MANAGED BY:
SENIN
21 AGUSTUS
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Sabtu, 12 Agustus 2017 10:58
Terseret 11 Meter di Kolong Mobil

Cari Nafkah, Tewas Disambar Pikap

OLAH TKP. Barang bukti pikap dan motor Marzuki.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Ditengah upayanya mencari nafkah untuk keluarga, Marzuki harus “dijemput” Sang Khalik. Pria berusia 62 tahun ini tewas terlindas ban pikap bermuatan sayur. Peristiwa itu terjadi di Jalan DI Panjaitan, saat ia mengantar ayam potong ke rumah para pelanggannya, kemarin (11/8), sekitar pukul 11.30 Wita. Luka robek di bagian kepala membuat pria ini tak bertahan, hingga akhirnya tewas di tengah guyuran hujan.
Pria malang ini merupakan warga Jalan Gunung Lingai, RT 19, Kelurahan Gunung Lingai, Kecamatan Sungai Pinang. Sehari-hari dia bekerja sebagai pengantar ayam ke sejumlah warung makan yang sudah menjadi langgannya.
Menurut informasi yang dihimpun Sapos, sekitar pukul 11.15 Wita, Marzuki bermaksud mengantarkan ayam ke salah satu warung makan di Jalan DI Panjaitan. Dengan menggunakan motor Suzuki Shogun KT 3415 MK, pria ini bersemangat menjemput rezeki. Bahkan hujan yang mengguyur kawasan itu tak menyurutkan langkahnya mencari nafkah untuk keluarga.
Tak jauh dari terminal bus Lempake atau di sekitar kios pedagang buah, dia bermaksud memperbaiki posisi ayam yang ia gantung di setang motor karena akan terjatuh. Upaya tersebut dilakukannya dalam kondisi motor tetap berjalan.  
Saat melakukan hal itu, motor yang dikendarainya tiba-tiba oleng. Marzuki tak mampu menguasai laju kendarannya. Kondisi jalan yang licin karena guyuran hujan membuat dia kehilangan keseimbangan. Alhasil, Marzuki pun terjatuh ke tengah jalan. Sejumlah ayam yang ada di motornya pun berhamburan.
Di saat yang bersamaan, dari arah belakang terdapat mobil pikap hitam KT 8676 MW melaju kencang. “Brakkk…”  tubuh Marzuki yang sudah lebih dulu terkapar di tengah jalan langsung disambar mobil pikap bermuatan sayur tersebut.
“Setelah menabrak, mobil itu tidak langsung berhenti. Bapak itu sempat terseret sekitar 11 meter karena tersangkut di bawah kolong mobil,” ucap Daru (38) salah seorang warga yang melihat insiden berdarah tersebut.
Spontan, warga yang melihat kejadian tersebut berteriak agar mobil pikap tersebut menghentikan laju kendaraannya. Mendengar teriakan warga, sang sopir pun langsung berhenti. Sejurus kemudian, warga langsung menahan kendaraan dan sopir agar tidak melarikan diri. “Di dalam pikap itu terdapat supir dan seorang wanita. Untung tidak diamuk masa saat itu,” tambah Daru.
Daru salah satu warga yang penasaran dengan identitas si korban. Itu sebabnya, setelah pikap tersebut berhenti, dia pun berusaha mengenali siapa yang menjadi korban dalam kasus kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) tersebut. Betapa kagetnya dia ternyata pria yang tergilas pikap tersebut dalah orang yang dia kenal.
“Dia baru saja datang dari Jawa seminggu yang lalu. Dan memang pekerjaannya mengantar ayam ke beberapa warung makan,” terang Daru.
Sementara itu, Irawan warga sekitar yang turut membantu mengevakuasi tubuh Marzuki mengatakan, korban menderita luka parah di bagian kepala dan wajah akibat terseret setelah tertabrak pikap tersebut. “Pipi kiri dan bagian kepala terus mengeluarkan darah. Saat saya angkat, tubuh korban sudah tidak bergerak,” kata Irawan.
Tak berapa lama anggota Unit Lakalantas Polresta Samarinda datang ke lokasi kejadian untuk mengamankan sopir pikap dan melakukan olah tempat kejadian Perkara (TKP). Beberapa saksi pun dimintai keterangan perihal kasus kecelakaan ini
Wakapolsekta Samarinda Utara AKP Dika Yosep Anggara membenarkan jika kejadian lakalantas yang menyebabkan korban jiwa tersebut. “Pikap dan motor korban kita amankan di Unit Lakalantas sebagai barang bukti, sedangkan pengemudi pikap tengah diperiksa,” kata Dika.
Sudah 16 Tewas di Jalan
Jalan di Kota Tepian seolah tak lagi bersahabat. Bagaimana tidak, selain dihantui tindak kejahatan, para pengendara juga selalu “diteror” dengan ancaman kasus kecelakaan lalu lintas (Lakalantas).
Buktinya, selama lima bulan atau sejak Maret hingga Juli tahun ini tercatat sudah 15 nyawa melayang sia-sia di jalan akibat lakalantas. Jumlah tersebut belum termasuk satu nyawa yang hilang dalam insiden lakalantas di Jalan Cipto Mangunkusumo, Selasa (8/8) lalu. Sehingga total korban meninggal dunia dalam kurun priode Maret hingga saat ini sebanyak 16 orang. Jumlah tersebut di luar total korban lakalantas kategori luka berat sebanyak 8 orang.
"Jumlah itu dari 15 kasus lakalantas selama lima bulan terakhir," beber Kasat Lantas Polresta Samarinda, Kompol Boney Wahyu Wicaksono, melalui Kanit Lakalantas, Ipda Heru Utomo.
Angka tersebut menunjukkan peningkatan kasus lakalantas yang cukup signifikan. Pada Maret lalu terdapat dua kali kasus lakalantas dengan korban satu orang meninggal dunia dan dua luka berat. Pada bulan berikutnya yakni April, terjadi empat kasus serupa dengan korban meninggal tiga orang dan dua luka berat. "Tapi di bulan Mei tidak ada kecelakaan," tutur Heru.
Memasuki Juni, kasus lakalantas kembali terjadi. Tercatat empat kasus mewarnai bulan itu. Jumlah korban meninggal dunianya pun mencapai enam orang, dengan jumlah korban luka berat mencapai dua orang.
"Karena dalam satu kasus ada lebih dari satu orang meninggal. Contoh lakalantas di Palaran yang mengakibatkan tiga remaja meninggal dunia," ujar Heru.
Sedangkan di bulan Juli tercatat ada lima kejadian dengan lima korban meninggal dunia dan dua orang luka berat. Dan kasus lakalantas yang terakhir dan saat ini sedang dalam penanganan Unit Lakalantas Satlantas Polresta Samarinda, yakni kecelakaan di Jalan Cipto Mangunkusumo yang menyebabkan hilangnya nyawa pengendara motor. (kis/aya)


BACA JUGA

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:11

Kepung Bank Tagih Warisan Soekarno

SAMARINDA. “Dengan membayar administrasi Rp 20 ribu, maka warisan presiden pertama Republik Indonesia,…

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:04

DAR DER DOR..!! Sarang Curanmor Digerebek, 13 Motor Disita

SAMARINDA. Suasana pagi di Jalan Padat Karya, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang mendadak…

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:02

Klaim Dakwaan Jaksa Tak Penuhi Unsur Pidana

Tim kuasa hukum Ketua Komura Jafar Abdul Gaffar menilai surat dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut…

Jumat, 18 Agustus 2017 17:25

“Hujan Beton” Nyaris Kubur Sekeluarga

SAMARINDA. Lelah setelah berjuang menerobos banjir, Keluarga Hj Jarwadi lanjut dibuat terkejut oleh…

Jumat, 18 Agustus 2017 17:22

Petaka Bisnis Gas

SAMARINDA. Bermodalkan seragam Pertamina, Aji Adi alias Rendi, mendatangi satu persatu pangkalan LPG…

Jumat, 18 Agustus 2017 17:18

Basah-Basahan Peringati 17 Agustus

SAMARINDA. Nasionalisme terkadang lahir dari ruang-ruang kecil. Keterbatasan tidak menyurutkan semangat…

Kamis, 17 Agustus 2017 20:48

Banjir, Pasien RSUD Diungsikan

SAMARINDA. Hujan deras sepanjang sore, Rabu (16/8), membuat sejumlah ruas jalan utama dan permukiman…

Kamis, 17 Agustus 2017 20:47

Air Tercemar, Gagal Panen, Menderita Hepatitis B

Puluhan tahun tak menikmati listrik dan air bersih. Hidup jauh dari hiruk pikuk kota. Mereka adalah…

Rabu, 16 Agustus 2017 16:18

WOW..!! Pungli TPK Palaran Tembus Rp 184 M..!!!

SAMARINDA. Sidang perdana kasus dugaan pungutan liar (Pungli) di Terminal Peti Kemas (TPK) Palaran Samarinda…

Rabu, 16 Agustus 2017 16:15

Kabin Ringsek Sopir Tak Luka

SAMARINDA. Suara benturan keras tiba-tiba terdengar dari bilangan Jalan APT Pranomo, Kelurahan Gunung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .