MANAGED BY:
RABU
21 FEBRUARI
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Rabu, 23 Agustus 2017 18:02
YA AMPUN..!! Tinjau Dusun Tercemar Tambang, Anggota Dewan Ngeluh Jalan Kaki

Komisi III Silang Pendapat

PROTES: Warga Dusun Tudungan Desa Jembayan Tengah, Kukar, protes atas dugaan pencemaran lahan pertanian mereka.

PROKAL.CO, KELUHAN warga Dusun Tudungan Desa Jembayan Tengah, Kukar, akhirnya ditindaklanjuti DPRD Kaltim melalui Komisi III, Selasa (22/8). Warga mengadu dampak tambang batu bara yang beroperasi di sekitar kampung mereka.

Letaknya, kira-kira setengah jam perjalanan dari Tenggarong. Akibat tambang ini, petani gagal panen karena banjir lumpur, sumber air sungai diduga tercemar dan dampak kesehatan bagi warga sekitar.

Tim yang dipimpin Syafruddin (PKB) ini, tiba di lokasi sekitar pukul 11,10 Wita. Selain Syafruddin, ada Muhammad Samsun (PDIP) dan Veridiana  Huraq  Wang (PDIP). Tinjauan ini juga diikuti perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) dan Distamben Kaltim.

Didampingi puluhan warga, satu persatu titik yang diduga tercemar, ditinjau oleh para anggota dewan ini. Awalnya, mereka meninjau lokasi galian tambang PT MHU yang letaknya tidak jauh dari permukiman. Jaraknya kurang lebih 20 meter dari rumah warga, hanya dibatasi jalan tambang (Hauling Road).  

Rombongan ini juga diarahkan menuju sawah warga yang mengalami gagal panen. Luasnya kurang lebih 13 hektare. Berjalan kaki, tim ini meninjau dari satu titik ke titik lainnya. Di sela tinjauan itu, sebagian petani terlihat memegang kertas karton merah bertuliskan tuntutan atas pemulihan lingkungan mereka.

Udin -sapaan Syafruddin, justru mengeluh karena capek saat jalan kaki. Keluhan itu disampaikan Udin saat bersama rombongan didampingi warga berjalan kaki menuju sawah yang gagal panen. Jaraknya, hanya kurang lebih 100 meter.

"Aduh jauh ini. Capek jalan kaki. Kita naik mobil saja," ucap ketua PKB Kaltim ini sambil berbalik arah. Sembari menyuruh seseorang untuk mengendarai mobil menuju rombongan ini. Dia ingin mobil terparkir di depan jalan hauling itu, diarahkan masuk ke jalan kampung di sekitaran rumah lokasi tinjauan. Ini agar pihaknya tak lelah berjalan.

Namun keinginannya itu batal. Setelah Veridiana  Huraq  Wang berusaha meyakinkan Udin. Perjalanan kembali dilanjutkan. “Dekat saja itu. Dikit lagi sampai,” jawabnya sambil menunjuk ke arah dua petani yang sudah berjalan duluan di depan.

Begitu tiba di sana (Sawah, Red), dia mengajak semua rombongan berhimpun di pinggir areal sawah, lalu menyampaikan beberapa pandangan. Menurutnya, tim dari Komisi III hanya sebagai fasilitator untuk memediasi pertemuan lanjutan antara warga dengan pihak perusahaan.

Dia juga berpendapat, hasil tinjauan tim ini selanjutnya diserahkan ke DLHD untuk menguji sampel air sungai yang diduga tercemar. Hasil itu akan membuktikan bahwa anak sungai yang membelah kawasan RT 06 itu benar tercemar atau tidak.   

Saat awak media menyinggung mengenai hasil observasi lapangan (pengamatan mata) terhadap lingkungan sekitar, Udin enggan mengiyakan kerusakan. Lagi-lagi dia menjawab tunggu hasil lab tes air dari DLHD Kaltim.  

Tak sama dengan Udin, Muhammad Samsun menyampaikan pandangan berbeda. Dia menuturkan uji sampel air yang dilakukan DLHD hanya mendukung bukti valid ada dugaan pencemaran air pada lingkungan sekitar. Namun ada hal lain yang juga jadi persoalan pada hasil tinjauan ini. Secara kasat mata, kata Samsun banjir lumpur yang menimpa kawasan sekitar dan sawah warga adalah bukti bahwa telah terjadi kerusakan lingkungan. Dan itu diduga berasal dari aktivitas tambang di sekitar kawasan ini.

“Secara kasat mata ada kerusakan lingkungan di perkampungan ini. Apalagi ditambah petani gagal panen, terjadi sedimentasi sungai dan lainnya,” terang dia.   

Politisi PDIP ini, kemudian memastikan bahwa pihaknya akan mengawal proses ini hingga tuntas. Harus ada bentuk pertanggung jawab dari pihak terkait atas kerusakan lingkungan ini. “Kita semua berkomitmen untuk mengawal agar kasus ini cepat selesai,” tutupnya.   

Mukhrim, Kasi Pengaduan dan Penyelesaian Sengketa DLHD Kaltim bersama tim-nya langsung mengambil sample air di beberapa titik yang diduga tercemar untuk dilakukan uji laboratorium. Uji sample air ini, kata Mukhrim memakan waktu kurang lebih satu minggu. “Hasilnya mungkin pekan depan baru keluar,” kata dia.

Diketahui, Dusun yang berjarak kurang lebih 13 kilometer dari kecamatan Loa Kulu ini, ada sejak 1982. Mereka hidup bergantung dengan alam. Bercocok tanam. Puluhan tahun tak menikmati listrik dan air bersih. Hidup jauh dari hiruk pikuk kota. Setelah perusahaan tambang masuk sejak 2008 silam kehidupan mereka langsung berubah. Lingkungan mereka rusak parah, dugaan kuat karena dampak tambang. Mega Prima Persada (MPP), Mahakam Prima Akbar Sejati (MPAS)dan Multi Harapan Utama (MHU), tiga perusahaan ini yang sedang beroperasi di wilayah sekitar. (zak/beb)


BACA JUGA

Selasa, 20 Februari 2018 17:02

Terus Mengancam, Difteri Masih KLB

SAMARINDA. Status kejadian luar biasa (KLB) difteri di Kota Tepian belum dicabut. Pasalnya, pekan lalu…

Senin, 19 Februari 2018 20:49
Rebutan Cewek, Kelompok Geng Serang Remaja

Bos Geng Tuyul Hitam Bersaudara Ditangkap

SAMARINDA. Di balik tubuh yang kurus, remaja 17 tahun berinisial IB, adalah seorang bos salah satu geng.…

Minggu, 18 Februari 2018 15:46

Bunuh Orangutan karena Sengketa Lahan

SANGATTA. Terungkap sudah kasus tewasnya orangutan dengan ratusan peluru bersarang di badan.  Setelah…

Sabtu, 17 Februari 2018 20:53

IGD RSUD AWS Retak

SAMARINDA. Puluhan pasien yang tengah dirawat di RSUD AW Syahranie mendadak diliputi rasa kalut. Satu…

Jumat, 16 Februari 2018 19:50

Buah Simalakama Jamaah Abu Tours

SAMARINDA. Masyarakat diimbau tidak tergiur dengan agen travel yang menawarkan perjalanan umrah dengan…

Kamis, 15 Februari 2018 16:34

Cuaca Ekstrem Tak Turunkan Target

SAMARINDA. Alam masih belum bersahabat demi percepatan pembangunan runway Bandara Samarinda Baru (BSB).…

Rabu, 14 Februari 2018 21:55

Pilih Jadi Omongan atau Mendekati Zina?

Valentine’s day, perayaan yang selalu mengundang kontroversi setiap tahunnya. Kontroversinya melampaui…

Sabtu, 10 Februari 2018 14:38

Duet Polisi Palsu Gasak Tujuh Motor

SAMARINDA. Memeras dengan mengaku-ngaku sebagai polisi, bukan satu-satunya kejahatan yang dilakukan…

Jumat, 09 Februari 2018 10:06

Banting Setir, Moncong Menghadap Langit

SAMARINDA. Truk kontainer bermuatan air mineral dengan nomor polisi L 9022 WF milik PT Bintang…

Kamis, 08 Februari 2018 23:18

ABG Cantik Jadi Muncikari Online

SAMARINDA. Usianya masih 16 tahun, namun bisnis yang dilakoninya bikin geleng-geleng kepala. Anak baru…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .