hariana Putri alias Memey (11) dan ibunya Rusdiana, menderita luka parah di wajah karena “mencium” aspal berhasil diringkus tim gabungan Unit Reskrim Polsekta Samarinda Ilir, Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda dan Jatanras Polda Kaltim, dini hari Selasa lalu (5/9).

Ibu serta anaknya itu dijambret Rudi Congor dan Kopet, ketika hendak pulang ke rumahnya di kawasan Jalan Muso Salim, Gang Pandan Harum, RT 14, Kelurahan Karang Mumus, Samarinda Kota, Minggu malam (27/8) lalu.
Tas yang sempat membuat Rusdiana dan putrinya terseret karena ditarik paksa Rudi Congor itu berisi sebuah liontin emas seberat 10 gram, sebuah cincin bermata berlian seberat 2 gram, uang tunai Rp 200.000, dua unit ponsel, dan sejumlah surat penting yang total keseluruhnya Rp 9.100.000.

Rudi Congor dan Kopet dibekuk polisi di kawasan Jalan Gerilya dan Jalan Damanhuri, Samarinda Utara. Pengungkapan polisi belum berhenti sampai di situ. Tiga komplotannya sesama penjambret sekaligus penadah hasil kejahatan yakni Rudi Tato, Apung, serta Muslih, ketiganya diciduk di tiga tempat berbeda.

Dari tangan kawanan jambret itu barang bukti hasil rampasan yang merupakan milik Rusdiana disita. Selain itu empat unit motor Yamaha R 15 dengan nopol KT 2826 BAW, Honda Blade dengan nopol KT 4302 OU, serta dua unit Honda Scoopy masing-masing nopol KT 2888 BC dan KT 2288 BAC dan dua unit ponsel juga diamankan polisi karena diduga kuat jadi sarana menjambret.
Ketiga diperiksa, kawanan penjahat jalanan itu mengaku sudah 166 kali beraksi sejak 2015 hingga awal September 2017 dengan korban terakhir Rusdiana dan putrinya. (oke/nha)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 07 Juni 2018 21:13

Dibegal Sejoli, Bocah Diseret

SAMARINDA. Ulah pelaku begal kini semakin beringas. Bahkan pelakunya bukan hanya pria, namun juga melibatkan…

Kamis, 07 Juni 2018 21:11

Perkosa Istri Sahabat

Apa artinya berteman…Di belakang kau menikam…Lirik lagu Pagar Makan Tanaman milik Mansyur…

Rabu, 06 Juni 2018 21:49

“Monster Jalanan” Ngamuk

SAMARINDA.  Kecalakaan lalu lintas di tanjakan Jalan Otto Iskandardinata, Samarinda Ilir, bukan…

Selasa, 05 Juni 2018 23:41

Jurnalis Radar Papua, Dihajar Massa saat Bertugas

MANOKWARI. Ancaman terhadap demokrasi, kebebasan pers, dan hak publik atas informasi dinilai makin tergerus.…

Selasa, 05 Juni 2018 19:59

Dicurangi Sahabat, Gagal Mudik

SAMARINDA. Angan-angan Nasir alias Aci berlebaran di kampung halaman seketika sirna. Langkah pria 31…

Senin, 04 Juni 2018 20:47

KASIHAN..!! Cuci Pakaian, Wanita Ditelan Mahakam

SAMARINDA. Malam semakin larut, Tajudin yang kala itu masih terjaga merasa gelisah. Keponakannya, Siti…

Senin, 04 Juni 2018 20:33

Mapolres Diserang, Polisi Terluka

SAMARINDA. Andi Kosasih belum menyerah usai diamankan polisi. Pria 32 tahun itu bahkan lebih beringas…

Jumat, 01 Juni 2018 20:22

Belatung Jatuh, Mayat Membusuk

SAMARINDA. Teriakan sekawanan remaja yang tengah mencari udang mengejutkan warga di Jalan Mangkupalas,…

Jumat, 01 Juni 2018 20:20

Lebih Murah, Sampai Lebih Lama

SAMARINDA. Jarak tempuh Samarinda menuju Surabaya dan Makassar melalui bandara APT Pranoto diyakini…

Jumat, 01 Juni 2018 20:17

Mobil Hancur, Kepala Robek

SAMARINDA. Seorang pengemudi mobil dilarikan ke rumah sakit setelah menabrak truk yang sedang parkir.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .