MANAGED BY:
MINGGU
18 FEBRUARI
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Sabtu, 12 Agustus 2017 10:58
Terseret 11 Meter di Kolong Mobil

Cari Nafkah, Tewas Disambar Pikap

OLAH TKP. Barang bukti pikap dan motor Marzuki.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Ditengah upayanya mencari nafkah untuk keluarga, Marzuki harus “dijemput” Sang Khalik. Pria berusia 62 tahun ini tewas terlindas ban pikap bermuatan sayur. Peristiwa itu terjadi di Jalan DI Panjaitan, saat ia mengantar ayam potong ke rumah para pelanggannya, kemarin (11/8), sekitar pukul 11.30 Wita. Luka robek di bagian kepala membuat pria ini tak bertahan, hingga akhirnya tewas di tengah guyuran hujan.
Pria malang ini merupakan warga Jalan Gunung Lingai, RT 19, Kelurahan Gunung Lingai, Kecamatan Sungai Pinang. Sehari-hari dia bekerja sebagai pengantar ayam ke sejumlah warung makan yang sudah menjadi langgannya.
Menurut informasi yang dihimpun Sapos, sekitar pukul 11.15 Wita, Marzuki bermaksud mengantarkan ayam ke salah satu warung makan di Jalan DI Panjaitan. Dengan menggunakan motor Suzuki Shogun KT 3415 MK, pria ini bersemangat menjemput rezeki. Bahkan hujan yang mengguyur kawasan itu tak menyurutkan langkahnya mencari nafkah untuk keluarga.
Tak jauh dari terminal bus Lempake atau di sekitar kios pedagang buah, dia bermaksud memperbaiki posisi ayam yang ia gantung di setang motor karena akan terjatuh. Upaya tersebut dilakukannya dalam kondisi motor tetap berjalan.  
Saat melakukan hal itu, motor yang dikendarainya tiba-tiba oleng. Marzuki tak mampu menguasai laju kendarannya. Kondisi jalan yang licin karena guyuran hujan membuat dia kehilangan keseimbangan. Alhasil, Marzuki pun terjatuh ke tengah jalan. Sejumlah ayam yang ada di motornya pun berhamburan.
Di saat yang bersamaan, dari arah belakang terdapat mobil pikap hitam KT 8676 MW melaju kencang. “Brakkk…”  tubuh Marzuki yang sudah lebih dulu terkapar di tengah jalan langsung disambar mobil pikap bermuatan sayur tersebut.
“Setelah menabrak, mobil itu tidak langsung berhenti. Bapak itu sempat terseret sekitar 11 meter karena tersangkut di bawah kolong mobil,” ucap Daru (38) salah seorang warga yang melihat insiden berdarah tersebut.
Spontan, warga yang melihat kejadian tersebut berteriak agar mobil pikap tersebut menghentikan laju kendaraannya. Mendengar teriakan warga, sang sopir pun langsung berhenti. Sejurus kemudian, warga langsung menahan kendaraan dan sopir agar tidak melarikan diri. “Di dalam pikap itu terdapat supir dan seorang wanita. Untung tidak diamuk masa saat itu,” tambah Daru.
Daru salah satu warga yang penasaran dengan identitas si korban. Itu sebabnya, setelah pikap tersebut berhenti, dia pun berusaha mengenali siapa yang menjadi korban dalam kasus kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) tersebut. Betapa kagetnya dia ternyata pria yang tergilas pikap tersebut dalah orang yang dia kenal.
“Dia baru saja datang dari Jawa seminggu yang lalu. Dan memang pekerjaannya mengantar ayam ke beberapa warung makan,” terang Daru.
Sementara itu, Irawan warga sekitar yang turut membantu mengevakuasi tubuh Marzuki mengatakan, korban menderita luka parah di bagian kepala dan wajah akibat terseret setelah tertabrak pikap tersebut. “Pipi kiri dan bagian kepala terus mengeluarkan darah. Saat saya angkat, tubuh korban sudah tidak bergerak,” kata Irawan.
Tak berapa lama anggota Unit Lakalantas Polresta Samarinda datang ke lokasi kejadian untuk mengamankan sopir pikap dan melakukan olah tempat kejadian Perkara (TKP). Beberapa saksi pun dimintai keterangan perihal kasus kecelakaan ini
Wakapolsekta Samarinda Utara AKP Dika Yosep Anggara membenarkan jika kejadian lakalantas yang menyebabkan korban jiwa tersebut. “Pikap dan motor korban kita amankan di Unit Lakalantas sebagai barang bukti, sedangkan pengemudi pikap tengah diperiksa,” kata Dika.
Sudah 16 Tewas di Jalan
Jalan di Kota Tepian seolah tak lagi bersahabat. Bagaimana tidak, selain dihantui tindak kejahatan, para pengendara juga selalu “diteror” dengan ancaman kasus kecelakaan lalu lintas (Lakalantas).
Buktinya, selama lima bulan atau sejak Maret hingga Juli tahun ini tercatat sudah 15 nyawa melayang sia-sia di jalan akibat lakalantas. Jumlah tersebut belum termasuk satu nyawa yang hilang dalam insiden lakalantas di Jalan Cipto Mangunkusumo, Selasa (8/8) lalu. Sehingga total korban meninggal dunia dalam kurun priode Maret hingga saat ini sebanyak 16 orang. Jumlah tersebut di luar total korban lakalantas kategori luka berat sebanyak 8 orang.
"Jumlah itu dari 15 kasus lakalantas selama lima bulan terakhir," beber Kasat Lantas Polresta Samarinda, Kompol Boney Wahyu Wicaksono, melalui Kanit Lakalantas, Ipda Heru Utomo.
Angka tersebut menunjukkan peningkatan kasus lakalantas yang cukup signifikan. Pada Maret lalu terdapat dua kali kasus lakalantas dengan korban satu orang meninggal dunia dan dua luka berat. Pada bulan berikutnya yakni April, terjadi empat kasus serupa dengan korban meninggal tiga orang dan dua luka berat. "Tapi di bulan Mei tidak ada kecelakaan," tutur Heru.
Memasuki Juni, kasus lakalantas kembali terjadi. Tercatat empat kasus mewarnai bulan itu. Jumlah korban meninggal dunianya pun mencapai enam orang, dengan jumlah korban luka berat mencapai dua orang.
"Karena dalam satu kasus ada lebih dari satu orang meninggal. Contoh lakalantas di Palaran yang mengakibatkan tiga remaja meninggal dunia," ujar Heru.
Sedangkan di bulan Juli tercatat ada lima kejadian dengan lima korban meninggal dunia dan dua orang luka berat. Dan kasus lakalantas yang terakhir dan saat ini sedang dalam penanganan Unit Lakalantas Satlantas Polresta Samarinda, yakni kecelakaan di Jalan Cipto Mangunkusumo yang menyebabkan hilangnya nyawa pengendara motor. (kis/aya)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 17 Februari 2018 20:53

IGD RSUD AWS Retak

SAMARINDA. Puluhan pasien yang tengah dirawat di RSUD AW Syahranie mendadak diliputi rasa kalut. Satu…

Jumat, 16 Februari 2018 19:50

Buah Simalakama Jamaah Abu Tours

SAMARINDA. Masyarakat diimbau tidak tergiur dengan agen travel yang menawarkan perjalanan umrah dengan…

Kamis, 15 Februari 2018 16:34

Cuaca Ekstrem Tak Turunkan Target

SAMARINDA. Alam masih belum bersahabat demi percepatan pembangunan runway Bandara Samarinda Baru (BSB).…

Rabu, 14 Februari 2018 21:55

Pilih Jadi Omongan atau Mendekati Zina?

Valentine’s day, perayaan yang selalu mengundang kontroversi setiap tahunnya. Kontroversinya melampaui…

Sabtu, 10 Februari 2018 14:38

Duet Polisi Palsu Gasak Tujuh Motor

SAMARINDA. Memeras dengan mengaku-ngaku sebagai polisi, bukan satu-satunya kejahatan yang dilakukan…

Jumat, 09 Februari 2018 10:06

Banting Setir, Moncong Menghadap Langit

SAMARINDA. Truk kontainer bermuatan air mineral dengan nomor polisi L 9022 WF milik PT Bintang…

Kamis, 08 Februari 2018 23:18

ABG Cantik Jadi Muncikari Online

SAMARINDA. Usianya masih 16 tahun, namun bisnis yang dilakoninya bikin geleng-geleng kepala. Anak baru…

Kamis, 08 Februari 2018 11:38

Bayi Mifzal Disiksa di Kamar Sempit

SAMARINDA. Polisi melanjutkan penyelidikan kematian, Muhammad Mifzal, bayi usia 9 bulan, akibat siksaan…

Rabu, 07 Februari 2018 18:28

Bakar Rumah, “Narsis” di Medsos

SAMARINDA. Rasa penyesalan tak tampak di wajah Nuryadi alias Yadi alias Bambong. Padalah ia telah dengan…

Selasa, 06 Februari 2018 10:03

Ribut Keluarga, Rumah Terbakar

SAMARINDA. Guyuran hujan tidak lagi dipedulikan sejumlah warga Jalan Wiraswasta Gang Wira Karya, RT…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .