MANAGED BY:
RABU
20 SEPTEMBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

KALTIM

Rabu, 06 September 2017 18:40
Tertibkan Nelayan Bandel

Pemkab Lakukan Pengawasan Ketat di Laut dan Darat

TERUS DIPANTAU. Aktivitas nelayan di Berau diawasi agar tak merusak ekosistem laut.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mulai tegas terhadap prilaku nelayan yang merusak. Salah satunya penggunaan alat yang dapat mengganggu ekosistem laut. Penegasan ini dilakukan dengan memblok hasil tangkap nelayan.
Tempat penampungan Ikan juga dilarang untuk menampung tangkapan nelayan yang masih menggunakan alat yang dilarang. Camat Talisayan, David Pamudji sudah mulai menerapkan kebijakan yang merupakan instruksi dan mendapat dukungan dari kepala daerah.
Agus Tantomo, wakil Bupati Berau menegaskan saat ini Talisayan harus bebas dari  nelayan yang bandel. Pihak kecamatan sengaja diminta berperan aktif untuk mendata dan mengawasi aktivitas nelayan. Berdasarkan laporan yang disampaikan dari seluruh nelayan yang ada kini. tersisa empat nelayan yang masih menggunakan trol.
Pengawasan ini dilakukan tidak hanya di laut, tetapi juga di darat. Caranya dengan melihat alat tangkap yang digunakan nelayan saat merapat di dermaga.
Untuk menertibkan, diterbitkan kartu nelayan. Berbekal kartu ini nelayan dapat menggunakan fasilitas seperti penampungan ikan ataupun dermaga dan lainnya. Bagi yang tidak memiliki kartu nelayan dilarang menggunakan fasilitas.
"Artinya harus punya kartunya. Nah untuk mendapatkan kartu itu ada syaratnya, yakni tidak boleh gunakan alat tangkap yang dilarang karena merusak," tegas Agus.
Alat ini dilarang karena ruang tangkap yang tinggi, termasuk ikan kecil.
"Anak ikan juga terjaring sehingga dapat merusak keseimbangan habitat laut," lanjutnya.  
Pemerintah daerah melihat sudah saatnya ada kebijakan yang mendukung kelestarian ekosistem laut. Targetnya agar kekayaan laut Berau tetap terjaga, meskipun dieksploitasi dalam skala besar.
Menjaga bibit ikan, wadah ikan dan larangan menggunakan bom ikan, alat tangkap seperti pukat harimau, trol dan lainnya sudah dilakukan.
Meski demikian masih ada nelayan yang nakal secara sembunyi-sembunyi menggunakan alat tangkap dilarang termasuk bom ikan. "Makanya kita siasati, seluruh nelayan harus punya kartu nelayan, agar bisa menjual hasil tangkapan dan menggunakan fasilitas umum khusus untuk nelayan. Saya dengar masih ada empat nelayan di Talisayan yang gunakan trol, sudah saya minta camat untuk memanggil," tandasnya.(as/rin)






BACA JUGA

Senin, 18 September 2017 00:21

Dampak Negatif Kebijakan Pusat

TANJUNG REDEB. Kebijakan pemerintah pusat melalui Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan…

Senin, 18 September 2017 00:19

Mobil Jalan Sendiri Nyaris Bikin Celaka

BONTANG. Ini peringatan untuk kita semua untuk tidak meninggalkan anak seorang diri dalam ruang kemudi…

Sabtu, 16 September 2017 14:12

Rp 500 Juta untuk Bangun Tandon

SANGATTA. Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutai Timur (Kutim) membangun tandon air untuk warga Desa Pangadan,…

Sabtu, 16 September 2017 14:11

Perawatan PJU Terhambat Anggaran

TANJUNG REDEB.  Penerangan Jalan Umum (PJU) di kabupaten Berau yang sebelumnya ditangani Dinas…

Sabtu, 16 September 2017 14:09

Kompak Usir Banjir di Tenggarong

TENGGARONG. Demi bebas dari banjir yang mengancam jika turun hujan lebat di kawasan Kota Raja Tenggarong,…

Jumat, 15 September 2017 17:35

Berau Prioritaskan Power Plant dan PLTA

TANJUNG REDEB. Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 Kabupaten Berau menjadi momen penting bagi Bupati…

Jumat, 15 September 2017 17:33

Terus Cegah Banjir di Kota Raja

TENGGARONG. Banjir diupayakan “bablas” dari kawasan pemukiman warga di kawasan Kelurahan…

Kamis, 14 September 2017 17:21

Pejabat Kukar Divonis 2,5 Tahun Penjara

SAMARINDA. Majelis hakim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Samarinda menjatuhi hukuman 2,5…

Kamis, 14 September 2017 17:18

Utang Jamkesda Mencapai Rp 7 Miliar

BONTANG. Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB) Kota Bontang terpaksa harus utang klaim…

Rabu, 13 September 2017 16:53

Maratua Disiapkan untuk KEK Pariwisata

TANJUNG REDEB. Kabupaten Berau mendekati realisasi menjadi salah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .