MANAGED BY:
MINGGU
22 JULI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Sabtu, 12 Agustus 2017 10:53
Eskalator Dewan, Tangga Menuju Penjara

Lebihkan Harga, Sekwan Jadi Tersangka

DIDUGA KORUPSI. Pengadaan eskalator di gedung DPRD Bontang bermasalah.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Satu per satu pejabat yang terlibat dugaan korupsi ditetapkan sebagai tersangka. Setelah pejabat Disdik Kaltim, kali ini  Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim menetapkan Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Bontang, berinisial FR sebagai tersangka.
FR ternyata tak sendiri. Kejati Kaltim menetapkan tiga orang lain atas kasus dugaan korupsi pengadaan tangga berjalan atau eskalator di kantor Sekretariat DPRD Bontang tahun anggaran 2015. Nilai proyek Rp 2,9 miliar.
Penetapan itu merupakan hasil dari ekspose tim penyidik Kejari Bontang di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim, Kamis (10/8) lalu di kantor Kejati Kaltim Jalan Bung Tomo, Samarinda Seberang. Hadir dalam ekspose tersebut Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Kaltim, Yusuf. Plt Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bontang, Agus Kurniawan, para asisten, koordinator, Kasi Penkum Muksin, jaksa-jaksa senior, serta Satgasus.
Dalam ekspose ini, Korps Adhyaksa juga mengungkap tiga tersangka dugaan kasus korupsi pengadaan tangga berjalan atau eskalator di kantor Sekretariat DPRD Bontang selain FR. Mereka diantaranya berinisial KL, SM dan NG.
"Untuk FR yang merupakan Sekwan DPRD Bontang adalah pejabat pelaksana kegiatan (PPK) proyek eskalator tersebut. Sedangkan tiga lainnya, KL adalah pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK), SM selaku penyedia barang dan NG selaku subkon penyedia barang," terang Kajati Kaltim, Fadil Zumhana, melalui Kasi Penerangan Hukum (Penkum), Acin Muksin, kemarin (11/8).
Selanjutnya dalam kasus dugaan korupsi ini, tim penyidik Kejari Bontang diberi waktu 10 hari untuk pendalaman dan menyempurnakan penyidikan.
"Yakni melengkapi penyidikan serta melakukan upaya paksa tahap penyidikan, melengkapi alat bukti dan barang bukti, dan melakukan penggeledahan," jelas Muksin.
"Dalam kasus dugaan korupsi eskalator ini potensi kerugian negara mencapai Rp 1,4 miliar," tambahnya.
Dia menjelaskan, dari pagu Rp 2,9 miliar kerugian negara ditaksir mencapai Rp 1,4 miliar. Anggaran diambil dari APBD 2015. Sementara disinggung terkait penahanan, Muksin mengaku hal itu belum dilakukan. “Nanti menyusul,” ujarnya,
Terpisah, Plt Kajari Bontang Agus Kurniawan mengungkapkan dari paparan ekspose sudah terlihat indikasi kuat dan berpotensi untuk tersangka. Sambil menunggu hasil audit ahli yang konkret dan akurat terkait kerugian negara.
“Kami tim penyidik diberikan waktu 10 hari untuk melengkapi alat bukti yg cukup dan kuat.
Untuk diketahui, pengusutan pengadaan eskalator DPRD Bontang, dikritisi oleh lembaga swadaya masyarakat sejak 2016 lalu karena mengendus adanya mark up dalam kasus tersebut. Tim Pidsus Kejari Bontang mulai menyelidikan dan memeriksa Maret 2017 lalu. (oke/aya)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 20 Juli 2018 21:54

Belum Sempat Malam Pertama, Masuk Tahanan Usai Ijab Kabul

Rejeki, jodoh, dan Mati sudah ditentukan Tuhan. Meskipun raga terpenjara, namun kekuatan untuk menjadi…

Jumat, 20 Juli 2018 21:51

Samarinda “Diserang” Penderita Gangguan Jiwa

SAMARINDA. Kematian  PNS Disnakertrans Kaltim, Muhammad Riharja (38) di tangan seorang yang diduga…

Jumat, 20 Juli 2018 21:49

Pesan Kamar, PNS Diperas

SAMARINDA. Teror terhadap profesi Pegawai Negeri Sipil (PNS) kembali terjadi. Kubur PNS Disnakertrans…

Kamis, 19 Juli 2018 21:48

Nasib Aset Komura Belum Jelas

SAMARINDA. Setelah mengeksekusi Ketua dan Sekretaris Koperasi Samudera Sejahtera (Komura), Jafar Abdul…

Kamis, 19 Juli 2018 21:46

Pembunuh PNS Tak Pernah Masuk RSJ

SAMARINDA. Direktur Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Atma Husada Mahakam, dr Padilah Mante Runa memastikan…

Kamis, 19 Juli 2018 21:45

Antre BBM, Angkot Terbakar di SPBU

TENGGARONG. SPBU di Desa Loa Janan Ulu, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara (Kukar), sekitar pukul…

Kamis, 19 Juli 2018 21:45

Tewas Terbakar di Atap Masjid

SAMARINDA. Kemacetan di Jalan Pangeran Suryanata, tak jauh dari simpang empat Air Putih sudah biasa…

Rabu, 18 Juli 2018 21:51

Pembunuh PNS Bukan Gangguan Jiwa?

SAMARINDA. Aksi Saripuddin yang mengamuk menggunakan palu mirip dengan adegan film Thor, dewa petir…

Rabu, 18 Juli 2018 21:48

Gelar Razia, Enam Orang Diamankan

Tewasnya pegawai Disnakertrans Kaltim, Muhammad Riharja (38) di tangan terduga penderita gangguan jiwa…

Rabu, 18 Juli 2018 21:45

Rindu Orangtua, Beri Kejutan sebelum Meninggal Dunia

Rasa tidak percaya bekecamuk di benak Jafar Agang Aji Samaria. Putra kebanggaannya, Muhammad Riharja…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .