MANAGED BY:
SENIN
21 AGUSTUS
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Sabtu, 12 Agustus 2017 10:53
Eskalator Dewan, Tangga Menuju Penjara

Lebihkan Harga, Sekwan Jadi Tersangka

DIDUGA KORUPSI. Pengadaan eskalator di gedung DPRD Bontang bermasalah.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Satu per satu pejabat yang terlibat dugaan korupsi ditetapkan sebagai tersangka. Setelah pejabat Disdik Kaltim, kali ini  Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim menetapkan Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Bontang, berinisial FR sebagai tersangka.
FR ternyata tak sendiri. Kejati Kaltim menetapkan tiga orang lain atas kasus dugaan korupsi pengadaan tangga berjalan atau eskalator di kantor Sekretariat DPRD Bontang tahun anggaran 2015. Nilai proyek Rp 2,9 miliar.
Penetapan itu merupakan hasil dari ekspose tim penyidik Kejari Bontang di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim, Kamis (10/8) lalu di kantor Kejati Kaltim Jalan Bung Tomo, Samarinda Seberang. Hadir dalam ekspose tersebut Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Kaltim, Yusuf. Plt Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bontang, Agus Kurniawan, para asisten, koordinator, Kasi Penkum Muksin, jaksa-jaksa senior, serta Satgasus.
Dalam ekspose ini, Korps Adhyaksa juga mengungkap tiga tersangka dugaan kasus korupsi pengadaan tangga berjalan atau eskalator di kantor Sekretariat DPRD Bontang selain FR. Mereka diantaranya berinisial KL, SM dan NG.
"Untuk FR yang merupakan Sekwan DPRD Bontang adalah pejabat pelaksana kegiatan (PPK) proyek eskalator tersebut. Sedangkan tiga lainnya, KL adalah pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK), SM selaku penyedia barang dan NG selaku subkon penyedia barang," terang Kajati Kaltim, Fadil Zumhana, melalui Kasi Penerangan Hukum (Penkum), Acin Muksin, kemarin (11/8).
Selanjutnya dalam kasus dugaan korupsi ini, tim penyidik Kejari Bontang diberi waktu 10 hari untuk pendalaman dan menyempurnakan penyidikan.
"Yakni melengkapi penyidikan serta melakukan upaya paksa tahap penyidikan, melengkapi alat bukti dan barang bukti, dan melakukan penggeledahan," jelas Muksin.
"Dalam kasus dugaan korupsi eskalator ini potensi kerugian negara mencapai Rp 1,4 miliar," tambahnya.
Dia menjelaskan, dari pagu Rp 2,9 miliar kerugian negara ditaksir mencapai Rp 1,4 miliar. Anggaran diambil dari APBD 2015. Sementara disinggung terkait penahanan, Muksin mengaku hal itu belum dilakukan. “Nanti menyusul,” ujarnya,
Terpisah, Plt Kajari Bontang Agus Kurniawan mengungkapkan dari paparan ekspose sudah terlihat indikasi kuat dan berpotensi untuk tersangka. Sambil menunggu hasil audit ahli yang konkret dan akurat terkait kerugian negara.
“Kami tim penyidik diberikan waktu 10 hari untuk melengkapi alat bukti yg cukup dan kuat.
Untuk diketahui, pengusutan pengadaan eskalator DPRD Bontang, dikritisi oleh lembaga swadaya masyarakat sejak 2016 lalu karena mengendus adanya mark up dalam kasus tersebut. Tim Pidsus Kejari Bontang mulai menyelidikan dan memeriksa Maret 2017 lalu. (oke/aya)


BACA JUGA

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:11

Kepung Bank Tagih Warisan Soekarno

SAMARINDA. “Dengan membayar administrasi Rp 20 ribu, maka warisan presiden pertama Republik Indonesia,…

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:04

DAR DER DOR..!! Sarang Curanmor Digerebek, 13 Motor Disita

SAMARINDA. Suasana pagi di Jalan Padat Karya, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang mendadak…

Sabtu, 19 Agustus 2017 12:02

Klaim Dakwaan Jaksa Tak Penuhi Unsur Pidana

Tim kuasa hukum Ketua Komura Jafar Abdul Gaffar menilai surat dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut…

Jumat, 18 Agustus 2017 17:25

“Hujan Beton” Nyaris Kubur Sekeluarga

SAMARINDA. Lelah setelah berjuang menerobos banjir, Keluarga Hj Jarwadi lanjut dibuat terkejut oleh…

Jumat, 18 Agustus 2017 17:22

Petaka Bisnis Gas

SAMARINDA. Bermodalkan seragam Pertamina, Aji Adi alias Rendi, mendatangi satu persatu pangkalan LPG…

Jumat, 18 Agustus 2017 17:18

Basah-Basahan Peringati 17 Agustus

SAMARINDA. Nasionalisme terkadang lahir dari ruang-ruang kecil. Keterbatasan tidak menyurutkan semangat…

Kamis, 17 Agustus 2017 20:48

Banjir, Pasien RSUD Diungsikan

SAMARINDA. Hujan deras sepanjang sore, Rabu (16/8), membuat sejumlah ruas jalan utama dan permukiman…

Kamis, 17 Agustus 2017 20:47

Air Tercemar, Gagal Panen, Menderita Hepatitis B

Puluhan tahun tak menikmati listrik dan air bersih. Hidup jauh dari hiruk pikuk kota. Mereka adalah…

Rabu, 16 Agustus 2017 16:18

WOW..!! Pungli TPK Palaran Tembus Rp 184 M..!!!

SAMARINDA. Sidang perdana kasus dugaan pungutan liar (Pungli) di Terminal Peti Kemas (TPK) Palaran Samarinda…

Rabu, 16 Agustus 2017 16:15

Kabin Ringsek Sopir Tak Luka

SAMARINDA. Suara benturan keras tiba-tiba terdengar dari bilangan Jalan APT Pranomo, Kelurahan Gunung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .