MANAGED BY:
SENIN
23 OKTOBER
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Sabtu, 12 Agustus 2017 10:53
Eskalator Dewan, Tangga Menuju Penjara

Lebihkan Harga, Sekwan Jadi Tersangka

DIDUGA KORUPSI. Pengadaan eskalator di gedung DPRD Bontang bermasalah.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Satu per satu pejabat yang terlibat dugaan korupsi ditetapkan sebagai tersangka. Setelah pejabat Disdik Kaltim, kali ini  Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim menetapkan Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Bontang, berinisial FR sebagai tersangka.
FR ternyata tak sendiri. Kejati Kaltim menetapkan tiga orang lain atas kasus dugaan korupsi pengadaan tangga berjalan atau eskalator di kantor Sekretariat DPRD Bontang tahun anggaran 2015. Nilai proyek Rp 2,9 miliar.
Penetapan itu merupakan hasil dari ekspose tim penyidik Kejari Bontang di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim, Kamis (10/8) lalu di kantor Kejati Kaltim Jalan Bung Tomo, Samarinda Seberang. Hadir dalam ekspose tersebut Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Kaltim, Yusuf. Plt Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bontang, Agus Kurniawan, para asisten, koordinator, Kasi Penkum Muksin, jaksa-jaksa senior, serta Satgasus.
Dalam ekspose ini, Korps Adhyaksa juga mengungkap tiga tersangka dugaan kasus korupsi pengadaan tangga berjalan atau eskalator di kantor Sekretariat DPRD Bontang selain FR. Mereka diantaranya berinisial KL, SM dan NG.
"Untuk FR yang merupakan Sekwan DPRD Bontang adalah pejabat pelaksana kegiatan (PPK) proyek eskalator tersebut. Sedangkan tiga lainnya, KL adalah pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK), SM selaku penyedia barang dan NG selaku subkon penyedia barang," terang Kajati Kaltim, Fadil Zumhana, melalui Kasi Penerangan Hukum (Penkum), Acin Muksin, kemarin (11/8).
Selanjutnya dalam kasus dugaan korupsi ini, tim penyidik Kejari Bontang diberi waktu 10 hari untuk pendalaman dan menyempurnakan penyidikan.
"Yakni melengkapi penyidikan serta melakukan upaya paksa tahap penyidikan, melengkapi alat bukti dan barang bukti, dan melakukan penggeledahan," jelas Muksin.
"Dalam kasus dugaan korupsi eskalator ini potensi kerugian negara mencapai Rp 1,4 miliar," tambahnya.
Dia menjelaskan, dari pagu Rp 2,9 miliar kerugian negara ditaksir mencapai Rp 1,4 miliar. Anggaran diambil dari APBD 2015. Sementara disinggung terkait penahanan, Muksin mengaku hal itu belum dilakukan. “Nanti menyusul,” ujarnya,
Terpisah, Plt Kajari Bontang Agus Kurniawan mengungkapkan dari paparan ekspose sudah terlihat indikasi kuat dan berpotensi untuk tersangka. Sambil menunggu hasil audit ahli yang konkret dan akurat terkait kerugian negara.
“Kami tim penyidik diberikan waktu 10 hari untuk melengkapi alat bukti yg cukup dan kuat.
Untuk diketahui, pengusutan pengadaan eskalator DPRD Bontang, dikritisi oleh lembaga swadaya masyarakat sejak 2016 lalu karena mengendus adanya mark up dalam kasus tersebut. Tim Pidsus Kejari Bontang mulai menyelidikan dan memeriksa Maret 2017 lalu. (oke/aya)


BACA JUGA

Minggu, 22 Oktober 2017 21:38

“Duarrr…!” Ledakan Dekat SPBU

SAMARINDA. Pengendara di Jalan HAMM Rifadin mendadak dilanda kepanikan, Sabtu (21/10) kemarin. Sebuah…

Minggu, 22 Oktober 2017 21:36

Arena Judi di Hutan Dibakar

SAMARINDA. Para pelaku judi sabung ayam sepertinya belum kapok berurusan dengan penegak hukum. Permainan…

Sabtu, 21 Oktober 2017 14:26

MAMPUS KAM..!! Perampok Emas Ditembak

TENGGARONG. Jumat (20/10) kemarin, menjadi hari nahas bagi Aenah (57). Warga Dusun Tama Mulya RT 12…

Sabtu, 21 Oktober 2017 14:24

Polisi Buru Hasil Korupsi

SAMARINDA. Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Satreskrim Polresta Samarinda menerapkan Undang-undang…

Sabtu, 21 Oktober 2017 14:22

BANGKE NI ORANG...!! Empat Murid SD Dicabuli Satpam

SAMARINDA. Kerja keras Kumbang –nama samaran- patut diacungi jempol. Semua kesempatan meraih nafkah…

Sabtu, 21 Oktober 2017 14:19

Harus Kolaborasi Demi Piring Nasi

POLEMIK transportasi online dan konvensional kian rumit. Keduanya seakan tak ada titik temu. Padahal…

Jumat, 20 Oktober 2017 16:10

YA TUHAN..!! Ada Bayi Membusuk dalam Kresek

SAMARINDA. Bau busuk menyengat memancing kerumunan lalat pada plastik merah di semak-semak eks Hotel…

Jumat, 20 Oktober 2017 16:07

Jadi Mualaf Palsu Demi Uang

SAMARINDA. Perilaku Fransiskus Molan (36) sungguh tak  pantas ditiru. Demi meraup rupiah, ia nekat…

Jumat, 20 Oktober 2017 16:07

Pria Ini Jadi Mualaf Palsu Demi Uang

SAMARINDA. Perilaku Fransiskus Molan (36) sungguh tak  pantas ditiru. Demi meraup rupiah, ia nekat…

Jumat, 20 Oktober 2017 16:05

LKP, Modus “Mencuri” Dana Hibah

SAMARINDA. Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Satreskrim Polresta Samarinda terus menggencarkan dugaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .