MANAGED BY:
SENIN
20 NOVEMBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Rabu, 23 Agustus 2017 18:02
YA AMPUN..!! Tinjau Dusun Tercemar Tambang, Anggota Dewan Ngeluh Jalan Kaki

Komisi III Silang Pendapat

PROTES: Warga Dusun Tudungan Desa Jembayan Tengah, Kukar, protes atas dugaan pencemaran lahan pertanian mereka.

PROKAL.CO, KELUHAN warga Dusun Tudungan Desa Jembayan Tengah, Kukar, akhirnya ditindaklanjuti DPRD Kaltim melalui Komisi III, Selasa (22/8). Warga mengadu dampak tambang batu bara yang beroperasi di sekitar kampung mereka.

Letaknya, kira-kira setengah jam perjalanan dari Tenggarong. Akibat tambang ini, petani gagal panen karena banjir lumpur, sumber air sungai diduga tercemar dan dampak kesehatan bagi warga sekitar.

Tim yang dipimpin Syafruddin (PKB) ini, tiba di lokasi sekitar pukul 11,10 Wita. Selain Syafruddin, ada Muhammad Samsun (PDIP) dan Veridiana  Huraq  Wang (PDIP). Tinjauan ini juga diikuti perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) dan Distamben Kaltim.

Didampingi puluhan warga, satu persatu titik yang diduga tercemar, ditinjau oleh para anggota dewan ini. Awalnya, mereka meninjau lokasi galian tambang PT MHU yang letaknya tidak jauh dari permukiman. Jaraknya kurang lebih 20 meter dari rumah warga, hanya dibatasi jalan tambang (Hauling Road).  

Rombongan ini juga diarahkan menuju sawah warga yang mengalami gagal panen. Luasnya kurang lebih 13 hektare. Berjalan kaki, tim ini meninjau dari satu titik ke titik lainnya. Di sela tinjauan itu, sebagian petani terlihat memegang kertas karton merah bertuliskan tuntutan atas pemulihan lingkungan mereka.

Udin -sapaan Syafruddin, justru mengeluh karena capek saat jalan kaki. Keluhan itu disampaikan Udin saat bersama rombongan didampingi warga berjalan kaki menuju sawah yang gagal panen. Jaraknya, hanya kurang lebih 100 meter.

"Aduh jauh ini. Capek jalan kaki. Kita naik mobil saja," ucap ketua PKB Kaltim ini sambil berbalik arah. Sembari menyuruh seseorang untuk mengendarai mobil menuju rombongan ini. Dia ingin mobil terparkir di depan jalan hauling itu, diarahkan masuk ke jalan kampung di sekitaran rumah lokasi tinjauan. Ini agar pihaknya tak lelah berjalan.

Namun keinginannya itu batal. Setelah Veridiana  Huraq  Wang berusaha meyakinkan Udin. Perjalanan kembali dilanjutkan. “Dekat saja itu. Dikit lagi sampai,” jawabnya sambil menunjuk ke arah dua petani yang sudah berjalan duluan di depan.

Begitu tiba di sana (Sawah, Red), dia mengajak semua rombongan berhimpun di pinggir areal sawah, lalu menyampaikan beberapa pandangan. Menurutnya, tim dari Komisi III hanya sebagai fasilitator untuk memediasi pertemuan lanjutan antara warga dengan pihak perusahaan.

Dia juga berpendapat, hasil tinjauan tim ini selanjutnya diserahkan ke DLHD untuk menguji sampel air sungai yang diduga tercemar. Hasil itu akan membuktikan bahwa anak sungai yang membelah kawasan RT 06 itu benar tercemar atau tidak.   

Saat awak media menyinggung mengenai hasil observasi lapangan (pengamatan mata) terhadap lingkungan sekitar, Udin enggan mengiyakan kerusakan. Lagi-lagi dia menjawab tunggu hasil lab tes air dari DLHD Kaltim.  

Tak sama dengan Udin, Muhammad Samsun menyampaikan pandangan berbeda. Dia menuturkan uji sampel air yang dilakukan DLHD hanya mendukung bukti valid ada dugaan pencemaran air pada lingkungan sekitar. Namun ada hal lain yang juga jadi persoalan pada hasil tinjauan ini. Secara kasat mata, kata Samsun banjir lumpur yang menimpa kawasan sekitar dan sawah warga adalah bukti bahwa telah terjadi kerusakan lingkungan. Dan itu diduga berasal dari aktivitas tambang di sekitar kawasan ini.

“Secara kasat mata ada kerusakan lingkungan di perkampungan ini. Apalagi ditambah petani gagal panen, terjadi sedimentasi sungai dan lainnya,” terang dia.   

Politisi PDIP ini, kemudian memastikan bahwa pihaknya akan mengawal proses ini hingga tuntas. Harus ada bentuk pertanggung jawab dari pihak terkait atas kerusakan lingkungan ini. “Kita semua berkomitmen untuk mengawal agar kasus ini cepat selesai,” tutupnya.   

Mukhrim, Kasi Pengaduan dan Penyelesaian Sengketa DLHD Kaltim bersama tim-nya langsung mengambil sample air di beberapa titik yang diduga tercemar untuk dilakukan uji laboratorium. Uji sample air ini, kata Mukhrim memakan waktu kurang lebih satu minggu. “Hasilnya mungkin pekan depan baru keluar,” kata dia.

Diketahui, Dusun yang berjarak kurang lebih 13 kilometer dari kecamatan Loa Kulu ini, ada sejak 1982. Mereka hidup bergantung dengan alam. Bercocok tanam. Puluhan tahun tak menikmati listrik dan air bersih. Hidup jauh dari hiruk pikuk kota. Setelah perusahaan tambang masuk sejak 2008 silam kehidupan mereka langsung berubah. Lingkungan mereka rusak parah, dugaan kuat karena dampak tambang. Mega Prima Persada (MPP), Mahakam Prima Akbar Sejati (MPAS)dan Multi Harapan Utama (MHU), tiga perusahaan ini yang sedang beroperasi di wilayah sekitar. (zak/beb)


BACA JUGA

Minggu, 19 November 2017 21:07

Lenyap di Jamban, Pengusaha Tewas di Mahakam

SAMARINDA. Kabar hilangnya Fahruddin membuat, kakak kandungnya bernama Serin cemas. Fahruddin dikabarkan…

Minggu, 19 November 2017 21:05

Aktivitas Masyarakat Lumpuh

SENDAWAR. Sudah dua hari terakhir sebagian warga di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) mengalami bencana…

Sabtu, 18 November 2017 14:43

"Main Tanah", Lurah Jadi Tersangka

SAMARINDA. Kasus yang menimpa Lurah Gunung Lingai, Sungai Pinang, Saripudin La Bario (sebelumnya ditulis…

Jumat, 17 November 2017 13:56

Lengan Putus, Ayah Tewas

SAMARINDA. Begitu perih dan hancur perasaan Yontri. Pemuda 23 tahun itu menyaksikan ayahnya, Yabun (67)…

Jumat, 17 November 2017 13:52

Kekurangan Komputer Bukan Alasan Pungutan

SAMARINDA. Hampir semua sekolah setingkat SMP di Kota Tepian didera kekurangan perangkat komputer jelang…

Jumat, 17 November 2017 13:47

Triniti Cangkok Daging Di Tiongkok Cina

Empat hari lalu (13/11) genap satu tahun peristiwa bom di Gereja Oikumene di Jalan Cipto Mangunkusumo,…

Kamis, 16 November 2017 16:51

Bongkar Aib Playboy, Video Hot Tersebar

SAMARINDA. Luka akibat dikhianati sahabat jauh lebih menyakitkan daripada disakiti oleh musuh. Rasa…

Kamis, 16 November 2017 16:13

Pungutan Sukarela, tapi Nominal Ditentukan

Dugaan pungutan liar (Pungli) kembali menyeruak di lingkungan sekolah negeri. Isu itu berhembus di MTs…

Kamis, 16 November 2017 16:10

Tetap Semangat Meski Saraf Terancam Lumpuh

Di usia yang masih dini, Riska Devi harus menghadapi kenyataan pahit. Bocah usia 6 tahun asal Anggana,…

Rabu, 15 November 2017 15:35

Duar!!! Pasutri Terbakar

SAMARINDA. Arbani alias Bajau (45) langsung bergidik ketika kompor yang digunakannya memasak bumbu nasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .